Page 3 of 3 FirstFirst 123
Results 41 to 47 of 47

Thread: Konsep Agama.

  1. #41
    Barista lighterheaven's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    B.P.R.D. Headquarters.
    Posts
    1,301
    ^ setuju sekali, oom.

    Omong2 soal kekafiran ya.. dulu pas saya ngaji, guru ngaji saya pernah bilang gini.. Kafir itu artinya bukan ninggalin Islam. Kafir itu artinya tertutup, asal kata dari cover. Orang Islam yang nggak berusaha mempelajari dan mengenal Islam pun bisa saja kafir. Tertutup ilmunya, tertutup hatinya. Jadi menurut saya, kafir itu berlaku bagi orang2 yang nggak mau berfikir dan mencari tau.

  2. #42
    @lighter:

    hmm .... begitu yak
    pendapat saya, orang dimaksud lebih tepat disebut "jumud"
    atau istilah populernya saat ini = katrok


    rasanya pernah ada bahasan ttg KAFIR

    untuk sekedar merefresh coba klik utas ini
    mbregegeg ugeg-ugeg hemel-hemel sak dulito

  3. #43
    Barista lighterheaven's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    B.P.R.D. Headquarters.
    Posts
    1,301
    Terimakasih om Pasing, buat linknya.. barusan udah nengokin, jadi nambah masukan baru juga..

  4. #44
    coba-coba babay's Avatar
    Join Date
    Jan 2013
    Location
    Jakarta
    Posts
    27
    Halo mas bro lighterheaven.
    Sebelom menjawab, saya mau menyamakan persepsi saya dulu yaaah. Karena judulnya pun tentang konsep agama kan yah? trus pertanyaannya berat sih, susah jg jawabnya. jadi bingung deh.
    oia, saya adalah seorang muslim. jd pembahasannya dari sisi saya sebagai muslim dan pemahaman saya sbgai muslim yg masih pemula ini yaa. dan ini hanyalah pendapat saya setelah memahami sedikit dari apa yang sudah saya pelajari.

    pertama2 mari dimulai dengan pertanyaan ; apa sih sebenarnya agama itu? ajaran kah? kalo agama dilihat sebagai sebuah ajaran, maka menurut pandangan saya, Islam bukanlah agama. knapa? karena di dalam al-quran. islam itu disebut sebagai Dien, dan padanan kata yg mendekati utk menerjemahkan kata Dien itu adalah agama. Sedang kan kata Dien itu bisa berarti lebih luas dari sekedar agama / ajaran.

    yang kedua, Menurut pemahaman saya, Al-Quran adalah wahyu dari Tuhan melalui Rasulullah muhammad SAW. dan saya yakin, apa yg diwahyukan kepada Nabi2 sebelum Muhammad SAW (nabi nuh , nabi ibrahim, nabi musa, nabi isa dst...termasuk juga dengan budhadan orang2 yg disucikan dalam agama lain) saya yakin esensi didalamnya itu adalah hal yang sama, dengan yg di wahyukan kepada Rasulullah muhammad SAW. Mereka semua menerima wahyu yang sama dari Tuhan yang sama. Namun ketika masuk ke detail bentuk ritual atw detail2 lain dlm kesehariannya mungkin berbeda, mengikuti jaman dan keadaan masyarakat/umatnya masing2.

    ketiga, ketika kita mencari Tuhan biasanya ketika kita udah ga punya kendali atas apa yg terjadi, ketika kita tidak bisa menjelaskan apa yang terjadi dalam hidup ini dengan kata2, ketika kita dalam keadaan yg berserah diri. Dan dalam bahasa arab, islam (muslim) dapat berarti tunduk, patuh (orang-orang yg berserah diri). Maka menurut saya, mungkin saja bila islam diturun kan di Indonesia namanya jadi Agama Tunduk...ehehehehe, (ini agak bercanda tp maksudnya seperti itu lah kemungkinannya.) karena Tuhan menurunkan wahyu Nya ini untuk seluruh umat manusia di dunia, dan bukan di Indonesia melainkan di sekitar timur tengah sana, itu pasti bagian dari rencana Nya.

    Jadi dari 3 hal yg saya ceritakan itu, saya menarik kesimpulan (ni udah kaya dosen gini gw ngomongnya yak??)
    Mengutip pernyataan Albert Einstein "I want to know God's thoughts - the rest are mere details." saya pun percaya, perbedaan2 prinsip yg terjadi diantara manusia itu hanyalah detail2 kecil dari rencana besar Nya. Kalo dari pandangan saya sih, lebih baik memfokuskan pada persamaan yg membangun kebaikan daripada mencari-cari celah perbedaan dan kekurangan pihak lain tp berujung pd keburukan.

    jadi untuk mnjawab pertanyaan masbro lighterheaven saya akan menyesuaikan pertanyaannya dengan persepsi saya yg sudah dipaparkan tadi dengan mengesampingkan agama-agama itu.. heehhehe.

    yaitu menjadi :


    • mendingan jadi - yang nggak taat, jahat .atau. jadi - yang baik dan taat deket sama Tuhan?


    Lebih mudah untuk dijawab bukan??? Jadi saya pilih jawaban yang C..Ce Ce, Charlie. jhahahahahahaaa


    demikian jawaban sayah, semoga berkenan dan tidak menyakiti pihak manapun. segala kebenaran datang hanyalah dari Tuhan dan kesalahan datang dari kekhilafan saya.
    Mohon maaf dan Terimakasih

  5. #45
    Barista lighterheaven's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    B.P.R.D. Headquarters.
    Posts
    1,301
    Terimakasih, Babay.. anda bisa menjawab pertanyaan saya dengan cara yang sangat elok..

  6. #46
    coba-coba vinc's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    30
    Lembur baca #45 postingan
    Maaf baru sempat nimbrung

    Judulnya Lebar amat yak. Konsep Agama
    Kupikir membahas filosofi agama

    Quote Originally Posted by lighterheaven View Post
    Ini pemikiran aja, silakan semua menanggapi:
    - Salah nggak ya kalo mikir bahwa Islam dan Kristen itu nyembah Tuhan yang sama? hanya berbeda ritual aja? saya ngerti ada konsep triTunggal itu, tetapi gimana kalo misalnya itu hanya berbeda pemahaman aja? di Kristen, Tuhan itu disebut anak Allah kan.. nah di Islam sendiri, sebenernya nabi Isa itu lahir tanpa ayah manusia. Jadi memang dikirimkan dari Tuhan langsung. Sebenernya nabi Isa bisa disebut anak Allah kan ya?
    boleh-boleh aja mikir seperti itu. biar lebih gampang n damai.
    Menyembah pada tujuan satu titik yang sama, beda-beda jalan menuju ke sana..

    Memahami konsep suatu agama, apalagi jika dirinya sudah terisi.
    Ini semacam cangkir yang sudah isi. Dan akan mudah menjadi luber/tumpah ketika bertemu pemahaman yang bertentangan dengan nalar/imannya.
    Apalagi kalau dari sisi agama yang lain. Memahami Agama bukanlah pemahaman dalam berdebat mengenai ayat2 atau bukti2.
    Agama bagi saya pribadi adalah proses menjalani perjalanan spiritual senantiasa belajar mengimani, memaknai kehidupan, mencari hikmat dan hikmah, berproses seperti bejana yang dibentuk, memanggul salibNYA (saya sebagai orang Kristen), menjalankan segala perintah ajaran agama. Meski ya.. seringkali masih bolong2 dalam menjalaninya.

    Konsep ajaran Kristen bahwa Karya Keselamatan itu dirancang oleh Bapa di Surga dengan mengirimkan anakNya yang tunggal ke dunia melalui rahim Maria.
    Ia adalah firman (logos) Allah yang menjadi manusia dan diberi nama YESUS (Ibrani: Yeshua; Yunani: Iesous; Inggris: JESUS), yang menderita sengsara di bawah pemerintahan Pontius Pilatus, disalibkan, mati dan dikuburkan, turun ke dalam kerajaan maut. Dan pada hari yang ketiga bangkit pula dari antara orang mati, naik ke surga, duduk di sebelah kanan Allah, Bapa Yang Maha Kuasa. Dan dari sana Ia akan datang untuk menghakimi orang yang hidup dan yang mati.

