Akhirnya Selly Si Catch Me If U can tertangkap di Denpasar ya.
Cantik-cantik kok penipu lihay. Sudah pernah tertangkap tapi
berhasil menghipnotis (tidak dalam arti sebenarnya) satu kantor
polisi.


Menonton di TV orangnya nampak tenang-tenang saja. Tak
terlihat menyesal atau malu. Bahkan sempat membela diri.

Kata Tika Bisono yang psikolog, semacam Selly ini harus dirawat
karena sakit jiwa--> memperoleh kesenangan ketika berhasil
ngerjain orang.


Saya pernah berkawan dengan orang semacam ini. A-Z bohong
dan ngarang melulu tapi bertahun-tahun baru ketahuan. Untuk
memperkuat bohongnya, bisa dia berlagak -misalnya- pergi ke kampus
untuk sidang sarjana, dengan baju putihnya dan mentraktir orang
setelahnya. Padahal boro2 sidang, proposal pun belum.


Dia juga mengaku kaya raya dan bekerja di sebuah instansi, bisa
ngaku mau haji dan berangkat sembari membawa daftar pesanan
oleh2 teman2 yang ditawarinya sendiri, dari Mekkah Sono. Padahal
dia tidur2an di rumahnya di Bekasi. Dia pun menelepon dari Mekkah


Diantara kami yang sadar adalah saya sejak awal meski cuma dalam hati.
Akhirnya terbongkar ketika kawannya datang dan ngamuk2 karena
duitnya dibawa dan diberi janji-janji belaka. Semua kebohongannya
dari kecil-kecil ndak penting hingga besar-besar yang merusak orang
lain terbongkar.


Puncaknya ketika ia mengabarkan ke semua orang bahwa dirinya meninggal
dunia dengan sms berita yang lengkap : sakit apa, di rumah sakit mana dan
detik ko'it ampe doa keselamatan. Saat menerima sms duka itu, saya langsung
merasa berdosa pernah berkacak pinggang dan marah2 atas kebohongannya.
Dalam hati saya : andai tahu ia berumur pendek, tak perlulah saya menuding-
nuding semua kebohongannya di depan mukanya



Salah seorang dari kami datang ke rumahnya untuk melayat. Eh dia duduk
di teras rumah segar bugar dan buru-buru mencegah teman yang melayat
itu masuk ke rumahnya (takut ketahuan keluarganya).


Pokoknya, kalau diceritakan kegilaan orang ini, bakalan ndak percaya.

Orang-orang semacam ini jika berbohong atau mengarang-ngarang cerita,
sangat meyakinkan, pandai mengiba kalau perlu bawa-bawa agama dan
kitab suci, pandai membikin situasi terbalik dimana dia teraniaya dan orang
lain jahat. Bahkan saking meyakinkannya itu kebohongan, dia sendiri sulit
membedakannya dengan kenyataan meskii bukti dipaparkan.


Jadi, hati-hatilah