Manajemen ASIP Bagi Ibu Bekerja ***
By Zabee Wilova in TAMBAH ASI, TAMBAH CINTA (Files)
by STOP Gunakan Sufor sebagai Solusi Pemenuhan GIZI terhadap ANAK on Wednesday, January 5, 2011 at 12:58pm
Banyak para Bunda yang menjadikan “pekerjaan” sebagai alasan untuk tidak menyusui. Tidak sedikit pula para Bunda yang tetap memperjuangkan memberikan ASI ekslusif tidka hanya selama 6 bulan saja, akan tetapi sampai 2 tahun, padahal dia adalah working Mom. (Mohon maaf, tanpa bermaksud mendiskreditkan Working/Non Working Mom).
Kalau ada yang bilang, “Enak ya, bisa kasih ASI eksklusif, pasti ASI-nya banyak dan berlimpah-limpah.”
Sebenarnya tidak demikian. Ada pengalaman para Bunda yang setiap kali memerah pada awalnya hanya setetes-setetes saja. Sampai akhirnya mencapai 40 ml sekali perah, hingga mencapai 100 ml sekali perah. Semua itu dilakukan dengan keyakinan, keinginan, konsistensi dan kepercayaan yang tinggi bahwa ASI SAYA CUKUP.
Berikut ada beberapa tip yang bisa dari salah satu Bunda bagi berkaitan dengan manajemen ASIP:
• Carilah info sebanyak-banyaknya tentang pemberian ASIP, prosedur penyimpanan dan proses pemijatan payudara untuk memperlancar ASI, serta cara memerah dengan tangan dan atau alat (pompa)
• Menyediakan peralatan untuk menyimpan ASIP
• Sejak bayi lahir, tamping setiap tetes ASI yang keluar, dan SYUKURI setiap tetes ASI yang didapat.
• Meminta bantuan suami untuk melatih bayi minum ASIP, dengan sendok atau cangkir (penggunaan botol/dot sangat tidak disarankan!)
• Berlatih berbagai cara yang cocok untuk memerah ASI, baik dengan tangan atau breastpump. Memerah dengan menggunakan tangan merupakan keuntungan tersendiri, karena selain praktis, tidak perlu repot membawa breastpump.
• Merencanakan waktu memerah di kantor. Usahakan disiplin memerah setiap 2 jam dipenuhi (walaupun ada beberapa sesi yang terlewat). Sesuaikan dengan keadaan dan suasana di kantor.
• Jangan tunggu payudara mengencang untuk memerah.
• Sekali lagi, syukuri sesedikit apapun hasil yang Bunda peroleh. Itu adalah cairan emas untuk buah hati anda! Jika pada awalnya memperoleh sedikit, bila Bunda disiplin, volume yang didapat makin hari makin bertambah setiap kali memerah ASI.
• Saat menyusui bayi di rumah, sebisa mungkin menampung ASI yang menetes-netes di payudara sebelahnya.
• Amati jumlah volume yang diminum bayi setiap harinya. Perhitungkan dengan cermat berdasarkan volume rata2 tiap kali memerah. Hal ini akan berpengaruh pada jadwal memerah Bunda (selain menyusui langsung) dalam 1 hari. Misal jika bayi minum 6-10 botol setiap harinya. Anda dapat memerah 5 botol dalam sewaktu bekerja. Artinya Bunda harus memerah lagi 5 botol sesampai di rumah (baik malam atau pagi harinya sebelum bekerja), di samping menyusui langsung.
• Saat weekend/libur bekerja, usahakan tetap memerah ASI, walaupun cenderung lebih sulit karena bayi biasanya menyusu langsung sepanjang hari.
• Jangan pernah terlena dengan banyaknya persediaan ASIP di kulkas atau freezer. Mungkin saat awal-awal stok ASIP menumpuk. Akan tetapi untuk menghindari keadaan di luar kebiasaan misalnya lembur, atau harus tugas keluar kota.
• Setiap malam atau pagi sebelum berangkat kerja, cek persediaan ASIP, kombinasikan antara ASIP hasil perahan kemarin dengan ASIP yang sudah sempat dibekukan di freezer, misalnya dalam sehari bayi minum 4 botol ASIP kemarin dan 4 botol ASIP yang sudah sempat dibekukan. (Meskipun prinsipnya FIFO – first in first out)
• Bawa botol lebih dari yang diperlukan dalam sehari karena bisa saja ada kejadian yang tak terduga, seperti harus lembur, tidak sengaja menjatuhkan tutup botol, dan sebagainya.
