Namanya juga tuhan, maha ini, maha itu. Dia mau berbuat apa, ya suka2 dia.
Bagi tuhan, manusia adalah robot yg dikasih prosesor dan program. Sayangnya, program yg dibuat tuhan masih memiliki bug (maklum tuhan kerja sendirian), sehingga robot tsb tidak sepenuhnya di bawah kendali program tsb. Bug tsb adalah freewill atau kebebasan manusia utk memilih apa yg dihadapinya. Tuhan sadar ada bug tsb tetapi program sudah terlanjur di-launching di pasar dan bajakannya banyak di jual di glodok dan mangga dua. Sebagai gantinya tuhan membuat arahan-arahan dalam bentuk kitab yg harus dibaca dan dipelajari oleh robot tersebut agar tidak salah jalan akibat bug tsb. Sampe sini ok? Kemudian karena tuhan berencana mau ekspor robot2 tsb ke dunia berikutnya yg juga akan dibuatnya, maka bug tsb diperlakukan juga oleh tuhan sebagai alat seleksi utk robot yg bagus dan yg jelek. Yg bagus akan langsung diekspor ke negeri surga nanti, sedangkan yg jelek akan didaur ulang direbus di neraka.
