Dasarnya memang hitungan ekonomi tuh. mnurut aturan, kl buat kebijakan strategis-teknis kudu ada dasar ilmiah, akademisi, dan ***** bengeknya. Meskipun gitu, kebijakan dipengaruhi 90% lebih oleh politisi. so..kadang dasar yg berupa fakta, rasional, dan argumen2 dah jelas, tetep bisa 'ditulis' lain oleh policymaker terpilih dri legislatif ataupun eksekutif. democracy is a fad

untuk kenaikan harga listrik, itu karena pemerintah harus mengurangi subsidi karena kalo nggak beban ke APBN besar dan resiko jebol tinggi sekali sehingga defisit meningkat dan utang negara pun dibebankan ke anak-cucu kita lebih lama, mungkin 8-10 generasi.

Sasarannya kl gak salah diatas 2200 va, itu yg akan dinaikkan sekian persen, karena pelanggan di kelas ini tergolong mampu dan mayoritas merupakan industri menengah-besar. Distribusi listrik yg seret karena infrastruktur yg letoy di luar pulau jawa itu jg mempengaruhi supply-demand. Listrik di Sulawesi-NTB-Papua, kl pengin murah yho bikin pembangkit listrik sendiri ntah dari air, geothermal, batubara, angin, surya, atau..NUKLIR? Idealnya memang kudu decentralized, alias swadaya dewe-dwe.

Demikian jg dengan pasar regional. Stok makanan misalnya di kota/kabupaten kudu punya lumbung sendiri lewat BULOG/resi Gudang, sehingga supply-demand komoditas itu bisa terjaga dan seimbang. Istilahnya untuk menekan inflasi dan mempercepat lalu lintas barang dan jasa. Kl mayoritas kebutuhan dalam negeri tercukupi, pan nggak perlu lagi impor mas bro. Palingan barang/item tertentu aja, seperti BMW X3 dan Hummer H2. bukannya kedelai dan daging sapi yang sebenarnya sangat bisa direalisasikan pasarnya di Indo sendiri.

Contoh neh, inflasi jogja di kuartal 3 tahun 2012 kemaren sempat digoncang gara2 supply buah nangka seret. Kok bisa? oalah ternyata di kota gudeg ini yg nanem pohon nangka dan buahnya sedikit sekali. Terjadi permintaan yg banyak dan penawaran yg sedikit. Selama ini, jadi gori/nangka itu diimpor dari Purworejo dan daerah sekitar Jogja, dri Sleman dan Bantul yg lahan luas dan produktif ternyata nanem komoditas lain. Sama dengan kedelai, kenapa sempat rare karena produk imporan itu gagal panen di US. Ambil dari Aussie jg mahal. Cabai merah lah, gara2 gagal panen jadi mahal di pasaran. Produk pertanian tergantung ama faktor cuaca banget.

Bisnis internet bentuknya pan menawarkan jasa. Jd kalo servicenya bagus yho layak dipertimbangkan untuk naik. Cafe yg nyaman, ada ac, sofa empuk, layar besar, speed mantap, aman naruh barang, plus admin/operator sekseh itu kan menarik pengunjung. Nah kalo dah banyak pengunjungnya, mulai dinaikkan rate sewa per jam. Itu gak kerasa banyak untuk customer, tapi menambah pendapatan/revenue signifikan. Dg kenaikan listrik, bisnis ini juga alamiah akan menyesuaikan beaya operasional tambahan dan cenderung dikenakan pada customer. Makanya yg biasanya 3000/jam, bisa jadi 3500/jam.

gw pernah punya dan jaga kos sndiri
Itungan2nya lihat dari sisi permintaan, rame gak, anak2nya tajir dan berekonomi cukup ndak. Terus sekitar situ pada masang tarif berapa per bulan/tahun. Biasanya listrik dibayar terpisah. tapi namanya jg anak kos, sering lambat bayar, pake komputer, tivi dsb. loe pengin ngitung detail sekali, tapi tetep pelaksanaannya susah. Jadi tetep ndak gitu besar hasilnya bisnis kos. Untuk nutup bea maintenance/perawatan gedung/bangunan aja dah bagus. Owner biasanya cuman dpt untung dari kenaikan nilai jual objek/property. Kos gw seluas 200m2 dl dibeli 80an jt di th 80an, th 2008 dijual 425 jeti. th 2012 ini ditawar lagi 550jt.

ekonomi tuh ilmu alamiah kok, karena dipengaruhi perilaku manusia. common sense banget lah.
Informasi di media biasanya terlalu lebay, maen dengan angka2 yg fantastis, tpi aslinya hmpir semua fenomena kenaikan harga bisa dijelaskan gamblang.