Kalau di-remake, justru tempat dan bahasanya memang harus diubah.
Kalau tempatnya sama-sama di Indonesia dan bahasanya sama-sama Bahasa Indonesia, lalu untuk apa remake? Mendingan tayangin film aslinya pakai subtitle.
Tujuan remake justru adalah menceritakan ulang kisah yang sudah ada tetapi disadur sedemikian rupa sehingga lebih dekat dengan target penonton baik dari target usia maupun target lokasi penonton yang dituju.
Kalau yang remake adalah produser Amrik, maka mereka akan mencari tempat yang kondisinya serupa dengan Babel, tetapi dekat dengan penonton di Amrik. Mungkin di Amerika Selatan, atau mungkin di Afrika, atau mungkin di pabrik2 di daerah pedalaman yang tak pernah dikunjungi dan terabaikan di Amerika Serikat.
![kopimaya [dot] kom - Secangkir Kehangatan di Dunia Maya - Powered by vBulletin](images/misc/vbulletin4_logo.png)



Reply With Quote