Page 1 of 2 12 LastLast
Results 1 to 20 of 32

Thread: Bisnis Kuliner

  1. #1
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288

    Bisnis Kuliner

    Ada 4 jenis Restaurant yaitu:

    1. Restaurant yang menyajikan makanan umum tapi dengan lebih istimewa
    2. Restaurant yang menyajikan makanan istimewa menjadi lebih umum
    3. Restaurant yang menyajikan makanan umum
    4. Restaurant yang menyajikan makanan Istimewa

    Yang masuk kategori 1 contohnya:
    - Gado2 Boplo
    - Sate Padang Mak Syukur
    - Kwetiaw Sapi Achiap
    - Mbok Berek
    - Nasi Uduk Kebon Kacang
    - dll
    Mereka bermain di makanan2 yang umum tapi dengan modifikasi atau dengan penyajian yang lebih istimewa dari biasanya.

    Yang masuk kategori 2 contohnya:
    - Hoka Hoka Bento
    - Pizza Hut
    - McDonald
    - Kentucky Fried Chicken
    - Dunkin Donut

    Mereka membawa makanan yang tidak umum bagi masyarakat Indonesia tapi kemudian dibuat memasyarakat.


    Kategori 3:
    Banyak pengusaha makanan yang bermain di Komoditi, makanan hanya sebagai pengganjal perut, tanpa keistimewaan.
    Misalnya mereka yang bermain di Kantin2, warung pecel lele, nasgor, mie tek-tek dll

    Kategori 4:
    Selain itu banyak juga Restaurant yang bermain di level Tinggi, namun tidak menjadi populer karena tidak membawa makanan tersebut ke level umum,
    Misalnya mereka yang bermain di Restaurant2 di Hotel2, Restaurant Prancis, Restaurant Jepang dll

    --------------------------------------



    Bisa ditebak bahwa Restaurant tipe 1 dan 2 adalah tipe yang menjanjikan keuntungan paling spektakuler.

    Tipe 3 tidak memberikan keuntungan yang besar tapi bisa dimulai dengan modal yang kecil dan pengetahuan yang terbatas.

    Tipe 4 bisa memberikan keuntungan besar tapi juga membutuhkan modal yang sangat besar dan keahlian yang juga tinggi.

    Mari kita bahas Restaurant tipe 1 dan 2...

    Restaurant Tipe 1 yaitu mereka yang memodifikasi makanan umum menjadi istimewa,
    Misalnya Kwetiaw Kerang di Pluit dan Kwetiaw Achiap di Mangga Besar.

    Kwetiaw adalah makanan yang sangat umum, meskipun tidak se umum Mie atau nasgor.
    Tapi masalahnya, Orang Indonesia kesulitan untuk mendapatkan Kwetiaw yang enak dan Halal!

    Kwetiaw yang dijual di gerobak tek-tek rasanya sangat alot, terlalu kenyal seperti makan karet, juga tidak menggunakan kaldu dan daging yang cukup.
    Sedangkan Kwetiaw Medan yang bertebaran di Jakarta Utara hampir semuanya mengandung Babi.

    Maka jangan heran kalau Kwetiaw Achiap, Kwetiaw Seroja, Kwetiaw 78, Kwetiaw Jangkung, Kwetiaw Achai dan Kwetiaw Kerang mendapat respon sangat baik dari masyarakat.

    Ini adalah satu jurus rahasia Restaurant sukses, yaitu membuat masakan biasa menjadi lebih istimewa.
    Bermain dipasar yang luas dan merebut pangsa pasar yang besar.


    -----------------------------------------

    Lalu Restaurant Tipe 2, mereka yang membawa makanan Istimewa ke lvl umum...

    Sebelum Pizza Hut datang ke Indonesia, berapa banyak orang Indonesia yang mengenal Pizza ?
    Demikian pula dengan Hoka Hoka Bento, sebelum Hokben, makanan Jepang adalah makanan mahal dan rasanya belum tentu cocok dengan lidah orang Indonesia, tapi Hokben mempertemukan selera Orang Indonesia dengan makanan Jepang yang sudah agak dimodifikasikan dan dengan harga yang sudah disesuaikan dengan kemampuan umum.

    Fenomena yang sama pernah dicoba oleh Bubble Tea, Roti Abon dan Roti Boy, mereka juga sempat mengalami Booming karena orang suka dengan segala sesuatu yang baru.
    Tapi sayang kehebohan tersebut tidak berlangsung lama.

