Tak jarang seseorang yang terpuaskan dengan kenikmatan hidangan sebuah restoran jatuh cinta pada restoran tersebut dan mati-matian meminta resep masakannya pada si pemilik. Bisa ingin membuat hidangan sendiri di rumah atau jika ia memiliki modal, berusaha membuka restoran sejenis atau cabang dari restoran bersangkutan.
Kisah bak di cerita itu dialami pula oleh Levita Supit. Istri pengusaha teh asal Manado ini kepincut dengan cita rasa Ayam Tulang Lunak Hayam Wuruk ketika menikmatinya beberapa waktu lalu. “Langsung saya tanya-tanya apakah restoran itu diwaralabakan atau tidak,” katanya mengenang. Beruntung setelah bertanya pada pengelola restoran tersebut ia mendapat info kalau restoran Ayam Tulang Lunak Hayam Wuruk memang restoran yang dikembangkan dengan sistem franchise. Maka ia pun berbunga-bunga. Ia ingin mendirikan cabang restoran ini di suatu tempat.
Untuk lebih meyakinkan ketertarikannya sekaligus membuktikan insting bisnisnya bahwa bisnis ini bakal menguntungkan, ia ajak keluarganya menikmati sajian Ayam Tulang Lunak Hayam Wuruk. Ternyata keluarganya juga menyukai sajian makanan di restoran itu.
Tak perlu menunggu waktu lama ia kemudian menghubungi pemiliknya. Lamarannya untuk menjadi franchisee pun ia dapat. Setelah memakan waktu tiga bulan melakukan persiapan, akhir tahun 2006 lalu restoran Ayam Tulang Lunak Hayam Wuruk miliknya akhirnya terwujud yang berlokasi di Jalan Sunda, Menteng, Jakarta Pusat. Ia merogoh modal sampai sekitar Rp 1 miliar untuk mendirikan Ayam Tulang Lunak Hayam Wuruk di sana.
Meski tanpa promosi yang berlebihan restorannya mendapatkan banyak kunjungan. Setiap jam makan siang selalu penuh pengunjung. Dan dalam perhitungannya, investasi di restoran tersebut akan balik modal sesuai dengan perkiraan. Itulah awal Ita, panggilan akrab Levita Supit, masuk ke industri franchise. Sejak itu ia berkecimpung dan mengembangkan bisnis di industri franchise.
Menurut mantan pengacara ini pola franchise sangat menarik untuk digeluti. Pola ini juga menjadi jalan pintas bagi para profesional masuk mengelola bisnis sendiri. Terlebih-lebih di jaman krisis di mana tingkat kepercayaan pada investasi lain seperti pasar modal dan deposito menurun, investasi di sektor riil yang dikembangkan dengan sistem franchise akan menjadi alternatif yang menarik dan bisa jauh lebih menguntungkan. Ia sendiri merasa puas dengan restoran-restoran franchise yang dimilikinya.
“Restoran Ayam Tulang Lunak saya berjalan baik karena itu setahun kemudian saya membuka cabang kedua di Jakarta,” paparnya. Itu bukan satu-satunya ekspansi usaha yang dilakukannya. Tiga bulan kemudian ia sudah mencari tempat baru, kali ini di Manado untuk membuka restoran ketiganya di kota asalnya tersebut. Awal tahun 2008 lalu restoran di Manado itu sudah dibuka.
Restorannya di Manado juga berjalan sesuai harapannya. “Masyarakat Manado ternyata bisa menerima kehadiran restoran Ayam Tulang Lunak Hayam Wuruk,” ujarnya. Sekarang ia malah sedang mencari tempat untuk membangun restoran Ayam Tulang Lunak keempat dan kelimanya. Ita benar-benar puas dengan perkembangan bisnisnya dan sedang menggebu-gebu mendirikan cabang-cabang barunya.