Page 1 of 2 12 LastLast
Results 1 to 20 of 31

Thread: Kiat memilih sekolah yang tepat untuk anak

  1. #1
    Chief Barista cha_n's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    11,544

    Kiat memilih sekolah yang tepat untuk anak

    um alipppp kira2 apa aja yang musti ditanyain ke pihak sekolah nih?

    aku kemarenan searching2 juga buat adikku.
    ketemu sekolah tanah tingal http://www.sekolahtanahtingal.net/
    tempatnya kayak kebun raya bogor.
    materinya seperti sekolah alam, tapi bukan homeschooling.
    ruang kelas terbuka, di dangau2 atau di rumah tanpa dinding dan sekat.

    ada beberapa kebun yang ditanami sendiri oleh anak (kebun bunga, sayur dan buah)
    ada ekskul kayak, pajat dinding, berkuda, dll...
    ada kolam renang, danau, sawah (kalo ga salah)

    biaya emang mayan mahal sih, tapi kayaknya cukup worthed

    cuman masih bingung, apa aja sih yang mustinya kutanya buat meyakinkan ini pilihan bagus...
    ...bersama kesusahan ada kemudahan...

    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n

    My Little Journey to India

  2. #2
    pelanggan tetap Alip's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Posts
    1,636
    Lah... yang punya hubungan langsung dengan dunia pendidikan khan dirimu toh, Chan? Udah gitu thread-nya spesifik nanya ke saya pulak

    Yah, tiap orang tua sebenernya punya pilihan masing-masing, tergantung nilai-nilai apa yang mereka pegang... ada yang pokoknya sekolah agama, ada yang pokoknya kurikulum internasional... dan macem-macem lagi...

    Ini cuma pendapat saya pribadi... (dan tentu saja dipengaruhi juga oleh istri)...
    Prinsip kami, anak yang bahagia akan menghasilkan orang dewasa yang matang, dan hanya orang dewasa yang matang yang dapat secara bijaksana memecahkan masalah dalam kehidupannya.

    Lalu bagaimana membahagiakan anak bila dihubungkan dengan pendidikan? Kami percaya bahwa pendidikan yang membahagiakan adalah pendidikan yang memberi kesempatan anak untuk tumbuh sesuai tahap perkembangannya, tidak dikarbit dengan segala macam akselerasi atau muatan-muatan yang keren tapi tidak sesuai dengan usianya. Lalu proses pendidikannya harus bisa menghargai minat, bakat, dan kepribadian si anak. Intinya pendidikan yang memungkinkan si anak menjadi dirinya sendiri.

    Ini nggak gampang blas... dan mahal bukan jadi jaminan.
    Kedengarannya memang ideal, tapi orang tua perlu secara aktif mencarikan sekolah untuk anak-anaknya, apalagi SD. Kita perlu ngobrol dengan sebanyak mungkin pihak di sekolah itu, ya kepala sekolahnya, guru-gurunya, penjaga sekolahnya, dan murid-muridnya sendiri. Dari situ kita bisa dapat kesan umum tentang bagaimana sekolah itu dijalankan dan apa visinya.

    Saya sendiri mencari sekolah dengan rasio jumlah murid per kelas se-sedikit mungkin, suasana belajar yang kondusif dan ceria (bukan "duduk manis" di kursi berbaris-baris seperti militer), guru-guru yang cerdas dan memahami psikologi anak, dan menilai anak berdasarkan pengamatan kinerja si anak sehari-hari ... bukan sekedar nilai dari selembar kertas ujian yang dilakukan setiap akhir semester.

    Saya selalu secara spesifik menanyakan, "Bagaimana sekolah menerapkan disiplin? Bagaimana cara menghukum? Apa komunikasi yang diharapkan terjadi dengan orang tua murid?"

    Hihihihi... kadang kami bertanya-tanya untuk apa menyusahkan diri sendiri nyari-nyari SD seperti itu... tapi untunglah kami satu visi dalam hal ini dan menikmati juga prosesnya keliling-keliling. Week-end kami berburu lokasi sekolah-sekolah yang direkomendasikan, lalu pada hari masuk kami kunjungi mereka berdua, melihat proses belajar mengajarnya secara langsung. Kalau sekolah tidak bisa menerima kami di waktu belajar mengajar, langsung kami coret dari daftar... itu tandanya mereka terlalu sibuk dan biasanya dengan administrasi, bukan dengan kegiatan belajar mengajar.