    Seperti yang telah disebutkan danalingga.
    Di dalam Kristen : Yesus di sebut Allah Anak/anak Allah.
    Para pengikut-pengikut Kristus/kaum Nasrani juga disebut anak-anak Allah

    Tentang Konsep Allah yang disembah :

    Code:
    KONSEP ALLAH Dalam Kristen, 
    
    ketika berbicara tentang Allah, kita berbicara mengenai hakikat Allah. yang Roh adanya (Yoh 4:24), 
    bukan materi; tidak terbatas pada ruang dan waktu (Mazmur 93:2), dan tentu tidak seperti kita, manusia yang bersifat materi (Mazmur 90: 4-6).
    
    
    Pewahyuan Allah Tritunggal dalam Perjanjian Lama
    
    Sudah disebutkan : Allah itu Esa. 
    “Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa!” (Ulangan 6:4). 
    
    Pada Ulangan 6:4, berdasarkan bahasa aslinya, Ibrani. Kata "TUHAN" berasal dari kata bhs Ibrani "YHWH", 
    Kata "Allah" berasal dari kata Ibrani "ELOHIM" Kata "esa" berasal dari kata Ibrani "Echad" yang artinya adalah "Satu". 
    
    Keesaan dari Allah dinyatakan sebagai esensi-Nya atau keberadaan-Nya (YHWH Yg Esa), 
    sedangkan keragaman-Nya diekspresikan dalam gelar ELOHIM (yg merupakan bentuk kata Jamak). 
    Di sinilah di Perjanjian Lama, menyiratkan mengenai ketritunggalan.
    
    Pewahyuan Allah Tritunggal dalam Perjanjian Baru
    Barulah ketika Tuhan YESUS menyatakannya dalam Matius 28:19 
    (..baptislah mereka dalam nama Bapa, dan Anak dan ROH KUDUS), 
    kita mengetahui dengan pasti bahwa ELOHIM yang Jamak itu ternyata terdiri dari tiga pribadi, 
    yaitu Allah Bapa, Allah Anak (YESUS KRISTUS) dan Allah ROH KUDUS.
    
    Setiap pribadi di dalam Trinitas memiliki peran yang berbeda. Karya keselamatan dalam pengertian tertentu merupakan pekerjaan dari ketiga Pribadi Allah Tritunggal. Namun, di dalam pelaksanaannya ada peran yang berbeda yang dikerjakan oleh Bapa, Anak, dan ROH KUDUS. Bapa memprakarsai penciptaan dan penebusan; Anak menebus ciptaan; dan ROH KUDUS melahirbarukan dan menguduskan, dalam rangka mengaplikasikan penebusan kepada orang-orang percaya.
    Quote Originally Posted by lighterheaven View Post
    Saya dulu pernah mikir ya, yang lebih penting itu kan deket sama Tuhan ya. Kalo emang Tuhan yang kita sembah itu semuanya sama.. salah nggak kalo kita cari ritual mana yang paling bisa mendekatkan kita sama Dia? [B]Kalo agama kita dari awal warisan orang tua, Islam misalnya, tapi sholat nggak bisa bikin kita ngerasa deket sama Tuhan, apa salah kalo kita nyoba agama lain kalo itu bisa bikin kita ngerasa lebih deket sama Tuhan?[/B
    saya pernah berpikiran seperti anda,
    Kupikir tiap orang akan mengalami apa yang dengan dinamakan perjalanan spiritualnya.
    agama hanyalah warisan kedua orang tuanya.
    manakala si anak beranjak dewasa dia berhak melakukan pencariannya sendiri, sesuai dengan apa yang diyakininya.
    proses tsb jelas tidaklah mudah karena pada umumnya manusia adalah cangkir yang sudah isi.
    tentu saja akan ada banyak pergesekan2 baik di kalangan internal diri sendiri maupun kalangan lingkungan terdekatnya.

    Agama apapun itu baik. Yang tidak baik itu adalah pelaku2nya yang seringkali malah suka sengit internal
    nyoba agama itu tentu saja sangat berbeda dengan nyoba makanan yang sekedar cicip.
    ini urusannya spiritual bukan kemelekatan dengan duniawi.
    manusia tsb harus mendengar, membaca, merasakan, mengimani,
    mampu berefleksi secara sadar atas kehidupan yang dialami dengan sandaran hidup yang dia yakininya.
    dan harusnya dia tau betul konsekuensi menurut agama yang pernah dipahaminya.

    manusia pada umumnya hanya akan bersungut-sungut, menggerutu ketika sedang apes, lalu menyalahkan tuhannya.
    mencari pencerahan trus jadi pijakan awal mula sebagai titik tolak/banting setir.
    belum lagi kalau ada lingkungan agama sebelah yg lebih nyaman dan bisa menerima dirinya.
    ya masing-masing pribadi memiliki 'hidayah'nya sendiri-sendiri.
    perjalanan spritualnya untuk beroleh damai sejahtera meski dalam suka ataupun duka.
    Hanya Tuhan yang tahu.

    Dekat dengan tuhan tidak melulu dengan sarana doa. tidak melulu dengan kegiatan yg sifatnya rohaniah.
    meski iya, dalam kristen: Doa adalah nafas bagi orang Kristen.
    Dalam aktivitas keseharian seringkali juga ditemukan refleksi sifat keTuhanan.
    Sehingga seseorang tersebut merasa begitu dekat denganNya.

    Quote Originally Posted by lighterheaven View Post
    Karena saya pikir.. apapun agamanya, kalo dia deket sama Tuhan, pasti dia jadi orang baik ya.. karena dia akan selalu merasa diawasi, dekat, dan dibimbing. Dia akan takut berbuat jahat. (ya saya tau juga ada orang yang ngerasa deket sama Tuhan tapi pemahaman agamanya salah, akhirnya nubrukin pesawat ke gedung.. tapi ngerti lah ya maksud saya apa..)
    Nah definisi dekat sendiri kan relatif, dekatnya manusia belum tentu dekat yang Tuhan maksud.
    Ukuran kadar keyakinan dan kebenaran thdp agamanya masing2 bersifar relatif.
    Apalagi intepretasi kaum yg keblinger.
    entah agama apapun itu.
    Intrepetasi dan pemahaman manusia thdp 'pengawasan', 'bimbingan' yang kadang kala malah menimbulkan gesekan dan kerugian bagi orang lain.

    Dekat dengan Tuhan --> pasti orang baik (?) --> harusnya. baiknya. maunya. hehehehhe.
    Tapi benar ga itu Tuhan? atau malah keblinger somethin dan merasa itu sebagai perantara suara Tuhannya?

    Quote Originally Posted by lighterheaven View Post
    Terus saya juga mikir, posisi nabi Muhammad di Islam itu mirip2 sama posisi nabi Isa (Yesus) di Kristen ya. Maksudnya ya yang paling sering disebut namanya, yang paling menonjol deh. Mungkin nggak itu karena Yesus itu yang bawa injil buat Kristen, dan nabi Muhammad itu yang bawa Al-Quran buat Islam, jadi posisinya begitu.. Kalo dituker, nabi Isa yang bawa Al-Quran buat Islam, dan jadi nabi terakhir, apakah posisinya akan menempati posisi nabi Muhammad sekarang?

    Saya mikir lagi juga, kenapa nabi Isa di Al-Quran juga menempati posisi yang berbeda. Dia nggak meninggal.. dia naik ke Surga terus dia nanti turun lagi sebagai penyelamat ketika ada Dajjal. Kenapa dipilih nabi Isa untuk itu? kenapa Yesus.. kenapa nggak nabi Muhammad aja yang diangkat, terus nanti turun lagi?

    Pasti ada maksudnya kan.. pasti ada alesannya..
    Hehehheh berandai2 merubah skenario yah?
    Pemahaman inilah yang diyakini manusia berbeda2. Ada yang menyakini, meragukan, menyangkal.

    mungkin ada baiknya dibahas dalam thread sendiri ttg Nabi Muhammad atau Nabi Isa?
    “Creativity can solve almost any problem" George Lois

  7. #47
    Barista lighterheaven's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    B.P.R.D. Headquarters.
    Posts
    1,301
    Quote Originally Posted by vinc View Post
    Lembur baca #45 postingan
    Maaf baru sempat nimbrung

    Judulnya Lebar amat yak. Konsep Agama
    Kupikir membahas filosofi agama


    boleh-boleh aja mikir seperti itu. biar lebih gampang n damai.
    Menyembah pada tujuan satu titik yang sama, beda-beda jalan menuju ke sana..

    Memahami konsep suatu agama, apalagi jika dirinya sudah terisi.
    Ini semacam cangkir yang sudah isi. Dan akan mudah menjadi luber/tumpah ketika bertemu pemahaman yang bertentangan dengan nalar/imannya.
    Apalagi kalau dari sisi agama yang lain. Memahami Agama bukanlah pemahaman dalam berdebat mengenai ayat2 atau bukti2.
    Agama bagi saya pribadi adalah proses menjalani perjalanan spiritual senantiasa belajar mengimani, memaknai kehidupan, mencari hikmat dan hikmah, berproses seperti bejana yang dibentuk, memanggul salibNYA (saya sebagai orang Kristen), menjalankan segala perintah ajaran agama. Meski ya.. seringkali masih bolong2 dalam menjalaninya.

    Konsep ajaran Kristen bahwa Karya Keselamatan itu dirancang oleh Bapa di Surga dengan mengirimkan anakNya yang tunggal ke dunia melalui rahim Maria.
    Ia adalah firman (logos) Allah yang menjadi manusia dan diberi nama YESUS (Ibrani: Yeshua; Yunani: Iesous; Inggris: JESUS), yang menderita sengsara di bawah pemerintahan Pontius Pilatus, disalibkan, mati dan dikuburkan, turun ke dalam kerajaan maut. Dan pada hari yang ketiga bangkit pula dari antara orang mati, naik ke surga, duduk di sebelah kanan Allah, Bapa Yang Maha Kuasa. Dan dari sana Ia akan datang untuk menghakimi orang yang hidup dan yang mati.

    Seperti yang telah disebutkan danalingga.
    Di dalam Kristen : Yesus di sebut Allah Anak/anak Allah.
    Para pengikut-pengikut Kristus/kaum Nasrani juga disebut anak-anak Allah

    Tentang Konsep Allah yang disembah :

    Code:
    KONSEP ALLAH Dalam Kristen, 
    
    ketika berbicara tentang Allah, kita berbicara mengenai hakikat Allah. yang Roh adanya (Yoh 4:24), 
    bukan materi; tidak terbatas pada ruang dan waktu (Mazmur 93:2), dan tentu tidak seperti kita, manusia yang bersifat materi (Mazmur 90: 4-6).
    
    
    Pewahyuan Allah Tritunggal dalam Perjanjian Lama
    
    Sudah disebutkan : Allah itu Esa. 
    “Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa!” (Ulangan 6:4). 
    
    Pada Ulangan 6:4, berdasarkan bahasa aslinya, Ibrani. Kata "TUHAN" berasal dari kata bhs Ibrani "YHWH", 
    Kata "Allah" berasal dari kata Ibrani "ELOHIM" Kata "esa" berasal dari kata Ibrani "Echad" yang artinya adalah "Satu". 
    
    Keesaan dari Allah dinyatakan sebagai esensi-Nya atau keberadaan-Nya (YHWH Yg Esa), 
    sedangkan keragaman-Nya diekspresikan dalam gelar ELOHIM (yg merupakan bentuk kata Jamak). 
    Di sinilah di Perjanjian Lama, menyiratkan mengenai ketritunggalan.
    
    Pewahyuan Allah Tritunggal dalam Perjanjian Baru
    Barulah ketika Tuhan YESUS menyatakannya dalam Matius 28:19 
    (..baptislah mereka dalam nama Bapa, dan Anak dan ROH KUDUS), 
    kita mengetahui dengan pasti bahwa ELOHIM yang Jamak itu ternyata terdiri dari tiga pribadi, 
    yaitu Allah Bapa, Allah Anak (YESUS KRISTUS) dan Allah ROH KUDUS.
    
    Setiap pribadi di dalam Trinitas memiliki peran yang berbeda. Karya keselamatan dalam pengertian tertentu merupakan pekerjaan dari ketiga Pribadi Allah Tritunggal. Namun, di dalam pelaksanaannya ada peran yang berbeda yang dikerjakan oleh Bapa, Anak, dan ROH KUDUS. Bapa memprakarsai penciptaan dan penebusan; Anak menebus ciptaan; dan ROH KUDUS melahirbarukan dan menguduskan, dalam rangka mengaplikasikan penebusan kepada orang-orang percaya.

    saya pernah berpikiran seperti anda,
    Kupikir tiap orang akan mengalami apa yang dengan dinamakan perjalanan spiritualnya.
    agama hanyalah warisan kedua orang tuanya.
    manakala si anak beranjak dewasa dia berhak melakukan pencariannya sendiri, sesuai dengan apa yang diyakininya.
    proses tsb jelas tidaklah mudah karena pada umumnya manusia adalah cangkir yang sudah isi.
    tentu saja akan ada banyak pergesekan2 baik di kalangan internal diri sendiri maupun kalangan lingkungan terdekatnya.

    Agama apapun itu baik. Yang tidak baik itu adalah pelaku2nya yang seringkali malah suka sengit internal
    nyoba agama itu tentu saja sangat berbeda dengan nyoba makanan yang sekedar cicip.
    ini urusannya spiritual bukan kemelekatan dengan duniawi.
    manusia tsb harus mendengar, membaca, merasakan, mengimani,
    mampu berefleksi secara sadar atas kehidupan yang dialami dengan sandaran hidup yang dia yakininya.
    dan harusnya dia tau betul konsekuensi menurut agama yang pernah dipahaminya.

    manusia pada umumnya hanya akan bersungut-sungut, menggerutu ketika sedang apes, lalu menyalahkan tuhannya.
    mencari pencerahan trus jadi pijakan awal mula sebagai titik tolak/banting setir.
    belum lagi kalau ada lingkungan agama sebelah yg lebih nyaman dan bisa menerima dirinya.
    ya masing-masing pribadi memiliki 'hidayah'nya sendiri-sendiri.
    perjalanan spritualnya untuk beroleh damai sejahtera meski dalam suka ataupun duka.
    Hanya Tuhan yang tahu.

    Dekat dengan tuhan tidak melulu dengan sarana doa. tidak melulu dengan kegiatan yg sifatnya rohaniah.
    meski iya, dalam kristen: Doa adalah nafas bagi orang Kristen.
    Dalam aktivitas keseharian seringkali juga ditemukan refleksi sifat keTuhanan.
    Sehingga seseorang tersebut merasa begitu dekat denganNya.


    Nah definisi dekat sendiri kan relatif, dekatnya manusia belum tentu dekat yang Tuhan maksud.
    Ukuran kadar keyakinan dan kebenaran thdp agamanya masing2 bersifar relatif.
    Apalagi intepretasi kaum yg keblinger.
    entah agama apapun itu.
    Intrepetasi dan pemahaman manusia thdp 'pengawasan', 'bimbingan' yang kadang kala malah menimbulkan gesekan dan kerugian bagi orang lain.

    Dekat dengan Tuhan --> pasti orang baik (?) --> harusnya. baiknya. maunya. hehehehhe.
    Tapi benar ga itu Tuhan? atau malah keblinger somethin dan merasa itu sebagai perantara suara Tuhannya?


    Hehehheh berandai2 merubah skenario yah?
    Pemahaman inilah yang diyakini manusia berbeda2. Ada yang menyakini, meragukan, menyangkal.

    mungkin ada baiknya dibahas dalam thread sendiri ttg Nabi Muhammad atau Nabi Isa?
    Terimakasih banyak bro buat masukannya..
    Ini sangat berguna buat saya, karena membuka pandangan dari sudut pandang Kristen.

Page 3 of 3 FirstFirst 123

Tags for this Thread

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •