Page 1 of 3 123 LastLast
Results 1 to 20 of 42

Thread: Debt Collector Bank = Preman Ya ?

  1. #1

    Debt Collector Bank = Preman Ya ?

    Saya sering baca2 keluhan orang2 yang terpaksa harus berurusan dengan
    debt collector bank. Mulai dari sms teror 24 jam hingga kasus kekerasan
    fisik. Terakhir yang menimpa Sekjen PBB yang tewas di kantor Citibank
    (Waw, Citinbank lagi memanen kasus sekarang ya) akibat kekerasan yang
    diduga dilakukan oknum debt collector.


    Nampaknya pihak bank menyewa gerombolan tukang tagih tapi lepas
    tangan dengan tingkah laku kelompok ini. Jadi posisi nasabah terpojok,
    mau meminta pertanggungjawaban entah pada siapa, plus dengan posisi
    sebagai pengutang yang memang harus ditagih.


    DC ini emang gak nanggung2 nagihnya, bergaya centeng sejati. Saya pernah
    membaca surat pembaca seseorang yang mertua-nya yang jantungan dibentak
    bentak via telp padahal itu tagihan salah alamat.


    Ada gak seh centeng eh debt collector yang sopan ?
    ´There are two ways to conquer and enslave a nation. One is by the sword. The other is by debt´
    -John Adams-

  2. #2
    Chief Cook GiKu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    10,315
    kenapa orang yg berhutang sampe didatangi DC ?

    yg sebenarnya jahat si DC atau orang yg didatangi DC ?

  3. #3
    pelanggan Sauron's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Location
    Middle Earth
    Posts
    356
    Dc emang kudu kayak begitu, kalo dc-nya lembek. Yang ngutang bisa kebanyakan ngeles ini-itu.

  4. #4
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    Jakarta - 3 Tersangka telah ditetapkan oleh polisi terkait tewasnya Sekjen Partai Pemersatu Bangsa (PPB) Irzen Octa (50). Ketiganya adalah seorang karyawan Citibank dan dua debt collector. Mereka bertiga terancam pidana 7 tahun penjara.

    "Sementara ini kita jerat dengan pasal tentang penganiayaan, dilihat dari perbuatannya. Ancaman hukumannya ini bisa 7 tahun penjara," kata Kasatreskrim Jaksel AKBP Budi Irawan, kepada detikcom, Kamis (31/3/2011).

    Menurutnya, ketiga tersangka kini dijerat dengan Pasal 351 ayat 3 KUHP jo pasal 170 subsider Pasal 335 ayat 1 KUHP. Budi menambahkan, ketiga tersangka itu cenderung tertutup dan tidak bercerita sebenarnya. Namun polisi akan berupaya keras mengorek keterangan dari ketiganya.

    Dia menjelaskan, ketiga tersangka tersebut awalnya berstatus saksi. Namun kemudian statusnya ditingkatkan menjadi tersangka setelah polisi mendapatkan cukup bukti. Ketiganya kini telah ditahan Polres Jakarta Selatan.

    "Nanti kita akan lakukan rekonstruksi juga untuk mendapat gambaran yang jelas dan cukup terkait peristiwa itu. Jadi perlu kita tahu juga apakah yang bersangkutan ini ada sakit lalu meninggal atau karena penganiayaan baru meninggal," sambung Budi.

    Apakah kemungkinan tersangka akan bertambah? "Kita akan terus dalami," ucap dia.

    Sebagai barang bukti, polisi telah mengantongi hasil visum Irzen. Selain itu keterangan saksi lainnya, bercak darah di gorden dan dinding ruang collection (ruangan bagi nasabah Citibank yang memiliki tunggakan) di Lantai 5 Menara Jamsostek, Jakarta Selatan.

    Seperti diberitakan sebelumnya, korban pada Selasa (29/3) pagi mendatangi kantor Citibank untuk melunasi tagihan kartu kreditnya yang membengkak. Menurut korban, tagihan kartu kredit Rp 48 juta. Namun pihak bank menyatakan tagihan kartu kreditnya mencapai Rp 100 juta.

    Di situ, korban kemudian dibawa ke satu ruangan dan ditanya-tanya oleh 3 tersangka. Usai bertemu 3 tersangka, korban kemudian tewas di depan kantor tersebut.
    Kapolres Jakarta Selatan Kombes Gatot Edy Pramono mengatakan, korban tewas setelah mendatangi Menara Jamsostek.

    "Dia datang ke Citibank bermaksud menanyakan jumlah tagihan kartu kreditnya yang membengkak," kata Gatot saat dihubungi wartawan, Rabu (30/3).

    Belum ada konfirmasi dari Citibank terkait kasus ini.

  5. #5
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    Credit Card itu bunganya tinggi sekali.

    Kalau pinjaman biasa, bunganya berkisar 8% setahun, Credit Card bunganya bisa 40-50% setahun.
    Itu sebabnya bank2 berlomba2 memasarkan Credit Card.

    Tapi sebagai pinjaman tanpa jamninan, orang yg mengemplang hutang credit card juga banyak sekali, itu sebabnya bank menggunakan cara keras kepada nasabah ini.
    (Kalau kredit biasa kan ada jaminan, jadi kalau gak bisa bayar jaminannya disita, orangnya gak pake disiksa)

  6. #6
    Barista DH1M4Z's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    kutaradja
    Posts
    818
    Kebanyakan Bank mengandalkan jasa debt collector yang "sangar" untuk menagih hutang yang berkenaan dengan kartu kredit. Seperti yang disampaikan Aslan di atas , Kartu Kredit memang sangat menggiurkan, tanpa agunan seseorang berbekal CC bisa berbelanja bebas selama masih masuk pagu / limit. Konsumen kebanyakan tidak terkontrol dalam memakai CC tersebut dan akhirnya macet. Karena tidak ada agunan dan nilai pagu/limit CC yang 'nanggung' (tidak menguntungkan kalau penagihannya melalui permintaan somasi dan atau beracara melalui Pengadilan Negeri mengingat faktor biaya litigasi) akhirnya jasa preman-lah yang dipilih.

    Untuk penyaluran kredit selain Kartu Kredit , bank akan pikir-pikir untuk menggunakan jasa preman karena jaminan/agunan kredit sudah ada dan biasanya agunan berupa tanah dan atau bangunan sudah dibebani oleh Hak Tanggungan sedangkan untuk barang bergerak sudah dibebani dengan Fiducia/FEO.
    Jadi untuk selain debitur Kartu Kredit, apabila sudah macet dan debitur tidak ada kemampuan menyelesaikan hutangnya, maka Bank tinggal melakukan pelelangan agunan tersebut melalui KPKNL (Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang) setempat.
    Meski tlah jauh....

  7. #7
    pelanggan setia serendipity's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Location
    Jakarta
    Posts
    4,775
    yah debt colector emang gitu, tapi aneh aja sekjen PBB bisa ampe ngutang gak dibayar gitu.. coz biasanya orang yg ngutang kebanyakan baru ditindak kekerasan ama debt colector

  8. #8
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679
    makanya saya mikir2 pake CC, ngeri gak bisa bayar...mending Debt Card aja deh

  9. #9
    Barista DH1M4Z's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    kutaradja
    Posts
    818
    bukan sekjen PBB tapi sekjen PPB (Partai Pemersatu Bangsa)

    jadi bukan Sekjen Persatuan Bangsa-Bangsa
    Meski tlah jauh....

  10. #10
    Chief Cook etca's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    aarde
    Posts
    11,168
    Quote Originally Posted by DH1M4Z View Post
    bukan sekjen PBB tapi sekjen PPB (Partai Pemersatu Bangsa)

    jadi bukan Sekjen Persatuan Bangsa-Bangsa
    huah thx klarifikasinya..
    dari awal dah salah sualnya

    Quote Originally Posted by keremus View Post
    Saya sering baca2 keluhan orang2 yang terpaksa harus berurusan dengan
    debt collector bank. Mulai dari sms teror 24 jam hingga kasus kekerasan
    fisik. Terakhir yang menimpa Sekjen PBB yang tewas di kantor Citibank
    (Waw, Citinbank lagi memanen kasus sekarang ya) akibat kekerasan yang
    diduga dilakukan oknum debt collector.

  11. #11
    pelanggan setia serendipity's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Location
    Jakarta
    Posts
    4,775
    Quote Originally Posted by DH1M4Z View Post
    bukan sekjen PBB tapi sekjen PPB (Partai Pemersatu Bangsa)

    jadi bukan Sekjen Persatuan Bangsa-Bangsa
    ooh partai di indo.. haha parah aja ampe dikejar-kejar gitu

    Quote Originally Posted by BundaNa View Post
    makanya saya mikir2 pake CC, ngeri gak bisa bayar...mending Debt Card aja deh
    setuju Bunda, keluargaku juga gak ada yang pake cc, merasa dihantui kalo pake ituh

  12. #12
    Padahal kan CC yang tidak dibayar itu ditanggung oleh Asuransi. Jangan-jangan banknya tidak mengasuransikan setiap CC sesuai aturan.

  13. #13
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679
    kalau liat cara2 penagihan, bisa jadi Bank2 Indonesia cuman ngebut nyari setoran

  14. #14
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    Ow PPB,
    kirain sejen PBB Ban Ki Moon tewas digebukin debt kolektor karena utang 45juta rupiah...

  15. #15
    pelanggan setia gembel's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    perbatasan
    Posts
    2,068
    dahsyatttttt....
    belajar nge-blog di ferylife.blogspot.com

  16. #16
    pelanggan setia Agitho_Ryuki's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    mBantul, Ngayogyokarto, Hadiningrat
    Posts
    2,517
    Intinya jangan Hutang jika memang tidak kepepet..
    Barangsawijine purwo marang kawitan, Bandar sejatining wujud. Yuk lakone.. BUTHO CAKIL sido NGEMUTTT PEN.....THUNG!!

  17. #17
    Quote Originally Posted by Agitho_Ryuki View Post
    Intinya jangan Hutang jika memang tidak kepepet..
    Bener bos. Kalo bisa jangan ngutang.Ntar kalo utang banyak terus ga bisa bayar, anak kita disuruh jadi istrinya pengutang. Kayak kejadian tetangga temen gw di solo.

  18. #18
    Barista DH1M4Z's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    kutaradja
    Posts
    818
    Masalahnya kalau untuk yang berpenghasilan tetap seperti PNS, kalau nggak berhutang sangat susah untuk memnuhi kebutuhan prasarana seperti rumah.
    Kalau kita menabung, begitu uang sudah terkumpul harga properti sudah naik sekian kali lipat. Mau tidak mau harus membeli secara kredit.

    Hanya saja berhutang melalui CC sangat riskan, karena bunga sangat tinggi. Kalau mau berhutang ya cukup menjaminkan SK Pegawai , kalau macet juga gak bakal diapa-apain bank , sebelum pensiun baru ditebus, wkwkwkw.

    Meski tlah jauh....

  19. #19
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    Quote Originally Posted by Rumput Knight View Post
    Bener bos. Kalo bisa jangan ngutang.Ntar kalo utang banyak terus ga bisa bayar, anak kita disuruh jadi istrinya pengutang. Kayak kejadian tetangga temen gw di solo.
    Anaknya cakep gak tuh ? ada fotonya ?

  20. #20
    Sebenernya sih , kalau menurut pengalaman pribadi yang pernah juga mengalami kasus ini ampe stress, asal kita mau angkat telpon dari mereka , yang layaknya kayak minum obat sehari bisa 4 kali atau lima kali (orang yang sakitnya udah kronis kali ya? minum obat ampe lima kali sehari) , siang malem , ampe hampir tengah malem, gak akan disamperin.

    Asal kuat mental ajah, kalau itu kartu kredit, kecuali pinjaman bank, nah kalo ntu biasanya kalao udah tidak bayar 3 bulan, rusaknya sang debt juga suka minta ongkos, dan kalao kita misalnya punya kredit 3 kali nunggak, itu dipaksa bahkan mobil dirampas, dimana itu merupakan haidah buat sang debt pun cukup besar jika bisa menarik mobil yang tunggakannya 3 bulan.

    Jadi kalo mau punya urusan seperti itu mikir 2 kali dengan planing yang jelas, kalau nggak duit ilang melayang, rugi berat.

    tapi saya pribadi hanya masalah kartu kredit, padahal jadi nasabah bank yang ngeluarin kartu kredit udah 15 tahun, gak pernah punya masalah, hanya saja waktu itu bener-bener lagi ada masalah didalam cashflow. dan akhirnya selesai juga.

    Anehnya waktu itu punya kartu dari bank tersebut ada 5 kartu, setelah selesai mengajukan penutupan kartu, weleh dua tahun gak ditutup-tutup, ada ajah alasan dan rayuan, ketika iuran tahunannya ditagihin dan ditambah bunga-bunganya, baru deh galak-galakan, enak ajah udah ditutup dan udah diproses masih nagih juga, ancamannya berat juga dilaporkan ke BI, artinya kena blacklist. Dua tahun tuh nutup kartu, masih juga ngasih pemberitahuan, klaim lagi, terus menerus. Selesai..lega dah, bujugh dah.

Page 1 of 3 123 LastLast

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •