-
5. BH: seorang takmir masjid yang diperankan Surya (Agus Kuncoro) setelah dibujuk si murtadin Menuk, akhirnya bersedia berperan sebagai Yesus di Gereja pada perayaan Paskah. Apalagi itu dijalaninya setelah dia berkonsultasi dengan ustad muda yang berfikiran sesat menyesatkan pluralisme seperti anda yang diperakan David Chalik. Namun anehnya, setelah berperan menjadi Yesus demi mengejar bayaran tinggi, langsung membaca Surat Al Ikhlas di Masjid. Padahal Surat Al Ikhlas dengan tegas menolak konsep Allah mempunyai anak dan mengajarkan Tauhid. Apa anda ini kurang waras wahai si Hanung. Semoga pembalasan dari Allah atas diri anda.
HB : dalam film saya menggamnbarkan Surya adalah seorang aktor figuran. Di awal Film dikatakan dengan tegas lewat dialog: “… 10 tahun saya menjadi aktor cuma jadi figuran doang!!”
Sebagai aktor yang hanya jadi figuran, dia frustasi. Hingga menganggap bahwa hidupnya cuma SEKEDAR NUMPANG LEWAT. Dia diusir dari kontrakan karena menunggak bayar. Rika membantunya dengan menawari pekerjaan sebagai Yesus dengan biaya Mahal (perhatikan dialognya di warung soto). Semula Surya menolak. Tapi dia menerima dengan alasan yang sangat manusiwai bagi orang yang berprofesi sebagai aktor (figuran) : SELAMA HIDUPNYA TIDAK PERNAH BERPERAN SEBAGAI JAGOAN. Namun alasan itu tidak begitu saja dia gunakan untuk melegitimasi pilihannya. Dia konsultasi dengan Ustadz Wahyu (David Khalik). Menurut Ustadz, Semua itu tergantung dari HATIMU, maka JAGALAH HATIMU. Dari perkataan Ustadz tersebut, adakah dia menyarankan atau mendorong Surya menjadi Yesus? Ustadz memberikan kebebasan buat Surya untuk melakukan pilihannya. Dan Surya sudah memilih. Ketika di Masjid, Ustadz mengulang bertanya: “…Gimana? Sudah mantap hatimu?”. Lalu dijawab oleh Surya: “Insya Allah saya tetap Istiqomah.” Dijawab oleh David Khalik: “Amin …”
Setelah dialog tersebut, Surya kembali memantapkan hatinya denga bertafakur dimasjid. Matanya menatap hiasan dinding bertuliskan ASMA ALLAH diatas Mighrab.
Dari adegan tersebut, adakah saya melecehkan Islam? Apakah dengan menghargai pilihan seseorang itu sama saja melecehkan Islam? Bukankah Ustdaz sudah melakukan tugasnya MENGINGATKAN surya di awal adegan?
Jadi, tidak ada sedikitpun adegan yang menyatakan pelecehan terhadap agama Islam. Surya melakukan tugasnya sebagai aktor karena dia harus hidup. Bahkan untuk beli soto untuk sarapan saja dia tidak sanggup. Lagipula drama Paskah bukan ibadah. Tapi sebuah pertunjukan drama biasa. Ibadah Misa Jumat Agung dilaksanakan setelah pertunjukan Drama. Dalam hal ini Surya tidak melakukan ibadah bersama jemaah Kristiani di gereja. Namun oleh karena pesan Ustadz untuk senantiasa menguatkan hati, maka setelah memerankan drama Jesus, Surya membaca Surat Al Ikhlas berulang-ulang sambil menangis.
Adakah dari adegan tersebut saya melecehkan Islam? Silakan di cek lagi
6. BH: Kelima, tampaknya anda memang sudah gila, masak pada hari raya Idul Fitri yang pebuh dengan silaturahmi dan maaf memaafkan, umat Islam melakukan penyerbuan dengan tindakan anarkhis terhadap restoran Cina yang tetap buka sehari setelah Lebaran. Bahkan sebagai akibat dari penyerbuan itu, akhirnya si pemilik Tan Kat Sun meninggal dunia. Setelah itu anaknya Ping Hen (Rio Dewanto) sadar dan masuk Islam demi menikahi Menuk setelah menjadi janda karena ditinggal mati suaminya Soleh (Reza Rahadian), seorang Banser yang tewas terkena bom setelah menjaga Gereja pada hari Natal. Jadi orang menjadi muslim niatnya untuk menikahi gadis cantik. Sebagaimana anda menjadi sutradara berfaham Sepilis dengan kejam menceraikan istri yang telah melahirkan satu anak demi untuk menikahi gadis cantik yang jadi pesinetron. Film ini kok seperti kehidupan anda sendiri ya ?
HB: Saya benar-benar kagum dengan penafsiran anda soal adegan dalam film saya. Tidak heran anda menjadi seorang wartawan. Hehehe. Jika anda benar-benar mengamati adegan demi adegan, anda akan menemukan maksud dari penyerbuan tersebut.
Pertama, Penyerbuan itu didasari karena egositas dari hendra (ping Hend) yang hanya ingin mengejar keuntungan. Maka dari itu libur lebaran yang biasanya 5 hari, dipotong hanya sehari. Akibatnya, Menuk tidak bisa menemani keluarga jalan-jalan liburan lebaran.
Kedua, Penyerbuan tersebut didasari oleh rasa dendam Soleh (yang di adegan sebelumnya berkelahi dengan Hendra) dan cemburu karena Menuk lebih memilih bekerja di hari lebaran daripada menemani soleh dan keluarganya jalan-jalan.
Dalam adegan tersebut jelas tergambar SIKAP CEMBURU, MEMBABI BUTA, BODOH dan TERGESA-GESA pada diri Soleh yang mengakibatkan Tan Kat Sun meninggal. Sikap tersebut membuat Soleh menjadi rendah di mata Menuk: Lihat adegan selanjutnya: Menuk bersikap diam kepada Soleh. Meski masih meladeni sarapan, Menuk tetap tidak HANGAT dengan SOLEH. Hingga Soleh meminta maaf kepada Menuk. Namun, lagi-lagi Menuk tidak menanggapi dengan serius (perhatikan dialognya) : “…. Mas, jangan disini ya minta maafnya. Dirumah saja …” Dijawab oleh Surya: “Kamu dirumah terlalu sibuk dengan Mutia …” Menuk menimpali: “… dimana saja ASAL TIDAK DISINI …”
Penolakan Menuk itu yang membuat Soleh akhirnya memutuskan untuk memeluk BOM dan menghancurkan dirinya. Tujuannya? …. Agar dia menjadi Berarti dimata ISTERINYA.
Apakah adegan di Film menggambarkan Menuk bahagia dengan kematian Soleh, sehingga dengan begitu dia bebas menikah dengan Hendra? Apakah adegan di Film menggambarkan hendra juga bahagia dengan kematian Soleh sehingga hendra bisa punya kesempatan menikah sama Menuk?
Sungguh, saya kagum dengan tafsir anda. Hingga andapun bisa bebas sekali menafsirkan hidup saya. Semoga kita bisa menjalin silaturahmi lebih dekat sehingga anda bisa mengenal saya lebih baik, mas …
7. BH: si murtadin Endhita minta cerai gara-gara suaminya poligami. Karena dendam, kemudian dia menjadi murtad. Anda ingin mengajak penonton agar membenci poligami dan membolehkan murtad. Padahal Islam membolehkan poligami dan dibatasi hingga empat istri dan melarang dengan keras murtad dengan ancaman hukuman qishash. Seandainya anda setuju dan poligami dengan menikahi si pesinetron itu, anda tidak perlu menceraikan istri dan menelantarkan anak anda sendiri sehingga tanpa kasih sayang seorang ayah kandung dan dengan masa depan yang suram. Kasihan benar anak dan istri anda korban dari seorang ayah yang kejam penganut faham pluralisme dan anti poligami.
HB: Saya laki-laki yang tidak setuju dengan Poligami. Dalam pandangan saya, banyak umat Islam sudah menyelewengkan surat An Nisa sebagai sebuah legitimasi pelampiasan nafsu lelaki. Padahal sudah jelas didalam surat tersebut dikatakan : Wa inkhiftum alaa takdilu fa wakhidatan aumalakat aimanukum … Jika engkau TAKUT BERLAKU ADIL maka nikahilah seorang saja …
Jadi dalam melakukan poligami, syaratnya utamanya harus berlaku adil. Pertanyaan saya, bisakah manusia berlaku adil? Apakah lelaki bisa menjamin hati seorang wanita bisa ikhlas ketika dirinya di madu? Bukankah ketika kita menyakiti hati perempuan, maka itu sudah termasuk aniyaya?
Pendapat saya tidak didasari atas logika sebagaimana yang dituduhkan kepada orang-orang seperti saya: Memahami agama hanya dengan akal. Tapi pemahaman saya didasarkan pada pengalaman batin. Saya pernah hampir berpoligami. Disatu sisi saya merasa benar karena ada syariat. Disisi lain, saya melukai perasaan perempuan, perasaan anak-anak saya, keluarga dari pihak Isteri yang terpoligami dan juga masyarakat lingkungan isteri saya baik yang paling dekat maupun yang paling jauh. Apakah hanya karena syariat, maka keputusan saya menolak poligami adalah suatu sikap menentang syariat? Jika memang saya kemudian berpoligami, apakah saya juga akan mendapatkan jaminan sebagai manusia bersyariat sebagaimana yang anda harapkan? Apakah dengan saya berpoligami maka anak-anak saya akan hidup damai sejahtera sebagaimana bayangan anda? Alhamdulillah, anak saya sehat tidak kurang suatu apa tanpa saya harus berpoligami. Jika anda berkenan, silakan mengunjungi rumah saya dan saya kenalkan kepada anak-anak saya.
Sungguh, manusia adalah makhluk penuh kekurangan. Ijtihad adalah keniscayaan bagi manusia yang benar-benar memahami kekurangannya. Kebenaran Hanya di mata Allah …
8. BH: anda menghina Allah SWT dengan bacaan Asmaul Husna di Gereja dan dibacakan seorang pendeta (Deddy Sutomo) dengan nada sinis dan melecehkan. Masya’ Allah !
HB: saya menyelipkan Asmaul Husna di adegan pembacaan ‘Kesaksian : Tuhan di Mataku’ sebagai pemaknaan atas nama Tuhan yang indah dan UNIVERSAL. Asmaul Husna merupakan nama ALLAH yang meliputi segala yang Indah di Bumi dan Langit. Tidak ada nama Indah selain diriNya yang dimiliki agama lain. Maka ketika Pastur Dedi Sutomo meminta Rika untuk menuliskan kesaksiannya, Rika kesulitan. Sebagai seorang penganut agama baru, Rika tidak memiliki pengetahuan terhadap Tuhan barunya, maka dia menuliskan asmaul Husna karena dalam tiap-tiap namaNya (Ar Rahman : Maha Pengasih, Ar Rahiim : Maha Penyayang, dst) memiliki arti yang UNIVERSAL. Apakah itu melecehkan Islam? Apakah dedi Sutomo dalam membacakan Asmaul Husna juga terlihat sinis? Silakan anda tonton kembali filmnya, perhatikan ekspresinya …
(bersambung....)
Posting Permissions
- You may not post new threads
- You may not post replies
- You may not post attachments
- You may not edit your posts
-
Forum Rules