kalo saya kebalikannya dengan aslan kakakku justru lebih berpikiran menjadi pengusaha, sedangkan saya pribadi dari dulu sama skali ngga ada niat jadi pengusaha karena ga cocok dengan kepribadian. keluargaku sampe heran tiap kali mendengar penjelasan saya, karena saking banyaknya lingkungan kami yang berwirausaha tapi saya yang ajaib.

Quote Originally Posted by Nharura View Post
sebenarnya jadi pengusaha itu bikin kita mandiri,, dan belajar untuk bertanggung jawab,, berwiraswasta dengan hobby kita,,misalnya menjual tanaman sop, pet shop atau cafe kue2,, menjadi apa yang kita lakukan menjadi lebih menyenangkan.., stress karena kerjaan kantor tak ada dalam kamus wirausaha,, karena usaha yang kita lakukan adalah kegemaran kita,, berarti kalau kita gemar, berarti ada kemungkinan besar,, menjadi hal yang kita sukai dan be fun..

tapi menjadi pegawai,, juga bukan hal yang salah,, karena menjadi pegawai,, berarti kita harus lebih peduli dengan lingkungan kita, khususnya apa yang diinginkan visi dan misi kantor, kemudian, bersedia... menuruti apa yang diinginkan oleh organisasi, dan kita mampu harus memaklumi "hal" yang tidak sesuai dengan nurani kita,,karena itu sesuai dengan apa yang diinginkan pimpinan dan organisasi,, menyenangkan? itu perspektif orang2 masing2.
menjadi mandiri dan lebih bertanggung jawab iya, tapi menyenangkan ato tanpa stress ato tidak, kupikir itu blom tentu menjadi pengusaha harus siap menjadi orang pertama di lokasi, dan orang terakhir meninggalkan lokasi. melakukan hobi dan berbisnis tidak selalu sama - tergantung visi bisnisnya. seseorang yang sekedar 'berwirausaha' sesuai hobi, dengan gaya kerja mirip freelancer, memang lebih fleksible, tapi lebih lambat berkembangnya. sedangkan wirausaha yang bener2 berbisnis dan bertujuan mengembangkan usahanya, bakal terlalu sibuk dengan ngurusin dan mikirin aspek2 laen dalem berwirausaha - finansial, pembukuan, sumber daya manusia, logistik, sales, quality control, berinteraksi dengan pelanggan dll, dan porsi persentase waktu maupun tenaga untuk melakukan bagian yang awal mulanya 'hobi'nya, justru jadi sedikit.

jadi kupikir ini tergantung dengan sekompleks apa visi bisnisnya.