ronggo + bleg: kurasa juga tergantung pada 'budaya' tempat itu sendiri ya. bahkan beda bangunan aja juga beda 'budaya'nyasaya cukup sering tinggal di apartment, pindah2. ada yang elo elo, gue gue, ada juga yang kenel kiri kanan ato bawah atas, ada yang saling berkunjung ato saling kasi kue ato makanan, ini semua di apartment ya. biar secara fisik memang lebih deket, tapi kalo budaya tetanggaan itu ngga ada, ya sama aja.
apartment kan juga ada yang ada playgroundnya. ya memang jangan dibandingkan dengan rumah2 yang di sebelah sawah. you make do with what you have. apalagi lokasi memang sering mendikte kondisi kehidupan.
saya pribadi lebih suka apartment karena lebih gampang dipiara / maintenance aja (in other words, pemalas)lebih kecil luas permukaan, lebih kecil luas yang harus dibersihkan
tapi hidup di apartment pun brarti lebih perlu ada toleransi terhadap tetangga. karena kamu dikelilingi orang di 4 penjuru. kadang ketemu tetangga yang nyebelin. ato mo renovasi apt mungkin lebih ribet karena harus berurusan dengan pihak apt / tetangga.
sedangkan rumah, ga perlu 'pusing' mengenai tetangga, mo renovasi ato mo ngapain tanahmu ga perlu permisi tetangga (dengan tanda kutip tentu saja. mudah susahnya relatif dibandingkan apt). bisa punya tanah dan tanam2an, dll. tapi ini juga berarti maintenancemu lebih tinggi, misalnya perlu bersihin pekarangan, maintenance bangunannya (atap bocor lah, dinding retak lah, kebun ada pest lah) dlllebih gede luasnya, lebih gede tanggung jawabnya,
lha, rusun itu kan apartment kan?![]()
![kopimaya [dot] kom - Secangkir Kehangatan di Dunia Maya - Powered by vBulletin](images/misc/vbulletin4_logo.png)



saya cukup sering tinggal di apartment, pindah2. ada yang elo elo, gue gue, ada juga yang kenel kiri kanan ato bawah atas, ada yang saling berkunjung ato saling kasi kue ato makanan, ini semua di apartment ya. biar secara fisik memang lebih deket, tapi kalo budaya tetanggaan itu ngga ada, ya sama aja. 

Reply With Quote
