Page 1 of 3 123 LastLast
Results 1 to 20 of 52

Thread: Individual Retirement Plan

  1. #1
    pelanggan setia
    Join Date
    May 2011
    Posts
    4,958

    Individual Retirement Plan

    Udah ada belum topik ini? Khusus bagi yang (tertarik) ngatur dana pensiun sendiri.

    1. Hitungan kasarnya gimana ya kalo rencana pensiun usia 60 tahun? Awam nih.
    2. Di mana? Tempat yang reputable gitu. Atau lebih baik manual alias semuanya dilakukan sendiri?
    3. Tax?

  2. #2
    pelanggan sejati ndugu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    7,681
    hitung2an sih kupikir tergantung targetnya juga ya, goalnya apa saat 60 nanti

    saya ada beberapa account retirement, ada yang pra-pajak, ada yang setelah pajak. ada yang ada fund managernya, ada yang di manage sendiri juga. sedangkan pajak kurasa tergantung tempat domisili ya.

  3. #3
    ★★★★★ itsreza's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    10,216
    kerja di perusahaan Indonesia selain asuransi biasanya diikutsertakan jadi peserta DPLK
    makanya kalau pindah perusahaan, keanggotaan DPLK lebih baik dilanjut. penyedia
    di indonesia perusahaan insurance. jadi pilih perusahaan yang punya rating bagus.

    nilai iuran perusahaan biasanya minimum, jika mau dana pensiun dengan target tertentu,
    baiknya atur sendiri seperti cara ndugu. pake target, hitung pakai 401k calculator aja.

    tax, di indonesia iuran dihitung sebagai pengurang pajak, saat pensiun dibayarkan kena pph

  4. #4
    pelanggan sejati ndugu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    7,681
    DPLK kepanjangannya apa za? dan PPH?

    mengenai memanage dana pensiun, kupikir tergantung orang sih. saya ada ngeliat pro dan con antara manage sendiri ato orang laen.

  5. #5
    ★★★★★ itsreza's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    10,216
    DPLK = dana pensiun lembaga keuangan. PPh = pajak penghasilan

    lewat orang lain atau perusahaan yang jelas ada harga yang harus dibayarkan
    jika kerja mandiri, mengerti keuangan, punya waktu buat menyusun portfolio
    investasi atau punya rencana tertentu, lebih baik manage sendiri.

    buat yang awam, di permulaan sewa aja perencana keuangan atau pilih investasi
    ke pasar modal atau pasar uang yang dibantu fund manager, seperti reksadana/
    mutual fund, soalnya turun sendiri tanpa dibantu bisa gagal pensiun

  6. #6
    pelanggan setia
    Join Date
    May 2011
    Posts
    4,958
    Kalo awam tapi mau manage sendiri seperti aku gimana?
    Ayo za...plis bocorin dikit ilmu itung2annya

  7. #7
    ★★★★★ itsreza's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    10,216
    awam tapi pengen manage sendiri? belajar financial planning sendiri aja, lewat
    buku, ikut kursus, atau sekalian ambil sertifikasi, siapa tau bisa jadi sumber
    pemasukan tambahan dengan begitu punya pemahaman dasar dan bisa
    menentukan tujuan juga ga akan mudah terbuai dengan penawaran produk
    investasi yang makin beragam dan ga jelas.

    itung sendiri sih gampang kok, cuma pakai anuitas, coba tuscany cari informasi
    tentang annuity, 401(k), IRA, pension fund calclulator.

    e.g., ilustrasi sederhana aja ya
    rencana pensiun di umur 60, umur sekarang 25, tabungan pensiun $5,000 p.a,
    bunga 6%, periode 35 tahun, berdasar kalkulator nilai tabungan $590,604.33
    (harusnya bener, ga cek lagi )

    kalau ditarget, e.g mau pension dengan nilai $1 million di umur 60, asumsi lain
    sama dengan atas, hasilnya tabungan per tahun harus $6,760.71. nilai ini dibayar
    lump sump.

    ilustrasi diatas bisa juga dilengkapi dengan pembayaran anuitas yang dibayarkan
    (annuity paid out) setiap periode nya, e.g mau dibayar/digaji $100,000 p.a setelah
    umur pensiun di umur 60 selama 20 tahun (life expectancy 80 tahun), dengan interest
    rate yang sama, nilai awalnya harus 1,146,992.12

    itu itungan kasar sesuai pertanyaan awal tuscany, tanpa inflasi. dengan inflasi
    dijadiin aja present value. berapa sih nilai $1 million di 35 tahun mendatang
    dengan inflation rate 3% p.a? nilai $1 million setara dengan $355,383.40 hari ini.
    bisa beli apa nanti? kalau mau bisa berlibur dengan cucu lebih banyak dong

    gimana cara mencapai itu cara masing-masing buat portfolio. tiap orang punya
    preferensi investasi dan toleransi terhadap risiko yang berbeda-beda. IMHO, daripada
    pusing pikirkan masa depan yang ga jelas, lebih baik menikmati hari ini, carpe diem

