udah banyak yang jelasin tuh
sekarang nol banyak pun karena pemerintahan terdahulu tidak berhasil menjaga laju inflasi.
di pemerintahan SBY aja sampai muncul uang baru Rp2.000. Tetap dihubungkan dengan inflasi
karena penambahan uang beredar dengan penerbitan uang baru akan menyebabkan inflasi.
Indonesia ini pertumbuhan ekonominya positif, sebagai trade-off inflation rate pun cukup
tinggi. Kalau mau menjaga nilai uang dan gengsi rupiah, ya tekan laju inflasi. Uang bernilai
nominal kecil seperti Rp100 dengan adanya redenominasi akan tidak bernilai. Ini juga masalah
Redenominasi butuh sosialisasi panjang. Kurang sosialiasi di jangka pendek, masyarakat malah
memahami sebagai nilai rupiah dipotong/saneering atau dikurangi nilainya/devaluasi, di pasar
uang jadi memilih mata uang lain, nilai tukar rupiah pun turun/terdepresiasi.
accounting wise, redenominasi memang akan memberikan kemudahan.
![kopimaya [dot] kom - Secangkir Kehangatan di Dunia Maya - Powered by vBulletin](images/misc/vbulletin4_logo.png)

Reply With Quote







