Results 1 to 20 of 66

Thread: Dimana Letak Masalahnya, Aku atau Para Karyawan?

Hybrid View

Previous Post Previous Post   Next Post Next Post
  1. #1
    Chief Cook GiKu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    10,315
    kenapa cari yg tua ?

  2. #2
    Quote Originally Posted by cha_n View Post
    suamiku sering bilang, karyawan itu aset, jadi harus diperlakukan dengan sebaik2nya, dimanusiakan, beri hak nya sesuai kewajibannya.

    satu hal yang sangat aku perhatikan, apapun alasannya, baik lagi marah besar sekalipun, suami ga pernah berkata kasar sama karyawannya.
    manusia itu tempatnya salah, sama juga dengan karyawan, kalau salah ya diberi tahu, berkali2 salah selama bukan kesengajaan itu sangat mungkin dan pada banyak kasus harus dimaklumi, tapi juga harus diingatkan.
    cara mengingatkannya jg harus diperhatikan. jangan memarahi/mengingatkan dia di depan teman2nya, itu sama saja kita ingin mempermalukan dia.
    padahal tujuan kita kan supaya dia sadar kesalahannya, dan tidak mengulangi. kalau sampai dipermalukan, siapapun tidak akan suka.
    fokus sama tujuan dari kita memarahi, bukan untuk meluapkan emosi, bukan untuk mempermalukan, tapi untuk mengingatkan dan memperbaiki kinerja.
    kalau dia sangat pintar dan ga mudah salah, yakinlah, dia ga bakal jadi karyawan, tapi sudah jadi bos
    untuk warnet, kita punya karyawan yang sudah ikut lebih dari 5 tahun, pernah ditanya suami "kok masih betah?"
    "mas orangnya sabar, padahal sama saya. ga pernah dapat bos seperti itu"
    karyawan ini tadinya supir angkot, diajari dari 0 sampai sekarang. bolak balik kita tawari sekolah lagi (dia lulusan smp, kita mau bayarin buat paket c) sayangnya dia ga mau... padahal kalau punya ijazah paket c tuh lumayan banget buat dia.

    untuk karyawan lain sifatnya lepas, karena pas ada proyek baru ikut.
    di situ juga aku lihat, walau dia bosnya tapi ga malu2 berbaur dengan para tukang/kenek-nya.
    kadang aku suka ngomong "yah, sekali-kali berwibawa gitu lho, karena kadang anak buah ngeremehin, walau ya kalau yang sudah matang wataknya ngga sih (para tukang biasanya udah pada dewasa), tapi kenek2 gitu kadang jadi ngeyel"
    tapi dari situ dia malah bisa berbaur, ga jarang anak buahnya curhat soal masalahnya.

    tipe kepemimpinan orang bisa beda2, ada mungkin yang pendekatannya berbeda, tapi harus ingat, karyawan itu manusia, dia juga punya perasaan, dan mereka itu adalah aset yang sangat penting, jadi perlakukan dengan sebaiknya. tanpa mereka usaha kita juga ga ada apa2nya.
    aku itu sangat baik dengan karyawanku.. mereka tahu aku sering gunakan duit pribadi untuk mereka.. kalau makanan dan duit.. tdk pelitlah aku..

    bagiku.. Bisnis itu adalah Manajemen Pembagian Keuntungan... kalau tdk bijak membagi keuntungan dengan orang yg bekerja dengan kita.. ya akan banyak masalah2 yg muncul dan salah satunya adalah kebangkrutan...

    aku tdk mau seperti kebanyakan bos2 di tempat lain... bisa nambah rumah, tempat usaha, tanah, tabungan, mobil, bahkan nambah istri.. tetapi sementara karyawan.. terus membujang karena penghasilannya sedikit.. aku berusaha meningkatkan upah mereka.. makanya aku sering kasih tips kalau pemasukan bagus, ini tanpa sepengatahun bosku bahkan aku banyak gunakan uang pribadiku... tdk maslaah bagiku aku jadi dapat sedikit, yg penting aku bisa membuktikan apa yg selama ini aku yakini...

    sikapku juga biasa aja..
    hanya saja.. aku emang agak rewel, karena hampir semua kerjaan sering aku komentari.. ya.. aku punya standar kerja... salah satu penyebab pelangganku terus bertambah karena kualitas kerjaku bagus... nah.. kalau kerja mereka tdk bagus.. ya aku tegur, hanya saja aku tdk pandai bagaimana cara menegur yg baik..

    Sebenarnya masalah mulai muncul ketika aku menambah karyawan perempuan, karena karyawan terbaikku itu perempuan sendiri, akhirnya tarik lagi 1 karyawan perempuan dengan harapan ada temannya.. dan ini mempertaruhkan pendaptanku.. level sekian 10%, sekian 8%, sekian 7% dan sekian 5%, kalau tdk memuaskan.. boleh di keluarkan (putus kerjasama)...

    Tetapi maslaah justru muncul ketika karyawan bertambah... karayawan yg baru.. tdk mau cepat belajar.. inisiatifnya lemah... aku kan tdk sbaran.. ya aku omelin lah.. nah, suasana kerja mulai tdk enak.. aplaagi karyawan yg laki2 mulai ngulah... aku tdk yakin dengan kejujurannya.. pola hidupnya kurang bagus.. percuma rumah sjeengkal, punya istri, tinggal dengan mertua makan kok masih di warung... kalau kerja di pertamina sih aku tdk heran.. lah, kerja di tempat ini.. ya harus prihatin.. jajannya kuat.. pernah ngaku beli snack yg enak hanya 5.000, murah amat dalam hatiku.. suatu ketika aku lihta di indomaret.. aku mau beli.. eh harganya 7000 ribuan... buset.. berarti dia bohong padaku... ngapain juga bohong soal harga...

    Sebenarnya sleian gaji pokok, mereka sering dapat tips baik dariku, lemburan, atau dari para pelanggan yg merasa puas dengan kerja mereka...

    tapi begitulah... kesalahanku adalah tdk sabraan dan tdk tahu cara memanaget maslaah yg ada.. ya ada aku hanya menggunakan emosiku... jadinya ya suasana kerja jadi tdk nyaman... sampai akhirnya karyawan terbaikku itu keluar... aku sudah minta maaaf berulang2 tetapi tetap tdk mau balik dia...

    ada hikmahnya juga sih.. sejak dia keluar, aku benar menyesali kebodohanku.. dan aku mulai belajar untuk tdk melakukan keslahaan yg sama... udah seminggu ini, nyaris tdk ada marah2...

    tapi sukurlah.. aku dapat karyawan cukup bagus.. baru lulusan SMP, ia punya insting yg baik dalam bekerja.. 2 minggu pertama masih gagok dia.. tetapi karena sering aku kasih penjelasan setiap kerjaan yg aku suruh.. insting kerjanya mulai keluar.. tadi aku ajak2 jalan2 ke kota.. senang banget dia... mau aku jaga baik2... dan aku merencankan akan menurunkan keamanan usaha ini padanya, termasuk menunggu temanku dari medan juga, aku tarik ke jakarta, dulu dia juniorku, waktu aku jualan kertas di sekolah, dia jadi agenku.. dia jujur dan kalem anaknya, makanya aku yakin dengannya, aku bayarin ongkosnya separuh jika sampai jakarta.. senin ini ia berangkat...

    ---------- Post Merged at 09:10 PM ----------

    Quote Originally Posted by Serenade View Post
    Dapet karyawan yg kompeten dan pny integritas emang rejeki besar buat bos. Kata adik aku, yg gini ini perlakukan dg baik.

    Nah, kalo karyawan yg pny ciri yg rusak, lebih baik elu tunjukin siapa bos dan siapa yg karyawan, n "gw ga butuh lo".

    Gw pny cerita tentang seseorang yg menyesal karena kebodohan dia ngelunjak sama bosnya.
    Ceritanya dia dulu teknisi komputer di salah satu toko komputer ttp krn terpengaruh sama yg laen dia ngerjain bosnya. Akhirnya krn seluruh karyawan jadi teracuni, si bos melakukan tindakan ekstrim ... pecat semua karyawan. Tapi diem" setelah sekian waktu, si bos mulai manggil org" yg ga bersalah yg kena pecat dan mereka dipekerjakan dg gaji yg lebih mantep.
    Sekarang dia ... setelah bekerja di rumah makan ... sekarang nganggur n pny utang di mana".
    yup..
    karyawan yg jadi biang kerok maslaah itu sebenarnya udah menampilkan tabiat jeleknya sejak awal masuk.. baru 2 hari berani membentakku... gila bener... tetapi aku sabar ajalah.. ya.. ABG baru gede.. maklumi ajalah.. masih labil dan manja.. tetapi dampaknya besar juga.. dia tdk bisa kerja seperti yg aku harapkan... karena aku tdk sabaran ya jadi sering kena marah.. aku pernah marah besar pagi gara2 perempuan ini udah ngeyel... kalau tdk dapat mengendalikan diri.. udah aku taburin itu ID2 kard... aku pernah lempar2 undangan yg rusak karena si karyawan tdk mengikuti contoh yg sudah aku beri... dan tentu saja kalau aku marah tak terkendali ya aku nyerang secara fisik... tetapi selama hampir 10 tahun di jakarta, aku tdk pernah kontak fisik disini meski aku seperti ini orangnya... aku selalu berpikir tdk ada untungnya kontak fisik.. tetapi kalau aku diserang secara fisik, aku tdk akan pernah merasa berdosa jika sampai membunuh orang yg menyerangku..

    ---------- Post Merged at 09:12 PM ----------

    Quote Originally Posted by etca View Post
    mungkin karena menang di umur yah, makanya semena2
    ya, mereka sering salah mengartikan toleransi yg aku berikan... ada karyawan yg aku kasih toleransi masuk jam 11 siang karena bernagkat kerjanya harus di sesuaikan dengan istrinya yg perawat dengan 3 waktu shift.. tetapi tetap aja... tdk betah... ya weslah...

    ---------- Post Merged at 09:13 PM ----------

    Quote Originally Posted by GiKu View Post
    kenapa cari yg tua ?
    tetangga.... dia minta kerja... dan aku butuh pekerja... masa sih di tolak.. lagi pula ia org yg cukup taat bergaam dan ada basic ITnya.. jadi ya terima ajalah.. dan ada bagus juga sih... kepergian karyawan terbaikkku ckup bisa tertutupi oleh basic komputernya... ya.. aku sih ngomong baik2 aja.. anggap aja latihan menjadi bos dan manajer yg baik..
    Kita tidak pernah bisa melihat masa depan, tetapi kita bisa menatanya dengan baik sesuai keinginan kita hari ini ( Fitri Purnama Sari )

  3. #3
    pelanggan tetap Serenade's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    943
    Quote Originally Posted by startsmart View Post
    yup..
    karyawan yg jadi biang kerok maslaah itu sebenarnya udah menampilkan tabiat jeleknya sejak awal masuk.. baru 2 hari berani membentakku... gila bener... tetapi aku sabar ajalah.. ya.. ABG baru gede.. maklumi ajalah.. masih labil dan manja.. tetapi dampaknya besar juga.. dia tdk bisa kerja seperti yg aku harapkan... karena aku tdk sabaran ya jadi sering kena marah.. aku pernah marah besar pagi gara2 perempuan ini udah ngeyel... kalau tdk dapat mengendalikan diri.. udah aku taburin itu ID2 kard... aku pernah lempar2 undangan yg rusak karena si karyawan tdk mengikuti contoh yg sudah aku beri... dan tentu saja kalau aku marah tak terkendali ya aku nyerang secara fisik... tetapi selama hampir 10 tahun di jakarta, aku tdk pernah kontak fisik disini meski aku seperti ini orangnya... aku selalu berpikir tdk ada untungnya kontak fisik.. tetapi kalau aku diserang secara fisik, aku tdk akan pernah merasa berdosa jika sampai membunuh orang yg menyerangku..
    He? Elu ngelakuin itu ke karyawan ... kasar tuh mah .... mending pecat aja dah kalo kerjaannya ga bagus jgn maen kasar gitu.
    Nunjukin elu bos dan dia karyawan bukan berarti elu jadi spt itu, tunjukin wibawa.

  4. #4
    Quote Originally Posted by Serenade View Post
    He? Elu ngelakuin itu ke karyawan ... kasar tuh mah .... mending pecat aja dah kalo kerjaannya ga bagus jgn maen kasar gitu.
    Nunjukin elu bos dan dia karyawan bukan berarti elu jadi spt itu, tunjukin wibawa.
    "Dari tadi tdk ngomong sih" sambil ngeloyor pulang... aku langsung terbengong.. karyawan sebelum dia yg baru 3 minggu k erja aku berhentikan karena selalu telat, membentak aku juga (Ini gimana sih" bentaknya ketika aku sibuk melayani konsumen yg lain), dan kurang serius belajar ketidak tahuannya, maunya ngobrol melulu kalau tdk ada kerjaan..

    ya sudalah... ambil hikmah aja...
    Kita tidak pernah bisa melihat masa depan, tetapi kita bisa menatanya dengan baik sesuai keinginan kita hari ini ( Fitri Purnama Sari )

Tags for this Thread

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •