-
9. BH : anda memfitnah Islam sebagai agama penindas dan umat Islam sebagai umat yang kejam dan anti toleransi terhadap umat lain terutama Kristen dan Cina. Padahal sesungguhnya meski mayorits mutlak, umat Islam Indonesia dalam kondisi tertindas oleh Kristen dan Katolik serta China yang menguasai politik, ekonomi dan media massa. Anda tidak melihat kondisi umat Islam di negara lain yang minoritas seperti Filipina Selatan, Thailand Selatan, Myanmar, India, Cina, Asia Tengah, bahkan Eropa dan AS. Mereka sekarang dalam kondisi tertindas oleh mayoritas Kristen dan Katolik, Hindu, Budha dan Komunis. Jadi anda benar-benar subyektif dan dipenuhi dengaan hati penuh dendam terhadap umat Islam.
HB : Pertanyaan ini murni tafsir anda. Saya tahu, banyak sekali tragedy kemanusiaan di dunia ini atas nama agama. Saya tidak menutup mata terhadap serangan keji Israel terhadap rakyat Palestina. Saya pun turut mengutuk perbuatan tanpa manusiawi di Bosnia, Minoritas muslim di Eropa, Thailand, China sebagaimana yang anda sebutkan. Akan tetapi, tak perlu kita menilai sesuatu terlalu jauh. Begitupula dalam film ini. Jika anda bisa melihat sisi negatif, film ini, kenapa sisi positifnya luput dari perhatian anda? Bukankah di akhir film saya menampilkan adegan Hendra terkesan dengan Asmaul Husna, membacanya, kemudian dia masuk Islam? Lalu di akhir adegan, Ustadz Wahyu mengatakan didalam masjid kepada Hendra bahwa : “Islam adalah agama yang mengajak manusia untuk terus menerus memperbaiki dirinya. Berusaha Ikhlas dan sabar. Menjadikan dirinya berarti bagi orang banyak ….”
10. BH: film ini mengajarkan kemusyrikan dimana semua agama itu pada hakekatnya sama untuk menuju tuhan yang sama. Kalau semua agama itu sama, maka orang tidak perlu beragama. Jadi film anda ini dengan sangat jelas mengajarkan faham atheisme dan komunisme.
HB: Bagian mana saya menampilkan bahwa semua agama sama? Adakah dalam adegan tersebut saya menampilkan seorang Islam sembahyang di Gereja? Atau seorang Kristen sembahyang di Masjid?
Barangkali anda tidak jeli ketika melihat adegan Rika yang menyatakan : “… Setiap manusia berjalan dalam setapaknya masing-masing. Mereka berjalan sendirian. Mereka bersama-sama berjalan kepada satu tujuan, yaitu … Tuhan.”
Coba perhatikan adegan tersebut dalam film: Apakah Rika menyatakan kata tersebut berdasarkan sebuah Kitab suci? … Rika hanya mengutip dari Novel yang akan diberikan kepada Surya sebagai hadiah Ulang Tahun. Perhatikan dialognya: “… Ini ada Novel bagus buat kamu. Aku mau bacakan. Ini juga kado buat kamu …”
Jadi Anggapan bahwa saya melalui film ini sedang mencampur adukkan agama, sangat tidak relevan. Apakah mungkin seorang berpendapat (apalagi menyoal agama) hanya berdasarkan novel?
Disisi lain, Jika kata-kata Rika (mengutip Novel) tersebut kita renungkan. Apakah selama ini kaum Nasrani di gereja tidak sedang melakukan sembahyang kepada Tuhannya? Begitu juga kaum Budha, Hindu, Yahudi? Apakah mereka disetiap sembahyang baik di gereja, klentheng, Pura sedang melakukan pemujaan kepada Setan? Apakah saya menyebut dalam FILM bahwa Allah Subhana wata’ala sebagai Tuhan Kaum Nasrani, Budha, Yahudi? Lalu dimana saya melakukan penyamarataan agama? Silakan lihat sekali lagi adegan filmnya …
11. BH: nasehat saya, bertobatlah segera sebelum azab Allah SWT menimpa anda, karena hidup di dunia ini hanya sementara dan tidak abadi. Belajarlah kembali mengenai Islam yang benar sesuai dengan Al Qur’an dan As Sunnah, bukan Islam yang diambil dari kaum Orientalis Barat dan para sineas berfaham sepilis yang sudah sangat jelas memusuhi Islam dan umat Islam.
HB: Disetiap akhir sholat, saya selalu menyatakan pertobatan kepada Allah dengan mengucap Istighfar. Begitupun disetiap saya melakukan kesalahan baik yang saya sengaja maupun tidak. Bagi saya, Film ini merupakan proses pembelajaran saya mengenal lebih dekat agama saya. Buat saya, belajar agama adalah belajar menjadi manusia. Saya mengagumi rosululloh bukan karena beliau utusan Allah semata-mata. Tapi karena Rosululloh memberikan tauladan kepada kita bagaimana menjadi manusia dalam keluarga, masyarakat dan Tuhannya.
Mari kita sama-sama terbuka. Kita saudara. Sama-sama pengikut Rosululloh. Sesama Muslim saling mengingatkan. Semoga diskusi ini bisa menjadi pembelajaran kita bersama. Amin ….
Salam
Hanung Bramantyo
Posting Permissions
- You may not post new threads
- You may not post replies
- You may not post attachments
- You may not edit your posts
-
Forum Rules