Oh iye.. konsultan managemen lan.
Waktu aku masih SD, aku masih ingat sebuah film di mana dalam adegannya ada yang mengisahkan tentang seorang pembantu pria yg bekerja pencari rumput untuk hewan ternak yg bekerja pada orang kaya. Setiap si pencari rumput datang membawa 2 bakul rumputnya yg dipikul, bakul itu selalu menjatuhkan emas-emas yg berbentuk batu tanpa diketahui si tukang rumput. Karena setiap hari mendatangkan emas dari bakul-bakul rumput yg dibawa, lama-lama sang majikan tambah serakah. Ia menyuruh si pembantunya yg pencari rumput itu setelah kembali datang membawa rumput yg ada emasnya di suruh mencari rumput lagi. Si pembantunya menurut saja apa kata tuannya, karena keserakahan majikannya sudah di luar batas, akhirnya si pembantunya mengungkapkan siapa dia sebenarnya. Ternyata pembantu pencari rumput itu ternyata seorang wali (salah satu wali songo, kalau tdk salah dalam film Sunan Kali Jaga) yg sedang menyamar menguji si majikan. Begitu sang wali menunjukkan jati dirinya yg sebenarnya, emas-emas yg berbentuk batu itu berubah jadi batu kerikil. Si majikan pun menyesali keserakahannya dan ia pun bertobat.
ya... akhirnya setelah jalan tahun ke enam, aku memutuskan untuk keluar dari tempat kerjaku... besok aku kirim SMS pengunduran diriku, malam ini aku kemas-kemas barang-barangku.... aku tersinggung karena aku dapat surat peringatan 1 karena pendapatan bulan ini mengalami penurunan, padhaal kalau dihitung2, meski mengalami penurunan pemasukan aku tetap bisa menyetor 10,5 juta bulan ini karena bulan-bulan sebelumnya aku bisa menyetor 12-13 juta (Biaya operasional mulai dari belanja barang, gaji karyawan dan fee royalitiku sudah tertutupi).
Lalu, apa yg aku kerjakan setelah keluar dari tempat ini...
Dari awal kedatanganku ke Jakarta hingga saat ini, aku menjalani hidupku berdasarkan teori2 (pemikiranku)
Dan kepalaku terisi banyak teori yg ingin aku aplikasikan..
Aku rasa ini sat yg tepat untuk menguji teori-teoriku yg lain...
seberapa tangguh sih diriku ini....![]()
Kita tidak pernah bisa melihat masa depan, tetapi kita bisa menatanya dengan baik sesuai keinginan kita hari ini ( Fitri Purnama Sari )
jangan cuma SMS bro...
kalau memang sudah bulat, sampaikan surat pengun
duran diri secara tertulis...
n good luck![]()
thanks sebelumnya
Surat Peringatan 1nya via email sih...
aku rasa tdk perlu,
karena pasti kami membicarakannya secara langsung...
alasan utama aku keluar.. aku sudah jenuh, itu aja..
ya, kalau dia minta aku mengajari sampai bisa karyawan yg akan menggantikanku..
ya aku punya alasan unutk minta kompensasi,
aku ajari paling lama 3 bulan, tapi aku minta kompensasi 5 juta aja..![]()
Kita tidak pernah bisa melihat masa depan, tetapi kita bisa menatanya dengan baik sesuai keinginan kita hari ini ( Fitri Purnama Sari )
yaaaaah baru aja mau nimbrung, ternyata udah out
IMHO sih, dari awal out aja mah, 850rb dan udah dapet tugas manajerial ? jadi buruh aja, 2.2jt
j/k, sori becanda
srsly bro...... anda ini punya satu masalah serius, klo suatu saat anda masuk lagi ke situasi seperti ini (middle management) saya yakin anda nggak bertahan lama, berapapun gaji nya
why ?
karena anda BERLAKU seperti boss
inget anda bukan Aslan yang berlaku sebagai pemilik perusahaan, anda hanya middle management.... just like me
saya di kantor ini kepala seksi, bukan pimpinan cabang
saya punya anak buah, tapi juga menjadi anak buah
so, what should i do ? i make a team, not a boss-jongos relationship
tugas anda sebagai manajer bukan untuk memarahi dan melempar barang didepan anak buah, tapi memotivasi, coaching, dan mengarahkan mereka
i'll tell you my steps
1. buat perjanjian kerja pada saat perekrutan, isinya adalah ABC soal Do and Dont di perusahaan
2. beri job dis dan target yang jelas
3. selalu memonitor anak buah berdasar job dis dan target
4. klo ada yang nggak beres, segera ambil, jangan biarkan 1 orang itu meracuni yang lain
5. segera coach 1 orang tersebut, share, jangan dimarahin, beri contoh diri anda, buka diri anda sama dia, supaya dia juga open sama anda
inget, mereka ini datang ke anda karena butuh duit, tolong tanamkan itu bahwa kinerja dia di perusahaan diperlukan, dan dari kinerja itu akan menghasilkan duit yang nantinya akan jatuh ke dia juga
6. GROUP SESSION !! ini penting, sering2lah mengadakan review bersama, TAPI jangan terlalu formal, klo anda memang se-royal- yang anda bilang, traktir mereka makan, sharing disana
karyawan anda itu manusia, bukan kebo, manusia itu ingin dihargai, bukan dipecut
7.dan inget ! praise in front of everyone, but scolds when there's no one
8. and the last one, the most important one adalah pesan dari alm. Michael Jackson
good luckIf You Wanna Make The
World A Better Place
Take A Look At Yourself, And
Then Make A Change![]()
aku emang mau jadi boss.. makanya aku dengan sabar bertahun2 jadi bawahan...
dari pengalamanku melihat bos2ku, aku 3 kali ikut (mengelola usaha) orang selama 10 tahun ini, semua sama watak bosnya.. pelit dan mau untung sendiri... gue ingat banget, ketika aku sampaikan aku mau kuliah, aku kira gajiku akan di naikkan 100 aja (aku kuliah pengeluarkan jadi berlipat karena selain bayar kuliah, aku juga harus bayar temanku untuk menggantikanku jaga wartel), andai saja aku dimudahkan waktu itu, mungkin tidak eror begini pemikiranku..
salah satu alasanku yg buat aku ingin keluar adalah, aku mau minta tambah karyawan dan karyawan di gaji yg layak, tetapi ini justru sebaliknya.. dari pada yg sengsara nanti... ya weslah..
Kita tidak pernah bisa melihat masa depan, tetapi kita bisa menatanya dengan baik sesuai keinginan kita hari ini ( Fitri Purnama Sari )
dimana2 boss itu lebih suka menaikkan gaji karena dia pikir itu baik daripada menaikkan gaji karena diminta.
karena kalau sekali karyawan minta naik gaji lalu dikasi, besok2 akan minta lagi, lalu minta lagi dan lagi...
ini melawan prinsip reward and punishment.
harusnya, kalau karyawan prestasinya meningkat, dinaikkan gajinya sehingga besok dia meningkatkan lagi prestasinya dan lagi dan lagi...
belajar jadi boss, ya jadi jongos dulu, klo sudah merasakan jadi bawahan mustinya nggak ada acara melempar barang dong
pengen jadi boss tidak harus selalu make kacamata boss, IMHO belajarnya melihat dari sisi karyawan
dan.... belajarnya jadi middle, sebelum menduduki top
karena posisi paling njlimet di perusahaan itu bukan boss dan bukan karyawan, tapi para manager
dan, klo saya jadi boss anda... saya ya males lah memperkerjakan anda, buktikan dulu kinerja kita baru minta
tapi klo memang kinerja sudah kita berikan dan boss masih mbulet, ya..... keluar lah
inti saya adalah, tolong rubah dulu diri anda, sebelum anda dapet pekerjaan manajerial lagi
---------- Post Merged at 10:59 PM ----------
sori Lan, tombol "like" mu ilang soalnya![]()
Aq dah kerja ditempatku ini hampir 8 tahun
ga pernah naik gaji dan ga pernah minta naek gaji
ya udahlah biarkan saja....
toh rejeki itu udah ada yg ngatur, yg penting berusaha aja...
mau pindah kerja dimanapun, bakal mentok lagi kalo kita gak belajar dari pengalaman sebelumnya
andai a a a a a ku jadi orang kaya...
andai a a a a a ga usah pake kerja...
*lagu jadul*
...bersama kesusahan ada kemudahan...
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n
My Little Journey to India
Lama2 gw pikir idup kagak lepas dari boss. Katanya ud boss, taunya masih ada bossnya lagi. Ud punya perusahaan sendiri, taunya klien itu bossnya boss. Sekali klien penting itu marah, maka boss lah yg paling kelimpungan. Jadi boss itu selalu adaa dimana manaaa..
Makanya gue milih saham. Sedikit lebih bebas dari bos, walau ya tetap aja ada bosnya misalnya modal.
Sepertinya cuman Tuhan yang nggak punya bos..![]()
bahkan jualan aja pembeli itu bossnya ya![]()
aku juga tdk sebodoh itu,
disini karyawannya kerja 10 jam untuk yg kerja di komputer, 12 jam untuk yg fotocopy, nah, aku mengajukan ide sistem bonus, makanya aku buat 1 karyawan 1 rekap hariannya, apa aja yg dikerjakannya. Nanti rekapanya dimasukkan ke database exel, data base exel sudah 80% selesai aku buat, jadi tinggal aku masukkan aja item-item pemasukan hari ini, nanti keluar sendiri keuntungan bersihnya. Nah, dari keuntungan bersih yg dihasilkan seorang karyawan dibandingkan dengan gaji yg dia terima, kalau sebulah dia di gaji 1.000.000, dia menghasilkan 5 juta/bulan, ya wajar aja dia diberi bonus 100-300 ribu atas kerja kerasnya. kalau pakai konsep begini, karyawan jadi termotivasi. Kalau lagi sepi ya jelas kerjanya juga tdk ada, tetapi kalau ramai dia memenga kelelahan karena seharian kerja, tetapi karena ada bonus dari hasil kerja kerasnya, ia tdk akan merasa jenuh.
sayangnya, bosku tdk tertarik dengan ide ini...
Mudah-mudahan saja cita-citaku terwujud punya usaha seperti ini dengan konsep, jika untung banyak, harus berani berbagi rezeki. Karena yg punya kelamin, bukan aku aja, orang lain juga kelamin, dia juga pengen nikah dan punya anak istri.
---------- Post Merged at 10:11 PM ----------
aku mau kerja disini niatnya emang bukan nyari gaji kok, tetapi karena keyakinanku bahwa bisnis seperti ini di sekitar kampus itu menjanjikan... begitu omzet mencapai 30 juta/bulan dengan keuntungan bersih 40% ya udah, apa yg aku ingin sudah aku dapatkan, makanya lebaran kemarin aku ajukan review pada bosku, aku bilang aku sanggup menghasilkan omzet 300 juta pertahun asal perangkat dan karyawan di tambah. Karena aku meyakin usaha ini dengan tempat dan lokasi yg sangat bagus, omzet bisa di maksimlkan hingga 50 juta lebih. Aku bilang, jika target tercapai, buka lagi di tempat lain (ini emang bagian teori terbesarku yg belum terbukti) Tetapi masalah mulai muncul.. karyawan terbaikku (kesayangaku) mengundurkan diri.. yg paling aku sesali itu dari pengunduran dirinya adalah aku seang buat buku komputer, nah, karena dia keluar, buku jadi tertunda penyelesaiannya, makanya aku berani bayar lebih agar dia mau masuk lagi dengan harapan, aku bisa segera menyelesaiaknnya.
melihat situasi tempat kerja dimana karyawan yg bisa komputer keluar lagi (mau jadi guide ziarah kuburan) ya mau tdk mau, aku handel semuanya.. salah satu penyebab penurunan omzet bulan ini karena banyak juga pekerjaan yg aku tolakin terutama di pengetikan...
aku sebenarnay sudah berencana habis lebaran untuk mengundurkan diri, targetku sistem yg aku ingin buat benar-benar berjalan sesuai dengan apa yg di kepalaku, tetapi melihat bosku punya rencana lain... aku mulai prustasi... terus begitu aku dapat Surat Peringatan 1, aku langsung kehilangan motivasi, kejenuhanku memuncak... ya weslah.. aku putuskan keluar.. dan pengunduran diriku di terima.. oke.. minggu depan adalah hari terakhirku kerja disini karena sambil menunggu karyawan baru
Kita tidak pernah bisa melihat masa depan, tetapi kita bisa menatanya dengan baik sesuai keinginan kita hari ini ( Fitri Purnama Sari )
Yup, karyawan juga bisa jadi bos jika usaha tersebut mengalami ketergantungan pada si karyawan...
temanku yg jg pesaingku disini punya keahlian khusus dibidang maintenence fotocopy, dia keluar dari tempat kerjanya yg lama setelah 7 tahun kerja dikarenakan bosnya juga serakah dan pelit.. dapat 7 juta di telen sendiri, minta naik gaji, tdk dikasih.. langsung temanku angkat tangan keluar.. karena temanku ini sampingannya service fotocopy, dia jadi jadi dekat dengan suplier mesin fotocopy, kedekatan ini memudahkannya memiliki mesin fotocopy apalagi banyak orang yg beli mesin fotocopy melain perantara temanku ini selaku maintenence mesinnya..
nah, bosnya yg lama datang lagi, menawarkan "berapa gaji yg kamu minta" tetapi sudah telat.. sekarang aku lihat mesinnya udah 3, abangnya udah buka 1 lagi di tempat lain... dan bosnya ya ketar ketirlah... selain penurunan omzet, masalah2 baru, si karyawannya sekarang jadi pesaing beratnya..
temanku juga ada yg serakah dan tamak, mulai dari yg projek yg kecil sampai yg kakap diambil semua, sampai temannya pada tdk suka padanya, bahkan yg parah itu, yg bukan spesifikasi bidangnya pun dia rambah... makanya kagak heran umur 25 bisa menyelenggarkaan pernikahan di Balai Sudirman dari hasil keringat sendiri.. usaha terus berkembang dan maju, tetapi ya begitulah.. ada sisi negatifnya, ia mendapatkan banyak hal dari kerja kerasnya, tetapi kehilangan waktu untuk menikmatinya bersama anak dan istrinya.. pesan moralnya adalah, kalau mau tamak dan serakah, kerjakan sendiri, jangan mengandalkan keahlian orang lain.. karena kalau mengandalkan keahlian orang lain.. ya udah.. bangkrut itu ya nunggu waktu...
Kita tidak pernah bisa melihat masa depan, tetapi kita bisa menatanya dengan baik sesuai keinginan kita hari ini ( Fitri Purnama Sari )
ah capek dah kalo punya karyawan yg suka ngitung2in penghasilannya boss...
pas untung gede dibilang serakah, pas rugi gimana ?
pas untung gede dibilang pelit, gak mau bagi lebih ke karyawan, pas rugi mau gak ikutan nanggung ?
pas nanem modal diawal2 ikutan gak ? saat gak jelas apakah kedepannya akan untung atau rugi ?
lagian berapapun untungnya bos itu adalah haknya dia, rejekinya dia, ada banyak hal yg telah dia lalui untuk memperoleh hasil itu yg gak diperhitungkan oleh karyawan.
karyawan kan sudah dijanjikan gaji sekian2 dengan tanggung jawab yg jelas saat masuk kerja, setelah itu ya tinggal laksanakan tugas sesuai kesepakatan.