  8. #8
    pelanggan setia
    Join Date
    May 2011
    Posts
    4,958
    Quote Originally Posted by itsreza View Post
    IMHO, daripada
    pusing pikirkan masa depan yang ga jelas, lebih baik menikmati hari ini, carpe diem
    Aku sih masa depannya jelas. Umur 60 mau ongkang-ongkang kaki dan jadi filantropi
    Trims ilmunya. Keknya banyak ya yg mau dipelajari. Semedi dulu ah...

    Quote Originally Posted by ndugu View Post

    saya ada beberapa account retirement, ada yang pra-pajak, ada yang setelah pajak. ada yang ada fund managernya, ada yang di manage sendiri juga. sedangkan pajak kurasa tergantung tempat domisili ya.
    Accountnya bukan diurus kantor? Kalo di Indonesia belum well establish sih segala fund manager jadi serem aja mau percaya2 gitu.

  9. #9
    pelanggan sejati ndugu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    7,681
    lewat orang lain atau perusahaan yang jelas ada harga yang harus dibayarkan
    jika kerja mandiri, mengerti keuangan, punya waktu buat menyusun portfolio
    investasi atau punya rencana tertentu, lebih baik manage sendiri
    .
    Ini dia, buat yang rajin bikin pe er, tentu lebih baik manage sendiri

    Kadang fund manager jugs bisa bantu mengarahkan dan ngasi ide ato saran. Keputusan akhir kan biasa masih di kita. Yang susah memang nyari fund manager yang ok lagipula fund manager pun ada yang clueless di luar sana, dan kadang mungkin you are better off managing yourself either way, tetep harus mengerti general ideanya sih.

    Btw, dplk itu gimana sih cara kerjanya? Bisa dijelaskan?

    Tuscany: jadi mau siapin endowment fund buat filantropi nanti ya?
    Account kaya gini bisa pake yang kantor, bisa juga bikin sendiri yang privat. Yng pake kantor ya biasa ada fund managernya (ini udah sepaket). Kalo yang privat, bisa sendiri manage bisa nyari fund managernya juga.

    Tusc coba aja nanya reza, apa dia mau jadi fund managermu

    ---------- Post Merged at 01:29 PM ----------

    Btw, saya ada pertanyaan za.
    Misalnya ada kasus katakan orang biasa yang kerja dan hidup di indo, your regular john doe, katakan seperti tuscany lah, yang aware mengenai ini tapi doesnt really know where to start. Does it make sense kalo seandainya john doe ini set aside sebagian fundnya ke katakan negara laen, misalnya singapur, dan dimanaged dari sana? Im just throwing something random seperti singapur, it could be hongkong juga, cuman singapur kesanku bidang finance di situ lebih better established dibandingkan indo, lebih deket indo, dan matauangnya yang juga lebih stabil ( i assume )

    Dan ini saya tentu clueless juga dengan cara banking di negara2 sana ya buat orang asing just wondering.

  10. #10
    pelanggan setia
    Join Date
    May 2011
    Posts
    4,958
    Gimana kalo kamu aja gu yang nanyain?
    Ntar udah punya fund manager...ternyata balik ngecek rekening, fundnya yang ga ada

    Eh iya pertanyaanku juga sama: DPLK itu kek gimana? BTPN termasuk bukan?

  11. #11
    pelanggan sejati ndugu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    7,681
    Ah, sudah tertulis di post di atas, reza bisa baca sendiri ya ntar saya yang kena charge biaya konsultasi lagi sama reza

    Actually, good point tusc. Tabung dulu donk, setelah ada dananya baru nyari fund advisornya. Soalnya saya sempat gitu juga, dananya kekecilan, jadi fund managernya juga ga tau mo gimana ngolahnya setelah sedikit lebih berisi, baru lebih ada ruang untuk dimaenkan

    ---------- Post Merged at 01:42 PM ----------

    Btw, btpn itu apa tusc?

  12. #12
    Chief Barista cha_n's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    11,544
    bank tabungan pensiun ya?

    ngobrol sama fund manager yang aku kenal,, prinsip dasarnya adalah jangan taruh di satu keranjang.
    ada berbagai sarana investasi yang bisa dipilih, saham, obligasi dst dst. profit tentunya tergantung resikonya.

    gaya investasi kita juga disesuaikan dengan kondisi kita. untuk orang tua udah pensiun beda sama orang muda. yang muda biasanya dikasih opsi yang rada risk taker. toh masih panjang perjalanannya. yang udah tua biasanya yang low risk low profit aja.

    cmiiw
    ...bersama kesusahan ada kemudahan...

