back to basic dulu deh.
sepertinya masih terlihat sudut pandang yang digunakan adalah sebagai seorang user, padahal seharusnya minimal pakai sudut pandang managemen atau paling yahud ke level pengambil keputusan (CIO)

seperti definisi togaf dari wiki ini
The Open Group Architecture Framework (TOGAF®) is a framework for enterprise architecture which provides a comprehensive approach for designing, planning, implementing, and governing an enterprise information architecture
dari tujuan togaf di atas bisa kita pastikan, yang bisa menyusun togaf pastinya bukan user.
tujuannya pun medesain enterprise architecture, isinya ya semua hal terkait ritme kerja perusahaan dihubungkan dengan Business, Application, Data, dan Technology
jadi jangan bawa contoh twitter dan ym, pantas saja dirimu dibantai
perusahaan mendesain ym dan twitter sampe perlu dibuatin pemetaan, juga relevansinya dengan kinerja perusahaan apa?

balik ke bagian togaf secara teknis
contoh yang kamu kasih itu aku tebak perusahaan call center
kita coba pakai yang lain

misal saja semacam tokobagu s.

di sini kita harus melakukan
1. tentukan functionnya
2. tentukan aplikasinya

1. function : apa saja kira2 yang dilakukan user di dalam perusahaan (jangan tulis penguna aplikasi A, pengguna aplikasi B ya )
misal ada administrator website, kontributor berita, verifikasi data, hrd, finansial, direktur
2. applikasi : kita pelajari apa aja aplikasi yang dimiliki perusahaan itu (inget ya, aplikasi terkait perusahaan) misal dia punya aplikasi absensi, aplikasi keuangan, aplikasi hrd, aplikasi website tempat dia jualan online, dll

baru deh dipetakan