Terus terang aku lagi stess nih.. butuh masukan…
Oke, aku beri sedikit gambara awal usaha yang sedang aku kembangkan. Usha yg sedang aku kembngkan saat ini bisnis copy center, aneka penjilitan, jasa pengetikan, terjemahan, percetakan, pengeprinant, fax, ATK dan segala jenis kebutuhan mahasiswa dan masyaarkat. Untuk website, layanan pembayaran listik dan segala tete bengeknya, pulsa, di cansel dulu, karena tdk kepegang.
Terus terang, usaha ini bukan milikku, awalnya aku karyawan, karena aku berhasil meningkatkan pendapatan yg signifikan, akhirnya aku diberi Fee 10% dari pendaptan kotor. Aku sudah ingatkan berulang kali pada bosku, aku masih bertahan kerja disini bukan Karena tdk mampu cari kerja lain tetapi karena aku yakin bahwa jenis usaha ini memiliki keuntungan yg potensial. Jadi, okelah aku terima aja berapa yg dia berani beri, tetapi ya jangan kaget, jika aku keluar tiba2.
Masalah utamanya ada di bosku juga sebenarnya, ia ingin untung maksimal tapi pelit nambah karyawan. Aku bilang, disebelah itu item usahanya hanya 4, tapi karyawanya ada 10, disini item usahanya ada 10 tapi karyawan Cuma ada 4. Karena bosku tdk yakin tentang memperbanyak jenis usaha ini, aku pun terpaksa gunakan gajiku untuk menambah karyawan. Dan ternyata tdk sia2, pendapatan terus meningkat.
Nah, lebaran kemarin setelah aku lakukan review ulang selama berjalan 1 tahun, ada beberapa kendala yg buat usaha ini susah meningkatkan pendapatanya ke level yg lebih maksimal. Kendalanya ada 2, yaitu SDM dan perangkat mesin yg terlalu kecil. Jika saranku menambah karayawan dan menambah perangkat yg lebih besar, aku menargetkan dalam setahun bisa tembus sekian-sekian.
Akhirnya bosku tertarik. Nah, ketika aku mulai berbenah mengatasi masaah perangkat pendukung, aku mulai di pusingkan oleh masalah karyawan yg selalu melakukan kesalahan yg sama, kerja angin2an, dan serig menolak apa yg aku suruh, dan terakhir aku harus kehilangan karyawam terbaikku. Sebut aja namanya S, sejak dia masuk, terasa bener peningkatannya, sebab S ini anaknya cerdas, apa yg aku ajarkan semua bisa dikerjakannya, dan inisiatifnya tinggi. Pernah, jam 10.14 menit, aku dibangunkan dari tidurku karena uang kembalian habis, dia sudah bisa menyetor 400 ribu dengan jam masih begtu, kalau tdk salah karyawan saat itu masih 2 org. aku selalu perhatian khusus pada karyawan ini, kalau uang royallah, kalau masuk di atas 600 ribu aja sampai sore, aku kasih dia 5000 dengan uang pribadiku.
Nah, aku 4 tahun kerja disini, gajiku itu 850.000, tetapi karyawan2 yg masuk disini, gajinya rata2 1 jutaan, dengan 10 jam kerja libur 1 hari. Karena untuk menambah semangat, aku beranikan menaikkan gajinya mereka. Itu belum tips tiap hari ya… kalau pemaukan di atas 700 ribu aja, aku sering kasih 5000 – 10.000 setiap hari. Pokoknya aku tdk pelitlah dengan uang.
Masalah mulai muncul ketika aku mulai ada yg aneh soal pendapatan yg sedikit padahal aku perhatikan selalu ramai. Aku mulai curiga dan mulai mengawasi gerak-gerik karyawanku, terutama yg laki2 sebut aja M, karena disini ada 3 karyawan yg aku bolehkan pegang kasir. Kecurigaanku ada alasannya karena kelebihan uang yg tdk sama dengan catatan masuk, oleh karyawan si cowok di suruh ke si S untuk menyimpannya bukan melaporkannya padaku. Maklumlah, selisih setiap harinya itu paling sedikit 100 ribu, tetapi karyawa si S ketakutan, akhirnya ia melapor padaku.
