Page 2 of 3 FirstFirst 123 LastLast
Results 21 to 40 of 52

Thread: Individual Retirement Plan

  1. #21
    pelanggan setia
    Join Date
    May 2011
    Posts
    4,958
    Quote Originally Posted by itsreza View Post
    berapa sih nilai $1 million di 35 tahun mendatang
    dengan inflation rate 3% p.a?
    Kok rendah amat asumsi inflation ratenya? Keknya setahun bisa lewat satu digit deh...

    Quote Originally Posted by itsreza View Post
    Coba lihat lagi model alokasi untuk investasi. kumpulin modal
    juga kalau bisa banyak-banyak dong jangan cuma dikit-dikit

    Kenapa mutual fund, karena seperti deposito namun return yang lebih baik, mudah dicairkan, biaya transaksi murah,
    managed, tenang beresin kuliah dan ga perlu pusing buat analisa.
    Ngumpulin itu di mana-mana juga dikit-dikit lama-lama menjadi bukit
    Trus mutual fund kek gimana itu, aku baru dengar...
    Sama pertanyaanku soal unit link...
    *maaf borongan

  2. #22
    Chief Barista cha_n's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    11,544
    mungkin um eza nyontohin pake dolar hehehe
    ...bersama kesusahan ada kemudahan...

    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n

    My Little Journey to India

  3. #23
    pelanggan sejati ndugu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    7,681
    Quote Originally Posted by tuscany View Post
    Kok rendah amat asumsi inflation ratenya? Keknya setahun bisa lewat satu digit deh...
    ini berdasarkan saat krismon 97 ya?
    saya juga ga tau inflasi brapaan sih kesanku cuman in the mid to high single digit. cmiiw.

    Quote Originally Posted by itsreza View Post
    my case illustration:
    ...
    Model yang dipakai income - expenditures = discretionary, tapi karena mayoritas auto debet saya tetap
    anggap sebagai expenditures.
    i dont get this part. maksudnya mayoritas apa yang auto debet? ini maksudnya discretionarynya yang dianggap sebagai expenditures? kalo demikian, ga bisa disebut discretionary lagi donk

    kondisi pasar atau nilai aktiva naik buat inject dana. Jadi top up akun tiap bulan, istilah umumnya dollar-cost-averaging.
    dengan cara cost averaging ini, apakah setiap kali suntik dana kena biaya transaksi? dan biaya transaksi ini flat ato berdasarkan percentage?

    Iya mirip IRA. Keputusan investasi disini mungkin dana mau dimasukin ke kolam mana,. biasanya dikasih pilihan mau
    di fixed income: money market->government/private bonds atau di equity: stock market. tapi bagaimana dana dikelola
    itu murni keputusan penyedia jasa.
    wah, jadi customer cuman bisa milih opsi secara generic seperti fixed income atau equity, tapi tidak ada suara misalnya untuk memilih bonds gimana, ato equity mana yang dia inginkan? itu agak mengikat juga ya..

    ada LPS, lembaga penjamin simpanan. cmiiw, 2 milyar per (single/joint) account dalam satu bank. makanya kalau tabungan
    cukup besar selain diversifikasi aset, diversifikasi tempat menabung juga.
    LPS ini badan negara, ato privat?

    2 milyar rupiah per account, hampir2 mirip fdic juga kalo begitu, yang limitnya 250k usd / account.
    bener, buat yang punya duit lebih dari itu, memang baiknya displit ke multiple bank

    mahal juga ya ndugu, itu berarti full-service ya? karena broker ndugu merangkap juga sebagai fund manager. Enak kalau
    punya jumlah cukup besar untuk dimainkan, biaya transaksinya kan flat ga pakai pakai broker discount? ketentuan
    disana buat minimum investment gimana sih? cuma kalau discount diri kita yang jadi fund manager. Di Indonesia kalau di
    stock market jelas bisa, dengan kan ada online trading, biaya transaksinya sangat rendah dibawah 0.3 persen. Lewat broker
    jauh lebih mahal, cuma dapet prioritas lebih untuk transaksi.
    iya mahal kalo transaksinya lewat bank penyedia IRA dari kantor, mungkin karena itu juga dapet financial advisornya ya dan dia memang lebih mempunyai prioritas dan bisa ngambil investment kelas2 khusus yang tidak available untuk regular investor kelas teri pada umumnya (seperti saya kalo saya trade di luar secara sendiri )

    saya ga tau apa brokernya ada discount ato ngga, kalo ada pun, yang pasti it doesnt flow to me emang di indo gimana sih itung2an biaya transaksi? pake percentage ya? saya di sini flat fee sih.