    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n

    My Little Journey to India

  13. #13
    pelanggan setia
    Join Date
    May 2011
    Posts
    4,958
    Ah, sudah tertulis di post di atas, reza bisa baca sendiri ya ntar saya yang kena charge biaya konsultasi lagi sama reza

    Actually, good point tusc. Tabung dulu donk, setelah ada dananya baru nyari fund advisornya. Soalnya saya sempat gitu juga, dananya kekecilan, jadi fund managernya juga ga tau mo gimana ngolahnya setelah sedikit lebih berisi, baru lebih ada ruang untuk dimaenkan

    ---------- Post Merged at 01:42 PM ----------

    Btw, btpn itu apa tusc?
    Nha...memang maksudnya mau liat dulu reza pasang tarif berapa kalo sama member KM
    BTPN = Bank Tabungan Pensiunan Negara (cmiiw - ga ngecek lagi)

    ---------- Post Merged at 02:20 AM ----------

    Quote Originally Posted by cha_n View Post
    bank tabungan pensiun ya?

    ngobrol sama fund manager yang aku kenal,, prinsip dasarnya adalah jangan taruh di satu keranjang.
    ada berbagai sarana investasi yang bisa dipilih, saham, obligasi dst dst. profit tentunya tergantung resikonya.

    gaya investasi kita juga disesuaikan dengan kondisi kita. untuk orang tua udah pensiun beda sama orang muda. yang muda biasanya dikasih opsi yang rada risk taker. toh masih panjang perjalanannya. yang udah tua biasanya yang low risk low profit aja.

    cmiiw
    Nha itu, mau ngubek2 di tataran aplikasinya.

  14. #14
    ★★★★★ itsreza's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    10,216
    Quote Originally Posted by tuscany View Post
    Aku sih masa depannya jelas. Umur 60 mau ongkang-ongkang kaki dan jadi filantropi
    Kalo di Indonesia belum well establish sih segala fund manager jadi serem aja mau percaya2 gitu.
    target udah jelas sih ya harus dimulai sekarang, all developing here... Indonesia ini berkembang, ROI jauh
    lebih tinggi disini. Begitu masuk saldo tertentu dan jadi nasabah prioritas di bank, pasti bank dengan senang
    hati membantu mengelola keuangan, langsung ditawari fund manager. Memang semua urusan kepercayaan
    sih, kalau dapat tipe Malinda Dee ya apes ga usah serem sih, kalau serem terus ga akan investasi, tapi juga
    ga mudah tergiur, selalu pelajari tiap aspek produk investasi, legal dan pakai prinsip kehati-hatian.

    pertanyaan lainnya masih panjang ternyata, jawab belakangan ya. tidur siang dulu

  15. #15
    ★★★★★ itsreza's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    10,216
    Quote Originally Posted by ndugu View Post
    Btw, dplk itu gimana sih cara kerjanya? Bisa dijelaskan?
    Dana pensiun itu salah satu kewajiban yang harus disediakan perusahaan bagi pekerja
    selain asuransi dan/atau jamsostek. Perusahaan bisa kelola dana pensiun sendiri, tapi kan
    ga semua perusahaan punya kemampuan ini, maka itu dibentuk DPLK. Sesuai namanya,
    diselenggarakan itu lembaga keuangan. MoF cuma membolehkan bank dan perusahaan
    asuransi sebagai penyedia jasa (ada aturan tentang dana pensiun dan DPLK).

    Dana pensiun yang dikelola sendiri oleh perusahaan disebut DPKK, sedangkan yang dikelola
    pihak ketiga jadi DPLK. Nah premi/setoran DPLK ini biasa dibayar perusahaan secara penuh
    atau dibagi, dengan kontribusi sesuai kesepakatan atau kebijakan perusahaan. Kontribusi
    artinya pekerja ikut menanggung atau berkontribusi atas uang pensiunnya.

    Cara kerja DPLK mirip bank atau insurance, pool of fund, dan dia investasikan kembali untuk
    dapat gain investment yang nantinya dibagi ke peserta dana pensiun. Biasanya perusahaan
    penyelenggara DPLK cenderung konservatif dalam investasi, produk yang ditawarkan ke peserta
    paling return dari time deposit, bonds, atau instrumen investasi lain dengan risiko yang kecil.
    Ini juga akibat mereka dibatasi peraturan, jadi dimana LK pailit, dana pensiun peserta tetap aman,
    karena aset dana pensiun dipisah. Dana pensiun ini ga bisa diambil tiap saat, kecuali di masa
    yang sudah ditentukan juga ga kena pajak bulanan kecuali pada saat dicairkan. Bisa dibilang
    pajak ditunda. Produk asuransi tetap yang mirip dengan dana pensiun ini itu endowment, seperti
    disampaikan ndugu.

