Quote Originally Posted by fullmoonflower View Post
saya pikir kemungkinan dia mempunyai masalah dari masa lalunya yang berimbas pada perilaku dia sekarang..
mungkin dia mempunyai masa lalu yang kurang menyenangkan, atau kehidupan pribadi yang kurang menyenangkan, mungkin dia biasa didominasi di rumahnya, dia tidak suka dengan hal itu tapi tidak mampu melawan lingkungannya sendiri, sehingga kompensasinya ke rekan2 kerjanya..
atau memang dia terbiasa mendominasi dan orang2 di lingkungannya tidak bisa melawannya, cenderung membiarkan, sehingga dia tidak menyadari bahwa sikapnya itu tidak baik..
atau dia sejak kecil nggak pernah diajari untuk patuh pada orang tua, toleransi & berbagi, malah kebalikan ortunya yang selalu nurut apa maunya dia.. jadi dia memang benar2 nggak paham bahwa perilakunya buruk, karena kontrol yang buruk dari lingkungannya..

banyak faktor yang mempengaruhi dalam pembentukan kepribadian seseorang..

respons Cha_n begitu, saya pikir wajar & bagus untuk shock therapy.. mudah2an bisa membuat dia sadar bahwa di dunia ini dia tidak sendirian dan dia harus mulai belajar memahami & toleransi pada orang lain..
Kita kerja tim, itu yang ingin aku ingatkan. Kalau dia peneliti atau penulis, one man show silakan dia lakukan segala hal dengan caranya tanpa perlu pendapat orang lain.
Kerja tim itu beda, ga bisa semua hal dipaksa dengan cara kita.

Quote Originally Posted by ndableg View Post
Gw ga peduli lan selama gaji gw lebih tinggi dari dia. Apalagi dianya lebih begok dari gw.. bs gw tipu2 sambil ngetawain bareng kolega lainnya.
Mgk banyak tipe2nya, tapi kalo yg gw lagi kerja bareng nih, keknya utk menutupi kenyataan bahwa skill nya paling rendah. untung cakep.
ternyata lu jeruk makan jeruk yak?


---

Eniwei, kemaren bos bilang, bos gede ngomong ke beliau bahwa dia merasa puas, dan menurutnya event kemaren sangat sukses. Peliputan media juga sangat positif, baik media lokal maupun nasional.
Walo sempet ada rame2, seneng juga hasil kerja kami dinilai positif