Results 1 to 20 of 66

Thread: Dimana Letak Masalahnya, Aku atau Para Karyawan?

Hybrid View

Previous Post Previous Post   Next Post Next Post
  1. #1
    Chief Cook etca's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    aarde
    Posts
    11,168
    memiliki karyawan, memiliki anak buah, memiliki partner kerja, memobilisasi massa,
    semua yang berkaitan dengan orang lain kan ga mudah.

  2. #2
    Quote Originally Posted by AsLan View Post
    hohoho... baru tau ya susahnya punya karyawan.

    gw udah ngerasain ini sejak pertama kali mulai bisnis, setelah 12 tahun pun masih merasa banyak sekali kesulitan untuk urusan karyawan.

    kemarin liat kan ada demo buruh besar2an di jakarta ? itu para pemilik bisnis besar lebih pusing lagi, mereka bukan cuma ngurus 1-2 orang tapi ribuan, bahkan ada provokator2 yg melarang para karyawan untuk kerja baik2 dan diharuskan ikut demo melawan atasan.

    kalo para pebisnis besar itu mentalnya cengeng, begitu di demo 1 kali besok pindah negara, tapi gak mereka lakukan karena berani bisnis ya berani menghadapi masalah.

    kadang gw juga gak bisa tidur, malem2 gw mikir "duh besok ada masalah apalagi ya?" karena benar2 tiap hari selalu ada masalah, masalah karyawan, masalah perputaran duit, masalah pesaing, masalah customer, masalah suply barang, masalah penjualan dll

    tapi semua kesulitan ini pernah juga membuat gw bersyukur, ceritanya begini...

    pernah ada karyawan kepercayaan gw yg keluar padahal dia sudah tahu banyak rahasia perusahaan.
    dia bekerjasama dengan seorang pemodal, membuat usaha yg sama, menjadi pesaing gw.
    banyak pelanggan yg dibawa lari.
    Saat itu gw ingat, pertama kali gw membangun bisnis, ada banyak sekali kesulitan yg gw alami dan gw selesaikan satu per satu dengan susah payah, gw bertanya2 dalam hati, ini pendatang baru apakah punya mental untuk mengikuti jalan yg pernah gw lalui ?

    apakah dia mampu mengatasi masalah karyawan, masalah kebutuhan modal yg membengkak, masalah penjualan yg seret dan income yg tipis selama berbulan2 dan segudang masalah lainnya.

    ternyata dia gak mampu.

    temen gw pernah ngasi satu istilah, kesulitan bisnis adalah "entry barrier"
    bisnis yg mudah adalah bisnis yg entry barriernya rendah, mudah dijalankan tapi mudah ditiru dan akan mendapat banyak pesaing.
    bisnis yg sulit adalah bisnis yg entry barriernya tinggi, sulit dijalankan tapi sulit ditiru dan jarang mendapat pesaing.

    so... semakin besar kesulitan yg lu hadapi, semakin bersyukurlah karena itu yg akan jadi jaminan keamanan bisnis lu dimasa depan.
    melanjutkan yg kemarin..

    kamu benar Lan, kemarin aku hampir kerjasama dengan seorang mahasisiwi buka jenis usaha yg sama dengan ini, tapi aku tdk mau ninggalain usaha yg ini karena emang konsepku adlaah mengcopy pastekan konsepnya. AKu udah beli 4 printer laser, menyuruh anak banten segera balik lagi ke sini karena mau aku didik jadi pengelola, bisnis beginian para karyawan harus di latih setidaknya 1-3 bulan, tdk bisa main buka gitu aja.. karena serius hendak ikut invest.. eh ternyata tdk jadi... eh beberapa bulan kemudian ia buka sendiri dan lucunya bukanya tepat di sebelahku... tapi di dalam gang, wajar aja dia bisa buka dengan jenis yg sama, wong proposalnya lengkap dan detail aku buat... cuma hal2 teknis kan tdk mungkin aku jabarin secara detail... aku ketawa aja.. kalau mampu bertahan 6 bulan, hebat dia... benar aja.. tdk sampai 2 bulan tutup dan pindah tempat... yg agak jauh dari tempatku (100 meter) tetapi ya tetap aja aku tdk yakin mampu bertahan... aku jadi kasihan aja.. perkiraanku modal yg sudah tertanam itu sekitar 20-35 jutaan....

