Saya sering baca2 keluhan orang2 yang terpaksa harus berurusan dengan
debt collector bank. Mulai dari sms teror 24 jam hingga kasus kekerasan
fisik. Terakhir yang menimpa Sekjen PBB yang tewas di kantor Citibank
(Waw, Citinbank lagi memanen kasus sekarang ya) akibat kekerasan yang
diduga dilakukan oknum debt collector.
Nampaknya pihak bank menyewa gerombolan tukang tagih tapi lepas
tangan dengan tingkah laku kelompok ini. Jadi posisi nasabah terpojok,
mau meminta pertanggungjawaban entah pada siapa, plus dengan posisi
sebagai pengutang yang memang harus ditagih.
DC ini emang gak nanggung2 nagihnya, bergaya centeng sejati. Saya pernah
membaca surat pembaca seseorang yang mertua-nya yang jantungan dibentak
bentak via telp padahal itu tagihan salah alamat.
Ada gak seh centeng eh debt collector yang sopan ?![]()
![kopimaya [dot] kom - Secangkir Kehangatan di Dunia Maya - Powered by vBulletin](images/misc/vbulletin4_logo.png)

Reply With Quote