    Betul, orang selalu terkesima dengan suatu yang baru...
    Misalnya Sapi Lada Hitam, Udang Goreng Mayonaise, Kepiting Papua, Peking Duck dll... mereka pernah mengalami popularitas yang kemudian segera dicopy oleh banyak restaurant2.

    Teknik ini mudah dimulai tapi sulit dipertahankan,
    Caranya mudah, cari sesuatu yang baru lalu perkenalkan dimasyarakat dengan heboh.

    ---------- Post Merged at 01:50 AM ----------

    Prinsip dasar para bisnis man adalah, melihat kebutuhan masyarakat lalu berusaha memenuhinya.

    Jadi titik pertama dalam mendirikan Restaurant adalah : Melihat kebutuhan masyarakat.

    Banyak orang gagal dalam tahap ini karena mereka mendirikan Restaurant tanpa melihat kebutuhan masyarakat tapi hanya melihat kebutuhan diri sendiri (butuh income tambahan, butuh kerjaan, butuh kegiatan dll).
    Maka saya kadang heran, dilokasi yang sudah ada 5 warung pempek palembang yang rata2 sepi, masih ada lagi yang buka warung pempek palembang yang ke 6... akhirnya pada berguguran semua.

    Coba amati masyarakat dengan mata terbuka dan hati yang jujur, jangan dikotori oleh ambisi2 pribadi (ambisi boleh tapi jangan sampai merecoki logika), lihat benar apa kebutuhan masyarakat didaerah tersebut.

    Misalnya diwilayah bisnis dan kantoran dimana banyak orang butuh makan siang, tapi setelah anda perhatikan ternyata hampir semua warung menyediakan makanan sekelas warteg, pasti banyak masyarakat yang membutuhkan makanan varian lain, anda bisa buka warung soto disana atau lainnya.

    ---------- Post Merged at 01:53 AM ----------

    Menjalankan bisnis makanan membutuhkan logika yang wajar.

    Dasarnya adalah jangan berpikir yang aneh2 atau ruwet2 dulu, perhatikan hal2 basic dan benahi semuanya supaya sesuai dengan logika.

    Contohnya begini,

    Logikanya orang suka makanan enak dan tidak suka makanan yang tidak enak, jadi agar selaras dengan logika ya gampang... bikin makanan yang enak.

    Logikanya orang baru akan mampir ke restaurant kita kalau mereka tahu disitu ada restaurant, kalau mereka gak tau ya gak mungkin mereka datang...
    jadi supaya selaras dengan logika ya buatlah pemberitahuan, bisa dengan spanduk yang besar2, iklan2, brosur2 atau ubah penampilan luar restaurant supaya menarik perhatian.

    nah logika2 semacam ini harus terus menerus di cek n recek,
    misalnya anda menargetkan pelanggan dari kelas atas, tapi beras yang anda gunakan murah dan kalah jauh daripada beras yang pelanggan anda gunakan dirumah, ini sebuah cacad logika, harus segera dibetulkan.

    atau anda mengincar segmen bawah tapi penampilan restaurant anda kelihatan high class bisa2 potential customer anda pada takut mampir...

    Sepanjang anda menjalankan bisnis tentu banyak kesalahan2 yang anda lakukan, ini pekerjaan setiap hari: selalu cari kesalahan logika apa yang ada dalam bisnis restaurant anda, lalu segera perbaiki.

    ------------------------------------------------------------------------------------

    Pernah berpikir mengapa Michael Jackson, Jacky Chan, BMW, Rolex, KFC dll meraih kesuksesan ?

    Orang menyukai mereka karena mereka benar2 mengerjakan bidang mereka dengan penuh dedikasi dan totalitas shingga mereka menjadi yang terbaik dibidangnya.
    Orang selalu ingin mendapatkan segala sesuatu yang terbaik, dan mereka2 ini menyediakannya.

    Maka jadilah yang terbaik.

    Tidak perlu terbaik dalam segala bidang, cukup menjadi yang terbaik dibidang kita dan di lingkungan kita.
    Kalau kita jualan bakso, terus menerus perbaiki kualitas makanan dan pelayanan untuk kita menjadi yg terbaik yang bisa diperoleh orang dilingkungan kita.

    Maka jangan pernah berhenti belajar dan jangan mudah puas, terus menerus menuntut diri untuk bisa memberi pelayanan yang lebih baik kepada orang lain, orang yang punya mental seperti ini pasti akan sukses.
    Last edited by AsLan; 18-12-2012 at 01:56 AM.

