keren nih bu chan, dari penjelasannya terlihat tujuan apa juga diversifikasi aset & investasi. memang
semua harus disesuaikan dengan karakteristik individu, jadi ga bisa satu jurus untuk semua orang
obligasi tergantung jenisnya, macam SBI, ORI, SUN yang dirilis pemerintah masuk low risk, dengan return
ga jauh dari BI rate sedang swasta di angka yang lebih tinggi. 14-16% itu high yield, biasanya junk bonds,
rating nya memang jelek tapi return bagus.
saham jika tujuannya investment bukan trading, selama saham bagus, di hold terus juga gpp naik turun.
Dari tahun 2007 ke tahun ini indeks udah naik 200%. kalau dilepas di hari tua, chan bisa seperti warren buffet
Bisa, but not eveyone are into business. Coba lihat lagi model alokasi untuk investasi. kumpulin modal
juga kalau bisa banyak-banyak dong jangan cuma dikit-dikitSaya bukan pengagum diversifikasi
tapi untuk aset tentunya harus terdiversifikasi.
my case illustration: single, kuliah sambil kerja, mid term goals: pendidikan, rumah, kendaraan, menikah.
gimana cara memenuhi tujuan jangka pendek dengan keadaan belum memungkinkan buat investasi jangka panjang,
maka pilihan saya mengakumulasi aset cair. in case, nanti dapat sponsor tapi tidak membiayai kebutuhan pendidikan
dan kehidupan secara penuh, berarti ada dana sendiri harus keluar atau pakai opsi pinjaman. Belum lagi buat simpanan
dana darurat. Model yang dipakai income - expenditures = discretionary, tapi karena mayoritas auto debet saya tetap
anggap sebagai expenditures.
Saya juga ga terlalu memikirkan return & inflation, karena itu mudah berubah. Inflasi memang tidak bisa diprediksi,
tapi dengan pola pembangunan saat ini, dalam jangka menengah akan tetap single digit. Saving dan insurance utama,
ga dianggap sebagai investasi. Masuk time deposit per 1 bulan biar ga dipakai jajan, biar kalau buat cairin males.
Jalan investasi aman, saya pilih mutual fund, dengan model rutin, karena untuk medium/long-term, ga perlu menunggu
kondisi pasar atau nilai aktiva naik buat inject dana. Jadi top up akun tiap bulan, istilah umumnya dollar-cost-averaging.
Kenapa mutual fund, karena seperti deposito namun return yang lebih baik, mudah dicairkan, biaya transaksi murah,
managed, tenang beresin kuliah dan ga perlu pusing buat analisa.
Iya mirip IRA. Keputusan investasi disini mungkin dana mau dimasukin ke kolam mana,. biasanya dikasih pilihan mau
di fixed income: money market->government/private bonds atau di equity: stock market. tapi bagaimana dana dikelola
itu murni keputusan penyedia jasa.
time deposit, kalau CD kan disini jadi sertifikat deposito, bisa ditransfer ke orang lain untuk dicairkan.
BI Rate 5.75%, tingkat suku bunga untuk deposito biasanya dibawah rate itu, antara 4.00-5.00% p.a. tergantung
dari nominal dan tenor. interest sebesar ini jelas marginal, karena inflasi tertulis 4.30 yoy. bisa punya selisih
1% per tahun aja udah bagus. Kalau ga salah, di BPR interest rate untuk deposito lebih tinggi.
fitur dan setoran tergantung produk yang dipilih deh. ketentuan setiap penyedia juga berbeda.
saya kan ga kerja di sektor keuangan dan ga dikasih fasilitas dana pensiun ndugu, maka kelola mandiri.
mahal juga ya ndugu, itu berarti full-service ya? karena broker ndugu merangkap juga sebagai fund manager. Enak kalau
punya jumlah cukup besar untuk dimainkan, biaya transaksinya kan flatga pakai pakai broker discount? ketentuan
disana buat minimum investment gimana sih? cuma kalau discount diri kita yang jadi fund manager. Di Indonesia kalau di
stock market jelas bisa, dengan kan ada online trading, biaya transaksinya sangat rendah dibawah 0.3 persen. Lewat broker
jauh lebih mahal, cuma dapet prioritas lebih untuk transaksi.
ada LPS, lembaga penjamin simpanan. cmiiw, 2 milyar per (single/joint) account dalam satu bank. makanya kalau tabungan
cukup besar selain diversifikasi aset, diversifikasi tempat menabung juga.
![kopimaya [dot] kom - Secangkir Kehangatan di Dunia Maya - Powered by vBulletin](images/misc/vbulletin4_logo.png)








ini beneren gitu?
jual beli udah 200 dolar. so i have to make sure returnnya aja cover trading cost dulu sebelum i even make a profit. dan dengan praktek seperti itu, i can't be convinced dia ngasi recommendation for the sake of HIM (karena that's how he earns money, trading cost), or ME, in mind
Reply With Quote
