Page 1 of 2 12 LastLast
Results 1 to 20 of 38

Thread: Masalah kompleks dalam berkeluarga

  1. #1
    juragan kopi noodles maniac's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    Noodle Cafe
    Posts
    15,933

    Masalah kompleks dalam berkeluarga

    Sekedar ingin berbagi cerita, no... ini bukan masalah dalam keluarga gw namun temen kampus gw yang merupakan curcol di FB. Gw ingin tau pandangan dan pendapat dari teman-teman sekalian menghadapi masalah ini karena ini betul-betul pengalaman nyata dan jujur aja gw sebagai temen pun ikut kepikiran dan berempati kepadanya.

    Cerita dimulai seminggu yang lalu ketika temen gw ini sebut aja Timar yang sudah berkeluarga dengan dua orang anak harus operasi hernia (turun berok)di RS Budhi Jaya, Saharjo. Gw dapet info ini dari temen kampus yang lain (sebut aja Numa) via milis dan FB. Gw yang kebetulan lowong, gak ada aktivitas di rumah pun iseng membuat grup di FB mengumpulkan semua alumni temen kampus gw yang berceceran di FB untuk ngebantu Timar. Apalagi kata Numa kalo si Timar ini tidak memiliki pekerjaan tetap dan sempat meminta pekerjaan kepada temen-temennya. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa si Timar ini sedang kesulitan biaya.

    Antusiasme pun bersambut, simpati dan dukungan serta kekompakan untuk membantu Timar hingga akhirnya terkumpul dana yang lumayan dan diserahkan kepada Timar melalui temen kami Ai. Ai kemudian bercerita bahwa si Timar ini curcol... ada masalah yang akhirnya membuatku kepikiran juga. Jadi si Timar ini memiliki anak sulung yang sudah 1,5 tahun namun belum bisa berbicara dan berjalan dengan lancar. Masalah lainnya adalah ternyata hubungan dia dengan istrinya, anaknya serta mertuanya sedang tidak kondusif. Ini sudah terjadi sebelum Timar masuk RS. Yah gw sebagai temennya ingin sekali bisa ngebantu tapi ngebantu apa, toh akhirnya cuma sebatas doa. Di grup itu gw sudah posting tentang permasalahan yang dihadapi Timar, namun tampaknya memang masalah yang dihadapi Timar adalah masalah yang kompleks.

    Ok bola api sudah dilempar, silahkan mengemukakan pendapat yah... Ingin sharing masalah kompleks yang kalian temui juga boleh... tapi kalo bisa kita fokus untuk masalah Timar dulu aja ya


    Ini postingan dari Ai dan Timar...

    Quote Originally Posted by Ai
    Yuuhuuu.... Donasi sdh saya berikan td pagi yaaa... Timar sgt berterima kasih buat semuanya. Btw teman, ada yg bs ksh info ttg pertumbuhan bayi? Anak pertamanya Timar, sdh 1.5 thn tp blm bisa berjalan dan ngmg lancar. jd kl ada yg bs kasih solusi utk marta dan istri, bs langsung ke dia yah...
    Quote Originally Posted by Timar
    iya. Terapi. Banyak pertimbangan lagi. Skrg jg lg ada masalah ma mertua, istri & anak2 ma mertua. Sama istri sih udah baikan, tp sama ibu mertua & klrg-nya masih emosi. Gw dihina ma mereka, masih sakit hati gw. Skrg lg dlm proses damai

    Quote Originally Posted by Timar
    Aminnn. Lg byk cobaan. Selesai-in satu per satu. Hernia udah, skrg mau nyari kerja tetap / phasilan tetap. Trus ngontrak rumah atau beli rumah, aminn. Trus selesai-in masalah dg mertua. Klo dg istri, skrg udah baikan. Rencana, klo udah ada rumah sendiri, baru mau jemput istri dan Anak2

    Trus salah satu teman kami sebut saja Reti mencoba membantu dengan memposting suatu gambar tentang tahap perkembangan anak berikut penjelasannya...





    Quote Originally Posted by Reti
    itu hanya sebagian informasi mengenai DDTK balita. motorik kasar ataupun halus. tapi sebenarnya satu hal yang sangat penting dan kadang terlupakan, bahwa TIDAK ADA ANAK YANG BODOH DI DUNIA INI. yang ada adalah orang tua yang tidak mampu mengikuti & memahami kebutuhan perkembangan anaknya. karena pada dasarnya semakin sering kita melatih dan "melukis" dalam diri si anak, maka seperti itulah kita akan melihat perkembangan anak. semakin baik diklat dan lukisan kita maka semakin baik pula hasilnya. ingat ya.. saraf otak bayi akan semakin banyak terhubung (dan semakin cerdas) klo kita sering melatihnya. jangan pula lupa dua hal: KASIH SAYANG DAN ASI SAMPAI 2 TAHUN (MIN). **teman2 dpt menambahkan/mengoreksi, pasti banyak yg telah mendapatkan pengalaman lebih
    Last edited by noodles maniac; 18-12-2012 at 08:43 AM.
    Jika menurutmu hidup ini tidak menarik, maka buatlah hidupmu semenarik mungkin - Shinsaku Takasugi

    Impossible is nothing!

  2. #2
    Barista lily's Avatar
    Join Date
    May 2012
    Location
    a place called home
    Posts
    12,753
    masalah di dalam keluarga mereka apa ya del ?
    - I'm such a very lucky woman and have a very lucky life -

  3. #3
    Chief Barista cha_n's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    11,544
    masalah nya apa? anAk umur 1,5 tahun blm bisa jalan dan bicara lancar mah normal aja. banyak yang gitu tapi normal. kurang stimulasi aja.
    ...bersama kesusahan ada kemudahan...

    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n

    My Little Journey to India

  4. #4
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    temen gw anaknya umur 4 tahun blom bisa ngomong, paling beberapa patah kata, itupun ngaco.

  5. #5
    pelanggan setia Porcelain Doll's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    6,347
    itu kayanya nudel nulisnya belom bisa ngomong sama sekali ya?
    apa kaya dugaan chan, bisa ngomong tapi belom lancar?

    mau komen juga bingung kalo ga jelas gini duduk permasalahan yg mau ditanggapi
    jad kaya cuma komen cerita
    Popo Nest

  6. #6
    juragan kopi noodles maniac's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    Noodle Cafe
    Posts
    15,933
    Hehehe maap... infonya kurang lengkap yah?

    Di postingan awal dah gw tambahin copas dari FB gw tuh yang sedikit menggambarkan apa yang dialami oleh si Timar
    Jika menurutmu hidup ini tidak menarik, maka buatlah hidupmu semenarik mungkin - Shinsaku Takasugi

    Impossible is nothing!

  7. #7
    Barista lily's Avatar
    Join Date
    May 2012
    Location
    a place called home
    Posts
    12,753
    kayanya masalah dia ekonomi ya...

    dia sebagai pihak cowok , mungkin direndahkan mertuanya ya...

    karena ga punya kerjaan tetap , ga punya rumah , dan harus keluar biaya untuk operasi hernia...

    menurut saya... sebaiknya sih , karena dia udah baikan dengan istrinya... coba dibicarakan baik - baik dengan istrinya.

    saya merasa setiap pria selalu butuh dukungan dari orang terdekatnya , misal istrinya.

    karena dengan adanya dukungan , pasti keadaan Timar akan lebih semangat dan membaik...

    bayangin aja udah sakit , masi bermasalah ama keluarga... pasti berat buat dia...

    tapi saya sih selalu percaya , "Tuhan tidak akan memberikan masalah yang lebih berat dari apa yang sanggup kamu tanggung".

    then soal anaknya...

    dulu O juga terlambat jalan dan bicara , dan saya selalu jadi bahan omongan mertua , tapi saya selalu berdoa dan percaya bahwa O bisa jalan dan bicara.

    ga enak lah diomongin terus , tapi ya saya percaya bahwa O punya kemampuan berbeda dari keponakan yang laen , dan setau saya , pertumbuhan dan perkembangan setiap anak itu berbeda , ga bisa disama ratakan.

    kalopun di majalah parenting , ada step - step pertumbuhan , itu cuma bacaan , ga selalu sama kok.

    percaya aja pada kemampuan anaknya dan terus diajak ngobrol , bacain cerita , dan biasanya anak kan suka coba - coba berdiri sendiri , dari posisi duduk di lantai , diikuti aja...