    dan mengenai minimum investment, it varies sih. ini ngomongin trading ya? masing2 brokerage house kayanya ada beda2 minimumnya, dan tergantung seberapa gede amountnya dan frekuensi transaksi, yang juga men-determine fasilitas2nya.

    untuk IRA kantor, yah managenya harus dilakukan lewat financial advisor itu. kita bisa diskusi, dan customer (e.g. saya) yang bikin keputusan, dan dia yang eksekusi. untuk ini awalnya fund saya juga kecil2 aja, dia juga ga bisa ngapain2 kalo terlalu kecil, jadi awalnya juga cuman masukin ke CD. setelah lebih berisi sedikit, baru maen di equity ato bond ato mutual fund. jenis IRA saya yang di sini versi tradisional, alias pre-tax, seperti katamu pajak ketunda. waktu ambil/cairkan, baru kena pajaknya, termasuk whatever profit that I make (if any) juga kena pajak. cara ini ok dengan asumsi pajak saat saya tua nanti lebih rendah dari pajak saya skrang

    ada juga tipe IRA after tax yang disebut Roth, dan ini saya juga ada tapi dimanage private karena saya buka sendiri, bukan lewat kantor. jadi bayar pajak dulu waktu setor, nanti waktu narik udah ga perlu bayar pajak lagi. dan whatever profit yang saya bikin selama itu nantinya juga udah bebas pajak saat dicairkan. dan cara ini tentu dengan asumsi pajak di masa depanku lebih tinggi dari sekarang

    total kontribusi ke IRA (combined) ga bisa melebihi antara 16k-17k usd per taon, lupa tepatnya karena taon kemaren dan taon ini berubah. dan in reality, tentu saja tidak semua orang selalu max out limit kontribusi itu itu cuman limit yang di-set oleh negara saja.

    fund2 di IRA ini ga bisa diambil sampe saat pensiun nanti. but you can borrow against it up to 50%, dan harus lunasi kembali sebelum bisa kontribusi lagi. dan waktu bayar kembali pun, you are paying interest (to yourself) lucu juga sih. which isn't a bad deal.


    ngomong2, interest rate untuk ngambil mortgage di indo brapaan ya biasanya? dan umum ngga mortgage yang puluhan taon gitu? dulu ada orang indo yang denger mortgage rumah di amrik biasa 30 taonan, kaget mereka tapi pamanku di indo ada yang nyicil rumah dengan 14-year arm, which isn't exactly short either kupikir
    Last edited by ndugu; 22-01-2013 at 07:13 AM.

  4. #24
    ★★★★★ itsreza's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    10,216
    Quote Originally Posted by tuscany View Post
    Other question: aku dengar yang namanya unit link itu sebenarnya nggak segitu profitable yang diiklankan. Mending kalo mau asuransi ya asuransi aja, kalo mau invest ya invest aja, jangan dicampur. Bener nggak sih?
    terlewat, sebenernya gini masalahnya: unit link itu produk hybrid asuransi dan investasi, jadi sebagian uang
    yang dibayarkan digunakan untuk bayar premi asuransi, bagian lain masuk pool investasi. Orang cenderung
    lupa dia beli polis asuransi itu tujuan utamanya untuk proteksi, ini akibat iming-iming insurance sales juga
    sih yang menjanjikan return yang besar. Akibatnya ketika return dari unit linked produk itu rendah, kecewa.
    Saya sih menganggap unit link tidak maksimal, karena sebagian uang untuk proteksi malah diinvestasikan
    ke pool yang berisiko, jadi nilai benefit tidak terjamin. Untuk investasi, bagaimana mau berharap banyak return
    kalau ga seluruh uang yang masuk diinvestasikan. Belum lagi biaya transaksi, fee untuk unit link sales cukup
    besar, jadi jangan heran kalau sebelum tahun kelima selesai cash value nya masih lebih rendah dari nilai yang
    telah dibayarkan. Lewat dari itu performa nya baik kok, saya sendiri punya, dan ketika dicairkan setelah masa
    disebutkan tadi nilai tunai saya jauh lebih baik dari deposito. Buat saya, cash value masih penting, masih muda
    berharap masa kadaluarsa masih lama. Kalau ga mau dicampur dan merasa aman, pakai asuransi jenis term
    atau whole life, health, dan mutual fund untuk investasi, masing-masing terpisah.


