^
Tapi, Chan, di waktu transmigran datang, tanah" itu cuma hutan, bukan menyerobot pny rakyat.
Para transmigran itu buka hutan buat ladang.
Latar belakang pendatang di lampung itu hampir memasuki 1 abad. Sdh ga pantas lagi dibilang pendatang.
^
Tapi, Chan, di waktu transmigran datang, tanah" itu cuma hutan, bukan menyerobot pny rakyat.
Para transmigran itu buka hutan buat ladang.
Latar belakang pendatang di lampung itu hampir memasuki 1 abad. Sdh ga pantas lagi dibilang pendatang.
hanya coba membandingkan dengan daerah lain di pulau sumatra.
di sumatra barat tidak ada transmigrasi seperti ini, karena memang ada adat yang kaku soal kepemilikan tanah
di sana juga banyak hutan2nya.
saya akui, orang jawa memang lebih rajin, di sumbar juga gitu (di kampungku lah minimal) mereka dikenal sebagai pekerja keras.
tapi apa ada konflik? ngga, karena ga ada penyerobotan lahan dari suku lain.
paling konflik antar anggota keluarga rebutan tanah, tapi ga akan jadi konflik seperti di lampung.
walau itu tanah keliahatan seperti hutan, harusnya tetap dianggap sebagai tanah ulayat, milik masyarakat.
masalahnya kayaknya udah berlarut-larut nih..
akar permasalahannya yang aku tangkap ya soal ekonomi itu tadi
...bersama kesusahan ada kemudahan...
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n
My Little Journey to India