
Originally Posted by
Alip
Kita memang sedang membahas kepemilikan senjata api di Amerika, tentang saya tidak setuju mempersenjatai guru, lalu contoh itu berlanjut bahwa saya bahkan tidak membawa pisau di Indonesia karena saya memilih untuk tidak menyerah pada rasa takut dan ingin menjadi bagian dari gerakan kebaikan bagi Indonesia. Kalau itu dianggap itu sebagai personal attack dan eksploitasi atas kelemahan Aslan, maka saya betul-betul minta maaf tapi pada saat yang sama menyarankan Aslan untuk memeriksa sistem realita yang saat ini sedang bekerja di dalam kepala Aslan. Why it is always about you being cornered by bad guys?
Saya tidak menyalahkan orang yang memutuskan untuk memegang senjata api. Kepada mereka saya katakan let's agree to disagree. Didn't you read that in my earlier posts? Saya menggunakan hak jawab saya sebagai orang yang memilih untuk tidak menggunakan senjata api karena Aslan menganggap kami sebagai golongan manusia aneh yang menyia-nyiakan privilege... bukan sebagai orang yang secara sadar memilih pilihan lain.
Tapi tentu saja Aslan tidak bermaksud seperti itu dan saya cuma taking it too seriously and overly imaginative 'kan? ... and by the way, I am a gun lover, saya bisa menghabiskan waktu berjam-jam memandangi, membersihkan, meminyaki, dan mengelus-elus senjata api. Bajanya yang dingin memberi sensasi yang menyenangkan.
... dan tidak semua orang yang tidak punya fisik jagoan memilih untuk menghamba pada senjata. Dalam salah satu tayangan VoA beberapa hari lalu ada seorang perempuan yang menyerahkan senjatanya pada Sherrif dalam program "turn in your gun". Dia mengatakan "I don't need them". Buat saya itu keberanian, namun jika buat Aslan itu kebodohan kita selalu bisa agree untuk disagree. Mudah sekali kan? Tanpa perlu menjadi personal attack dan kita bisa lanjut membahas topik lain tanpa perlu ada hawa permusuhan.