kalau masih salah2 yang keterlaluan, artinya masih ada SOP yang kurang pas.
tapi lagi2 kubilang sih salah itu wajar, selama bukan sengaja.
minimalisir dengan SOP yang jelas.
misal salah cetak karena ketidaktelitian.
buat SOP untuk menghindariya, misal sebelum naik cetak harus ada paraf customer di setiap halaman contoh cetakan yang akan naik plus paraf atasan tertinggi yang diberi wewenang hari itu.
semacam itulah (ga harus persis, ini contoh doang. tiap bisnis beda2 kondisinya beda SOP yang cocok)
dari pada nunjuk orang lain, coba tunjuk diri sendiri dulu. salahku apa sebagai bos, kok anak buah bisa salah mulu?
kurang sabar mendidik? SOP kurang jelas atau tidak sesuai? force majuer? faktor kesengajaan? dst. nah atasi sesuai masalahnya.
kalau emang orangnya ga niat kerja, tanya aja. kasih masa percobaan. kalau emang masih ga jelas pecat. tapi dia dipecat juga ga sakit hati. dia tahu dia salah dan layak dipecat
![kopimaya [dot] kom - Secangkir Kehangatan di Dunia Maya - Powered by vBulletin](images/misc/vbulletin4_logo.png)



Reply With Quote
