Quote Originally Posted by purba View Post
Namanya juga tuhan, maha ini, maha itu. Dia mau berbuat apa, ya suka2 dia.

Bagi tuhan, manusia adalah robot yg dikasih prosesor dan program. Sayangnya, program yg dibuat tuhan masih memiliki bug (maklum tuhan kerja sendirian), sehingga robot tsb tidak sepenuhnya di bawah kendali program tsb. Bug tsb adalah freewill atau kebebasan manusia utk memilih apa yg dihadapinya. Tuhan sadar ada bug tsb tetapi program sudah terlanjur di-launching di pasar dan bajakannya banyak di jual di glodok dan mangga dua. Sebagai gantinya tuhan membuat arahan-arahan dalam bentuk kitab yg harus dibaca dan dipelajari oleh robot tersebut agar tidak salah jalan akibat bug tsb. Sampe sini ok? Kemudian karena tuhan berencana mau ekspor robot2 tsb ke dunia berikutnya yg juga akan dibuatnya, maka bug tsb diperlakukan juga oleh tuhan sebagai alat seleksi utk robot yg bagus dan yg jelek. Yg bagus akan langsung diekspor ke negeri surga nanti, sedangkan yg jelek akan didaur ulang direbus di neraka.

setuju dengan analisa anda sejauh yang anda sampaikan. tapi dalam hal ini anda memahami tuhan yang menciptakan manusia. padahal jika anda memahami pikiran tentang Tritunggal. Wahdatul wujud, maka anda yang bukan apa2 karena tidak memiliki "kesadaran" sebagai aku yang ADA, maka wajar saja jika Ego anda setelah mai menjadi debu yang tak bermakna. Namun seperti kata einstain bahwa tidak ada energi yang hilang maka energi yang telah anda ciptakan di bumi ini akan di olah kembali, seperti usur karbon yang di pakai untuk proses pembakaran.