Eric suka mampir ke sebuah cofee shop di London.
Cofeeshop ini sangat ramai, kopinya enak dan harganya sangat murah, jauh lebih murah dari coffeeshop setingkat di kota London.
Hampir setiap hari Eric mampir minum kopi dan makan di cafe ini sampai akhirnya Eric kenal dengan si pemilik Cafe.
Pada suatu hari saat si pemilik cafe tidak terlalu sibuk, Eric mengajaknya ngobrol, ada satu hal yg sangat ingin ditanyakan oleh Eric yaitu...
Mengapa harga menu di Cafe ini sangat murah, jauh lebih murah dari cafe2 sekelasnya ?
Si pemilik Cafe agak ragu menjawab, tapi karena Eric sudah lama menjadi langganan di cafe ini dan mereka sudah kenal maka akhirnya si pemilik Cafe membuka rahasianya...
Ternyata Cafe ini bisa murah karena Cafe ini mempekerjakan imigran ilegal.
Rata2 karyawan di cafe ini adalah orang asing yg masuk ke Inggris secara ilegal, karena status mereka adalah ilegal maka si pemilik Cafe bisa menekan gaji.
Ia hanya memberi uang saku yg sangat kecil dan memberi mereka makan serta tempat tinggal.
Di London gaji karyawan biasanya sangat besar dan merupakan komponen terbesar dari pengeluaran sebuah Cafe.
Si pemilik Cafe tahu kesulitan yg dihadapi para pendatang ilegal, mereka takut ketahuan polisi dan bisa dideportasi, mereka juga sudah biasa hidup sulit sehingga cukup bersyukur dengan gaji minim, mereka juga tidak banyak memiliki kesempatan bekerja ditempat lain.
Eric shock dengan jawaban si pemilik Cafe, ia memandang si pemilik cafe dengan jijik dan melihatnya seperti seorang penjahat.
Si pemilik Cafe berusaha membela diri, ia berasumsi bahwa para pekerja ilegal ini harusnya bersyukur bisa bekerja ditempatnya daripada jadi pengangguran dijalanan London atau menjadi kriminal, ini adalah situasi win-win menurutnya.