    Penjaga sekolah adalah pihak paling innocent dan biasanya bisa memberi kita insight yang tidak terduga tentang bagaimana sekolah dijalankan. Semakin pak penjaga ini kelihatan senang dan bangga dengan sekolahnya, semakin meyakinkan si sekolah ini...

    Yah... kira-kira begitu deh... yang lain juga pasti pingin ikutan tuh...
    "Mille millions de mille milliards de mille sabords!"

  3. #3
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679
    hehehehhe patut dicontoh tuh action grandpa Alip

    Saya juga taun depan si sulung mesti nyari SD. Sayangnya berhubung mau pindah ke Banjarmasin, waktunya sedikit buat hunting kecuali riset kecil2an dari internet. Saran dari sodara di banjarmasin malah gak bisa dipegang, karena dia mengandalkan sekolah2 anaknya dulu yang menurut saya terlalu kaku (gile, anak disuruh duduk manis, Naomi? walah pasti naomi langsung dianggap anak nakal karena termasuk anak tak bisa diam).

    Ada satu alternatif SD, memang SDIT tetapi konsepnya active learning dan moving class juga anak tidak harus duduk diam mendengarkan guru, tapi dibimbing untuk eksplorasi kemampuannya. Tidak semua anak harus cerdas matematika, siapa tahu dia cerdas berbahasa. Karenanya dengan rasio guru:murid = 1:15 tiap kelasnya untuk SD, itu sudah cukup ideal

  4. #4
    Chief Barista cha_n's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    11,544
    g spesipik um alip kok. mkasih yang udah sumbang saran. ntar mau hunting lagi ahhh... diupdate kalo ada perkembangan

  5. #5
    dokter RSJ - KM ancuur's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Location
    RSJ - KM Jabatan:____ Dokter Jiwa
    Posts
    15,694
    just info:

    klo di jepang... utk anak sekolah dasar mempunyai ketentuan tersendiri, yaitu harus dalam jangkauan radius peta sekolah, dan kita di haruskan membuat peta rumah.. anak2 di beri tanda pengenal yg di gantung di lehernya, nama sekolah, nama anak, alamat jga no telpon.. begitu juga tas, di beri tanda pengenal.. pakaian sekolah, topi harus seragam.. note: tapi ada sekolah yg di di dambakan oleh ortu, sekolah2 terkenal.. jauh jga boleh.. asalkan pulang/pergi di antar ortu..

  6. #6
    Chief Barista cha_n's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    11,544
    Quote Originally Posted by ancuur View Post
    just info:

    klo di jepang... utk anak sekolah dasar mempunyai ketentuan tersendiri, yaitu harus dalam jangkauan radius peta sekolah, dan kita di haruskan membuat peta rumah.. anak2 di beri tanda pengenal yg di gantung di lehernya, nama sekolah, nama anak, alamat jga no telpon.. begitu juga tas, di beri tanda pengenal.. pakaian sekolah, topi harus seragam.. note: tapi ada sekolah yg di di dambakan oleh ortu, sekolah2 terkenal.. jauh jga boleh.. asalkan pulang/pergi di antar ortu..
    ho oh pak, kalau yang di jepang udah paham deh (seperti yang udah kureportasein, kebetulan bahas sekolah jepang), tapi kejauhan buat diterapin di indonesia
    ...bersama kesusahan ada kemudahan...

    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n

    My Little Journey to India

  7. #7
    *menyimak

    tadi sore udah diceramahi disuruh mulai survei dan milih2 sekolah buat Ara,
    lha? aranya masih 11 bulan
    ck ck ck

  8. #8
    pelanggan setia Ronggolawe's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    5,137
    ikutan ya...
    Zhazha besok sekolah di sekolah depan rumah saja.
    baik ataupun buruk pola pengajaran dan pendidikan
    disana, itulah yang harus dihadapi oleh Zhazha nan
    ti.

    lagian kalau ada yang macam-macam, gw tinggal
    hadapin yang macam-macam itu...

