Quote Originally Posted by Parameswara Li View Post
Kalau untuk Australia sebelum tahun 1986 menganut azas Jus Soli, namun tahun 1986 ada perubahan UU sehingga bayi yang lahir di Australia akan mendapatkan kewarganegaraan Australia apabila setidaknya salah seorang dari orang tuanya berkewarganegaraan Australia atau berstatus Permanent Resident
a ha. good to know.
jadi kalo diliat dari big picture, sepertinya lebih gampang jadi wn australia kalo begitu, karena mendapatkan pr pun sepertinya lebih gampang di situ karena cuman mengikuti sistem point. saya kurang ngerti dunia perpolitikan di aussie, tapi apa mungkin ini yang menimbulkan backlash dari WN asli aussie mengenai kaum imigran di situ ya?

Teorinya memang begitu, tapi ada juga orang Indonesia di Amerika Serikat yang berkewarganegaraan ganda. Jadi ketika dia menjadi US citizen, dia tidak melepaskan kewarganegaraan Indonesianya. Dan ini tidak menjadi masalah sepanjang yang bersangkutan senantiasa low profile. kalau dia nekad menjadi orang terkenal, tentu akan menjadi masalah.
ya ini sih ngga keitung donk. ini kan pake sistem don't ask dont tell, daerah abu2 itu tapi kalo ikut resminya, kan tetep aja ga bole (resminya ya ). saya lupa apa kalo perpanjang paspor indo, ada pake nanya detail mengenai kewarganegaraan laen ngga. seingatku kalo orang singapur perpanjang paspornya misalnya, akan ditanyain "pernah aplikasi WN negara lain ngga", trus pilih yes/no. nah, kalo jawab no, then ga masalah. tapi kalo jawab yes, kan brarti dia harus renounce kewarganegaraannya, whichever it is. kalo jawabnya boong, bukankah itu pelanggaran? dan bisa dihukum ngga?