Saat seorang "anak kota" datang ke kampung dan melihat sekumpulan kambing, ia berkomentar "semua kambing mukanya sama"
Begitu juga saat orang Asia melihat orang Afrika, menurutnya semua orang Afrika mukanya sama.
Tapi bagi si gembala kambing, muka kambing itu beda2, ia bisa mengenali semua kambing peliharaannya, begitu juga dengan orang Afrika, bagi dia orang Afrika mukanya beda2 satu sama lain.
Filosofi dari fenomena ini adalah, orang yg tidak familiar dengan sesuatu cenderung menganggap hal tersebut banyak kemiripannya, ia cenderung tidak bisa melihat detil2 perbedaan.
Hal ini dieksploitasi oleh para pemalsu.
Misalnya jam tangan palsu merk Rolex...
Karena banyak orang tidak terlalu familiar dengan Jam Tangan Rolex yg asli maka para penjual jam tangan Rolex palsu bisa dengan mudah menjual dagangannya.
Tapi orang2 yg sangat memahami Jam Tangan akan bisa membedakan mana jam yg asli mana jam yg palsu.
Untuk bisa mencari perbedaan, dibutuhkan pengalaman dan pemikiran yg mendalam.
Bagi mereka yg malas berpikir, segalanya cenderung sama saja.
Orang yg malas berpikir akan menganggap semua perempuan itu sama saja, semua laki2 sama saja, semua sekolah sama saja, bahkan membeli buah pun tidak mau repot2 memilih yg baik karena baginya semua sama saja.
Mungkin mereka juga yg menganggap cincin berlian sama saja dengan cincin Zircon.
Orang yg bisa berpikir kritis dan mendalam, akan mencari perbedaan2 dari berbagai hal dan memahami perbedaan kualitas antara banyak hal.
![kopimaya [dot] kom - Secangkir Kehangatan di Dunia Maya - Powered by vBulletin](images/misc/vbulletin4_logo.png)

Reply With Quote