• Setelah bayi berusia 6 bulan, ia memang sudah mulai makan, tapi ASI tetap yang utama, walaupun kadang terasa konsumsi ASI-nya bertambah banyak. Jadi frekuensi memerah tetap harus dijaga. Menurut saya, kita baru bisa agak santai setelah bayi berusia setahun. (proses menyusui dapat berlangsung hingga usia 2 tahun atau lebih)
• Hal penting yang tidak boleh dilupakan: Bunda harus yakin bahwa ASI Bunda cukup untuk bayi bunda. Dengan keyakinan itulah Bunda berhasil melampaui berbagai tantangan dan hambatan dalam pemberian ASI eksklusif untuk Bayi Tercinta.
PERALATAN YANG HARUS DISIAPKAN :
1. Botol penyimpan ASIP.
- Botol plastik. Gunakan yang BPA free, karena jika menggunakan botol plastic biasa, plastiknya bisa terurai ke dalam ASIP.
- Botol Kaca. Biasanya dilengkapi dengan tutup karet. Dapat juga menggunakan botol UC 1000, dengan tutup yang kedap udara.
Jangan pakai botol susu yang berwarna / bergambar, karena ada kemungkinan catnya meleleh jika terkena panas
2. Plastik khusus untuk menyimpan ASIP. Biasanya dipergunakan untuk kulkas yang kapasitasnya kecil, sebagai alternatif lain bila tidak ada botol. Perlu diperhatikan agar menggunakan plastic yang BPA free. Harganya lebih mahal dari harga plastic biasa
3. Spidol permanen untuk menuliskan tanggal dan jam memerah ASI.
4. Cooler Bag. (untuk menjaga ASIP selama perjalanan dari kantor ke rumah). Bila tidak ada, bisa gunakan termos es biasa
5. Blue ice. Biasanya terdapat dalam cooler bag. Fungsinya sama seperti es batu, menjaga cooler bag tetap dingin. Bila tidak ada blue ice, gunakan es batu. Perkirakan jumlah dan ukurannya agar tetap dapat menjaga ASIP Bunda hingga sampai ke rumah)
6. Plastik biasa. Beberapa Bunda ada yang membungkus botolnya dengan plastic sebelum dimasukkan ke kulkas, karena khawatir akan terkontaminasi bau dari bahan makanan yang lain di ruang yang sama dalam kulkas.
7. Breastpump baik yang manual atau elektrik.
Cara mensterilkan Perlengkapan
o Merebus. Biasanya barengan dengan bikin air mandi bayi, tapi untuk cara ini harus hati-hati, karena banyak perlengkapan yg ga kuat direbus, terutama perlengkapan breastpump.
o Merendam. Caranya setelah air mendidih didiamkan dulu beberapa saat, baru perlengkapan dimasukkan. Diamkan sekitar 5 menit. baru diangkat dan ditiriskan dengan cara digantung/dibalik.
Katanya sih mengeringkan dengan cara dilap kurang disarankan, karena memang suka ada serat2 kain yg nempel.
o Steamer/ Sterilizator (merk yg pnah saya liat chicco, bolster,avent). Kebetulan dapet kado yg merk bolster. Praktis banget, tinggal nyusun botol dsb di raknya, lalu isi air, nyalakan listrik, alat pun bekerja sendiri mensterilkan. setelah sudah selesai, alat akan mati sendiri secara otomatis.
o Larutan/ tablet steril (merk chicco/ mothercare btk tablet). Saya sendiri belum pnah pake, tapi kaka ipar sekarang pake ini. Jadi klo abis merah di kantor, cuci peralatan, langsung masukin deh peralatannya ke wadah tupperware berisi larutan steril ini. diamkan sekitar 1 jam - saat mau dipake lagi, cukup disiram oleh air matang/ panas dr dispenser.
PENYIMPANAN ASI PERAH:
Prinsipnya : HINDARI PERUBAHAN SUHU YANG DRASTIS.
1. simpan ASIP yang baru dalam botol yang sudah disterilkan atau dalam plastik khusus penyimpan ASIP. Beri label tanggal dan jam perah.
2. Jangan menutup botol ASIP dengan dot, karena masih bisa bereaksi dengan udara luar.
3. Simpan dalam kulkas bagian bawah (bukan freezer), karena suhunya masih hangat (baru diperah).
4. Setelah 1-2 jam, pindahkan ke dalam freezer, bila Bunda yakin dalam 4 jam ke depan ASIP tidak akan dikonsumsi.
5. Penggabungan ASIP yang diperah dalam botol yang sama dapat dilakukan dengan syarat: suhu dalam keadaan yang sama dan dalam kurun waktu maksimal 24 jam. Akan tetapi hal ini tidak disarankan, karena prinsip dalam pemberian ASIPnya adalah FIFO (first in first out).
ASIP yang dimasukkan lebih awal, dikonsumsi duluan.
TIPs:
• Biasanya untuk ASIP yang tidak akan dikonsumsi dalam 3 hari ke depan, disimpan di freezer. Kalau untuk kejar tayang atau diberikan keesokan harinya tidak perlu disimpan di freezer, cukup lemari es bagian bawah saja (hindari penyimpanan di pintu lemari es, karena suhu berubah-ubah saat buka-tutup kulkas).
• Sekedar saran, untuk kejar tayang sebaiknya dihindari, karena membuat suasana tegang/cemas yang barangkali dapat mempengaruhi produksi ASI Bunda
• Untuk yang merasa ribet dengan pelabelan jam dan tanggal, dapat juga dengan menggunakan label urutan.
Misalnya dengan memberi nomor urut pada tutup botolnya.
BERAPA LAMA ASI HASIL POMPA/PERAS BISA DISIMPAN PADA SUHU RUANG?
Jika ruangan tidak ber-AC, disarankan tidak lebih dari 4 jam
Jika ruangan ber-AC, bisa sampai 6 jam
-catatan: suhu di atas harus stabil, misalnya ruangan ber-AC, tidak mati
sama sekali selama botol ASI ada di dalamnya.
BERAPA LAMA ASI HASIL POMPA/PERAS BISA DISIMPAN PADA SUHU LEMARI ES?
Jika Ibu mengetahui bahwa dalam 4 jam ke depan ASI hasil pompa/peras tidak akan diberikan pada bayi, maka segeralah simpan di lemari es. ASI ini bisa bertahan sampai 8 (delapan) hari dalam suhu lemari es, jika ditempatkan dalam compartment yang terpisah dari bahan makanan lain yg ada di lemari es tsb.
Jika lemari es Ibu kebetulan tidak memiliki compartment terpisah untuk
menyimpan botol ASI hasil pompa/perasan, maka sebaiknya ASI tersebut jangan disimpan lebih dari 3 x 24 jam.
Ibu juga dapat "membuat" compartment terpisah dengan cara menempatkan botol ASI dalam container plastik yang tentunya dibersihkan terlebih dahulu dengan baik.
BERAPA LAMA ASI HASIL POMPA/PERAS BISA DISIMPAN PADA SUHU FREEZER?
ASI hasil pompa/perasan dapat disimpan dalam freezer biasa sampai 3 (bulan) lamanya. Namun Ibu jangan menyimpan ASI ini di bagian pintu freezer, karena bagian ini yang mengalami perubahan dan variasi suhu udara terbesar.
Jika Ibu kebetulan memiliki freezer penyimpan daging yang terpisah (biasanya disebut deep freezer) yang umumnya memiliki suhu lebih rendah dari freezer biasa, maka ASI hasil pompa/perasan bahkan dapat disimpan sampai dengan 6 (enam) bulan di dalamnya.
MENGATASI LISTRIK PADAM
1. Tidak disarankan tetap menyimpan ASIP dalam kulkas mati/tidak menyala selama lebih dari 4 jam. segera keluarkan ASIP yang ada di bagian bawah dan dapat dikonsumsi
2. Bila diperkirakan listrik padam dalam waktu sebentar, simpan ASIP di kulkas bagian bawah ke freezer, karena perubahan suhu dalam freezer membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan ruang bagian bawah/pintu kulkas.
3. Cara lain adalah dengan menggunakan blok es batu/blue ice disekeliling botol ASIP hingga listrik menyala kembali.
4. Apabila persediaan es batu menipis dan susah didapat, terpaksa Bunda mengungsi (mencari kulkas) bila ASIP nya tidak mau terbuang percuma)
CARA MENGHANGATKAN ASIP : (ingat : Hindari perubahan suhu yang drastis)
1. Turunkan ASIP dari freezer, ke lemari es bagian bawah. Ambil stock ASIP yang terlama (yg lebih dulu diperah).
2. Bila ASIP sudah mencair sepenuhnya, keluarkan dari dalam kulkas.
3. Bila ASIP sudah lebih hangat dalam suhu ruang (botolnya berkeringat), baru dihangatkan dengan air hangat (bukan air mendidih).
4. Panaskan ASIP dengan cara:
- dialiri air hangat dari keran (bukan air mendidih)
-merendam botol di dalam baskom / mangkuk yang berisi air panas (bukan mendidih)
Jangan sekali-sekali memanaskan botol dengan cara mendidihkannya dalampanci, menggunakan microwave atau alat pemanas lainnya (kecuali yang memang di-design untuk memanaskan botol berisi simpanan ASI)
5. sebaiknya ketika asip akan diberikan ke anak, jangan dikocok kayak ngocok waktu bikin susu formula. kenapa? karena dengan dikocok gitu kandungan yang ada di asi akan hilang. ketika diperah, kandungan gizi ini saling bersambungan tapi ketika dikocok dia akan saling lepas dan ini menyebabkan kandungan gizi yang sudah berbeda ketika masih fresh di perah.jadi sebaiknya kalo ASIP sudah hangat dan akan dikasih ke bayi, di swirl aja pelan2. JANGAN DIKOCOK!
6. Bunda tentunya mengetahui berapa banyak bayi Ibu biasanya sekali meminum ASI. Sesuaikanlah jumlah susu yang dipanaskan dengan kebiasaan tsb. Misalnya dalam satu botol Ibu menyimpan sebanyak 180 cc ASI tetapi bayi Ibu biasanya hanya meminum 80, jangan langsung dipanaskan semua. INGAT bahwa susu yang sudah dipanaskan tidak bisa disimpan lagi!
Proses Pengolahan ASI untuk Keamanan dari virus HIV/AIDS
http://www.youtube.com/watch?v=NNw1odieIoI
http://www.latrobe.edu.au/microbiology/table7.html
BAGAIMANA SAYA MENGETAHUI APAKAH ASI YANG DISIMPAN SUDAH BASI?
Sebenarnya jika Ibu mengikuti pedoman pemompaan/pemerasan ASI dan penyimpanan yang baik, ASI tidak akan mungkin basi. Kadang memang setelah disimpan / didinginkan akan terjadi perubahan warna dan rasa, tapi itu tidak menandakan bahwa ASI sudah basi. Asalkan Ibu berada dalam keadaan bersih ketika memompa/memeras, menyimpan ASI dalam botol yang steril & tertutup rapat, dalam jangka waktu yang dijabarkan seperti di atas dan saat memanaskan juga mengikuti petunjuk, mudah-mudahan ASI Ibu terjaga dalam kondisi yang baik.
Dibandingkan susu formula, ASI lebih tahan lama. Pada saat berinteraksi dengan udara luar, biasanya yang terjadi bukan pembusukan ASI tetapi lebih merupakan berkurangnya khasiat ASI, terutama zat yang membantu pembentukan daya imun bayi.
CARA PEMBERIAN ASIP KEPADA BAYI:
1. Pemberian ASIP kepada bayi disarankan menggunakan sendok atau cup.
2. HINDARI PENGGUNAAN BOTOL/DOT, karena dapat menimbulkan bingung puting.
3. untuk video contoh pemberian nya dapat dilihat pada link berikut :
http://www.facebook.com/video/video....d=193924016025
SELAMAT ! Bayi Ibu sungguh beruntung memiliki Ibu yang menyadari betul arti dan manfaat pemberian ASI dalam awal kehidupannya.
GOOD LUCK YA BUNDA
TETAP SEMINGIIIIIIIIT!!!
BUNDA PASTI BISA!!
============================================
Sumber:
Barger, J. and Bull, P.A., Comparison of the bacterial composition of breast milk stored at room temperature and stored in the refrigerator. Intl Journal of Childbirth Ed 2: pages 29 and 30 1987.
Hamosh, M. et al., Breastfeeding and the working mother effect of time and temperature of short term storage on proteolysis, lipolysis, and bacterial growth in milk. Pediatrics 97 (4) 492 to 498, 1996
Mohrbacher, N. and Stock, J., The Breastfeeding Answer Book, La Leche League International, 1997, pp 30 to 31.
Pardou, A. et al., Human milk banking: influence of storage processes and of bacterial contamination on some milk constituents. Biol Neonate 65:302 to 309, 1994
Posted by Nuraini tadjoedin
The Urban Mama
http://theurbanmama.com/tips/229/man...u-bekerja.html
http://theurbanmama.com/forum/topic2...emen-asip.html
http://www.facebook.com/video/video....d=193924016025
![kopimaya [dot] kom - Secangkir Kehangatan di Dunia Maya - Powered by vBulletin](images/misc/vbulletin4_logo.png)




)
Reply With Quote