  2. #2
    Chief Cook ndableg's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    5,910
    Jualan kentang goreng laku gak sih? Kentang goreng belanda pake mayonaise gitu?


    Ato ud ada?

  3. #3
    Barista lily's Avatar
    Join Date
    May 2012
    Location
    a place called home
    Posts
    12,753
    udah ada om ndableg... kalo disini namanya K Patats...

    @om Aslan : yang masuk kategori 2 itu produk franchise luar ya ?

    saya mau cerita dikit ya...

    saya punya teman , usaha Kafe Pisa di Surabaya. Awalnya dia buka , dia pinjam modal di bank , saya tanya - tanya berapa lama balik modal ? kata dia 2 taon... tapi tiap bulan dia juga harus nyetor berapa persen gitu dari totalnya...

    kalo kayak gitu , berat juga ya , lumayan kan berapa persen itu...

    then yang nomor 3 ,

    ada teman saya di Jakarta , usaha kantin. dia masak sendiri , dijualin di sebuah gedung di Jakarta (saya lupa). rame banget... sehari bisa dapet 1,5 juta. lumayan juga kan ???

    then...

    sepupu saya pernah buka resto di mall Surabaya , dia buat ruangan kayak taman bunga gitu , duduk di ayunan dll. terus piring , gelas unik semua bentuknya.

    awal dia buka wuah rame banget... tapi cuma pas weekend aja. akhirnya tutup , karena ga kuat bayar pegawai dll , karena pas weekdays saya kesana , bener - bener sepi , ga ada yang makan...

    kalo kayak gini , ga terduga juga kan ???
    Last edited by lily; 18-12-2012 at 08:18 AM.
    - I'm such a very lucky woman and have a very lucky life -

  4. #4
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679
    saya jualan kue, diiderin sama beberapa orang...lumayaaaaan bisa jajan deh hasilnya

  5. #5
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    Quote Originally Posted by ndableg View Post
    Jualan kentang goreng laku gak sih? Kentang goreng belanda pake mayonaise gitu?


    Ato ud ada?
    Jualan Kentang Goreng ?

    gw pernah liat beberapa yg jual, tapi gak dijalanin dengan serius karena cuma produk sampingan.

    Gw pribadi doyang banget kentang goreng, biasanya beli kentang goreng beku di supermarket lalu goreng sendiri.
    Jualan kentang goreng kalo dijalankan dengan serius dan kreatif pasti ada peluang suksesnya.

    ---------- Post Merged at 10:03 PM ----------

    Quote Originally Posted by lily View Post
    udah ada om ndableg... kalo disini namanya K Patats...

    @om Aslan : yang masuk kategori 2 itu produk franchise luar ya ?

    saya mau cerita dikit ya...

    saya punya teman , usaha Kafe Pisa di Surabaya. Awalnya dia buka , dia pinjam modal di bank , saya tanya - tanya berapa lama balik modal ? kata dia 2 taon... tapi tiap bulan dia juga harus nyetor berapa persen gitu dari totalnya...

    kalo kayak gitu , berat juga ya , lumayan kan berapa persen itu...

    then yang nomor 3 ,

    ada teman saya di Jakarta , usaha kantin. dia masak sendiri , dijualin di sebuah gedung di Jakarta (saya lupa). rame banget... sehari bisa dapet 1,5 juta. lumayan juga kan ???

    then...

    sepupu saya pernah buka resto di mall Surabaya , dia buat ruangan kayak taman bunga gitu , duduk di ayunan dll. terus piring , gelas unik semua bentuknya.

    awal dia buka wuah rame banget... tapi cuma pas weekend aja. akhirnya tutup , karena ga kuat bayar pegawai dll , karena pas weekdays saya kesana , bener - bener sepi , ga ada yang makan...

    kalo kayak gini , ga terduga juga kan ???
    Kalo sebuah restoran lakunya cuma di weekend, pasti karena orang merasa restoran itu mahal sehingga gak bisa buat tempat makan sehari2, cuma buat rekreasi di akhir minggu.

    ---> kalo sudah tahu masalah ini, tentunya ada banyak langkah2 yg bisa dilakukan untuk perbaikan.

    ---------- Post Merged at 10:06 PM ----------

    Quote Originally Posted by BundaNa View Post
    saya jualan kue, diiderin sama beberapa orang...lumayaaaaan bisa jajan deh hasilnya
    kalo di jakarta biasanya orang gak buat kue sendiri tapi belanja di pasar senen, segala jenis kue ada disana dengan harga gorsir, pagi2 orang pada belanja disana lalu diecerkan diseluruh penjuru jakarta.

    bisnis yg mengandalkan sales harus benar2 menjaga hubungan dengan salesnya, beri dia keuntungan yg baik, nantinya kita bisa menitip lebih banyak jenis produk untuk dia pasarkan.

  6. #6
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    Saya sering ngobrol2 dengan koh Achiap, pemilik Kwetiaw Achiap di mangga besar, menurut dia memasak adalah suatu "Show" bahkan dia bilang memasak Chinese Food itu seperti main Kung Fu dan performance yang mantap akan membuat pelanggan puas.
    Itu sebabnya dia mengharuskan tukang masaknya bekerja dengan ramai, daging dan sayur harus dipotong dengan bacokan yang cepat dan keras, wajan harus diangkat2 dan masak harus ribut. Masak pelan2 bisa membuat pelanggan ragu.

    Dia bilang saat muda dia bisa memasak 10 porsi Kwetiaw dan melempar2kannya diatas wajan dengan satu tangan... it's part of the show.

    ---------------------------------------------------------------------------

    ask...

    "apakah benar J.Co dan Breadtalk pada masa pembukaan membayar orang untuk mengantri?"

    karena antrian-nya mereka yang legendaris itu (apalagi breadtalk kelapa gading pas awal2 buka) yg bikin mereka jadi booming banget dan hampir dikenal semua orang.. semua orang nggosipin dan mendewakan fireflossnya breadtalk (yg emang enak si buat gw, terlepas dari bahan2 kimianya yang sering dibilang orang) dan firefloss sampe jadi barang yang begitu berharga buat dijadiin oleh2 ke orang lain karena terkenal perlu perjuangan buat dapetinnya

    padahal ngomong fair2an, secara rasa, mereka nggak jauh beda dengan direct competitor mereka.. lets say.. i crave, ring-o, dll (tetep beda, somehow gw lebih prefer icrave drpd jco, others disagree, selera masing2 deh) tapi kalo diliat2 donut yg survive ya j.co itu.. yg laen mulai kena seleksi alam.. pindah ke mall2 yang kelas di bawahnya.. atau gugur sama sekali

    jelas yg pengaruh disini itu marketingnya, dan menurut gw marketing mereka yang paling hebat itu ya pas awal2 buka, dibikin orang harus ngantri dan penasaran.. ditunjang dengan inovasi produk dan suasana + service yang bagus, mereka bisa menang dari yg laennya..

    kalo menurut gw, terlepas dari bener mereka ngebayar orang atau ngga, strategi ini termasuk taktik "kotor" yang sangat efektif, karena bayangin agan mau masuk ke restoran.. katakanlah restoran seafood, tapi disitu agan liat nggak ada 1pun orang yang duduk, alias sepi senyap.. apa agan nggak mikir 99 kali untuk masuk dan jadi orang yang pertama? padahal bisa jadi masakan mereka enak2 dan harga mereka juga reasonable..!!
    Mengenai orang bayaran untuk meramaikan gerai makanan yang baru buka, rasanya itu wajar2 saja karena tuntutan masyarakat, siapa suruh orang menilai sebuah restaurant dari ramainya pengunjung

    Ibarat orang menilai buku dari covernya sehingga buku2 didesign dengan cover sebagus mungkin atau Pria menilai wanita dari kecantikannya sehingga wanita melakukan operasi plastik.

    Kalau masyarakat mau menilai secara objektif, dari rasa makanan, kualitas, pelayanan dan harga, tentu sulit dibohongi dengan trik2 semacam itu.

    Secara etika bisnis, masih halal deh.


    ----------------------------------------------------------------------------------


    Selanjutnya dalam menjalankan bisnis apapun termasuk bisnis makanan, kita harus lincah, luwes dan aktif bergerak.
    Maksudnya adalah, jangan kaku.

    Banyak sekali pebisnis makanan yang kaku, hanya mempunyai satu rencana yang tak pernah di evaluasi sejak awal. Padahal kita tahu bahwa kondisi bisnis selalu berubah, pasti akan datang kompetitor2 dan berbagai masalah lain.

    Contoh,
    Misalnya kondisi jalan disekitar restaurant kita semakin rusak dan sepi karena orang2 malas melaluinya, apakah kita mau tetap diam dan pasrah menunggu pelanggan yang jumlahnya semakin sedikit ?
    Atau maukah kita bergerak dan menciptakan strategi lain ?

