Tiap orang punya prioritas beda, jadi kukira akan ada perbedaan pandangan soal kerjaan macam begini.

Kalo bagiku yang udah merit dan punya anak, akan menghindari kerja macam begini karena hidupku ga sekedar buat kerja. Aku menikmati bekerja tapi juga menikmati keluargaku jadi ga mau hidup tersita buat kerjaan doang.
Mengembangkan diri ga sekedar dari kerjaan sebenarnya, tapi memang dengan bekerja kita dipaksa untuk terus berkembang.

Prinsipku kerja sehari cukup 8 jam, dengan waktu tranportasinya sehari 10 jam sudah jauh dari cukuplah buat kerja, anakku punya haknya, suamiku punya haknya juga, badanku sendiri juga punya hak2nya.

Soal lembur, aku ga mau kecuali amat sangat terpaksa dan emang dipaksa, misal harus dinas ke luar kota ya terpaksa kerja full siang dan malam, jadi aku ga mau kalau harus lembur juga pas kerja di kantor.