  9. #9
    pelanggan tetap Alip's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Posts
    1,636
    Quote Originally Posted by Nowitzki View Post
    *menyimak

    tadi sore udah diceramahi disuruh mulai survei dan milih2 sekolah buat Ara,
    lha? aranya masih 11 bulan
    ck ck ck
    Coba kita tebak siapa yang nyeramahi itu ...
    Mmm...mmm...nyemm...nyemmm... <baca mantra>

    Quote Originally Posted by Ronggolawe View Post
    lagian kalau ada yang macam-macam, gw tinggal
    hadapin yang macam-macam itu...
    Cocok, pada akhirnya orang tua adalah guru silat yang pertama dan utama... loh, kok silat... maksudnya guru. Saatnya anak dilepas berangkat ke dunia luar, misalnya sekolah, dia membawa bekal segala yang dipelajarinya dari orang tuanya. Ketika dia menemukan suatu pengaruh yang berbeda, dan itu pasti terjadi, maka itu akan kembali pada seberapa kuat ikatan kita selama ini. Apakah dia akan kembali dan bertanya pada kita, atau dia ikut pengaruh itu.

    Makanya salah satu pertanyaan yang penting, "bagaimana pola komunikasi antara orang tua dan guru?"
    "Mille millions de mille milliards de mille sabords!"

  10. #10
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679
    @nowitzki: ah itu sih kyk saya dulu. ada guru tk yg udah ngetake naomi pas dia usia 18 bulan. ngakak dah gue

  11. #11
    Chief Barista cha_n's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    11,544
    hm... gitu ya, okelah saya catat semua, ntar buat bahan tanya2 ke sekolah yang disurvei.

    kemaren2 survei saya paling nanya fasilitas, max jumlah murid/kelas, metode pendidikan.
    blm diexplore sampe sedalam itu... ternyata sampe tukang kebun dan penjaga gerbang mustinya kuwawancara juga
    ...bersama kesusahan ada kemudahan...

    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n

    My Little Journey to India

  12. #12
    pelanggan ummu_w@rdah's Avatar
    Join Date
    Aug 2011
    Location
    here
    Posts
    377
    Sekolah bagus,, suggestions:

    http://www.school-of-universe.com/ CMIIW, kalo keluarga miskin bayarannya terjangkau soale subsidi silang dari student yang dari kalangan ekonomi kwat,,, ini punya nye bang lendo,,,

    Smart Ekselensia, sekolah untuk anak miskin yang cerdas,,, khrateees.
    http://lpi-dd.net/


    Kalo kiat saya memilih sekolah buat Wardah esok adalah sekolah yang friendly untuk tumbuh kembang anak saya secara aqidah dan sistemnya memanusiakan.
    ujan lagi ah ujan lagi,,,

  13. #13
    pelanggan tetap purba's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    1,672
    Kenapa orang tua sekarang ribet banget milih sekolah buat anak2nya? Dulu ortu ane gampang aja. Ada SDN deket rumah, ya udah tong, sekolah di situ aja, deket, bisa jalan kaki. Hasilnya? Aman2 aja...

  14. #14
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679
    sekarang kan suka silau dengan sistem montesonri, SDIT, sekolah unggulan, sekolah terpadu, sekolah alam, RSBI, SNN, SBI dll gitu Pur...ya maklum, udah ngeri duluan takut anaknya dibilang gak sesuai standart gitu

    Saya sekarang termasuk yang pusing tahun depan si sulung sekolah dimana. Kepengennya masuk sekolah negeri aja deh, yang SSN juga gpp. Tapi SD negeri sekarang, guru2nya sudah menggelar les di rumahnya. Anaknya yang kagak les di rumahnya, gak dijamin prestasi sekolahnya. Biar pinter kalau kagak les disekolahnya ya dijelgal2 juga.

    Nah gue itung2, biaya sekolah negeri plus les2 di gurunya sama sekolah swasta dengan metode terpadu active laerning dan moving class tanpa perlu ortu repot2 ngelesin, harganya sama2 aja

  15. #15
    pelanggan setia Ronggolawe's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    5,137
    Quote Originally Posted by purba View Post
    Kenapa orang tua sekarang ribet banget milih sekolah buat anak2nya? Dulu ortu ane gampang aja. Ada SDN deket rumah, ya udah tong, sekolah di situ aja, deket, bisa jalan kaki. Hasilnya? Aman2 aja...
    kek nya gw sepaham ama loe, Pur

  16. #16
    pelanggan tetap Alip's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Posts
    1,636
    Quote Originally Posted by purba View Post
    Kenapa orang tua sekarang ribet banget milih sekolah buat anak2nya? Dulu ortu ane gampang aja. Ada SDN deket rumah, ya udah tong, sekolah di situ aja, deket, bisa jalan kaki. Hasilnya? Aman2 aja...
    Sssstttt... soalnya kemarin denger tetangganya Eyang Purba ngomong ginih...
    Quote Originally Posted by tetangganya Purba
    Mangkenye... punya anak tu disekolain nyang baek... masukin madrase kek, masukkin mongte sorry kek, suruh ngaji kek, jangan ampe jadi kayak si Purba noh, jadi orang kapirrrr!!!!