    Quote Originally Posted by tuscany View Post
    Kok rendah amat asumsi inflation ratenya? Keknya setahun bisa lewat satu digit deh...
    dollar denomination, jadi di US, interest rate tabungan USD pun cuma 1-2% p.a sedangkan CPI antara 2-3.5 p.a. Inflasi
    itu tergantung base year yang dipakai, ini year on year. Kalau Indonesia, menurut BI inflasi tahun kemarin 4.30%, acuan
    yang dipakai seharusnya dirilis institusi resmi yaitu BPS, BI mengacu dari itu sedang US pakai BLS. Beda lagi dengan real
    inflation, itu memang lebih besar tapi seharusnya dalam perhitungan tidak digunakan, kecuali semua pakai economic price,
    shadow price nya dihilangkan dulu.

  5. #25
    Kalo mau nyusun investmen plan manfaatkanlah
    keajaiban dunia ke 8 yakni "bunga ber bunga".

    Itulah yang akan membuat sedikit demi sedikit menjadi bukit.

    ---------- Post Merged at 08:43 AM ----------

    Sayang gue belon sempet nulis soal ini di blog. Jadi saya kutipkan saja dari web orang:

    Tentunya sebagian besar dari kita sudah pernah mendengar tentang hukum bunga berbunga atau hukum compounding interest. Bagi yang belum pernah tahu, pasti bertanya, apa itu hukum compounding? Untuk mudahnya, kita gunakan ilustrasi berikut ini. Katakanlah Anda menyimpan Rp 1 pada hari pertama dan berlipat dua setiap harinya, maka pada hari kedua uang itu menjadi Rp 2. Pada hari ketiga, menjadi Rp 4. Pada hari keempat, menjadi Rp 8. Begitu seterusnya sampai Anda mungkin tidak akan menduga bahwa hukum ini membuat uang Anda menjadi lebih dari Rp 1 miliar pada hari ke-31. Ya, hanya dalam tempo 31 hari!
    Ajaib, bukan? Itulah sebabnya mengapa fisikawan kawakan, Albert Einstein, sampai menyebutnya sebagai keajaiban dunia kedelapan.

    Nah dahsyatnya…..Hukum compounding ini juga berlaku dalam pertumbuhan investasi properti. Misalnya, pada 2009 ini, Anda membeli sebuah properti seharga Rp 1 miliar dan anggap kenaikan rata-rata properti hanya 10%, maka pada 2010, nilai properti itu menjadi Rp 1,1 miliar. Pada 2011, menjadi Rp 1,21 miliar. Pada 2012, menjadi Rp 1,331 miliar. Begitu seterusnya. Silakan Anda hitung berapa nilai properti tersebut pada akhir tahun ke-15 atau ke-20? Makanya bagi yang belum memiliki investasi di properti, buruan segera hunting, agar keajaiban dunia ke delapan segera bekerja membantu anda meraih kekayaan melalui properti. (Sumber www.joehartanto.com)
    Selamat ber-investasi.

  6. #26
    pelanggan sejati ndugu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    7,681
    er, tapi realistis kah kenaikan properti segede itu dan yang tidak berakhir itu?
    ok, memang saya bukan ambil contoh di indo, tapi bukankah itu masalah di amrik? pas real estate bubble meletus, justru nilai properti menurun dan malah underwater.

    penulis artikel itu mengambil asumsi yang sangat besar tuh.

  7. #27
    Itu kan contoh aja Gu. Yang penting ngerti maksudnya "bunga berbunga",
    nah lalu diterapkan di investasi yang sedang menjanjikan. Kalo lebih rajin
    lagi investasinya bisa digilir -- tergantung situasi.

    Kalo lagi properti booming, invest di properti -- kalo lagi saham booming invest di saham -- dst.
    Nggak ada yang saklek kok dalam investasi -- setidaknya itu yang aku pelajari.

