-
ah.....ujung2nya masalah sub prime yah ? hehehehe jgn khawatir, di indo AFAIK baru 1 bank yg melakukan sub prime, itu pun masih tergolong PL (performance loan) semua
perbankan di Indo masih percaya pendekatan kekeluargaan lebih tokcer untuk penyelesaian masalah loan
anw, menjawab reja, write off bisa dilakukan apabila beberapa kriteria sudah terpenuhi, melalui aturan berbasis psak 50/55 baru2 ini, orang2 yang lose their income source permanently, sumber income meninggal, terlibat bad debts parah di bank lain, credit insurance subrogation coverage, semuanya bisa di write off, alias di hapus buku
tapi write off tidak menghilangkan hak tagih pada bank, jadi yah...once in a while, tetep aje ditagih wkwkwkwk, enak aja utang kaga bayar :p
kesimpulan, iklim kpr di indo masih sangat bersahabat kok, ga usah khawatir soal krisis kaya di amrik, perbankan kita pikirannya msh konvensional kebanyakan, karena memang demand nya begitu
yg penting sebelum akad kredit, baca bener ToS nya, PK nya, segala ***** bengek aturan yang tulisannya kecil2, TERUTAMA SOAL ATURAN BUNGA FIXED DAN FLOAT NYA
other than that, cepetan kredit aja, rugi banget ambil properti ga kredit
Last edited by tsu; 08-06-2013 at 08:25 AM.
Tags for this Thread
Posting Permissions
- You may not post new threads
- You may not post replies
- You may not post attachments
- You may not edit your posts
-
Forum Rules