Karena mereka tahu aku curiga, akhirnya si M ngomong langsung ketika kami lagi kumpul, apakah aku sudah tdk percaya pada mereka. Ya.. akhirya aku to do point aja, aku tdk percaya hanya dengannya, yg lainnya aku percaya, aku punya alasan curiga, tetapi aku tdk mau menjelaskan secara detail karena itu bisa menjatuhkannya di depan yg lain. solusinya aku buat format laporannya terpisah untuk menghilangkan kecurigaanku, tiap karyawan mengisi laporan harian mereka apa aja yg di kerjakannya dan di jualnya dalam sehari. Dan cukup efektif juga dan emang kelihatan kok siapa yg menonjol si M angin2an dapatnya, ketika aku ilhat dia bantu konsumen, aku cek catatannya kadang ada kadang tdk ada.. beda dengan karyawan wanitanya terutama S, pemasukannya memuaskan.
Aku kira, dengn menambah karyawan aku bisa lebih santai dan bisa mengerjakan yg lain, aku mau cari job keluar, tetapi karena aku lhiat belum juga beres2 disini, karyawan bnyk yg belum siap mau tidak mau aku harus mantau setiap hari.
Nah, kelakukan mereka mulai menyebalkan, aku awalnya tdk mau marah, tetapi karena semua yg aku sampaikan, dan ajarkan sering tdk di kerjakan atau lalai, atau dikerjakan lambat dan setengah hati, aku mulai sering kesal. Kalau tdk aku suruh rapikan tdk dirapikan, pernah pagi2, aku marah besar, karena sudah aku ingatkan karyawan perempuan brengsek itu tdk mau mengerjakannya… (aku jengkel banget jika karayawan brengsek ini yg selalu buat aku marah tiap hari gara2 si karaywan perempuan brengsek ini karyawan terbaikku semakin membenciku, karena jika aku memarahinya si S ini belain, mereka dekat, kalau mala minggu si S kan suka tidur dan main di rumah karyawan brengsek ini, waktu aku pecat si S udah ingatkan jangan dipecat karena kerja di tempatku untuk biaya kuliah dan bantu adikknya sekolah) tapi aku sabar-sabarin aja.. mereka tidur saat jam kerja aku diam kok (emang lagi sepi), sebenarnay disini biar 10 jam kerja, tapi santainya bisa 2 jam, karena di jam2 tertentu terutama pagi dan sore hari, tdk begitu ramai.
Yg buat aku marah adalah, aku sudah ingatkan ttetapi mereka tetap selalu melakukan kesalahan yg sama. Meningan kalau Cuma salah print tau kasih salah harga, ini undangan rusak. Atau salah cetak karena ada tulisan yg tdk lengkap, aku sudah ajarin seperti ini, tetapi dikerjakan yg lain, kalau rugi 10-20 ribu tdk akan ngamuk, tapi kalau rugi sampai 200-300 ribu siapa yg tidak ngamuk. Aku sudah Tanya untuk cek di ulang (tololnya aku malas balik cek langsung karena udah di tengah jalan, aku tanya lewat telpon) tetapi karena si karyawan yakin udah benar, tdk ada yg salah. Aku Tanya lagi tapi dia dengan nada tdk tidak mengenakkan seolah2 dia bosnya dan dia jawab tdk ada yg salah. Stelah aku cetak dan balik lagi periksa dengn data aslinya dan benar aja ada yg salah…. Aku sabar, tdk marah dan hanya mengingatkan aja… aku potong gajinya hanya separuh dari kerugian cetak… untuk meredam kemarahanku…
Sampai akhirnya satu persatu keluar, 4 aku pecat, 2 keluar sendiri, 1 kabur dngan bawa uang. Kini tinggal 3 karyawan, 1 baru masuk tapi sudah cukup lumayan meski brengseknya udah mulai kelihatan, udah aku bilang, kalau belum bisa jangan banyak ngenet, tapi banyak belajar dan cari tahu apa yg belum bisa. 1 karyawan kerja setengh hati, hanya 1 anak Madura yg baru lulus SMP yg benar2 kerja bagus. Ia berusaha belajar cari tahu, dan nerima saja jika kena marah. Katanya, Kalau dimarahi itu Karena salah, kalau kerja benar, ya tdk dimarahi” tapi aku sekarang jarang banget marahinnya, kerjanya terus membaik, dan dia sanagt senang banget kerja disini, waktu sakit tdk masuk, dia sampai SMS jangan dipecat…
Tidak ada yg sulit dengan kerjaan2 diisni, kecuali untuk perbaikan computer, printer, fotocopy dan percetakan. Meski demikian aku punya standar kerja, standar kerjaku adlaah kepuasan konsumen, aku jelaskan kenapa begini kenapa begitu, percuma mereka bayar mahal kalau hasil kerja sama dengan hasil kerja orang awam. Pernah aku terpaksa memotong ½ biaya yg harus dibayarkan bahkan menggratiskan sering karena aku malu dengan hasil kerja disini.
Oh ya, aku tinggal di tempat kerja, tempat kerja disini besar, 3 orang tinggal disini juga masih cukup. Nah, karena aku tinggal disini, ya mereka melihatlah prialku sehari2ku. Ya aku suka bangun suka2 hatiku, biarpun ada bos pemilik, kalau ngantuk ya tidur aja, bisa tidur seharian dari pagi sampai sore. Ya, tetapi mereka juga tahu, kalau aku tidur seharian (12 jam), itu tandanya aku tdk tidur seharian juga (24 jam) bahkan 48 jam. Aku tidur itu kalau ngantuk dan kelelahan, bukan karena mau tidur, meski tidur aku mataku tdk bisa tertidur dan terlelap, apa karena mereka tahu statusku juga ya masih karyawan seperti mereka dan kelakukanku seperti itu, makanya mereka jadi anggap remeh dengan kerjaanku ini.
Yang ingin aku tanyakan adalah….
1. Kenapa ya para karyawan itu selalu melakukan kesalahan yg sama padahal mereka tahu aku selalu menegurnya (karena selalu, aku jadi marah)
2. Mereka tdk menghargaiku padahal aku baik, sangat baik loh ya… aku tdk ceritakan aja apa aja semua apa aja yg telah aku berikan pada mereka..
3. Aku benar2 sangat menyesal setelah karyawan terbaikku keluar, aku minta maaf berulang2 (lewat SMS/telpn tdk mau di angkat), aku berjanji tdk akan pernah marah2 lagi, mengeluarkan motor tiap pagi, aku iming2in kalau masuk aku kasih 500 ribu, dan tiap bulan aku kasih 100 ribu bonus, udah dating ke kontrakannya dia tetap tdk mau. Jangankan senyum, Sejak aku mengluarkan dua karyawan yg dekat dengannya, terlihat sekali dia sangat membenciku, aku Tanya tdk mau jawab (bersuara), aku ngomong baik2 di jawab dengan ketus, aku sudah filing, bakal tdk lama lagi deh kayaknya, karena aku tdk tahan juga diperlakukan seperti ini. Kami sering bertengkar juga gara2 kalau aku marahin karyawa yg lain dia ikut belain… dari pegalaman ini akhirnya aku menyadari juga…. Sepertinya aku emang harus merubah karakterku… sejengkel apa pun aku, sepertinya aku tdk perlu melontarkan kata2 yg meremehkan (contoh : ngerjain gini aja tdk bisa, tdk beres, dia bisa masa kamu tdk bisa, Oneng, dasar OON dan masih banyk lagi) atau dengan nada yg tdk mengenakkan. Sejak senin, aku sudah tdk pernah marah lagi, lebih enjoy meski kerjaan numpuk (numpuk) banget,dan hampir semua hanya aku yg bisa menyelesaikan. Yang ingin aku tanyakan adalah, apakah kalian pernah dimarahi atasan? Seperti apa? Bagaimana rasanya dimarahin?
4. Menurut kalian, cara menegur karyawan yg baik itu yg bagaimana?
Terima kasih bagi yg berkenan member masukan… aku ngetik ini karena tdk bisa tidur, stress nih kerjaan numpuk, dan bingung sikap yg tepat jadi seorang pimpinan itu yg seperti apa sih? Baik di injek, tegas di musuhi. Pusing.
![kopimaya [dot] kom - Secangkir Kehangatan di Dunia Maya - Powered by vBulletin](images/misc/vbulletin4_logo.png)

Reply With Quote




Popo Nest