    Jadinya nyari-nyari sekolah deh... hehehehehe...

    Resiko jadi anak... sering jadi korban visi orang tua... akhirnya ikut les piano, les balet, les beladiri, dan sebagainya...
    "Mille millions de mille milliards de mille sabords!"

  17. #17
    pelanggan sejati ndugu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    7,681
    jaman skarang, jadi anak susah juga ya

  18. #18
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    kalo bisa coba ngobrol2 sama guru2nya.
    sebetulnya inti utama dari sekolah ada di sang guru, sekolah cuma kasi fasilitas2 dan program2.

    hati2 loh sekarang banyak guru yg motivasinya cuma uang tapi tidak pernah benar2 mencintai pendidikan dan anak2.

  19. #19
    Chief Barista cha_n's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    11,544
    nahhhhhhhhhh itu die, gimane cari yang bener2 orientasi pendidikan.

    sori dori mori, sekolah dasar negeri bukannya kita ga demen yeeee, tapi mas david lebih takut ama jajanannya, gileeee ngeriiiiii..... dan susah ngebatesin anak kalau disekelilingnya banyak makanan ajaib entah dari mana, plus temen2nya makan juga... gimana ga ikut ngiler? padahal isinya?
    kecuali saya atau salah satu keluarga musti ngawal anak kemana2.

    jaman dulu mah belom separah sekarang. kecuali saya menyekolahkan di daerah (bukan kota besar) saya berani.
    kemaren sempet jadi bahan pertimbangan, ya udah kita pindah ke talun (kab. blitar) aja gimana? di sana sekolahnya malah lebih bener, murah, setiap sekolah ada lapangan bolanya (ga beda jauh ama jepang kan?) tapi kerjaan gimana? kebetulan rezekinya ada di jakarta... dilema...

    sedangkan SDN di daerah sini? sekelas aja ada yang 60 orang (gimana ngajarnya tuh?) trus lapangannya cuilikkkk men... anak mau eksplorasi gimna? sawah ga ada, asap knalpot di depan hidungnya...
    jaman saya dulu walo di kota, populasi mobil ga kayak sekarang, masih mungkin cari cebong di jakarta. lah sekarang?
    ...bersama kesusahan ada kemudahan...

    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n

    My Little Journey to India

  20. #20
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679
    sama aja chan, di Blora yang namanya SDN di depannya penuh dengan tukang jajanan. Blum lagi sekelas minimal 30 orang, seingetku taun kemaren ada SDN menerima tiga kelas yang diterima 140 anak apa ya...jadi sekelasnya berapa cuba? wah jelas buat anak2 yang aktivis macam Naomi jelas repot buat gurunya dan berbahaya, karena guru2 sepuh yang biasanya dijatah dapet ngajar kelas 1 dan 2 di SDN suka memandang tipe Naomi yang periang dan aktivis itu adalah anak nakal dan tidak bsia diatur, bisa jatuh tuh nilai2 raportnya karena mereka masih pake sistem like and dislike.

    Belum lagi guru2 SDN sekarang pake model buka kelas les di rumahnya, yang gak ikut les, biar pinter sekalipun jangan ngarep dilirik masuk 10 besar.

    Jadi, bukannya saya anti SDN, tapi kalau sistem mendidiknya begitu, jelas merugikan saya dan anak saya. Bener sih anak saya diajarin kuat, tapi kalau sampe mengerdilkan dia sih, mending enggak deh.

    Saya dulu juga sepemikiran sama Ronggo dan Purba.

    Ada TK di depan rumah kontrakan jaman masih di kalideres. Wah udah cita2, masukin sana aja deh Naomi. Mana TK ISlam lagi, lumayan deh.

    Eh tau2nya ketemu guru2nya sama2 jajan di warung depan sekolah. Ya ampun, ngomongnya mereka, jorok banget dan kayak bukan guru dari sekolah Islam. Gak ada tata kramanya, gak tipe pendidik. Langsung ilfil dah.

    Jadi bukan mau sok...masak iya anak gue dididik sama orang yang cara ngomongnya gak sopan gitu...melekat tuh bakalan cepet di otak si anak

Page 1 of 2 12 LastLast

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •