Results 1 to 20 of 127

Thread: Kepemilikan senjata api

Hybrid View

Previous Post Previous Post   Next Post Next Post
  1. #1
    pelanggan tetap Alip's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Posts
    1,636
    Bisa berbeda, Lily... karena banyak sekali variabel yang terjadi dalam masa lalu seseorang meski sama-sama mengalami kekerasan ketika kecil, misalnya bagaimana pola dukungan dari Mama ketika Lily dipukuli oleh Papa? Bagaimana sikap saudara-saudara yang lain?

    Bisa jadi Lily tidak ingin pegang senjata, tapi (misalnya) suka mengasihani diri sendiri, atau suka mabuk-mabukan, atau terobsesi mencari sosok penyayang, atau susah sekali dekat dengan cowok? atau malah jadi manusia baik-baik tanpa kurang suatu apa... indahnya manusia adalah kemampuannya untuk cepat atau lambat melepaskan diri dari ikatan emosi dan memilih kehidupan yang menurutnya akan membahagiakan.

    Hal yang sama dengan kepemilikan senjata, ada orang yang weapon freak, jatuh cinta setengah mati pada segala jenis senjata dan terobsesi untuk bisa menggunakan mereka semahir mungkin (saya salah satu diantaranya). Diantara freakies ini, ada yang membutuhkan senjata untuk menghapus rasa takutnya akan ancaman, ada yang memang psycho dan ingin membunuh, ada yang menganggap senjata sebagai benda seni, ada pula yang cuma hobi. Jadi bisa berbeda-beda.

    Tapi saya tidak setuju kalau senjata api menjadi bagian dari pendidikan, misalnya dengan memiliki guru dan penjaga sekolah yang bersenjata, karena ini sama saja dengan mendidik anak-anak untuk hidup dalam moda peperangan. Hal yang saat ini dialami oleh anak-anak di Gaza, Irak, Afghanistan, dan banyak negara lain. Mereka tumbuh besar dengan naluri menyelamatkan diri yang sangat kuat, akibatnya sulit menerima konsep hidup berdamai dengan sesama manusia lain.
    "Mille millions de mille milliards de mille sabords!"

  2. #2
    Barista lily's Avatar
    Join Date
    May 2012
    Location
    a place called home
    Posts
    12,753
    Quote Originally Posted by Alip View Post
    Bisa berbeda, Lily... karena banyak sekali variabel yang terjadi dalam masa lalu seseorang meski sama-sama mengalami kekerasan ketika kecil, misalnya bagaimana pola dukungan dari Mama ketika Lily dipukuli oleh Papa? Bagaimana sikap saudara-saudara yang lain?

    Bisa jadi Lily tidak ingin pegang senjata, tapi (misalnya) suka mengasihani diri sendiri, atau suka mabuk-mabukan, atau terobsesi mencari sosok penyayang, atau susah sekali dekat dengan cowok? atau malah jadi manusia baik-baik tanpa kurang suatu apa... indahnya manusia adalah kemampuannya untuk cepat atau lambat melepaskan diri dari ikatan emosi dan memilih kehidupan yang menurutnya akan membahagiakan.
    mungkin yang paling utama , berbeda karena saya cewek kali ya om...

    yang ditulis om Alip , hampir semua bener sih tentang saya

    TFS om
    - I'm such a very lucky woman and have a very lucky life -

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •