Ya, dan Yesus melontarkan petir pada tentara Romawi yang akan menangkapnya, menghimpun tentara dari kalangan Yahudi, menaklukan imperium Romawi, dan menjadi Raja di dunia.
Ups... I read the wrong bible
Idealita dan Realita, itulah mengapa sebagian dari kita memeluk agama, berusaha untuk mendirikan idealita di atas realita, bukan sekedar menerima realita sebagai kenyataan tak terelakkan dan bertindak sebagai predator bagi satu sama lain.
Ah, yang kita bicarakan di sini adalah antara security dan insecurity. Misal jika Aslan dari kecil dihajar terus oleh orang tua, maka tumbuh besar sebagai orang yang selalu merasa di luar sana ada orang yang akan menghajarnya for whatever reason. Untuk menghalau rasa itu Aslan sibuk berlatih tinju, belajar pisau dari bukunya Don Pentecost, dan berkeras bahwa dia harus membawa senpi kemanapun. Itulah yang saya terjemahkan sebagai rasa aman, bukan rasa fly.
Dalam kasus seperti ini Aslan harus belajar menerima dan memaafkan orang-orang yang berbuat kejam pada masa lalunya, bukan dengan membawa senjata ke mana-mana. Itulah yang saya maksud rasa aman... tapi tentu saja Aslan sudah mengerti dan cuma berusaha intermezzo saja kan?
Masih menekuni buku Pentecost?
It called denial and lie. Hal yang berbeda dengan melepaskan kecanduan pada kekerasan dan senjata.
Aslan akan membawa senjata, saya tidak.![]()
![kopimaya [dot] kom - Secangkir Kehangatan di Dunia Maya - Powered by vBulletin](images/misc/vbulletin4_logo.png)






Reply With Quote