Sebenarnya salah orang Minang sendiri, ketika dise
but sebagai orang Padang, malah tidak meluruskan.
sehingga akhirnya keterusan, padahal Ranah Minang
tidak sesempit Kota Padang, seperti Tanah Pasundan
tidak sesempit Kota Bandung.
Sunda dan Minang adalah nama suku/etnis/masyara
kat adat, sebaliknya Bandung atau Padang cuma na
ma (ibu kota) Propinsi.
Dengan cerdik Hanung (apapun motifnya) memanfa
atkan ke-salahkaprah-an Padang = Minang, sehingga
ketika ia menulis script "... gadis asal Padang", maka
akan berasosiasi "... gadis Minang". Akibatnya "menga
muklah" masyarakat Minang, baik di Kampung, maupun
di Rantau karena secara "resmi" adat Minangkabau ha
nya mengakui agama Islam sebagai Agama Adat.
Jadi ini kontroversi bukan karena cinta-cintaannya, tapi
karena Hanung bermain api dengan
"pemutarbalikan" fak
ta
