Page 1 of 2 12 LastLast
Results 1 to 20 of 39

Thread: indonesia : negeri kaya

  1. #1
    pelanggan BePe's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    108

    indonesia : negeri kaya

    KOMPAS.com — Penahanan ribuan ton ikan impor beku dan segar yang masuk ke Indonesia membuat kita tersentak. Tercengang bukan saja karena banyaknya volume ikan impor tersebut, melainkan juga karena jenis-jenis ikan itu sesungguhnya banyak dihasilkan di dalam negeri.

    Belum lama ini, Badan Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan memusnahkan 525 lele yang berpenyakit di Entikong, Kalimantan Barat.

    Sebanyak 200 kontainer berisi 5.300 ton ikan beku ditahan di Pelabuhan Belawan di Medan, Tanjung Priok di Jakarta, Tanjung Perak di Surabaya, Tanjung Mas di Semarang, dan di Bandar Udara Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten. Ikan beku itu ditahan karena tidak memiliki izin impor.

    Mayoritas berupa ikan kembung, layang, teri, tongkol kecil, sampai ikan asin. Di kalangan masyarakat, ikan kembung, teri, tongkol, dan ikan asin banyak dikonsumsi karena harganya relatif terjangkau. Namun, secara prestise, ikan-ikan laut tersebut kalah ”kelas” dibandingkan ikan kakap, tuna, dan kerapu yang banyak diekspor. Tak dimungkiri, membanjirnya ikan ”kualitas dua” (KW2) ke dalam negeri karena harganya lebih murah.

    Sebagai ilustrasi, harga ikan kembung impor dari China berkisar Rp 5.000 per kilogram, sedangkan ikan kembung lokal Rp 20.000 per kilogram. Harga lele dari Malaysia Rp 8.000-Rp 15.000 per kilogram, sedangkan harga lele di Kalimantan Barat Rp 20.000-Rp 25.000 per kilogram.

    Di sinilah ironisnya negeri kita. Perairan Indonesia dengan beragam jenis ikan belum mampu dioptimalkan untuk memenuhi kebutuhan rakyat dengan mutu baik dan harga terjangkau. Akankah kita membiarkan ikan impor berpenyakit itu masuk dan dikonsumsi oleh masyarakat kita?

    Indonesia dikenal ketat menyeleksi ikan-ikan yang akan diekspor. Patuh mengikuti standar mutu dan keamanan produk perikanan yang disyaratkan oleh negara-negara importir. Tidak hanya kesehatan ikan, tetapi juga lingkungan dan asal ikan. Saatnya menerapkan parameter yang sama untuk mutu dan keamanan produk perikanan dalam dan luar negeri.

    Juga ada pekerjaan besar dan mendesak bagi pemerintah untuk mendorong efisiensi usaha perikanan dengan menekan biaya produksi, baik di sektor perikanan tangkap maupun budidaya. Daya saing hanya bisa dicapai dengan menekan biaya produksi. Tanpa itu semua, ketergantungan impor ikan sulit diatasi. Jangan lagi pasar kita menjadi ”tong sampah” atas ikan impor yang tidak bermutu! (BM Lukita Grahadyarini)
    http://bisniskeuangan.kompas.com/rea...Impor.Ikan.KW2

    saking kayanya negeri kita, ikan beras, gula kita masih impor, bahkan yang paling tragis dengan pulau 17 ribuan kita masih impor garam gan
    menurut ane, jika pemerintah menganut kebijakan pro-poor dan pro-job, sektor pertanianlah yang harus dibangun secara serius, karena sebagian besar orang indonesia menggantungkan hidup dari sektor ini.

    menurut agan agan gimana neh
    kupi dulu gan

  2. #2
    Betul itu. Indonesia itu kaya raya. Sayangnya salah urus. Rakyat Indonesia
    itu ibarat ayam mati di lumbung padi. Kekayaan alam yang bagus2 diekspor,
    kalo gak digarong. Yang jelek2 untuk konsumsi dalam negeri.

    Contohnya batu bara dan gas. Batu bara kualitas tinggi untuk di luar, gas
    bumi juga kebanyakan diekspor padahal kebutuhan domestik belum tercukupi.


    Belum yang sudah menjadi pengetahuan umum : perusahaan asing semacam
    Freeport, Newmont, dan sebangsanya.

