khusus untuk yng iniOriginally Posted by lighterheaven
ini contoh kasus perbedaan interpretasi /transliterasi yng krusial
di internal islam sendiri terbagi setidaknya ada dua posisi
posisi pertama:
menginterpretasikan ayat dng mengelaborasi sumber lain diluar quran
spt hadis dan semacamnya. Sehingga penafsirannya bercorak tendensius spt
mengistimewakan klan/kelompok tertentu misalnya, atau sebaliknya mendiskreditkannya.
Isa/Yesus tidak mati disalib, tetapi digantikan oleh orng yng menyerupai …… dst
Isa/Yesus tdk mati, tapi diangkat ke sorga dan kelak jelang kiamat diturunkan kembali …. dst
adalah hasil interpretasi kolompok ini. (terjemahan quran versi depag mengadop model ini)
posisi kedua:
menginterpretasikan ayat dng mencari akar atau keselarasan ayat lain, tanpa
mengelaborasi sumber diluar quran. Sehingga penafsirannya becorak netral/egaliter
dalam memandang kasus Isa dan Muhammad, spt misal :
Ibrahim, Isa, Muhammad adlh rasul yng terpercaya, spt rasul2 terdahulu yng mengalami
peristiwa dilahirkan, tumbuh dan mati layaknya mahluk tuhan yng lain. Dan pada diri Rasul
terdapat teladan yng baik. Itulah model penafsiran kelompok ini (tdk ada bias keistewaan
antar rasul).
contoh yng lebih ekstrim lg ttg interpretasi kerasulan adalah
posisi satu:
Muhammad adalah rasul terakhir (khataman nabiyin)
oleh karenanya, tdk akan ada rasul lg setelahnya.
posisi kedua:
Rasul terus ada sepanjang masa, krn kerasulan dipahami sbg tugas/fungsi
bukan orang yng mendapat keistimewaan spt mukjizat, kesaktian dan semacamnya.
![kopimaya [dot] kom - Secangkir Kehangatan di Dunia Maya - Powered by vBulletin](images/misc/vbulletin4_logo.png)



Reply With Quote
