ini akibat klub yang ga profesional berlagak jadi klub profesional
tanpa APBD, hanya segelintir klub di Indonesia yang sanggup menghidupi dirinya sendiri lewat pemasukan tiket dan sponsor. klub kayak persib, tentu mudah saja dapet sponsor
lha terus sisanya gimana?
hidup segan mati tak mau. mereka2 yang termasuk klub ga populer, tentu saja kesulitan dapet sponsor. tadinya mereka dijanjikan dana dari konsorsium (setau gw baik lpi ato isl menjanjikan hal yang sama). tapi pada kenyataannya, dana dari konsorsium ini keluarnya ga lancar. bahkan ada juga yang dananya keluar cuman beberapa bulan pertama. abis itu? nol besar. akibatnya, banyak sekali klub2 di Indonesia yang menunggak gaji pemainnya
gw bahkan pernah baca, para pemain asing dari persekapas pasuruan sampe ngamen di jalanan demi menghidupi diri mereka selama di Indonesia. sungguh ironis. mereka berharap bisa mengais rejeki di Indonesia, tapi kenyataannya sungguh berbanding terbalik....
![kopimaya [dot] kom - Secangkir Kehangatan di Dunia Maya - Powered by vBulletin](images/misc/vbulletin4_logo.png)






Reply With Quote