Tapi yang mengganggu pemikiran saya adalah melihat betapa tingginya persentase orang-orang yang memutuskan melepas comfort zone untuk kemudian menjadi pengusaha ataupun mulai berwirausaha ternyata menemui kegagalan dan kemudian memutuskan untuk kembali menjadi profesional, kembali menjadi employee, dan kembali berkutat di kuadran kiri — hanya dalam waktu setahun atau dua tahun setelah mengambil pilihan untuk menjadi pengusaha.
Apa salahnya hal ini? Dari karyawan menjadi boss kan namanya step forward. Masalahnya perusahaan failit dan gulung tikar itu wajar aja di setiap negara kapitalis. Daripada jadi tukang stempel di kantor pajak selama 20 taun.. mandeg..