In January, Kim Ji-young, representative of Great Works Ltd., a culture content company, filed a suit against MBC and two screenplay writers saying they ripped-off her script for “Queen of Mugunghwa, Seondeok,” a musical she said she wrote in 2005. Kim asked for 200 million won ($181,159) in compensation and an injunction banning the broadcast of the soap opera.
The injunction was turned down and “Queen Seondeok” ran from May to December 2009, but the copyright case is ongoing.
Kim argued that the development of the story and conflict between characters are similar to her play, including discord between two major female characters, Seondeok and Misil; a romance between Deokman (Queen Seondeok’s name before becoming a queen) and General Kim Yu-shin; and the story of the young Deokman wandering through a desert.
......
Jong Sang-jo, a professor at SNU and director of the SNU Center for Law & Technology, dubbed the procedure an “anatomy of scripts,” identifying the line between historical facts and literary creations.
“Just as the National Institute of Scientific Investigation carries out an autopsy on a corpse,” Jong said, “we do a script autopsy to discover plagiarism.” Instead of a scalpel, he said, researchers use history books.
The SNU Center for Law & Technology first identifies similar content in the two scripts. At that point, historians confirm historical facts regarding the characters and plot. Afterward, the center makes an appraisal based on copyright laws. The court will make the final adjudication.
Spoiler for terjemahan:
Pada bulan Januari, Kim Ji-young, perwakilan dari Great Works Ltd., perusahaan konten budaya, menuntut MBC dan dua penulis skenario mengatakan mereka menjiplak skenarionya untuk 'Ratu Mugunghwa, Seondeok', drama musikal yang disebutnya ditulisnya pada tahun 2005. Kim meminta200 juta won ($ 181,159( sebagai kompensasi dan pelarangan penyiaran opera sabun tersebut.
Permintaan pelarangan ditolak dan 'Queen Seondeok' berjalan dari bulan Mei hingga Desember 2009 tetapi kasus hak cipta tetap berjalan.
Kim berargumentasi bahwa cara cerita berkembang dan konflik antar karakternya sangat mirip dengan skenarionya, termasuk persaingan antara dua karakter wanita, Seondeok dan Misil; kisah cinta antara Deokman (nama Ratu Seondeok sebelum menjadi ratu) dan Jenderal Kim Yu-shin; dan kisah Deokman muda mengembara melalui padang pasir.
......
Jong Sang-jo, profesor di Universitas Nasional Seoul (SNU) dan direktur Pusat Kajian SNU untuk Hukum dan teknologi, menyebut proses yang akan dia pakai sebagai 'anatomi skenario', mengenali batas antara fakta-fakta sejarah dan kreasi sastra.
"Seperti National Institute of Scientific Investigation mengotopsi mayat," ujar Jong, "kami mengotopsi skenario untuk menemukan plagiat". Bedanya, tidak menggunakan pisau bedah, ujarnya, para peneliti di tempatnya menggunakan buku-buku sejarah.
Pusat Kajian SNU untuk Hukum dan Teknologi, pertama-tama mengenali isi yang mirip di antara dua skenario. Di titik yang itu, para sejarawan mengonfirmasi fakta-fakta sejarah mengenai karakter dan plot cerita. Setelahnya, pusat kajian akan membuat keputusan berdasarkan hukum-hukum hak cipta. Pengadilan akan membuat keputusan akhir.
Aku penasaran, apakah ini udah Pengadilan tertingginya (semacam MA)? Kalau belum, aku yakin stasiun TV-nya akan mengajukan banding.
Lomba peluk2an di Citos: 30 November 2013
Lomba dorong2an di Candra Naya (dkt Glodok): 8 Desember 2013