Kenapa heboh gitu?

Advertising itu cuman re-stating the fact. Memang fakta , apa adanya, adalah TKI = Komoditas Expor. Mereka disertifikat, diberi label, ditraining ini dan itu,

ter-industrialisasi penuh dengan komersialiasi di pasar international baik legal maupun ilegal,
jalur formal human trafficking, overworked di luar, di palak di bandara, di exploitasi media guna kampanye kelangsungan pengiriman komoditas.
System industri yg dilegalkan tanpa moral ini, mengenal mereka hanya dengan angka; nomer paspor, skill, dan gaji.

Pada gak ngeh atau gimana? Pan System ini disetting dan didesign bukan untuk charity/dinas sosial. Industri TKI bertumbuh dan terus ada karena pasar mengejar production output yang tinggi dengan extremely cheap labor, sedikit skill dan teknologi minim. Suatu bentuk penjajahan? Iya. Suatu over-exploitasi thd peradaban manusia? Iya. Kegagalan kebijakan tenaga kerja? Yoi banget. Tidak adakah perubahan setelah Pemerintah meresponse dengan kebijakan baru, anggaran baru, program lain, birokrasi lain yang jauh lebih MANUSIAWI? Iya, tidak ada.

Fakta kedua: BNP2TKI sibuk ngurusin ratusan ribu TKI bermasalah tiap tahun di LN dengan budget gak murah, sementara satker PNPM malah kesulitan cari tenaga kerja lokal, sang agen perubahan lulusan terbaik Karang Taruna di pelosok, untuk membangun ekonomi dan kesejahteraan dusun dan desanya.

Solusinya dari dulu adalah STOP kirim2 TKI, dan START membuat lapangan kerja baru di dalam negeri untuk menyerap TKI2 itu, lewat padat karya, bangun infra,
wong peernya MP3EI buaannyaaak e poll, Pemerintah malah riweh ngurusin TKI dan Kloter Haji. K o n y o l .