    Soal wacana PLTN. Tempo hari ada tulisan menarik di koran, saya lupa penulisnya
    mengenai PLTN ini. Ia menyebut pihak asing sangat senang jika Indonesia
    mendirikan PLTN karena berarti sumber-sumber energi alam dari perut negeri
    ini bisa diekspor dan dengan pendirian PLTN negeri ini dapat bantuan dari luar.


    Atau yang nampak remeh-temeh. Tahukah, bahwa teh kualitas terbaik dari
    negeri ini untuk konsumsi ekspor, tidak untuk dalam negeri?
    ´There are two ways to conquer and enslave a nation. One is by the sword. The other is by debt´
    -John Adams-

  3. #3
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    Intinya satu, kekayaan SDA itu harus diimbangi dengan kekayaan SDM.
    Negri yg alamnya kaya, tapi pemimpinnya korup, rakyatnya bodoh, maka kekayaan alamnya akan mengalir keluar begitu saja.

  4. #4
    Chief Cook ndableg's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    5,910
    Ah masa sih bodoh.. kalo bodoh, yg pinter ngajarin yg bodoh dong.. apa kopiers ini bodoh2 semua?

  5. #5
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    Kopiers yg pinter2 pada kerja diluar negri
    tinggal yg bodo2 aja yg masi nyangkut di indo...

  6. #6
    pelanggan Sauron's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Location
    Middle Earth
    Posts
    356
    TKW kali pakkkk.....

    *ngakak.com*
    Ahhh...

  7. #7
    Quote Originally Posted by AsLan View Post
    Kopiers yg pinter2 pada kerja diluar negri
    tinggal yg bodo2 aja yg masi nyangkut di indo...
    Wah, jangan gitu dong om. Gw masih di indo tapi ga bodo2 amat kok.

  8. #8
    pelanggan setia gembel's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    perbatasan
    Posts
    2,068
    Quote Originally Posted by AsLan View Post
    Kopiers yg pinter2 pada kerja diluar negri
    tinggal yg bodo2 aja yg masi nyangkut di indo...
    termasuk kita donk mbah
    belajar nge-blog di ferylife.blogspot.com

  9. #9
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    Quote Originally Posted by gembel View Post
    termasuk kita donk mbah
    iya wkwkwkw...

    Orang indonesia yg ditarik keluar negri emang pinter2, lihat tuh Sri Mulyani, ndableg, ndugu, mulan dll...
    Kalo gak salah, banyak negara yg diam2 memburu anak2 berprestasi dari indonesia untuk ditarik ke negara mereka.

  10. #10
    Chief Cook ndableg's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    5,910
    ah pinter sih nggak juga. Buktinya gw di indo kagak bisa lulus2 kuliah, malah di luar lulusnya.
    Kalo gw liat sih problemnya orang2 pinter di indonesia ndak rela yg bodoh ikut2an jadi pinter. Soalnya nanti ga bisa diboongin lagih..

    Makanya aslan pura2 bodo tuh...

  11. #11
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    Yang gw pikir sih, meskipun banyak orang indonesia yg kerja diluar negri tapi asal rutin memasukkan devisa ke indonesia rasanya cukup fair lah.
    Itu TKI kita meskipun kebanyakan hanya buruh tapi tiap tahun memasukkan dana yg besar sekali dan bisa menopang banyak orang di dalam negri.

    Karena negara kita memang banyak penduduknya, bolehlah kita ekspor manusia.

    Apalagi negara2 maju banyak yg penduduknya makin turun.

  12. #12
    Quote Originally Posted by AsLan View Post
    Yang gw pikir sih, meskipun banyak orang indonesia yg kerja diluar negri tapi asal rutin memasukkan devisa ke indonesia rasanya cukup fair lah.
    Itu TKI kita meskipun kebanyakan hanya buruh tapi tiap tahun memasukkan dana yg besar sekali dan bisa menopang banyak orang di dalam negri.

    Karena negara kita memang banyak penduduknya, bolehlah kita ekspor manusia.

    Apalagi negara2 maju banyak yg penduduknya makin turun.
    Iy sih om. Indonesia ekspor tenaga kerja ga apa2. Tapi kalo daya tawar pemerintah buat diplomasi demi melindungi warganya yang bekerja jelek, ntar ada penyiksaan terus. Lalu masalah yang ilegal penertibannya belum jelas. Pemerintah indonesia ini kagak tegas dan ga peka masalah negara. Yang di besar-besarin cuma isu politik agar keliatan bagus.

  13. #13
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    Sebetulnya rata2 negara penerima TKI itu sudah memperlakukan TKI dengan cukup baik, yang sering bermasalah cuma di Arab Saudi dan Malaysia.
    Itu pun sebetulnya angka kasusnya sangat kecil dibanding jumlah total TKI yg ada disana.

  14. #14
    pelanggan Sauron's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Location
    Middle Earth
    Posts
    356
    Yah, sektor pertanian jelas harus dipacu lagi.

    Mana nih, katanya swasembada beras, kok malah impor beras mulu...

  15. #15
    pelanggan tetap PERMANDYAN's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    denpasar - bali
    Posts
    1,790
    Quote Originally Posted by Sauron View Post
    Yah, sektor pertanian jelas harus dipacu lagi.

    Mana nih, katanya swasembada beras, kok malah impor beras mulu...
    Bagaimana bisa, banjak lahan jang soedah beralih foensi mendjadi peroemahan maoepoen pertokoan.....

  16. #16
    Quote Originally Posted by Sauron View Post
    Yah, sektor pertanian jelas harus dipacu lagi.

    Mana nih, katanya swasembada beras, kok malah impor beras mulu...
    Agak susah sih ron. Soalnya anak muda jaman sekarang ga ada yang mau jadi petani. Bahkan lulusan IPB sekalipun. Petani hidupnya susahh. Lagipula program transmigrasi yang menghasilkan petani dan pekebun juga ga sebaik jaman pak harto dulu.

    Kalo saya sih setuju banget kalo indonesia ga usah ngarep lebih dari modal asing yang masuk. Negeri kita sudah kaya. Ga masalah kalo mau membangun dari fundamental yaitu perdesaan. Menurut saya juga, kekayaan yang berupa kebutuhan primer kayak beras, gula, sembako musti swasembada.

    Kalo pun terjadi krisis moneter lagi, mungkin lebih kuat. Kalo krisis kan bisnis mobil, motor, dan barang mewah boleh ga ada pembeli, tapi kalo beras, semua butuh makan.

  17. #17
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    Soalnya rata2 pemerintah punya target untuk menekan harga Sembako, jadi petani dan nelayan harus ditekan supaya rakyat tidak berontak kepada pemerintah.

  18. #18
    Chief Cook ndableg's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    5,910
    impor beras ato impor sembako itu biasanya karena "mereka" kebanyakan duit, jadi usaha ngimpor sambil sedikit2 duit ditilepin.. Mangkanya asal ngimpor aja...

  19. #19
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    Impor beras itu memang karena Indoensia kekurangan beras, memang ada tahun2 dimana Indoneisa memiliki produksi beras yg cukup tapi ada tahun2 yg tidak cukup.

  20. #20
    SBY: RI Bakal Disuntik Dana US$ 300 Miliar



    Jakarta - Indonesia bakal mendapatkan suntikan dana US$ 300 miliar dalam 4 tahun ke depan dari BUMN, pihak swasta, dan dari investor asing. Dana ini untuk membantu program percepatan dan perluasan ekonomi khususnya lewat pembangunan.

    Hal ini disampaikan oleh Presiden SBY saat membuka Rapimnas Kadin di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Jumat (1/4/2011).

    "Dana US$ 300 miliar dalam 4 tahun siap disuntikkan untuk percepatan dan perluasan ekonomi. Dana tersebut sebesar US$ 100 miliar dari BUMN, lalu US$ 85 miliar dari swasta yang mudah-mudahan menjadi US$ 100 miliar. Kemudian dari negara sahabat US$ 100 miliar," tutur SBY.

    Selain dari tiga sumber tersebut, pemerintah juga akan menggelontorkan anggaran belanja dalam empat tahun sebesar Rp 100 triliun untuk kebutuhan infrastruktur.

    Dalam kesempatan tersebut, SBY juga menuturkan soal peluang pengusaha untuk menggarap sektor pangan dan energi di Indonesia karena pasarnya sangat besar, yaitu 240 juta penduduk.

    "Dengan penduduk 250 juta dan daya beli yang meningkat, maka kebutuhan pangan, energi, dan air sangat besar. Food business menjadi peluang yang jangan disia-siakan. Semua pemimpin dunia risau akan krisis pangan dan energi. Harga pangan meningkat, dan mari kita bangun agriculture," kata SBY.

    SBY mengakui saat ini produksi dan produktivitas pangan serta energi di Indonesia belum mencukupi jika dibandingkan dengan kebutuhan konsumsi masyarakatnya.

    Sumber : detik.com

    Wah, itu 300 miluar berupa utang atau apa nih ?

Page 1 of 2 12 LastLast

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •