-
Jurnal Perjalanan Tanpa Jejak
sudah lama saya tidak menulis dengan akun ini.
saya hanya ingin sekedar menulis,
menulis sebuah masa kini,
menulis sebuah malam,
malam tadi.
***
aku tak mengerti apa yang terjadi, tapi Tuhan begitu dekat denganku.
aku tak mengerti apa yang terjadi, dan bahkan sebuah nama yang disebut 'TUHAN' tak mampu mendeskripsikan hal itu.
semalam tadi,
semalam tadi aku menangis, menyadari aku adalah bagian dari dunia ini.
semalam tadi tubuhku gemetar, menyadari betapa absurdnya dunia ini.
kala itu mama marah, melihat padaku dengan pandangan sinis...
"Apa kamu sudah gila?!!"
"Apa kamu sudah tidak kasihan sama mama??!!"
ibuku marah.
pandangannya membara.
aku menari dengan hanya menggunakan celana kolor saja tadi malam.
aku menari di kala malam, disaat hujan deras.
entah berapa menit atau berapa jam, tapi bahkan aku tak mendengar lagi suara ibuku.
aku menari liar.
semalam tadi jiwaku gemetar, dan kematian ternyata bukanlah hal yang berarti.
semalam tadi jiwaku gemetar, dan hidup tak lagi punya makna.
yang jelas saat itu aku hanya menari saja, menari liar tidak jelas, aku sadar.
mungkin aku menjadi sedikit gila, mungkin saja.
tapi dimalam itu pencarianku akan Tuhan berakhir.
Tuhan ternyata ada disini, lebih dekat dari tiap tarikan nafas.
dan kau bahkan tak perlu samadhi sambil menucapkan sutra2 aneh atau kalimat atau bacaan yang entah apa maknanya.
aku tahu.
aku memiliki guru spiritual, seorang supranatural.
seorang ahli meraga sukma, gendam, pelet dsb.
atau seorang kawan ahli agama yg rajin sholat siang-malam.
tentu aku berdebat dengan mereka.
tak ada yang memuaskan.
tak ada yang mengerti apa itu Tuhan.
bahkan aku sudah tak peduli dengan ilmu2 atau ayat2 yang sebenarnya tidak begitu penting tsb
tahukah kamu? semalam tadi aku menemukan cinta.
semalam tadi aku tidak lagi memikirkan sebuah tubuh.
semalam tadi aku sadar bahwa kau tidak membutuhkan seseorang untuk kau cintai hanya agar dapat merasakan cinta.
kini aku menulis, aku menulis dengan rasa syukur bahwa cinta adalah bagian dari diriku.
bahwa aku tak memerlukan kekasih atau teman atau sebuah objek apapun untuk merasakan cinta.
cinta adalah bagian dari jiwa.
cinta bukanlah sesuatu yg hanya bisa kau dapatkan dengan mencintai atau dicintai, cinta bukan seperti itu.
jadi kawan....
semalam tadi aku menari.
aku menari dan menari dan menari dengan hanya menggunakan celana kolor.
menari disaat malam, menari disaat gerimis.
dan aku tidak sendiri, aku menari bersama langit.
bersama hujan yang berdenting, bersama angin yg berdesir.
bercinta bersama dunia ini,
aku bahkan tidak perlu meditasi,
aku bahkan tidak perlu mengucapkan mantra2 sambil duduk bersila,
yang aku tahu, aku merasakan sesuatu yang suci saat itu.
dan kawanku, ini adalah tulisan pertamaku, dimana aku berani menuliskan apa itu spiritual,
dan kawanku kau tidak akan menemukan Tuhanmu dengan berdebat terus, kau tidak akan menemukan Tuhan dengan membicarakan mana halal mana haram, mana baik mana benar.
terimalah semua.
jangan mencari, Tuhan tidak untuk dicari, Nirvana tidak untuk dicari, mereka atau apapun itu tak ada di masa lalu atau dimasa depan, dan mereka sama sekali tak ada dalam intelektualmu dimana kau berdebat tentang ayat2 sepanjang malam atau sepanjang hari.
kau bukan siapa2 kawan...
kau sama sepertiku, kau bukan siapa2, bahkan tak ada siapapun disini.
Tuhanmu, spiritualmu, ada DISINI, SEKARANG, terimalah dan lihat.
maka, NIRVANA.
nb : sebuah pengalaman sulit untuk diceritakan, ini adalah saat dimana kata2, bahasa, intelektual dan ilmu kira2 tidaklah dapat digunakan.
because, imagination is a part of reality- 
Posting Permissions
- You may not post new threads
- You may not post replies
- You may not post attachments
- You may not edit your posts
-
Forum Rules