    Setiap kali terjadi penurunan penjualan, pemilik restaurant harus membuat analisa, apa yang menyebabkan hal tersebut sampai terjadi.
    Kalau penyebabnya tidak diketahui, maka solusinya pun tidak mungkin ada.
    Kalau penyebabnya diketahui, solusinya pun belum tentu mudah.

    Jadi, pemilik Bisnis makanan haruslah seorang yang cukup cerdas, bisa berpikir logis dan mampu menganalisa berbagai kasus secara objektif.
    Lalu ia harus berani bertindak untuk memecahkan masalah.

    Jangan pernah berpikir bahwa membuka bisnis makanan itu hanya tinggal duduk diam di meja kasir dan menerima duit.

    ---------------------------------------------------------------------------------

    Tadi sore saya makan sendirian disebuah restoran cepat saji Amerika yang sangat ramai, Mc...
    Saya jadi ingat dulu pernah ikut2an teman kuliah management di Untar, padahal saya anak teknik Trisakti nah kebetulan saat itu sedang pelajaran marketing dan dosennya mengajarkan 1 teori yaitu "Bisnis jangan melawan Pasar"
    Saat itu juga ada seorang mahasiswa yang angkat tangan dan protes, dia mengambil contoh McDonald yang jelas2 makanan barat dari budaya barat tapi bisa sukses di Indonesia, inikan artinya McD berhasil melawan Pasar.

    Dosennya bingung dan memuji si mahasiswa yg kritis tersebut tanpa ada jawaban.

    Padahal dalam hati saya tahu jelas bahwa McD sama sekali TIDAK melawan Pasar.
    Betul bahwa Hamburger adalah makanan barat, tapi ingat bahwa orang2 Muda di Asia sedang mengikuti arus budaya Barat. Itu sebabnya anak2 muda kita mendengarkan lagu2 barat, berpakaian gaya barat dan mencari makanan barat.
    Maka saat McD masuk ke Indonesia, dia sedang menunggangi Pasar, bukan melawan Pasar.
    Ia mengakomodasi keinginan anak2 muda terhadap makanan barat, makanan cepat saji dan tempat makan yang enak untuk nongkrong bareng teman.

    Dan McD tidak kaku terhadap budaya, itu sebabnya McD Indonesia menyediakan Nasi dan Sambal.

    Juga McD sama sekali tidak berusaha menarik kaum tua seperti bapak saya yang sama sekali tidak mau menyentuh Hamburger atau seperti Koh Achiap (Pemilik Kwetiaw Achiap di Mangga Besar) yang sama sekali tidak mau makan ayam negri, McD tidak mau bersusah payah memaksa pangsa pasar yang bukan miliknya.

    Nah kalau kasus diatas kita ambil hikmahnya, maka intinya adalah :
    1. Cari tahu apa kemauan pasar
    2. Penuhi

    Jangan mengambil jalan yang ini:
    1. Buat sebuah produk
    2. Paksa pasar untuk menyukainya

    Contoh kasarnya begini, kita membuat warung makanan rumahan diperumahan, masakan kita sama dengan masakan para ibu2 atau para pembantu dirumah2, maka bisa dibilang bahwa pasar disana tidak banyak yang membutuhkan pelayanan kita.
    Atau kita membuat restaurant mewah (seporsi masakan diatas Rp 50rb) diwilayah perumahan murah (harga rumah rata2 Rp 250jt).
    Atau contoh lain kita membuat restaurant non-halal diwilayah pemukiman yang mayoritasnya muslim.

    Jadi yang harus kita lakukan adalah : Analisa kebutuhan masyarakat sekitar dan penuhi.

    Contohnya kalau kita lihat bahwa banyak orang yang bangun kesiangan dan harus buru2 pergi ke kantor tanpa sempat menyiapkan makanan, kita buat makanan cepat saji di pagi hari.
    Atau banyak ibu2 di perumahan yang tidak sempat masak dan tidak bisa keluar karena tidak punya kendaraan, maka kita buat layanan makanan delivery yang baik.
    dst...

    Semakin jago kita menganalisa kebutuhan masyarakat, semakin banyak uang mengalir ke kantung kita.

    Jadi jangan mulai bisnis dengan angan2 yang indah2 yang belum tentu dibutuhkan oleh masyarakat, lebih baik mulai dengan ide2 yang berorientasi kepada market.

    "Barang siapa ingin menjadi besar, ia harus berorientasi melayani kebutuhan orang lain"

  7. #7
    Chief Cook ndableg's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    5,910
    Quote Originally Posted by AsLan View Post
    Jualan Kentang Goreng ?

    gw pernah liat beberapa yg jual, tapi gak dijalanin dengan serius karena cuma produk sampingan.