    jadi orang tua , harus telaten sih ama pertumbuhan dan perkembangan anak , didampingi aja terus , dan percaya ama kemampuan anak

    ciao Timar you can do it !!!
    - I'm such a very lucky woman and have a very lucky life -

  8. #8
    juragan kopi noodles maniac's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    Noodle Cafe
    Posts
    15,933
    Thats it, gw juga jadi mikir gitu lily, berat banget masalah yang dihadapi Timar. Dia direndahin sama mertuanya karena gak memiliki pekerjaan tetap dan bisa jadi gajinya gak mencukupi makanya sampe bini dan mertuanya berkonflik sama dia. Terus ada masalah lagi dengan anaknya yang perkembangannya seperti itu, si Timar pasti bingung banget karena stigma negatif udah melekat di dirinya membuat apa yang Timar lakukan bisa jadi selalu salah di mata mertuanya. Gw sih nyaranin dia selesaiin dulu masalah dia sama istrinya, kemudian mertuanya. Baru fokus memikirkan anaknya, nah pada tahap ini kalo bisa meminta saran atau pendapat ortu dan mertuanya. Yang jadi masalah kalo ternyata ujung-ujungnya duit, pasti Timar lagi yang disalahin
    Jika menurutmu hidup ini tidak menarik, maka buatlah hidupmu semenarik mungkin - Shinsaku Takasugi

    Impossible is nothing!

  9. #9
    pelanggan tetap kirsh's Avatar
    Join Date
    Jul 2011
    Posts
    544
    kalo soal anak umur segitu, belum bisa jalan dan lancar bicara, itu masih wajar

  10. #10
    Chief Cook etca's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    aarde
    Posts
    11,168
    Kalau mau dijembrengin satusatu..
    di setiap keluarga itu pasti ada masalah, nah tergantung bagaimana menyikapinya.
    apakah menganggapnya masalah besar atau masalah yg memang 'sewajarnya' ada.
    perselisihan dengan ibu/bapak mertua ya ga usah diperbesar lah. wong ama ortu sendiri aja kita kadang ga cucok.
    apa pantes kek gituan dipublish di ruang publik (baca: FB)

    soal masih jobless, kalau emang belum ada pekerjaan tetap
    ya usahain berkarya dengan project2 underground yg bisa menghasilkan uang
    emang sih mungkin nominalnya ga sebanyak uang gajian per bulan.
    sekali lagi apa penting soal jobless dikoar2kan di ruang publik (baca FB)?

    soal anak yang belum bisa berjalan. keknya tiap anak memiliki spesifikasi sendiri2 deh,
    itu bocahnya penakut ga? emaknya bawel ga? dalam artian ceriwis mengenalkan kosa kata,
    trus kondisi fisiknya si anak pileren/sakit2an ga? sehingga mengurangi frekuensi latihan.
    fyi, saya dulu termasuk yang telat bisa berjalan. hampir usia 2 tahun baru bisa jalan.
    dikarenakan saya anaknya penakut, jarang latihan karena lebih sering sakit2an
    (record medis saya masuk rumkit dari usia 6 bulan s.d 5 tahun sangat tinggi).
    penanganan masalah berjalan, sampai dibawa terapi ke YPAC ama ortu,
    dibuatin kayak drum gede dari semacam karton keras, *saya masih ingat bentuk drum tsb*
    buat saya dorong2 untuk latihan berjalan.
    sampai dengan SMA, kalau telapak kaki bawah ditekan, empuk banget. kayak telapak tangan.
    sekarang aja kalau dibandingkan yg lain, ga sekeras orangorang pada umumnya.
    sekali lagi kondisi perkembangan tiap anak berbeda2.

    soal perkembangan kemampuan berbicara, termasuk biasa. karena ortu banyak mengenalkan kosa kata.
    Segala aktivitas yang tidak banyak gerak, otomatis banyak berkutat dengan buku.
    Itu yang memperlancar perbendaharaan kata, belajar menulis, membaca dan berhitung.

    intinya banyak berusaha. itu aja sih.
    once again, tiap keluarga ada permasalahannya sendirisendiri.
    just my two cent

  11. #11
    juragan kopi noodles maniac's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    Noodle Cafe
    Posts
    15,933
    Hehehe si Timar ini emang kayaknya termasuk orang yang ekstrovert alias gak malu mengumbar masalah pribadinya ke ruang publik, kayaknya di juga ada sebagian yang seperti itu . Yah whatever it is... jadi kesimpulan soal anaknya yang belum lancar ngomong dan jalan itu gak perlu dikuatirkan ya? yang harus diselesaikan apa dulu dong? punya kerjaan yang tetap sesuai dengan keinginan mertuanya atau ngotot dengan prinsip pribadi gak punya pekerjaan tetap asal pemasukan selalu ada. Kayaknya konflik menantu-mertua atau anak-ortu ini emang masalah klasik ya? masing-masing orang pasti pernah nemuin ini. Hufth...
    Jika menurutmu hidup ini tidak menarik, maka buatlah hidupmu semenarik mungkin - Shinsaku Takasugi

    Impossible is nothing!

  12. #12
    Barista lily's Avatar
    Join Date
    May 2012
    Location
    a place called home
    Posts
    12,753
    iya... saya suka curhat sih di KM...

    cara setiap orang mengekspresikan diri beda - beda ya... kalo menurut saya , Timar begitu , mungkin karena dia butuh support dari orang lain , karena no one wants to support him at home...

    saya pernah kok ada di posisi selalu salah di mata mertua. dan emang harus orang terdekat yang mensupport Timar.

    harus istrinya yang support dia. kalo istrinya makin menjatuhkan dia , gimana cara dia bisa bangkit.

    coba dibicarakan dulu ama istrinya , gimana enaknya ke depannya.

    mau usaha apa , dipikir berdua.

    kalo soal mertua , semisal emang mertuanya keras. ya coba istrinya aja sebagai anak mertuanya , yang jadi penengah antara suami dan orang tuanya.
    - I'm such a very lucky woman and have a very lucky life -

  13. #13
    juragan kopi noodles maniac's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    Noodle Cafe
    Posts
    15,933
    Good advice lily harusnya istrinya ngedukung suami ya..
    Jika menurutmu hidup ini tidak menarik, maka buatlah hidupmu semenarik mungkin - Shinsaku Takasugi

    Impossible is nothing!

  14. #14
    Chief Barista cha_n's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    11,544
    suka sama jawaban etca. mewakili hampir semua yang aku mau komentarin.
    abis ujian deh aku komen lagi *nyelem*
    ...bersama kesusahan ada kemudahan...

    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n

    My Little Journey to India

  15. #15
    juragan kopi noodles maniac's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    Noodle Cafe
    Posts
    15,933
    Ditunggu ya chan, biasanya gw suka komen dari lu
    Jika menurutmu hidup ini tidak menarik, maka buatlah hidupmu semenarik mungkin - Shinsaku Takasugi

    Impossible is nothing!

  16. #16
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679
    komennya etca udah kumplit tuh, del

    Kalo urusan blum punya pekerjaan tetap, mestinya disiasati yang penting timar berani move on dan ga malu meski serabutan asal ada pemasukan. Istri timar juga gak perlu gengsi bantu perekonomian keluarga. Dan istri Timar harus mampu menjaga nama suami di depan ortu dan keluarga si istri. Itu juga penting. Toh menikah dengan Timar itu pilihannya, mestinya bisa mensiasati gimana caranya Timar dihargai oleh ortunya.

    Mengenai anak, seberapa jauh gak lancar omong atau bicara di usia 1,5 tahun juga mesti gamblang, kalo blum lancar bicara tapi sudah bisa dimengerti orang sekelilingya, itu wajar, tinggal stimulasinya diperlancar, seperti jangan pernah bicara pelo di depan si anak sehingga si anak tau cara bicara yang benar. Kalo dia bisa berdiri2 sambil berpegangan tapi blum lancar jalan masih wajar usia segitu kog

  17. #17
    juragan kopi noodles maniac's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    Noodle Cafe
    Posts
    15,933
    Hehehe ok ok bund thanks...

    Tapi kalo mertuanya udah punya mindset yang jelek tentang mantunya gimana dong. Gw juga sering lho di kehidupan nyata, nemuin kasus dimana ibu mertua tuh pokoknya mikir yang jelek-jelek mulu tentang mantu nya. Seumur hidup bakal ngejalanin dan diperlakukan kayak gitu? butuh kesabaran yang luar biasa kan?
    Jika menurutmu hidup ini tidak menarik, maka buatlah hidupmu semenarik mungkin - Shinsaku Takasugi

    Impossible is nothing!

  18. #18
    Chief Cook etca's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    aarde
    Posts
    11,168
    emang ude sutandar kan?
    defaultnya kalau tinggal ama mertua atau menikah.
    kudu tameng baja hati n ampela.

    kawan ada yang 'direndahin' banget garagara ga kerja.
    tapi ama suaminya ga boleh kerja.
    belakangan dia 'nekat' jualan. market ya ibu2 sekitaran dan ibu2 temen2nya anaknya.
    modal? ga gede kok. asal kemauan. malah dia buat beli onlen dagangan untuk modal, pake duit orang lain dulu.
    begitu udah jadi duit karena udah banyak yg beli, dia balikin + uang laba.
    sekarang dia beliin keperluan sehari2 keluarganya ga perlu minta lagi ama suaminya.
    sang ibu mertua sudah bisa agak belajar menerima.

    intinya di kemauan, niat dan itikad.
    kalau mau sh!tnetron mah di keluarga manapun ada kok.
    bahkan di keluarga yang luarannya terlihat "baik-baik" aja,
    sering kali pada kenyataannya juga banyak "omongan" dari mertua.
    hanya saja gimana caranya dia nutupin ini semuanya aja.
    bukan melulu soal kesabaran, tapi yang namanya menikah. tidak berarti menikahi suami/istrinya doang.
    tapi harus bisa menerima sang mertua. itu udah ikatan mutlak. itu satu paket.
    kalau mau ngomongin keluhan mah, pritil-pritil semua bakalan dikeluhin n ga bakalan ada habisnya

    *kok gw berasa memadamkan segala upaya curcol-annya nudel yak

  19. #19
    juragan kopi noodles maniac's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    Noodle Cafe
    Posts
    15,933
    Quote Originally Posted by etca
    *kok gw berasa memadamkan segala upaya curcol-annya nudel yak
    Well that's the challenge isn't it?

    Tapi yah emang sih masing-masing pasangan ada aja ujiannya. Nah kebetulan si Timar ini emang dikasih ujian yang levelnya mayan sulit, dia belom punya pekerjaan tetep... dia habis ops... punya mertua yang bikin sakit hatinya dia... fyuh... sabaaaar.... sabaaaaaar....
    Jika menurutmu hidup ini tidak menarik, maka buatlah hidupmu semenarik mungkin - Shinsaku Takasugi

    Impossible is nothing!

  20. #20
    Chief Barista cha_n's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    11,544
    etca juara komentar nya!

    sejujurnya ya del, banyak yang nasibnya lebih parah dari temanmu itu, dan dia bisa dengan lebih berbesar hati buat menghadapinya.
    tiap orang punya cobaannya masing2.

    ada orang dekat yang aku kenal, papanya kanker paru2, anak 2, dia ga kerja (karena diminta pulang kampung ngurus papanya)
    yang bikin miris, mamanya yang awal minta tolong banget anaknya pulkam (sampai dia resign kerja dr kota asal) eh berbalik, istrinya kenalanku itu dihina2 (waktu nikah memang janda) trus dibilang boros. ditambah dianya emang ga ada penghasilan,
    semua kebutuhan dari ibu.

    sempat pingin balik ke kota asal, papanya ga ada yang urus (mamanya ga kuat buat nyebokin dan mandikan papa. bau katanya)

    sedang istrinya udah tekanan batin banget. anak2 juga gimana? si mama ga mau ngakuin menantunya itu.

    see?

    soal mertua, suamiku juga ngalamin... yang mana dia sampai detik ini bisa dihitung kerja serabutan. ortu tentu saja komentar mulu. (tp aku ga nyalahin ortuku. mereka hanya inginkan yang terbaik buatku dan keluarga ku. i love them both so much. cuma versi "terbaik buat hidup" antara aku dan ortu itu sedikit berbeda)
    itu sebabnya aku cari rumah sendiri. aku yang punya kerja tetap.
    di depan ortu, tentu saja harus belain suami. suami istri harus kompak dong.
    masalah di dalam, soal introspeksi dlsb itu urusan rt. tetap jalan. tapi jangan sampai orang lain ikut campur. bisa kacau dunia persilatan
    Last edited by cha_n; 18-12-2012 at 06:09 PM.

Page 1 of 2 12 LastLast

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •