Quote Originally Posted by Ronggolawe View Post
terus, apa jaminannya senjata itu tidak akan disalah
gunakan oleh orang lain?

kecuali pistol robocop yang tidak akan bisa digu
nakan orang lain, karena pake sensor sidik jari.
Penyalahgunaan bisa terjadi terhadap apapun, mobil bisa disalahgunakan untuk menabrak orang, obat bius bisa disalahgunakan oleh jungkies.
Bahkan senjata milik polisi dan tentara pun tidak lepas dari resiko penyalahgunaan.

Jadi yg harus ditentang adalah penyalahgunaan senjata api, bukan senjatanya.

---------- Post Merged at 04:19 PM ----------

Quote Originally Posted by Alip View Post
Kita memang sedang membahas kepemilikan senjata api di Amerika, tentang saya tidak setuju mempersenjatai guru, lalu contoh itu berlanjut bahwa saya bahkan tidak membawa pisau di Indonesia karena saya memilih untuk tidak menyerah pada rasa takut dan ingin menjadi bagian dari gerakan kebaikan bagi Indonesia. Kalau itu dianggap itu sebagai personal attack dan eksploitasi atas kelemahan Aslan, maka saya betul-betul minta maaf tapi pada saat yang sama menyarankan Aslan untuk memeriksa sistem realita yang saat ini sedang bekerja di dalam kepala Aslan. Why it is always about you being cornered by bad guys?



Saya tidak menyalahkan orang yang memutuskan untuk memegang senjata api. Kepada mereka saya katakan let's agree to disagree. Didn't you read that in my earlier posts? Saya menggunakan hak jawab saya sebagai orang yang memilih untuk tidak menggunakan senjata api karena Aslan menganggap kami sebagai golongan manusia aneh yang menyia-nyiakan privilege... bukan sebagai orang yang secara sadar memilih pilihan lain.



Tapi tentu saja Aslan tidak bermaksud seperti itu dan saya cuma taking it too seriously and overly imaginative 'kan? ... and by the way, I am a gun lover, saya bisa menghabiskan waktu berjam-jam memandangi, membersihkan, meminyaki, dan mengelus-elus senjata api. Bajanya yang dingin memberi sensasi yang menyenangkan.



... dan tidak semua orang yang tidak punya fisik jagoan memilih untuk menghamba pada senjata. Dalam salah satu tayangan VoA beberapa hari lalu ada seorang perempuan yang menyerahkan senjatanya pada Sherrif dalam program "turn in your gun". Dia mengatakan "I don't need them". Buat saya itu keberanian, namun jika buat Aslan itu kebodohan kita selalu bisa agree untuk disagree. Mudah sekali kan? Tanpa perlu menjadi personal attack dan kita bisa lanjut membahas topik lain tanpa perlu ada hawa permusuhan.
Tergantung dari alasannya.

Kalau alasan tidak mau memegang senjata adalah karena takut dicuri orang dan disalah gunakan seperti yg disinggung oleh Ronggo, itu saya setuju.
Kalau alasannya takut salah tembak seperti yg disinggung oleh Kandalf juga saya setuju.

Tapi kalau menilai orang sebagai paranoid, weirdo, pengecut dll hanya karena mereka memilih untuk memiliki senjata saya rasa itu penilaian yg terlalu jauh.

Saya mengatakan bahwa orang yg tidak mau membawa senjata sebagai menyia-nyiakan privilege karena itu adalah logika yg sangat sederhana,
pada dasarnya senjata adalah penemuan manusia yg diciptakan khusus untuk mengatasi bahaya dari suatu serangan, entah itu serangan orang lain atau serangan hewan buas.

Kalau penemuan itu sudah ada tapi tidak mau menggunakannya, ibarat orang tidak mau menggunakan kendaraan dan memilih untuk berjalan kaki dari Jakarta ke Semarang.

Sekali lagi kalau senjata ditolak atas alasan yg logis dan masuk akal, tentu saya menerima dengan baik.