    Gw pribadi doyang banget kentang goreng, biasanya beli kentang goreng beku di supermarket lalu goreng sendiri.
    Jualan kentang goreng kalo dijalankan dengan serius dan kreatif pasti ada peluang suksesnya.
    Wah.. boleh tuh.. itu kan gorengan jg.

  8. #8
    Barista lily's Avatar
    Join Date
    May 2012
    Location
    a place called home
    Posts
    12,753
    Quote Originally Posted by AsLan View Post
    Saya sering ngobrol2 dengan koh Achiap, pemilik Kwetiaw Achiap di mangga besar,
    lo ??? seingat saya namanya Ko David , bukan ya ???


    Quote Originally Posted by AsLan View Post
    Itu sebabnya dia mengharuskan tukang masaknya bekerja dengan ramai, daging dan sayur harus dipotong dengan bacokan yang cepat dan keras, wajan harus diangkat2 dan masak harus ribut. Masak pelan2 bisa membuat pelanggan ragu.
    bener banget , kalo di Chinese resto selalu ribut banget pas masak , asapnya juga ngebul - ngebul... ditambah sekarang ada kan mie tarik , keren tuh cara pembuatannya... itu juga show kan


    then soal marketing yang membayar orang antri... sering kok , saya makan di resto ya , di depannya mobil berjejer , pas masuk , gubrak yang makan cuma 1 orang


    Quote Originally Posted by AsLan View Post
    Jangan pernah berpikir bahwa membuka bisnis makanan itu hanya tinggal duduk diam di meja kasir dan menerima duit.
    saya juga pernah makan di suatu resto , yang punya ramah banget , sampe tanya gimana rasa masakan bla bla bla... sampe sungkan saya jawabnya kalo pas ga enak hahahahaha


    Quote Originally Posted by AsLan View Post
    Contoh kasarnya begini, kita membuat warung makanan rumahan diperumahan, masakan kita sama dengan masakan para ibu2 atau para pembantu dirumah2, maka bisa dibilang bahwa pasar disana tidak banyak yang membutuhkan pelayanan kita.
    Atau kita membuat restaurant mewah (seporsi masakan diatas Rp 50rb) diwilayah perumahan murah (harga rumah rata2 Rp 250jt).
    Atau contoh lain kita membuat restaurant non-halal diwilayah pemukiman yang mayoritasnya muslim.

    Jadi yang harus kita lakukan adalah : Analisa kebutuhan masyarakat sekitar dan penuhi.

    Contohnya kalau kita lihat bahwa banyak orang yang bangun kesiangan dan harus buru2 pergi ke kantor tanpa sempat menyiapkan makanan, kita buat makanan cepat saji di pagi hari.
    Atau banyak ibu2 di perumahan yang tidak sempat masak dan tidak bisa keluar karena tidak punya kendaraan, maka kita buat layanan makanan delivery yang baik.
    dst...

    Semakin jago kita menganalisa kebutuhan masyarakat, semakin banyak uang mengalir ke kantung kita.
    om kalo yang ini... faktor luck menentukan juga ga sih ? soalnya kan kayak di atas , saya cerita sodara saya buka resto di mall , dan sepi...

    dia buka di mall mewah , dan harga makanannya emang 40 rb an ke atas juga. karena saya tau sendiri , untuk bayar sewa disana memakai dolar , jadi ya menyesuaikan antara harga makanan dan harga sewa tempat.

    buka di mall mewah , harga makanan ga terlalu tinggi untuk kalangan menengah ke atas.

    menurut saya , lebi mahal makanan di Social House , tapi kok SoHo rame banget ya ???
    - I'm such a very lucky woman and have a very lucky life -

  9. #9
    pelanggan setia serendipity's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Location
    Jakarta
    Posts
    4,769
    tiba2 baca trit ini.

    @ lily
    SoHo dimana yg rame? IMO itu kaya perkumpulan sosialita bukan sih. kalo di GI kayanya rame cuma weekend doank.

    gw tertarik buat bikin resto sendiri, cuma kembali lagi. Ujung-ujungnya duit. Belom cukup modal.

    Faktor luck juga ngefek ya, menurut gw iCrave donutnya jauh lebih enak dibanding j.co. Eh malah di indo sini iCrave bangkrut.

    Semakin kesini gw liat emang banyak faktor buat seseorang buka restoran, ada yg emang pure ngarepin keuntungan. Tapi ada juga yg mau cuci uang.