    yg paling aku khawatirkan adlaah mantan karyawanku kerja di tempat para pesaingku.. ya jelas ini bisa jadi masalah, karena di bandingkan para pesaing... tempatkulah yg lebih paling lengkap... ada pesaing yg kuat di fotocopy dan penjilitan, ada yg kuat di pengeprinant, ada juga kuat yg di service hardware (Aku malas ngurusin hardware, duitnya tdk seberapa, pusingnya lumayan, lagi pula tdk kepegang juga)..

    persaingan disini juga tdk sehat, dan aku lihat dimana2 jg begitu.. main banting2 harga... gila aja dalam hatiku... emang mereka makan pakai apa? pasir... masa ngeprint 150-200 perak bahkan disebelahku 250 perak... kasihan karyawanya kagak kawin2... dan emang kenyataan gitu, rata2 karyawan yg kerja dibisnis ginian biasanya banyak yg bujang2 lapok. xixixi...

    Meski persaingan tdk sehat, aku punya kekuatan tersendiri, hargaku tetap 500 perak, kecuali print warna dan photo, tetapi tetap aja ramai dan masuknya stabil... karena ditempatku emang lebih lengkap, lebih ahli, lebih cepat dan lebih luas tempatnya... tmpat lain.. tdk ada yg terkoneksi internet.. dan kapasitas daya tampung mahasiswanya terbatas... nah karena aku hampir menang segalanya kecuali untuk urusan jilid dan copy... mahasiswa dan umum tetap memilih di tempatku.. untuk apa murah kalau harus ngantri berlama2...

    ada lagi perbedaanku dengan para pesaing.. aku terus update informasi dan melakukan hal2 baru, untuk meningkatkan level. karena karyawan kami hanya 10 jam kerja, untuk mengimbangi para pesaing, maka harus di temukan trik untuk mempercepat setiap produksi... makanya aku lagi pusing gimana caranya agar penjilitan hard cover dan finisihing undangan bisa diselesaikan secepat2nya... kalau para pesaing yg lain, banyak yg dari dulu ya gitu2 aja pengetahuannya.. ya malas cari tahu.. makanya kalau di tempat lain tdk bisa, di tempatku kebanyakan bisa aku kerjakan... kecuali edit dokument, aku selalu nolak walau duitnya gede....

    ya.. bulan kemarin.. target 90% tercapai... tetapi itu karena ada karyawan terbaikku... tidak tahu bulan ini.. aku udah mulai banyak mengalami kerugian... disini.. kalau rugi.. banyak aku tanggung sendiiri.. nah, kalau untung baru deh berbagai dengan bosku... resikolah...

    ---------- Post Merged at 08:39 PM ----------

    Quote Originally Posted by Yuki View Post
    pertama kali TS harus bisa menyadari posisi TS dalam bisnis tsb sebagai apa? Sebagai bos? Sebagai karyawan yg sama juga dengan yg lainnya? Jika sebagai karyawan maka berlakulah sebagai karyawan, jangan berlaku sebagai bos, jika ingin menasihati, nasihatilah dalam posisi sebagai sesama karyawan

    masalah memang pasti ada, jika ada karyawan yg tidak bisa memenuhi harapan, anda harusnya berdiskusi dengan bos, apakah karyawan tsb harus dipertahankan atau tidak

    ok, sepertinya anda itu karyawan senior, coba saya ingin tahu dulu "hirarki" dalam pekerjaan anda ini, bisa digambarkan secara detil dulu?

    Apa berbentuk pemimpin, lalu anda karyawan senior dan karyawan-karyawan yg lain? Berarti karyawan seniornya hanya anda ya?
    kalau dengan bosku.. aku ya sebagai karyawan dan rekan bisnis... sahamnya masih jauh 90 : 10

    tapi kalau dengan karyawan.. ya aku boslah, wong chipnya ada di kepalaku...

    ---------- Post Merged at 08:41 PM ----------

    Quote Originally Posted by etca View Post
    memiliki karyawan, memiliki anak buah, memiliki partner kerja, memobilisasi massa,
    semua yang berkaitan dengan orang lain kan ga mudah.
    yup, aku sudah menemukan kelemahan utamaku...

    AKU TIDAK SABARAN DAN BELUM MAMPU MENGATASI DENGAN TABIAT DAN KARAKTER ORANG LAIN
    Kita tidak pernah bisa melihat masa depan, tetapi kita bisa menatanya dengan baik sesuai keinginan kita hari ini ( Fitri Purnama Sari )

Tags for this Thread

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •