Hihihi, berarti sependeritaan ama rumus Del. Rumus takut ama badut, lo takut ama kuping dikorek-korek
Betewe, kalo bersihin kuping di dokter biayanya berapaan ya kira-kira?
Barusan baca ini jadi tertarik
Sunday, April 08, 2007
Kunjungan Ke Dokter THT
* Warning : can cause a little bit uncomfortability on your stomach
Hari ini saya baru aja berkunjung ke klinik THT di dekat rumah karena mengalami sedikit gangguan pendengaran. Pada saat konsultasi, saya baru tahu kalau rasa pusing-pusing dan sedikit vertigo yang sudah 3 hari belakangan ini saya rasakan adalah akibat dari gangguan pada saluran lubang telinga saya juga.
Awal ceritanya begini, pada awal minggu ini saya merasakan gatal-gatal pada lubang dalam telinga saya. Saya berpikir bahwa kotoran telinga saya pasti sudah banyak dan sudah harus segera di-korek keluar. Seperti biasa, saya menggunakan sebatang cotton buds untuk melakukan “the dirty job” pada lubang telinga. Setelah dikorek saya merasa, kok, telinga saya semakin gatal dan akhirnya saya memutuskan untuk mengganti batang cotton buds dan mengorek lebih kuat lagi. Rasa gatal-sakit pun hilang.
Esok harinya entah kenapa rasa gatal-sakit itu datang lagi dan saya melakukan hal yang sama. Tapi karena kotoran di cotton buds sangat sedikit, saya pun memutuskan untuk menggunakan cairan pembersih telinga. Pertama-tama saya gunakan pada telinga kanan dan berhasil, rasa sakit hilang. Kemudian, pada telinga kiri, rasa sakit memang hilang tapi telinga saya seperti tertutup atau tersumbat. Sama rasanya jika ada air masuk ke telinga kita atau sedang berada dalam pesawat terbang pada saat take off. Saya memutuskan untuk membiarkannya karena berpikir bahwa cairan yang menyumbat akan keluar dengan sendirinya... Sayangnya tidak dan malah kepala saya terasa pusing dan leher pegal. Kalau mau berbicara atau mendengarkan terasa sangat tidak nyaman.
Setelah sekian hari mengalami hal tersebut akhirnya saya memutuskan untuk pergi ke klinik THT untuk memeriksakan telinga. Ternyata dokter mengatakan bahwa kotoran telinga saya sudah menumpuk dan, Oh God, mengeras. “Belum pernah ke dokter THT ya?” tanya dokter, “iya, dok,” “oh, pantesan aja.. kotorannya menutup gendang telinga.. “ Hssshh.. (^_^
Akhirnya lubang telinga saya dimasukkan sebuah alat penyedot dan, voila, beberapa saat kemudian, keluarlah...
Setelah itu pendengaran saya terasa aneh. Ya iyalah, saya kan baru kali ini ke dokter THT setelah 25 tahun hidup sebagai manusia. “Dok, pendengaran saya jadi aneh,ya?” “kenapa? Jadi lebih stereo, kan? Abis gak pernah periksa THT, sih...” Hehehe =D
Pusing dan pegal-pegal yang saya rasakan pun berangsur-angsur pulih dan menghilang setelah saya tidur sebentar.
Pelajaran yang saya dapat setelah mengalami kejadian dan juga hasil tanya jawab dengan sang dokter, adalah :
- Jangan sekali-kali mengorek telinga dengan cotton buds karena itu dapat menekan kotoran masuk lebih dalam lagi dan juga dapat menyebabkan iritasi pada kulit dalam lubang telinga.
- Kotoran telinga juga tergantung dari bentuk telinga pemiliknya serta kelenjar minya yang dimiliki. Jadi, mendengarkan musik keras-keras dengan earphone bisa saja menyebabkan kotoran bertambah dan bisa juga tidak.
- Jika ingin membersihkan kotoran dapat dilakukan secara rutin 3-6 bulan sekali atau tergantung keluhan. Jika sudah gatal maka lebih baik datang ke dokter.
- Adapun sebagian besar orang mempunyai bentuk telinga yang bagus sehingga memungkinkan kotoran telinganya keluar dengan sendirinya.
http://misskania.blogspot.com/2007/0...okter-tht.html
![kopimaya [dot] kom - Secangkir Kehangatan di Dunia Maya - Powered by vBulletin](images/misc/vbulletin4_logo.png)



Reply With Quote




Popo Nest