    Ternyata usut punya usut, beberapa resto yg harganya gak masuk akal alias diatas rata-rata pemiliknya adalah koruptor n penjual narkoba.

    Jadi gak usah terlalu wondering kenapa resto yg kosong tp tetep bertahan buka dan jualan

  10. #10
    pelanggan ndoz's Avatar
    Join Date
    Dec 2011
    Location
    surakarta hadiningrat
    Posts
    163
    Hehehe kuliner yah....kuliner menarik...saat KRISIS atau NON KRISIS...tetep aja ramai...
    Gw pernah mau usaha kuliner, tp dpt nasehat dr guru besar aka bokap. Akhirnya gw mundur pelan pelan....
    Ada plus minusnya koq. Nah gw bisa bantu untuk membesarkan hati kawan kawan

    Plus nya :
    1. Selama pantat manusia berlubang, kuliner tetep aja ada pasarnya.
    2. Modal kecil, harga jual berlipat lipat..misal es teh...modal brp tuh...bisa jual 1500-2000. Cap cai...sayuran dll modal 7000-9000. Di jual 20rb-25rb
    3. Kalo ramai ROI nya cepet bgt!

    Minus :
    1. Ketergantungan ama pegawai. Misal : koki ga ada ? mau masak sendiri ? tukang cuci ga ada ? dll
    2. Kalo pas kena kasus keracunan, fatal akibatnya. Atau pesaing yg pura pura keracunan....fatal sekali!
    3. Kalo dalam satu bulan ga ada perkembangan usaha, cepat cepat ganti menu....
    I am too positive to be doubtful
    Too optimistic to be fearful
    And too determined to be defeated

  11. #11
    Barista lily's Avatar
    Join Date
    May 2012
    Location
    a place called home
    Posts
    12,753
    [MENTION=125]serendipity[/MENTION] : HAH ? Resto apa ??? Yang buka bandar narkoba ?

    Saya sesekali doang ke SoHo , lha saya kan tinggal di Surabaya

    [MENTION=593]ndoz[/MENTION] : di Surabaya , ada resto namanya Singapore F. Resto ini sepi banget , padahal udah banting harga.

    Saya suka makan disini , soalnya makanannya OK lah , walopun ga enak banget. Dan ga mahal. Terakhir , karena kasian ama yang punya.

    Kasian soalnya dia pake sekitar 5 pegawai. Lha kalo sepi terus , rugi dong dia bayar pegawai.
    - I'm such a very lucky woman and have a very lucky life -

  12. #12
    pelanggan ndoz's Avatar
    Join Date
    Dec 2011
    Location
    surakarta hadiningrat
    Posts
    163
    [MENTION=854]lily[/MENTION]
    well...kalo di Surabaya / kota ramai di Indo. Case nya adalah, mau ga kita menerobos kemacetan demi sebuah makanan. Well jika ada yg nekat nempuh macet 1-2 jam demi makanan...sarkasme gw adalah "are you a pig or what?!"
    Gw kalo ke Sby, ke rumah cc gw di graha famili, gw ga bakal belain makan ke daerah Dharmahusada
    Intinya adalah, kalo sekarang ini adalah tren kuliner saat ini itu makanan ga perlu enak banget, yg penting deket, the price is reasonable, clean, and cozy (inget [KG] )

    Inget dijakarta waktu masih di BINUS aka Binasa Nusantara ...masa mau belain makan ropang ke daerah untar...well hello....di setiap sudut Kebun jeruk , rawa belong banyak warung ropang
    I am too positive to be doubtful
    Too optimistic to be fearful
    And too determined to be defeated

  13. #13
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679
    Pengen buka toko online kue, cuma perangkat onlinenya blum kumplit. Pengen jual2 yg agak tahan lama kayak biskuit, kukis, jelly, marshmellow, candy pop gitu. Tapi blum nemu resep yg pas

  14. #14
    pelanggan setia
    Join Date
    May 2011
    Posts
    4,935
    ngider2 aja dulu Bund ke toko2 kue online yang lain untuk nambah inspirasi.
    saya kemaren pesan puff pastry online karena susah dapatinnya di kampung halaman.
    website nya keramean menurut saya. tapi pelayanannya oke. harganya masuk akal.
    There is no comfort under the grow zone, and there is no grow under the comfort zone.

    Everyone wants happiness, no one wants pain.

    But you can't make a rainbow without a little rain.