  8. #28
    pelanggan setia Ronggolawe's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    5,137
    terlewat, sebenernya gini masalahnya: unit link itu produk hybrid asuransi dan investasi, jadi sebagian uang
    yang dibayarkan digunakan untuk bayar premi asuransi, bagian lain masuk pool investasi. Orang cenderung
    lupa dia beli polis asuransi itu tujuan utamanya untuk proteksi, ini akibat iming-iming insurance sales juga
    sih yang menjanjikan return yang besar. Akibatnya ketika return dari unit linked produk itu rendah, kecewa.
    karena agen asuransi ketika menawarkan produk
    pake istilah menabung, bahkan sampai polis keluar
    pun, ngga pernah dijelaskan kalau yang investasi
    sekian, dan yang buat proteksi sekian, jadi kalau
    mau berharap nilai tunai, yang jadi hitungan adalah
    tabungan dari investasi, kalau yang proteksi itu su
    dah jatahnya agen

    Saya sih menganggap unit link tidak maksimal, karena sebagian uang untuk proteksi malah diinvestasikan
    ke pool yang berisiko, jadi nilai benefit tidak terjamin.
    oh ngga dong
    uang yang dipatok untuk proteksi, secara hukum sudah
    menjadi sah menjadikan polis aktif, jadi asuransi wajib
    membayarkan kalau ada tuntutan klaim.

    Untuk investasi, bagaimana mau berharap banyak return
    kalau ga seluruh uang yang masuk diinvestasikan.
    ibaratnya punya uang 2.000, yang seribu mau investasi
    yang seribu mau proteksi, dengan membeli produk terpi
    sah, ama mau beli produk unit-link, ya sama saja
    (1*1000)+(1*1000) = 2000 atau 1*((0,5)*2000))=2000

    Belum lagi biaya transaksi, fee untuk unit link sales cukup
    besar, jadi jangan heran kalau sebelum tahun kelima selesai cash value nya masih lebih rendah dari nilai yang
    telah dibayarkan.
    nilai yang dibayarkan menghitung proteksi atau investasi
    saja nih? kalau melihat ilustrasi gw diatas:
    ngga adil kalau menghitung nilai investasi yang cuma seri
    bu, tapi patokannya uang buat polis total (proteksi+inves
    tasi)

    ---------- Post Merged at 01:14 PM ----------

    ibaratnya punya uang 2.000, yang seribu mau investasi
    yang seribu mau proteksi, dengan membeli produk terpi
    sah, ama mau beli produk unit-link, ya sama saja
    (1*1000)+(1*1000) = 2000 atau 1**2000)=2000
    typo....
    maksud gw yang jadi hitungan investasi cuma 1000 saja

  9. #29
    Chief Barista cha_n's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    11,544
    karena agen asuransi ketika menawarkan produk
    pake istilah menabung, bahkan sampai polis keluar
    pun, ngga pernah dijelaskan kalau yang investasi
    sekian, dan yang buat proteksi sekian, jadi kalau
    mau berharap nilai tunai, yang jadi hitungan adalah
    tabungan dari investasi, kalau yang proteksi itu su
    dah jatahnya agen
    kalau dapat agen yang ga informatif gini mending ganti agen aja

    terlewat, sebenernya gini masalahnya: unit link itu produk hybrid asuransi dan investasi, jadi sebagian uang
    yang dibayarkan digunakan untuk bayar premi asuransi, bagian lain masuk pool investasi. Orang cenderung
    lupa dia beli polis asuransi itu tujuan utamanya untuk proteksi, ini akibat iming-iming insurance sales juga
    sih yang menjanjikan return yang besar. Akibatnya ketika return dari unit linked produk itu rendah, kecewa.
    betul.
    kita harus lebih memahami soal asuransi, tujuan asuransi itu ya proteksi.
    investasi ya investasi.
    kalau mau maksimal, jangan digabung, jadi bisa kelihatan lebih jelas berapa besar kenaikan investasi, plus bisa lebih bebas mau milih jenis investasinya apa, mau ditempatkan di mana.
    tapi, ga semua orang juga ngerti milih2 jenis investasi macam ini.
    bagi sebagian orang, unit link itu ga maksimal, dan itu benar
    tapiiii bagi orang2 yang ga begitu punya waktu buat bisnis dan ga punya waktu ngikutin pergerakan saham, serta ga begitu ngerti soal reksadana, unit link ini lumayan banget sebagai sarana investasi karena ga ribet, apalagi punya agen/fund manager yang bantu urus pilihan2 investasinya.

    aku juga ada unit link, awalnya rada menyesal juga, tapi pas dipikir2, uangku ga seharusnya 100% masuk ke bisnis, tapi kalau investasi di reksadana aku ga gitu ngerti dan ga ada waktu, jadi untung juga asuransiku yang unit link sekaligus sebagai sarana investasi.
    ditambah lagi aku jadi dapat proteksi, dobel proteksi malah ama suami.
    setelah lima tahun, aku juga ga usah bayar premi udah bisa, bahkan bisa bayarin premi suami sekalian (tapi nilai investasinya jadi ga nambah)
    jadi kalaupun aku top up masuk 100% investasi aja. ga ribet mikir, tinggal pilih mau yang high risk, medium risk, atau low risk. gitu doang. bagiku yang PNS dengan gaji berkala yang tetap cara ini cocok.

    jadi mending didefinisikan dulu karakteristik diri kita kayak apa, investasi itu cocok2an.

    er, tapi realistis kah kenaikan properti segede itu dan yang tidak berakhir itu?
    ok, memang saya bukan ambil contoh di indo, tapi bukankah itu masalah di amrik? pas real estate bubble meletus, justru nilai properti menurun dan malah underwater.

    penulis artikel itu mengambil asumsi yang sangat besar tuh.
    sekedar contoh, ortuku 5 tahun yll beli tanah per meter 1jt/m2, sekarang ditawar orang 3.5jt/m2
    setahuku di indonesia masih jauh lebih mending dari di amrik ya soal kredit, di sini orang ga segampang di amrik dapat kredit (termasuk kredit card) ditambah karakteristik orang indonesia ga suka ngutang, jadi nilai kredit macet di indonesia tuh kecil banget.
    yang bikin bubble di amrik kalo ga salah (CMIIW) gara2 kita bisa kredit dengan agunan kredit/barang yang lagi dikredit.
    kredit x dengan agunan rumah yang lagi dikredit aja bisa kalo di amrik (ga tau kalo sekarang)
    itu yang bikin chaos di sana. ngasih nilai rumah/tanah ketinggian, biar dapat kredit tinggi, jadi pas dijual beneran, ga ada yang mao beli dengan nilai segitu.
    kalau di sini, ya emang banyak yang beli, harga segitu orang rebutan kayak kacang goreng.


    terus soal emas ya?
    aku karena cuman punya dikit, ya disimpen sendiri aja (kalau aslan simpen di dalam kipas angin noh katanya )
    kalau udah banyak, kemungkinan mempertimbangkan simpan di safe deposit.
    kalau sekarang sih simpen di bank juga gu, karena lagi digadai
    ...bersama kesusahan ada kemudahan...

    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n

    My Little Journey to India

  10. #30
    numpang nyimak
    Gambang suling, ngumandhang swarane
    tulat tulit, kepenak unine
    uuuunine.. mung..nreyuhake ba-
    reng lan kentrung ke-
    tipung suling, sigrak kendhangane

  11. #31
    ★★★★★ itsreza's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    10,216
    @danalingga, konsep investasi dengan compound interest sudah diterapkan di kopimaya market bank sejak tahun kemarin
    etca tuh baik banget, berani kasih bunga 2.15% dengan periode 7 hari, lebih besar dari investasi manapun

    Quote Originally Posted by ndugu View Post
    ini berdasarkan saat krismon 97 ya? saya juga ga tau inflasi brapaan sih kesanku cuman in the mid to high single digit. cmiiw.
    base year pre 1997, udah triple digit, 1996-2012 approx. 407% perhitungan sendiri
    jangan tanya real inflation berapa, karena saya tidak punya dasar perhitungan


    Quote Originally Posted by ndugu View Post
    dengan cara cost averaging ini, apakah setiap kali suntik dana kena biaya transaksi? dan biaya transaksi ini flat ato berdasarkan percentage?
    wah, jadi customer cuman bisa milih opsi secara generic seperti fixed income atau equity, tapi tidak ada suara misalnya untuk memilih bonds gimana, ato equity mana yang dia inginkan? itu agak mengikat juga ya..
    ada, nilainya kecil tergantung setiap produk dan perusahaan untuk top up, nilainya kecil.
    iya yang umum customer cuma bisa pilih secara generic, mengikat ya. bermodal kepercayaan
    aja itu fund manager perusahaan bakal bisa manage investasi dengan benar


    Quote Originally Posted by ndugu View Post
    LPS ini badan negara, ato privat?
    negara


    Quote Originally Posted by ndugu View Post
    ngomong2, interest rate untuk ngambil mortgage di indo brapaan ya biasanya? dan umum ngga mortgage yang puluhan taon gitu? dulu ada orang indo yang denger mortgage rumah di amrik biasa 30 taonan, kaget mereka tapi pamanku di indo ada yang nyicil rumah dengan 14-year arm, which isn't exactly short either kupikir
    secara umum margin kredit saat ini +6 persen dari BI rate, besar pastinya
    tergantung bank juga kesepakatan lain, lama antara 5-20 tahun


    Quote Originally Posted by Ronggolawe View Post
    karena agen asuransi ketika menawarkan produk
    pake istilah menabung, bahkan sampai polis keluar
    pun, ngga pernah dijelaskan kalau yang investasi
    sekian, dan yang buat proteksi sekian, jadi kalau
    mau berharap nilai tunai, yang jadi hitungan adalah
    tabungan dari investasi, kalau yang proteksi itu su
    dah jatahnya agen
    tidak semua agen menjelaskan produk unit linked dengan istilah menabung,
    bahkan dari perusahaan yang sama pun penjelasan bisa berbeda antar agen.
    bisa saja pemahaman antar agen yang berbeda atau nasabah yang kurang kritis
    terhadap penawaran produk unit link. saya sendiri dulu mau pakai pakai produk ini
    karena fasilitas perusahaan, jatah agen di tahun 1-3 dikembalikan.

    dari desain produk ada pembagian antara buat proteksi dan investasi, dimana
    premi yang dibayarkan di lima tahun awal akan digunakan untuk sebagai biaya
    akuisisi, uang pertanggungan, sedang untuk alokasi investasi akan penuh mulai
    tahun keenam, penjelasan ini dan berapa besarannya memang bukan bagian yang
    akan dijelaskan kepada calon nasabah.



    Quote Originally Posted by Ronggolawe View Post

    oh ngga dong
    uang yang dipatok untuk proteksi, secara hukum sudah
    menjadi sah menjadikan polis aktif, jadi asuransi wajib
    membayarkan kalau ada tuntutan klaim.
    terima kasih om buat koreksinya, manfaat klaim sih memang tetap sesuai polis
    tapi nilai tunai itu sesuai hasil investasi.



    Quote Originally Posted by cha_n View Post
    jadi mending didefinisikan dulu karakteristik diri kita kayak apa, investasi itu cocok2an.
    selain karakteristik, tujuan dan lama berpengaruh. jangan sampai tidak likuid karena
    salah menempatkan dana investasi.



    Quote Originally Posted by cha_n View Post
    segampang di amrik dapat kredit (termasuk kredit card) ditambah karakteristik orang indonesia ga suka ngutang, jadi nilai kredit macet di indonesia tuh kecil banget.
    beda dengan 1997, sekarang udah mulai bubbling, bila pola konsumsi
    masyarakat tetap seperti saat ini, next downturn imbasnya pasti akan
    terasa di tingkat yang lebih rendah

  12. #32
    pelanggan setia
    Join Date
    May 2011
    Posts
    4,958
    Quote Originally Posted by cha_n View Post
    setelah lima tahun, aku juga ga usah bayar premi udah bisa, bahkan bisa bayarin premi suami sekalian (tapi nilai investasinya jadi ga nambah)
    jadi kalaupun aku top up masuk 100% investasi aja. ga ribet mikir, tinggal pilih mau yang high risk, medium risk, atau low risk. gitu doang. bagiku yang PNS dengan gaji berkala yang tetap cara ini cocok.
    Maksudnya setelah lima tahun nggak perlu setor premi lagi, gitu bu cha_n? Ambil unit link model apa?

  13. #33
    pelanggan sejati ndugu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    7,681
    di amrik sala satu faktor terbesar yang menyebabkan krisis real estate kemaren memang di masalah kreditnya itu. tapi kan bukan hanya itu yang bisa menyebabkan economic bubble ya.

    waktu kemaren2 saya denger dari sodara2 mengenai bbrp harga properti di jakarta, masa dalam jangka waktu 6 bulan bisa naik 50%, dan ini recurring ke siklus stengahtaon2 selanjutnya dalam bbrp taon, dan kejadian ini bukan hanya di satu spot aja. saya sih ngerasa agak2 abnormal ya. apakah masyarakat yang berbondong2 rebutan ala kacang goreng itu yang mendorong harga tanah naik? apakah ini harga spekulasi ato real value? karena kedengaran seperti gejala2 bubble buatku, yang ntah bakal berlangsung brapa lama. there is no way it can keep on going like this forever. when the market corrects, man, it will be painful. selama masih naik / boom dan ngikut cara danalingga to ride the wave, ok2 aja selama tidak pas berada di ujung sebelum crash. tapi pertanyaan satu juta dolarnya adalah sampe kapan dan sampe setinggi apa harga ini bisa naik sebelum crash. filosofi investment yang berbeda aja ya kupikir

    kembali ke pertanyaan unit link, jadi pembagian proteksi dan investmen itu tergantung produk unit link kan. dan apakah persentase proteksi/investment ini sudah ditentukan dari awal sebelum dibeli? ato it is up to keputusan penawar produk unit link untuk mengubah2 sesuka mereka di kedepannya? i guess pertanyaanku, apakah alokasi ini sesuatu yang bisa ikut diputuskan oleh pembeli / customer setelah pembelian dilakukan?

  14. #34
    ★★★★★ itsreza's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    10,216
    bubble burst 2007 salah satunya karena ke semua berbondong-bondong menuju
    arah yang salah, udah kepalang basah, menyelam sekalian salah satu indikasi
    bubble, kenaikan harga properti yang bukan karena properti yang laku macam
    kacang goreng, tapi karena overvalue. jasa pakai toilet umum aja Rp2000

    when? multi billion dollar question. investasi tetep harus pakai prinsip kehati-hatian,
    memang pertumbuhan ini harus dicicipi manisnya walau sedikit, mengurangi spekulasi,
    better to be scared than sorry, karena sulit memperkirakan bubble pop. tapi ini kembali
    ke sifat investor ya.

    unit link, persentasi proteksi/investment ga disebutkan dalam polis, jadi keputusan
    penyedia. nasabah bisa menentukan pilihan investment pool, alokasi ini dapat diubah.

  15. #35
    pelanggan setia
    Join Date
    May 2011
    Posts
    4,958
    Za...pertanyaanku tentang mutual fund belum ada jawabannya. Apakah itu?

  16. #36
    pelanggan setia Ronggolawe's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    5,137
    unit link, persentasi proteksi/investment ga disebutkan dalam polis, jadi keputusan
    penyedia. nasabah bisa menentukan pilihan investment pool, alokasi ini dapat diubah.
    disebutkan kok, soalnya nasabah harus tandatangan
    ilustrasi, disitu sudah gambaran 95% dari persentasi
    investasi dan proteksi.

    kalau ilustrasi tidak ditandatangani, makan polis tidak
    akan keluar... tapi itu di Asuransi yang gw ikutin

  17. #37
    ★★★★★ itsreza's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    10,216
    ^^
    untuk terkait ke produk tertentu antar perusahaan serta kebijakannya memang
    memungkinkan adanya beberapa hal yang berbeda, namun dalam prinsip sama

    @tuscany
    singkatnya sih reksadana itu investment pools, menyediakan sarana investasi dengan
    diversifikasi portfolio yang dikelola fund manager. fund manager disini adalah institusi
    pengelola. fund manager punya semacam unit investasi yang bisa dibeli investor, semacam
    index harga, harga satuan ini disebut net asset value/nilai aktiva bersih. seperti saham,
    unit value NAV ini bisa naik turun tergantung dari performa investasi fund manager. Mutual
    fund ini biasanya diperjualbelikan lewat bank. Disusun berdasarkan jangka waktu dan
    tingkat risiko jenis investasi, bisa pilih antara money market, fixed income, balanced, dan
    equity funds. Kalau datang ke bank dan tanya mutual fund biasanya dikasih beberapa daftar
    fund manager yang bekerjasama berikut daftar produk. Subscribe bisa mulai dari Rp100rb
    mau up juga sama*. *kebijakan tiap investment manager berbeda. soal biaya di mutual fund
    biasanya ada subscription/redemption fee, manager fee, custodian fee. lebih rinci tentang
    terms & conditions produk baiknya konsultasi ke mba-mba cantik di bank

