Kalo dari keluarga saya, it works very well.
Di keluarga saya, yang akhirnya pisah justru yang seagama. Yang beda agama langgeng2 aja sampe sekarang. Itu gimana orangnya masing2, sampe sejauh mana kebesaran hati, toleransi, dan komprominya.
Kalo dari keluarga saya, it works very well.
Di keluarga saya, yang akhirnya pisah justru yang seagama. Yang beda agama langgeng2 aja sampe sekarang. Itu gimana orangnya masing2, sampe sejauh mana kebesaran hati, toleransi, dan komprominya.
saya setuju dengan ini
opi, apa kalian berdua jenis yang sangat religius sampe ga bisa toleransi dalam kehidupan sehari2? kalo ngga, then menurutku ga papa ya. for me, agama itu sesuatu yang personal. agamamu ya agamamu, agama cewemu ya agama cewemu. selama hati kalian yakin dengan agama masing2 dan yakin tuhan kalian ngga se-narrow-minded itu dan tidak mempengaruhi hubungan dan kelangsungan hidup sehari2, saya rasa ga papa.![]()
that's coming from me dari kacamata freethinker![]()
karena yakin itu, maka konsekuensinya akan timbul
rasa berdosa karena berhubungan diluar pernikahan.
gw yakin semua agama menghukumi dosa perbuatan
zina.
karena yakin akan ajaran agama, maka seseorang ta
hu mana yang boleh, dan mana yang dilarang, karena
nya seseorang itu tahu kalau zina itu dilarang. Bagai
mana agar tidak berzina? Maka menikah.
setahu gw, agama Islam mengatur bagaimana satu
pernikahan dipandang sah secara Islam, kalau aturan
itu dilanggar, maka pernikahannya tidak sah.
kalau soal menjalani kehidupan pernikahan selanjutnya
maka gw rasa tidak ada satu agama pun yang berbeda
ajarannya.
Kalau perempuannya Kristen, laki-lakinya Islam, lalu mereka menikah, apakah perempuan itu berzina menurut agama Kristen?
Kalau laki-lakinya Kristen, perempuannya Islam, lalu mereka menikah, apakah laki-laki itu berzina menurut agama Kristen?