  15. #15
    Quote Originally Posted by BundaNa View Post
    Pengen buka toko online kue, cuma perangkat onlinenya blum kumplit. Pengen jual2 yg agak tahan lama kayak biskuit, kukis, jelly, marshmellow, candy pop gitu. Tapi blum nemu resep yg pas
    resep ncc sip juga loh [MENTION=16]BundaNa[/MENTION] , anti gagal. saya suka ikut buat. palagi kalo resepnya ala ownernya, bu fatma bahalwan. mantep surantep. pas bikin buat lebaran kemaren pengen kukis kacang jadul. minta ajarin emak rasanya ngawur. pake resep ncc wuih sukses. cuma modak kacang, minyak sayur,gula ama terigu tok jadinya 3 toples.enak pula.

  16. #16
    Barista lily's Avatar
    Join Date
    May 2012
    Location
    a place called home
    Posts
    12,753
    Quote Originally Posted by ndoz View Post
    [MENTION=854]lily[/MENTION]
    well...kalo di Surabaya / kota ramai di Indo. Case nya adalah, mau ga kita menerobos kemacetan demi sebuah makanan. Well jika ada yg nekat nempuh macet 1-2 jam demi makanan...sarkasme gw adalah "are you a pig or what?!"
    Gw kalo ke Sby, ke rumah cc gw di graha famili, gw ga bakal belain makan ke daerah Dharmahusada
    Intinya adalah, kalo sekarang ini adalah tren kuliner saat ini itu makanan ga perlu enak banget, yg penting deket, the price is reasonable, clean, and cozy (inget [KG] )
    beuh Graha Family ? rumah lama saya dong

    kalo disana , biasa ke Supermall , makan yang murah di PTC hahaha...

    kalo di rumah baru , saya prefer makan di Food Festival.

    btw sekarang bisnis kuliner di Surabaya , mereka suka buat kayak semacam food court gede , yang isinya macem - macem stand.

    sayangnya , yang laku ya itu - itu doang. biasanya yang ada sambel ama ada gorengannya , misal bebek goreng , ayam goreng...

    ama yang punya nama. tipe - tipe franchise gitu.

    kalo ga punya nama , sepi.


    ---------- Post Merged at 10:21 AM ----------

    Quote Originally Posted by cherryerichan View Post
    minta ajarin emak rasanya ngawur.
    wuakakakaka sadis
    - I'm such a very lucky woman and have a very lucky life -

  17. #17
    pelanggan setia serendipity's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Location
    Jakarta
    Posts
    4,769
    Quote Originally Posted by lily View Post
    [MENTION=125]serendipity[/MENTION] : HAH ? Resto apa ??? Yang buka bandar narkoba ?

    Saya sesekali doang ke SoHo , lha saya kan tinggal di Surabaya
    bukan SoHo neng hahaha

    maksud saya, resto2 yg mahal ternyata ada yg jadi sarana cuci uang doank
    You were born with the ability to change someone's life - don't ever waste it.

  18. #18
    menurut cerita (buka restoran di Batam)

    Konsumen itu bukan dilihat dari penampilan suatu makanan yg dihidangkan sj, lokasi yang wah ato pegawai yang keren...
    tapi soal cita rasa yang utama, klo cita rasanya pas dan cocok dengan lidah konsumen mudah2an usaha akan langgeng itu yang utama.

    ke-2 kebersihan lokasi, pegawai, cara pengolahan makanan, coba kalo ada konsumen yg pas (maaf mau p1p15) geto kan harus kebelakang dapur, coba kalo kotor kan bisa infeel ndak jadi makan, jangan2 ntar malah si konsumen td bercerita diluar, "eh...ternyata disana dapurnya kotor, jorok, becek...dsb)

    ke-3 Lokasi, ndak perlu tempat yang mewah ato berkelas tetapi mencari lokasi yang strategis... yang gampang dilewati orang, terjangkau dengan egala fasisilitas baik roda 2, 4 ato pejalan kaki... nyaman tidak krowdit dsb

    ke-4 Faktor LUCK, klo garis tangan tidak ada di bidang kuliner sejauh apapun usaha tidak akan bisa maka imbangi lah dengan doa... goodluck ..

  19. #19
    pelanggan panda's Avatar
    Join Date
    Apr 2013
    Posts
    330
    resto ayam RIA ya kalau ga salah , ada cabang di Batam dll , banyak banget.

  20. #20
    pelanggan jakhost's Avatar
    Join Date
    Apr 2014
    Location
    Jakarta Barat
    Posts
    200
    bisnis stick kentang patut dicoba gan

Page 1 of 2 12 LastLast

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •