gw punya temen yg bapaknya Katolik dan mamanya islam, sampe sekarang sih mereka masih langgeng kurang lebih usia pernikahannya 23 tahun.
Bapaknya temen gw ini lumayan taat katoliknya, karna gw tau temen gw dibiasain ke gereja setiap minggu. Dan mamanya juga islam yg lumayan taat karna di kamar mamanya ada hiasan islami dan buku2 islami.
even tetep aja pasti ada kejanggalan kalo merayakan hari besar seperti natal atau lebaran sih, tapi mungkin mereka udah bisa melalui itu selama 23 kali dalam 23 tahun (kurang lebih). Maksud gw, kalo misalnya yang satu bisa melebur ke-ego-annya ya monggo, tapi kalo gak bisa ya sebaiknya jangan.
Karna yg gw liat pasti yg jadi korban anak-anaknya, kadang mereka bisa jadi katolik dan islam dalam saat yg bersamaan
itukan mnurut sebagian ulama. dan sebagian yg lain bilang ga boleh spt yg di posting tuscani di hlm sebelumnya. ulama2 mashur lebih byk yg brprndapat bahwa yg dimaksud ahli kitab adalah yahudi/nasrani yg kitabnya kitab asli. sementara mnurut kepercayaan kitab2 tsb sudah banyak dirubah seiring zaman. jadi udah ga ada lag jaman skrg yg namanya ahli kitab.
pendapat no 1 (menurut islam) :
Seorang lelaki muslim pada dasarnya boleh menikahi wanita dari ahlul kitab (yahudi dan nashrani). Dan hal tersebut tidak bisa berlaku sebaliknya (wanita muslim dengan pria ahlul kitab). Namun hal tersebut harus memenuhi banyak persyaratan. Diantara hal yang pokok, pernikahan tersebut harus dilakukan secara syariat islam. Bukan pernikahan di gereja atau menggunakan pernikahan ganda (secara islam dan secara agama lain).Selain hal tersebut, maka seorang lelaki yang akan menikahi wanita nashrani, dia haruslah seorang lelaki yang kuat pemahaman agamanya. Sehingga setelah menikah nanti akan tetap terjamin anak yg terlahir tetap dalam keadaan islam dan tidak justru membalik menjadikan dirinya pindah ke agama nashrani (karena kelemahan imannya).
(pertanyaannya : sanggupkan si lelaki/wanita ini menyelesaikan syarat tsb diatas? klo ga bisa, ya udah jgn marah klo dibilang islam KTP. kan yg penting Islam)
pendapat no 2 : (secara islam dan ini ada di Al-Qur'an jd imho inilah yg seharusnya jadi pegangan)
Dalilnya : QS. 2:221:[ /Dan janganlah kamu menikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman]
-------------
so, mau ikut pendapat no 1 maupun no 2, ujung2nya sama aja dengan = tidak boleh![]()
Last edited by spears; 09-01-2013 at 12:40 PM.
love came down and rescue me, i am yours, i am forever yours
agama ktp itu bukan buat menjelekkan tapi sekedar menjelaskan. itu sebuah pilihan dan pantas dihormati.
seperti yang dibilang om alip, ada yang menjadikan agama lebih penting dari hal lain tentu tidak tertarik menikah lintas agama.
berbeda ketika ada yang mementingkan hal lain, misal sama2 pecinta musik dengan visi misi musik yang sama dengan agama beda. jadilah mereka pasangan pemusik dan beda agama.
agama tidak menjadi visi misinya. jadi mereka tidak mempermasalahkan agama.
mungkin bagi yang lain memiliki visi misi di luar agama sehingga mereka bisa bersama.
...bersama kesusahan ada kemudahan...
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n
My Little Journey to India
ho oh. siapa sih yg menjelekkan islam KTP? agama kan pilihanmau menikah juga pilihan masing2.
seenggaknya disini hanya menyampaikan. keputusan terbaik tetap ada pada masing2 individu berdasarkan hati nurani masing2![]()
love came down and rescue me, i am yours, i am forever yours
gw kok malah salut y klo ada pernikahan beda agama n masih rukun (dua2nya menjalankan ajaran agamanya masing2 )
bukannya malah pasangan yg bisa kek gt berarti lebih dewasa dalam memahami suatu perbedaan
sodara ada yg beda agama n rukun2 saja
keluarga gw juga terdiri dr 2 agama n baik2 saja
Anugurihiitusomi
kalo mo nikah trus manipulasi soal administratif itu udh gak bener..masa mo nikah masih pake yang palsu2??..itu aja udah gak bener walaupun menikah beda agama juga belum tentu bener menurut beberapa pandangan orang diluar sana...
kalo soal ahli kitab??...gue sendiri bingung kita tau dari mana kalo kitab yang sekarang ini udah beda dari yang asli...yang berubah seiring dengan zaman???...
soal anak2...gue jadi inget film life of PI dimana dia mencari sendiri soal Tuhan..dan dia menyakin 5 agama dan mencoba untuk ikut dalam ritual semua agama tersebut...
ya gak palsu dong pi?
misal neh
gw muslim, nikahin cewe non muslim
dan dia bersedia mengikuti tatacara pernikahan islam
tanpa meninggalkan keyakinannya, ostosmastis pernikahannya sah
dan surat nikah yng dimilikinya jg asli.
demikian jg dng kasus cewe muslim yng dinikahi cowo non-muslim
sepanjang sang cewe tdk keberatan mengikuti tatacara pernikahan sesuai keyakinan sang cowo
ya gak masalah, pernikahan jg sah ..... SIMnya (surat ijin menggauli) jg asli.
klo gak mao solusi spt itu ya silakan nikah di LN, gampang to?
Last edited by pasingsingan; 09-01-2013 at 03:47 PM.
mbregegeg ugeg-ugeg hemel-hemel sak dulito
Pertama ini adalah pendapat para ulama seperti yg diposting spears, jadi sebagai umat kita ikuti saja daripada salah.
Kedua, from my humble opinion, ada Al Quran yg turun sebagai penyempurna kitab-kitab sebelumnya. Jadi kitab sebelum AL Quran mestinya ada sesuatu yg kurang atau tidak sempurna atau ketinggalan zaman, in the extreme case ya tidak asli lagi isinya. Kita nggak tahu pasti tapi itu bisa dinalar sedikit. Dan urusan aqidah lebih baik ambil yg strict daripada yg longgar kata bapakku.
seperti yang udah ditulis sebelumnya, yang bisa merit beda agama kalau memang tidak mempermasalahkan agama, bagi mereka agama tidak mengganggu visi misi meraka dalam pernikahan.
sebagian dari mereka melihat agama sebagai status, atau ada juga sekedar tulisan di ktp. ya gpp. pilihan masing2.
yang jelas gw blom pernah nemu ama ahli tafsir perempuan, atau penghapal quran atau yang benar2 menjalankan agama (baik ritual maupun perilaku) yang mau nikah dengan lelaki yang bukan muslim. karena mereka sadar hal itu dilarang di agama islam.
dan karena mereka menjadikan agama suatu yang paling penting maka mereka akan mempermasalahkan hal yang bertentangan dengan agama mereka.
*dan orang2 sinis akan bilang perilaku perempuan dan lelaki yang taat pada agamanya ini (mempermasalahkan nikah beda agama) sebagai ekstrimis, fanatik agama, intoleran blablabla
...bersama kesusahan ada kemudahan...
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n
My Little Journey to India
salah satu postingan gue dithread sebelah soal agama...menurut gue agama yah tu urusan masing2 pribadi terhadap Tuhan bukan cuma sekadar agama turunan dari orang tua kita masing2.....jadi buat gue yah begitu pemahaman soal agama...
dan emank ada ayat di AL-quran emank ada ayat soal cew muslim dilarang menikah dengan cow non muslim...gue gak tau yah alasan yang pasti kenapa cew gak bole sedangkan cow bole...mungkin ada yang mo ngasih pengertian soal ayat ini??
ya ampyun Opi..kan udah di posting di atas nih dalilnya:
QS. 2:221:Dan janganlah kamu menikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman
artinya both ways ga boleh. walahualam.
love came down and rescue me, i am yours, i am forever yours
ada pengertian kalo co itu lebih kuat keimanannya dibandingkan ce
ce gampang goyah dan akhirnya mengikuti kepercayaan pasangannya
cmiiw
Popo Nest
gak semua kasus juga kaya gitu, meskipun kasus yg lo cerita memang ada. Dalam kehidupan sehari-hari sekitar gw justru malah kebanyakan cewe yg keimanannya lebih kuat. (apapun agamanya)
o iya kalo masalah nikah tapi beda agama emang sih bisa aja lelaki non muslim nikah ama cewe muslim di mesjid, tapi tetep aja secara keterangan si lelaki udah jadi muslim. Sodara gw ada yg kaya gitu, tapi menurut opini gw orang yg kaya gitu kaya mau enaknya aja. semuanya dapet, terus dia pindah agama lagi jd non muslim. Rempong ciin kaya pindah rumah![]()
Kalo menurut saya sih kitab2 itu kan seperti buku pintar ya, jadi keluar edisi pertama, lalu ada edisi terbaru yang lebih update, lalu ada yang lebih update lagi.. dan seterusnya. Tetapi edisi update terakhir bukan berarti buku pintar yang pertama kali terbit isinya salah.. hanya mungkin kurang update aja, atau belum ada tambahan informasi baru.
kalo kasus dia pindah agama cuma mo merit doank sich yah gak banget dech...agama bukan barang mainan yang seenaknya kaya gitu..gue gak setuju kalo dia pindah agama cuma buat merit aja trus dia pindah lagi ke agama asal pas udah merit..
kalo emank cow jadi imam dalam keluarga..kenapa kebanyakan kasus nikah beda agama yang cownya muslim dan cew non muslim malah banyak anaknya yang malah ikut istrinya bukan ikut suaminya??...kalo kaya gitu status suaminya sebagai pemimpin keluarga gimana?
Bagi pemeluk agama Islam, mbok hanya ingin mengingatkan supaya jangan ikut-ikutan menggunakan ejekan/sindiran seperti "Islam KTP" karena ada resiko keilahiaan yang kalian tanggung.
“Melaknat seorang mukmin sama dengan membunuhnya, dan menuduh seorang mukmin dengan kekafiran adalah sama dengan membunuhnya.” (HR Bukhari).
“Siapa saja yang berkata kepada saudaranya, ‘Hai Kafir‘. Maka akan terkena salah satunya jika yang vonisnya itu benar, dan jika tidak maka akan kembali kepada (orang yang mengucapkan)nya.” (HR Bukari dan Muslim).
“Tidaklah seseorang memvonis orang lain sebagai fasiq atau kafir maka akan kembali kepadanya jika yang divonis tidak demikian.” (HR Bukhari).
Euyyy beraaat ciiin sampe pake ayat-ayat cinta di marih... yuk ah kita ngomongin yg sehari-hari udah terjadi aja di sekitar kita![]()
Karena pendidikan anak-anak biasanya kuat datang dari ibu, khususnya ibu yang berperan sebagai ibu rumah tangga. Sampai anak-anak akhirnya masuk sekolah dan menghabiskan banyak waktu mereka di luar rumah, kira-kira umur enam atau tujuh tahun, mereka menghabiskan sebagian besar waktu dengan ibu di rumah.
Ini dijadikan alasan beberapa orang membolehkan perempuan muslim untuk menikah dengan laki-laki non muslim, karena justru ibu punya peran pendidikan yang lebih tinggi ketimbang bapak yang banyak berada di luar rumah dan akan mampu menjadikan anak-anak mereka muslim. Ini tentu saja bicara dalam konteks bahwa pernikahan antar agama adalah pertarungan orang tua untuk berebut pengaruh atas anak-anak mereka. Padahal sih, kayaknya kalau kedua belah pihak punya ego keagamaan sedemikian tinggi, mereka nggak akan sampe menikah deh...
Ada yang mendefinisikan musyrik di sini secara literal loh, Spears, yaitu para penyembah berhala (syirik-musyrik) yang ada di Mekkah saat itu. Sedangkan ahli kitab tidak dikategorikan sebagai musyrik jadi sah untuk dinikahi.
Mengenai anggapan kalau kitab-kitab para ahli kitab sudah tidak murni lagi, dus ahli kitab sudah tidak ada, ada yang menyanggah bahwa ketidakmurnian itu juga sudah terjadi di jaman Rasul, tapi Qur'an tetap menyebut mereka sebagai ahli kitab. Jadi status ahli kitab mereka tetap sah.
* cuma lempar perspektif orang buat tambahan bahan diskusi aja kok, abis itu kabur *
![]()
"Mille millions de mille milliards de mille sabords!"