Kalo persoalannya boleh ato ndak boleh, menurutku, agama apapun pada dasarnya melarang (tidak membolehkan) nikah beda agama. Jadi kalo mau pake patokan agama ya sebaiknya nikah beda agama dihindari.
Tapi kalo ndak mau pake patokan agama atau menurut istilah yg muncul disini "agama bukanlah visi n misi hidup", kenapa ndak sebaiknya kedua belah pihak sama2 "murtad" pindah ke agama baru (dalam kasus ini misalnya sama2 pindah ke Hindu ato ke Buddha) lalu kemudian baru menikah scr aturan agama tsb?
Menurutku, secara "dunia" (baca: sosial) itu resikonya lebih kecil daripada kalo salah satu pihak harus "murtad" mengikuti agama yg dianut oleh pasangannya ataupun kedua belah pihak sama2 tetap mempertahankan agama masing2. Tapi bagaimana dgn resiko "akhirat"? Silahkan baca paragraf pertama!
Btw...Ada orang tipe safety player, ada juga tipe risk taker.
![]()
![kopimaya [dot] kom - Secangkir Kehangatan di Dunia Maya - Powered by vBulletin](images/misc/vbulletin4_logo.png)




Reply With Quote