    Perhitungan dana pensiun seperti disampaikan sebelumnya dengan anuitas, di saat pencairan
    pada usia pensiun, ada perusahaan yang membayarkan dana pensiun sekaligus juga ada yang
    membayarkan secara periodik sampai batas usia tertentu*. Contoh praktik: pembayaran uang
    pensiun di sektor swasta dan pemerintah. * cuma kasus PNS, seumur hidup tertanggung
    dan walau tertanggung sudah meninggal, main beneficiary (pasangan) yang masih hidup tetap
    menerima setengah dari uang pensiun berikut penyesuaian bila ada kenaikan inflasi.

    Quote Originally Posted by ndugu View Post
    Account kaya gini bisa pake yang kantor, bisa juga bikin sendiri yang privat. Yng pake kantor ya biasa ada fund managernya (ini udah sepaket). Kalo yang privat, bisa sendiri manage bisa nyari fund managernya juga.
    Bila dirasa dari kantor bekerja belum cukup (karena perusahaan cuma diwajibkan menyediakan, tapi ga ada
    keharusan buat mereka menyetor nilai tertentu) lebih baik buka sendiri account dana pensiun, lewat DPLK
    atau instrumen investasi lainnya. Buka account sendiri pun di perusahaan penyedia pasti ada fund manager,
    cuma pilihan produk investasi rasanya terbatas. Buat produk harus survey ke setiap perusahaan termasuk
    cek rating perusahaan atau performance investasi mereka.

    Prinsip dana pensiun itu kan long term investment >10 tahun, buat yang masih muda dengan dana terbatas
    dan cita-cita pensiun tinggi (keadaan kontradiktif ), baiknya pilih instrumen yang lebih menjanjikan return
    yang lebih besar, tentunya dengan risiko yang lebih tinggi. Kalau mutual fund, bisa pilih di pasar saham dengan
    porsi lebih besar atau seluruhnya dibanding disimpan di fixed income seperti time deposit atau bonds. Tapi ini
    dengan catatan, tau risiko investasi. Punya endoment dan insurance lain yang punya cash value atau mutual fund,
    time deposit, atau aset cair seperti tabungan dan emas juga bisa dianggap dana pensiun kok. Punya aset tetap,
    itu juga bisa dianggap bekal pensiun.


    Quote Originally Posted by ndugu View Post
    Btw, saya ada pertanyaan za.
    Misalnya ada kasus katakan orang biasa yang kerja dan hidup di indo, your regular john doe, katakan seperti tuscany lah, yang aware mengenai ini tapi doesnt really know where to start. Does it make sense kalo seandainya john doe ini set aside sebagian fundnya ke katakan negara laen, misalnya singapur, dan dimanaged dari sana? Im just throwing something random seperti singapur, it could be hongkong juga, cuman singapur kesanku bidang finance di situ lebih better established dibandingkan indo, lebih deket indo, dan matauangnya yang juga lebih stabil ( i assume )

    Dan ini saya tentu clueless juga dengan cara banking di negara2 sana ya buat orang asing just wondering.
    Tentu sangat bisa dilakukan, tentunya mengikuti ketentuan peraturan di negara dimana account dibuka.
    Singapore dan Hongkong sangat terbuka terhadap uang masuk Bos saya seperti john doe yang
    diilustrasikan. Saya sendiri bilamana punya dana yang cukup layak untuk diinvestasikan lebih memilih
    membuka account tempat yang lebih aman, tentunya dengan mempelajari peraturan investasi dan
    ketentuan pajak yang berlaku dan. Di Indonesia sebetulnya aman dengan iklim investasi bisa dibilang
    bagus, bahkan uang dari negara-negara itu yang masuk pasar modal Indonesia, tapi tingkat kepastian
    disini masih rendah, terutama kepastian hukum. Pengawasan rendah dan regulasi masih dalam tahap
    perkembangan, peradilan berpihak. Contoh kasus: bakrie life, century, sarijaya sekuritas, etc.

    Quote Originally Posted by tuscany View Post
    Eh iya pertanyaanku juga sama: DPLK itu kek gimana? BTPN termasuk bukan?
    BTPN termasuk DPLK

    Quote Originally Posted by ndugu View Post
    Ah, sudah tertulis di post di atas, reza bisa baca sendiri ya ntar saya yang kena charge biaya konsultasi lagi sama reza

    Actually, good point tusc. Tabung dulu donk, setelah ada dananya baru nyari fund advisornya. Soalnya saya sempat gitu juga, dananya kekecilan, jadi fund managernya juga ga tau mo gimana ngolahnya setelah sedikit lebih berisi, baru lebih ada ruang untuk dimaenkan
    Investasi ada beberapa cara, ada yang memaksakan ada yang alami. Yang umum:
    Income - expenditures = discretionary

    versi memaksakan
    income - investment = pay expenditures

    yang memaksakan ini karena reguler (monthly) umumnya bernilai lebih kecil, memang susah dimainkan di pasar
    modal, apalagi diolah fund manager atau broker tapi membentuk kebiasaan investasi, jadi lebih baik dikelola sendiri.
    Masukkan aja secara rutin sebagai deposito, up mutual fund atau unit linked, atau beli emas fisik buat hedge. Cara
    ini lebih aman dibandingkan dimainkan langsung di pasar saham, kasian juga brokernya

    Quote Originally Posted by cha_n View Post
    bank tabungan pensiun ya?

    ngobrol sama fund manager yang aku kenal,, prinsip dasarnya adalah jangan taruh di satu keranjang.
    ada berbagai sarana investasi yang bisa dipilih, saham, obligasi dst dst. profit tentunya tergantung resikonya.

    gaya investasi kita juga disesuaikan dengan kondisi kita. untuk orang tua udah pensiun beda sama orang muda. yang muda biasanya dikasih opsi yang rada risk taker. toh masih panjang perjalanannya. yang udah tua biasanya yang low risk low profit aja.

    cmiiw
    betul bu chan, diversifikasi itu salah satu prinsipnya investasi sih. masih ada beberapa prinsip lain.
    Diversifikasi baik selama manageable, kalau kebanyakan bisa pusing. Bisa pakai bantuan profesional
    untuk profil disesuaikan dengan usia, umur, gaya hidup, penghasilan, target investasi, marital status, dll

  16. #16
    Chief Barista cha_n's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    11,544
    mantap um rezaaa...

    prakteknya gini ya, secara garis besar aja sharing dari aku.
    kalau ini kondisiku, suamiku usaha.
    anggaplah profit 30%-50%
    emas sesuai inflasi 7-10%
    saham bisa sampai 21%, tapi ya ga selalu. kadang 15% pernah juga minus 50% (pernah ngerasain pas 2007)
    obligasi seingat ku masuk ke medium risk, profit sekitar 14-16%
    trus ada deposito dll

    harus dipahami dulu semua ada resiko. boleh lihat manisnya tapi inget kadang dapat paitnya.
    investasi pensiun untuk jangka panjang. inget! jangka panjang. jadi jangan tiap sebentar panik kalau ada pergerakan turun.

    kondisiku ya masih muda, ambil resiko terbesar dengan profit terbesar, bisnis.
    baru kemudian sebagian aku masukkan ke unit link (jangka panjang, 10-15 tahun) pilihannya fixed income. tadinya sih mau unit link ini itu diverifikasi... tapi karena dananya dikit tidak disarankan karena ntar abis ke biaya administrasi. kalau diatas 100jt bolehlah.
    untuk yang bentuknya likuid aku beli emas batangan.
    pas lagi kepepet bisa gadai. biaya gadai dll 200rb, bisa buat 3 bulan.
    mayan banget.
    tabung dikit2 bisa buat naik haji dan simpanan pensiun

    tinggal pilih aja . ini di indonesia ya. ga tau kalau di luar.
    ...bersama kesusahan ada kemudahan...

    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n

    My Little Journey to India

  17. #17
    pelanggan setia
    Join Date
    May 2011
    Posts
    4,958
    Quote Originally Posted by itsreza View Post

    yang memaksakan ini karena reguler (monthly) umumnya bernilai lebih kecil, memang susah dimainkan di pasar
    modal, apalagi diolah fund manager atau broker tapi membentuk kebiasaan investasi, jadi lebih baik dikelola sendiri.
    Masukkan aja secara rutin sebagai deposito, up mutual fund atau unit linked, atau beli emas fisik buat hedge. Cara
    ini lebih aman dibandingkan dimainkan langsung di pasar saham, kasian juga brokernya
    Oke, jadi aku simpulkan gini:

    Tahap 1. Kumpulin modal dikit-dikit, masuk ke low risk investment seperti deposito sambil belajar manage fund.
    Tahap 2. Deposito udah agak banyakan maka sebagian (sesuai prinsip diversifikasi) ditaruh di tempat lain yang resikonya lebih tinggi dan lebih dipahami. Misal: emas tapi untuk jaga nilai atau obligasi untuk ambil profit, sambil belajar memupuk rasa pede untuk ambil resiko lebih besar lagi
    Tahap 3. Sebagian investasi ke saham yang resikonya lebih gede sambil belajar bisnis
    Tahap 4. Berbisnis ==> ini bukannya kudu di awal ya

    Other question: aku dengar yang namanya unit link itu sebenarnya nggak segitu profitable yang diiklankan. Mending kalo mau asuransi ya asuransi aja, kalo mau invest ya invest aja, jangan dicampur. Bener nggak sih?

  18. #18
    pelanggan sejati ndugu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    7,681
    dari penjelasan DPLK, in some way prakteknya agak2 seperti traditional IRA amrik ya

    jadi DPLK itu bukan badan dari negara? negara hanya berperan mengawasi aja ya? dan apakah customer mempunya suara dalam menentukan investasinya, atau keputusan itu murni diambil oleh penyedia jasa DPLK? dan deposito itu sama dengan CD (certificate of deposit) ya?

    oh iya, deposito di indo biasa brapa persen sih (untuk taon bervariasi)?
    apakah kekejar dengan inflasi? kapan saya pernah denger dari sapa gitu di indo, katanya gedean inflasi daripada return dari depositonya ini beneren gitu?

    Dana pensiun ini ga bisa diambil tiap saat, kecuali di masa
    yang sudah ditentukan juga ga kena pajak bulanan kecuali pada saat dicairkan. Bisa dibilang
    pajak ditunda.
    'masa yang sudah ditentukan' ini di umur pas pensiun bukan sih? dan brapa batas umur pensiun di indo? and, can you borrow against it biarpun sebelum saat umur pensiun? dan setoran ke DPLK ini apakah ada limitnya?

    yang memaksakan ini karena reguler (monthly) umumnya bernilai lebih kecil, memang susah dimainkan di pasar
    modal, apalagi diolah fund manager atau broker tapi membentuk kebiasaan investasi, jadi lebih baik dikelola sendiri.
    Masukkan aja secara rutin sebagai deposito, up mutual fund atau unit linked, atau beli emas fisik buat hedge. Cara
    ini lebih aman dibandingkan dimainkan langsung di pasar saham, kasian juga brokernya
    kok kasian brokernya (ini orangnya ya)? apakah kalau maen di pasar saham, selalu harus berhubungan dengan seseorang (broker)? bisa ngga customer trade sendiri lewat institusi brokeragenya, tanpa lewat orang broker itu sendiri?

    ini masalah saya dengan account pensiunku dengan perusahaan, musti lewat broker / fund managernya. dan skali trade, 100 dolar. jual beli udah 200 dolar. so i have to make sure returnnya aja cover trading cost dulu sebelum i even make a profit. dan dengan praktek seperti itu, i can't be convinced dia ngasi recommendation for the sake of HIM (karena that's how he earns money, trading cost), or ME, in mind ntah lah, mungkin begitulah jasa dplk yang di-engaged oleh perusahaanku, mungkin yang laen ada yang lebih ringan. sedangkan kalo saya trade sendiri dengan bank brokerage laen, skali trade di bawah 10 dolar. mending saya lakukan sendiri donk hanya saja memang ada batas mengenai jenis investmen apa yang bisa dilakukan kalo dilakukan sendiri, broker may have some extra privileges dengan jenis2 investmen yang bisa dia bantu kita ambil.

    sori za, you just opened a can of worms, semakin banyak pertanyaan

    Quote Originally Posted by itsreza View Post
    Di Indonesia sebetulnya aman dengan iklim investasi bisa dibilang
    bagus, bahkan uang dari negara-negara itu yang masuk pasar modal Indonesia, tapi tingkat kepastian
    disini masih rendah, terutama kepastian hukum. Pengawasan rendah dan regulasi masih dalam tahap
    perkembangan, peradilan berpihak. Contoh kasus: bakrie life, century, sarijaya sekuritas, etc.
    persis yang kamu bilang. saya sering baca, indo termasuk negara yang lagi lumayan hot untuk investasi. returnnya juga gede (walo inflasi juga gede ). tapi ya itu, kepastian masi agak2 gimana ya. kapan saya pernah baca tentang kasus mengenai investment asing di indo, udah lupa apa persisnya, it was a while ago. intinya hukumnya sangat berpihak, easily overturned. dengan penegakan hukum yang shaky gini, saya jadi mikir, investor mana yang punya confidence invest di situ kalo praktekknya gini on the other hand, indo kupikir juga punya potensi gede dan lagi berkembang. i should read up more mengenai pasar indo ya

    chan: kalo beli emas fisik gitu, biasa taro di mana sih? di bank ato di rumah aja? saya kok serem aja naro barang ginian. saya sering dititipin beli emas sama temen juga (orangnya di luar amrik), duh beban mental buatku biarpun saya udah beli safe (kotak / peti besi?), mungkin karena tuh barang bukan punyaku ya

    tuscany: bisnis harusnya dilakukan saat masi muda, that's when you can take risks and chances. saat udah berumur dan punya tanggunan hidup ini itu, ngga bisa se-risky itu lagi

  19. #19
    pelanggan sejati ndugu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    7,681
    oh another thing, bank2 di indo ada insurancenya seperti FDIC ngga ya?

  20. #20
    ★★★★★ itsreza's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    10,216
    Quote Originally Posted by cha_n View Post
    prakteknya gini ya, secara garis besar aja sharing dari aku.
    kalau ini kondisiku, suamiku usaha.
    anggaplah profit 30%-50%
    emas sesuai inflasi 7-10%
    saham bisa sampai 21%, tapi ya ga selalu. kadang 15% pernah juga minus 50% (pernah ngerasain pas 2007)
    obligasi seingat ku masuk ke medium risk, profit sekitar 14-16%
    trus ada deposito dll
    keren nih bu chan, dari penjelasannya terlihat tujuan apa juga diversifikasi aset & investasi. memang
    semua harus disesuaikan dengan karakteristik individu, jadi ga bisa satu jurus untuk semua orang

    obligasi tergantung jenisnya, macam SBI, ORI, SUN yang dirilis pemerintah masuk low risk, dengan return
    ga jauh dari BI rate sedang swasta di angka yang lebih tinggi. 14-16% itu high yield, biasanya junk bonds,
    rating nya memang jelek tapi return bagus.

    saham jika tujuannya investment bukan trading, selama saham bagus, di hold terus juga gpp naik turun.
    Dari tahun 2007 ke tahun ini indeks udah naik 200%. kalau dilepas di hari tua, chan bisa seperti warren buffet

    Quote Originally Posted by tuscany View Post
    Oke, jadi aku simpulkan gini:

    Tahap 1. Kumpulin modal dikit-dikit, masuk ke low risk investment seperti deposito sambil belajar manage fund.
    Tahap 2. Deposito udah agak banyakan maka sebagian (sesuai prinsip diversifikasi) ditaruh di tempat lain yang resikonya lebih tinggi dan lebih dipahami. Misal: emas tapi untuk jaga nilai atau obligasi untuk ambil profit, sambil belajar memupuk rasa pede untuk ambil resiko lebih besar lagi
    Tahap 3. Sebagian investasi ke saham yang resikonya lebih gede sambil belajar bisnis
    Tahap 4. Berbisnis ==> ini bukannya kudu di awal ya

    Other question: aku dengar yang namanya unit link itu sebenarnya nggak segitu profitable yang diiklankan. Mending kalo mau asuransi ya asuransi aja, kalo mau invest ya invest aja, jangan dicampur. Bener nggak sih?
    Bisa, but not eveyone are into business. Coba lihat lagi model alokasi untuk investasi. kumpulin modal
    juga kalau bisa banyak-banyak dong jangan cuma dikit-dikit Saya bukan pengagum diversifikasi
    tapi untuk aset tentunya harus terdiversifikasi.

    my case illustration: single, kuliah sambil kerja, mid term goals: pendidikan, rumah, kendaraan, menikah.
    gimana cara memenuhi tujuan jangka pendek dengan keadaan belum memungkinkan buat investasi jangka panjang,
    maka pilihan saya mengakumulasi aset cair. in case, nanti dapat sponsor tapi tidak membiayai kebutuhan pendidikan
    dan kehidupan secara penuh, berarti ada dana sendiri harus keluar atau pakai opsi pinjaman. Belum lagi buat simpanan
    dana darurat. Model yang dipakai income - expenditures = discretionary, tapi karena mayoritas auto debet saya tetap
    anggap sebagai expenditures.

    Saya juga ga terlalu memikirkan return & inflation, karena itu mudah berubah. Inflasi memang tidak bisa diprediksi,
    tapi dengan pola pembangunan saat ini, dalam jangka menengah akan tetap single digit. Saving dan insurance utama,
    ga dianggap sebagai investasi. Masuk time deposit per 1 bulan biar ga dipakai jajan, biar kalau buat cairin males.
    Jalan investasi aman, saya pilih mutual fund, dengan model rutin, karena untuk medium/long-term, ga perlu menunggu
    kondisi pasar atau nilai aktiva naik buat inject dana. Jadi top up akun tiap bulan, istilah umumnya dollar-cost-averaging.
    Kenapa mutual fund, karena seperti deposito namun return yang lebih baik, mudah dicairkan, biaya transaksi murah,
    managed, tenang beresin kuliah dan ga perlu pusing buat analisa.

    Quote Originally Posted by ndugu View Post
    dari penjelasan DPLK, in some way prakteknya agak2 seperti traditional IRA amrik ya

    jadi DPLK itu bukan badan dari negara? negara hanya berperan mengawasi aja ya? dan apakah customer mempunya suara dalam menentukan investasinya, atau keputusan itu murni diambil oleh penyedia jasa DPLK?
    Iya mirip IRA. Keputusan investasi disini mungkin dana mau dimasukin ke kolam mana,. biasanya dikasih pilihan mau
    di fixed income: money market->government/private bonds atau di equity: stock market. tapi bagaimana dana dikelola
    itu murni keputusan penyedia jasa.

    Quote Originally Posted by ndugu View Post
    dan deposito itu sama dengan CD (certificate of deposit) ya?
    time deposit, kalau CD kan disini jadi sertifikat deposito, bisa ditransfer ke orang lain untuk dicairkan.
    Quote Originally Posted by ndugu View Post
    oh iya, deposito di indo biasa brapa persen sih (untuk taon bervariasi)?
    apakah kekejar dengan inflasi? kapan saya pernah denger dari sapa gitu di indo, katanya gedean inflasi daripada return dari depositonya ini beneren gitu?
    BI Rate 5.75%, tingkat suku bunga untuk deposito biasanya dibawah rate itu, antara 4.00-5.00% p.a. tergantung
    dari nominal dan tenor. interest sebesar ini jelas marginal, karena inflasi tertulis 4.30 yoy. bisa punya selisih
    1% per tahun aja udah bagus. Kalau ga salah, di BPR interest rate untuk deposito lebih tinggi.

    Quote Originally Posted by ndugu View Post
    'masa yang sudah ditentukan' ini di umur pas pensiun bukan sih? dan brapa batas umur pensiun di indo? and, can you borrow against it biarpun sebelum saat umur pensiun? dan setoran ke DPLK ini apakah ada limitnya?
    fitur dan setoran tergantung produk yang dipilih deh. ketentuan setiap penyedia juga berbeda.
    saya kan ga kerja di sektor keuangan dan ga dikasih fasilitas dana pensiun ndugu, maka kelola mandiri.

    Quote Originally Posted by ndugu View Post
    kok kasian brokernya (ini orangnya ya)? apakah kalau maen di pasar saham, selalu harus berhubungan dengan seseorang (broker)? bisa ngga customer trade sendiri lewat institusi brokeragenya, tanpa lewat orang broker itu sendiri?

    ini masalah saya dengan account pensiunku dengan perusahaan, musti lewat broker / fund managernya. dan skali trade, 100 dolar. jual beli udah 200 dolar. so i have to make sure returnnya aja cover trading cost dulu sebelum i even make a profit. dan dengan praktek seperti itu, i can't be convinced dia ngasi recommendation for the sake of HIM (karena that's how he earns money, trading cost), or ME, in mind ntah lah, mungkin begitulah jasa dplk yang di-engaged oleh perusahaanku, mungkin yang laen ada yang lebih ringan. sedangkan kalo saya trade sendiri dengan bank brokerage laen, skali trade di bawah 10 dolar. mending saya lakukan sendiri donk hanya saja memang ada batas mengenai jenis investmen apa yang bisa dilakukan kalo dilakukan sendiri, broker may have some extra privileges dengan jenis2 investmen yang bisa dia bantu kita ambil.
    mahal juga ya ndugu, itu berarti full-service ya? karena broker ndugu merangkap juga sebagai fund manager. Enak kalau
    punya jumlah cukup besar untuk dimainkan, biaya transaksinya kan flat ga pakai pakai broker discount? ketentuan
    disana buat minimum investment gimana sih? cuma kalau discount diri kita yang jadi fund manager. Di Indonesia kalau di
    stock market jelas bisa, dengan kan ada online trading, biaya transaksinya sangat rendah dibawah 0.3 persen. Lewat broker
    jauh lebih mahal, cuma dapet prioritas lebih untuk transaksi.

    Quote Originally Posted by ndugu View Post
    oh another thing, bank2 di indo ada insurancenya seperti FDIC ngga ya?
    ada LPS, lembaga penjamin simpanan. cmiiw, 2 milyar per (single/joint) account dalam satu bank. makanya kalau tabungan
    cukup besar selain diversifikasi aset, diversifikasi tempat menabung juga.

Page 1 of 3 123 LastLast

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •