sebenarnya jojox ada point bagus. saya juga merasa istri seharusnya nyari kesibukan laen yang bisa mengasah skill seperti ini, jangan hanya ngurus rumah dapur anak ato bendahara. tidak usah harus yang muluk2 seperti menjalankan bisnis besar2an seperti yang dikatakan jojox. tidak harus berbisnis ato bekerja full time. kan barangkali bisa freelance / part time / kontrakan / proyekan, asal ada waktu luang aja. kita tidak tau apa yang akan mungkin terjadi dengan suami. kalo ternyata ada apa2, istri harus bisa siap menjadi tulang punggung keluarga, baik sementara maupun permanen.

saya kalo jadi suami pun tidak akan deh ngasi duit sampe hampir/seluruh gaji mentah2 ke istri. buatku urusan ini harusnya ditanggung ato dimanage bersama. saya selalu berpendapat suami istri mempunyai peran 50-50 di dalam keluarga, bahkan dalam hal berurusan dapur pun ato finans keluarga.