  18. #38
    Chief Barista cha_n's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    11,544
    Quote Originally Posted by tuscany View Post
    Maksudnya setelah lima tahun nggak perlu setor premi lagi, gitu bu cha_n? Ambil unit link model apa?
    aku bahas yang pake unit link kalau yang murni asuransi ya bakal bayar premi terus.

    kalau di tempat yang aku ikuti ada aturan investasi minimal 2x premi. misal premi 100rb investasi minimal 200rb. mau top up tambahan buat investasi ya monggo.
    aku ga pernah top up tambahan, setelah kurang dari 5 tahun uang dari investasi ku (beserta keuntungannya) bisa membiayai premi.
    aku malah kelupaan bayar premi dari bulan mai kemarin dan ga ada masalah. hasil investasi ku sudah bisa menutupi premi per bulan. selanjutnya aku top up aja (kalau mau)

    pilihan jenis mutual fund boleh milih kok, misal fixed fund sekian persen, balance sekian persen (dll seperti reza sebutkan)
    tapi tiap ganti pilihan ada biaya admin.
    makin banyak diverifikasi biaya bulanan juga nambah.
    itulah sebabnya aku ga diverifikasi. masuk ke satu pilihan aja.
    kebetulan ambil yang syariah.
    cuman memang ga bisa milih spesifik saham yang mau dimasukkan, misal maunya saham sampoerna ama telkomsel doang, jadi ya pasrah ama pilihan dari lembaga investasi aja.
    ...bersama kesusahan ada kemudahan...

    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n

    My Little Journey to India

  19. #39
    Chief Barista cha_n's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    11,544
    @ndugu
    setahuku syarat kredit perumahan juga ga gampang kok. DP aja minimal 30%.
    dan harga yang ada itu memang harga riilnya.
    beda sama kasus di amrik.
    andaikan gagal bayar bank ga rugi, rumah dan tanah yang bakal dia sita untung besar banget malahan. kecuali tanahnya kena kasus lumpur sidoarjo ya.
    bank paling gede memberikan pembiayaan 70%.
    terus... misal cicilan 3 juta, tuh orang musti punya gaji 9 juta minimal.
    sejauh ini sih lumayan ketat ya, aku aja PNS susah banget dapat kredit rumah. padahal katanya jaman dulu gampang *curcol*

    tapi tentu kenaikan harga properti gitu yang tinggi di kota besar ya. kalo di desa, kata suamiku sih stagnan aja. kecuali untuk produksi (misal sawah)

    cmiiw

    @itsreza
    itu maksudmu gimana? besar kemungkinan ada bubble gitukah di indo?
    ...bersama kesusahan ada kemudahan...

    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n

    My Little Journey to India

  20. #40
    ★★★★★ itsreza's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    10,216
    boom & bust itu bagian dari siklus ekonomi, kita ada di dalamnya bu chan. dalam
    perekonomian yang tumbuh seringkali terdapat kelebihan ekspansi moneter tanpa
    didukung pertumbuhan riil, oleh karena itu butuh koreksi biar kembali ke jalan yang
    benar. Disaat semua punya antusias lebih, bersemangat, mulai bertindak spekulatif,
    hingga lepas tekendali, koreksi pun semakin tajam dan menghasilkan krisis. oleh
    karena itu pasar keuangan butuh emansipasi wanita


    Quote Originally Posted by cha_n View Post
    cuman memang ga bisa milih spesifik saham yang mau dimasukkan, misal maunya saham sampoerna ama telkomsel doang, jadi ya pasrah ama pilihan dari lembaga investasi aja.
    kalau mau buat portfolio sendiri, harus investasi langsung di pasar modal.

Page 2 of 3 FirstFirst 123 LastLast

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •