Page 1 of 4 123 ... LastLast
Results 1 to 20 of 66

Thread: Dimana Letak Masalahnya, Aku atau Para Karyawan?

  1. #1

    Dimana Letak Masalahnya, Aku atau Para Karyawan?

    Terus terang aku lagi stess nih.. butuh masukan…
    Oke, aku beri sedikit gambara awal usaha yang sedang aku kembangkan. Usha yg sedang aku kembngkan saat ini bisnis copy center, aneka penjilitan, jasa pengetikan, terjemahan, percetakan, pengeprinant, fax, ATK dan segala jenis kebutuhan mahasiswa dan masyaarkat. Untuk website, layanan pembayaran listik dan segala tete bengeknya, pulsa, di cansel dulu, karena tdk kepegang.

    Terus terang, usaha ini bukan milikku, awalnya aku karyawan, karena aku berhasil meningkatkan pendapatan yg signifikan, akhirnya aku diberi Fee 10% dari pendaptan kotor. Aku sudah ingatkan berulang kali pada bosku, aku masih bertahan kerja disini bukan Karena tdk mampu cari kerja lain tetapi karena aku yakin bahwa jenis usaha ini memiliki keuntungan yg potensial. Jadi, okelah aku terima aja berapa yg dia berani beri, tetapi ya jangan kaget, jika aku keluar tiba2.

    Masalah utamanya ada di bosku juga sebenarnya, ia ingin untung maksimal tapi pelit nambah karyawan. Aku bilang, disebelah itu item usahanya hanya 4, tapi karyawanya ada 10, disini item usahanya ada 10 tapi karyawan Cuma ada 4. Karena bosku tdk yakin tentang memperbanyak jenis usaha ini, aku pun terpaksa gunakan gajiku untuk menambah karyawan. Dan ternyata tdk sia2, pendapatan terus meningkat.

    Nah, lebaran kemarin setelah aku lakukan review ulang selama berjalan 1 tahun, ada beberapa kendala yg buat usaha ini susah meningkatkan pendapatanya ke level yg lebih maksimal. Kendalanya ada 2, yaitu SDM dan perangkat mesin yg terlalu kecil. Jika saranku menambah karayawan dan menambah perangkat yg lebih besar, aku menargetkan dalam setahun bisa tembus sekian-sekian.

    Akhirnya bosku tertarik. Nah, ketika aku mulai berbenah mengatasi masaah perangkat pendukung, aku mulai di pusingkan oleh masalah karyawan yg selalu melakukan kesalahan yg sama, kerja angin2an, dan serig menolak apa yg aku suruh, dan terakhir aku harus kehilangan karyawam terbaikku. Sebut aja namanya S, sejak dia masuk, terasa bener peningkatannya, sebab S ini anaknya cerdas, apa yg aku ajarkan semua bisa dikerjakannya, dan inisiatifnya tinggi. Pernah, jam 10.14 menit, aku dibangunkan dari tidurku karena uang kembalian habis, dia sudah bisa menyetor 400 ribu dengan jam masih begtu, kalau tdk salah karyawan saat itu masih 2 org. aku selalu perhatian khusus pada karyawan ini, kalau uang royallah, kalau masuk di atas 600 ribu aja sampai sore, aku kasih dia 5000 dengan uang pribadiku.

    Nah, aku 4 tahun kerja disini, gajiku itu 850.000, tetapi karyawan2 yg masuk disini, gajinya rata2 1 jutaan, dengan 10 jam kerja libur 1 hari. Karena untuk menambah semangat, aku beranikan menaikkan gajinya mereka. Itu belum tips tiap hari ya… kalau pemaukan di atas 700 ribu aja, aku sering kasih 5000 – 10.000 setiap hari. Pokoknya aku tdk pelitlah dengan uang.

    Masalah mulai muncul ketika aku mulai ada yg aneh soal pendapatan yg sedikit padahal aku perhatikan selalu ramai. Aku mulai curiga dan mulai mengawasi gerak-gerik karyawanku, terutama yg laki2 sebut aja M, karena disini ada 3 karyawan yg aku bolehkan pegang kasir. Kecurigaanku ada alasannya karena kelebihan uang yg tdk sama dengan catatan masuk, oleh karyawan si cowok di suruh ke si S untuk menyimpannya bukan melaporkannya padaku. Maklumlah, selisih setiap harinya itu paling sedikit 100 ribu, tetapi karyawa si S ketakutan, akhirnya ia melapor padaku.

    Karena mereka tahu aku curiga, akhirnya si M ngomong langsung ketika kami lagi kumpul, apakah aku sudah tdk percaya pada mereka. Ya.. akhirya aku to do point aja, aku tdk percaya hanya dengannya, yg lainnya aku percaya, aku punya alasan curiga, tetapi aku tdk mau menjelaskan secara detail karena itu bisa menjatuhkannya di depan yg lain. solusinya aku buat format laporannya terpisah untuk menghilangkan kecurigaanku, tiap karyawan mengisi laporan harian mereka apa aja yg di kerjakannya dan di jualnya dalam sehari. Dan cukup efektif juga dan emang kelihatan kok siapa yg menonjol si M angin2an dapatnya, ketika aku ilhat dia bantu konsumen, aku cek catatannya kadang ada kadang tdk ada.. beda dengan karyawan wanitanya terutama S, pemasukannya memuaskan.

    Aku kira, dengn menambah karyawan aku bisa lebih santai dan bisa mengerjakan yg lain, aku mau cari job keluar, tetapi karena aku lhiat belum juga beres2 disini, karyawan bnyk yg belum siap mau tidak mau aku harus mantau setiap hari.

    Nah, kelakukan mereka mulai menyebalkan, aku awalnya tdk mau marah, tetapi karena semua yg aku sampaikan, dan ajarkan sering tdk di kerjakan atau lalai, atau dikerjakan lambat dan setengah hati, aku mulai sering kesal. Kalau tdk aku suruh rapikan tdk dirapikan, pernah pagi2, aku marah besar, karena sudah aku ingatkan karyawan perempuan brengsek itu tdk mau mengerjakannya… (aku jengkel banget jika karayawan brengsek ini yg selalu buat aku marah tiap hari gara2 si karaywan perempuan brengsek ini karyawan terbaikku semakin membenciku, karena jika aku memarahinya si S ini belain, mereka dekat, kalau mala minggu si S kan suka tidur dan main di rumah karyawan brengsek ini, waktu aku pecat si S udah ingatkan jangan dipecat karena kerja di tempatku untuk biaya kuliah dan bantu adikknya sekolah) tapi aku sabar-sabarin aja.. mereka tidur saat jam kerja aku diam kok (emang lagi sepi), sebenarnay disini biar 10 jam kerja, tapi santainya bisa 2 jam, karena di jam2 tertentu terutama pagi dan sore hari, tdk begitu ramai.

    Yg buat aku marah adalah, aku sudah ingatkan ttetapi mereka tetap selalu melakukan kesalahan yg sama. Meningan kalau Cuma salah print tau kasih salah harga, ini undangan rusak. Atau salah cetak karena ada tulisan yg tdk lengkap, aku sudah ajarin seperti ini, tetapi dikerjakan yg lain, kalau rugi 10-20 ribu tdk akan ngamuk, tapi kalau rugi sampai 200-300 ribu siapa yg tidak ngamuk. Aku sudah Tanya untuk cek di ulang (tololnya aku malas balik cek langsung karena udah di tengah jalan, aku tanya lewat telpon) tetapi karena si karyawan yakin udah benar, tdk ada yg salah. Aku Tanya lagi tapi dia dengan nada tdk tidak mengenakkan seolah2 dia bosnya dan dia jawab tdk ada yg salah. Stelah aku cetak dan balik lagi periksa dengn data aslinya dan benar aja ada yg salah…. Aku sabar, tdk marah dan hanya mengingatkan aja… aku potong gajinya hanya separuh dari kerugian cetak… untuk meredam kemarahanku…

    Sampai akhirnya satu persatu keluar, 4 aku pecat, 2 keluar sendiri, 1 kabur dngan bawa uang. Kini tinggal 3 karyawan, 1 baru masuk tapi sudah cukup lumayan meski brengseknya udah mulai kelihatan, udah aku bilang, kalau belum bisa jangan banyak ngenet, tapi banyak belajar dan cari tahu apa yg belum bisa. 1 karyawan kerja setengh hati, hanya 1 anak Madura yg baru lulus SMP yg benar2 kerja bagus. Ia berusaha belajar cari tahu, dan nerima saja jika kena marah. Katanya, Kalau dimarahi itu Karena salah, kalau kerja benar, ya tdk dimarahi” tapi aku sekarang jarang banget marahinnya, kerjanya terus membaik, dan dia sanagt senang banget kerja disini, waktu sakit tdk masuk, dia sampai SMS jangan dipecat…
    Tidak ada yg sulit dengan kerjaan2 diisni, kecuali untuk perbaikan computer, printer, fotocopy dan percetakan. Meski demikian aku punya standar kerja, standar kerjaku adlaah kepuasan konsumen, aku jelaskan kenapa begini kenapa begitu, percuma mereka bayar mahal kalau hasil kerja sama dengan hasil kerja orang awam. Pernah aku terpaksa memotong ½ biaya yg harus dibayarkan bahkan menggratiskan sering karena aku malu dengan hasil kerja disini.

    Oh ya, aku tinggal di tempat kerja, tempat kerja disini besar, 3 orang tinggal disini juga masih cukup. Nah, karena aku tinggal disini, ya mereka melihatlah prialku sehari2ku. Ya aku suka bangun suka2 hatiku, biarpun ada bos pemilik, kalau ngantuk ya tidur aja, bisa tidur seharian dari pagi sampai sore. Ya, tetapi mereka juga tahu, kalau aku tidur seharian (12 jam), itu tandanya aku tdk tidur seharian juga (24 jam) bahkan 48 jam. Aku tidur itu kalau ngantuk dan kelelahan, bukan karena mau tidur, meski tidur aku mataku tdk bisa tertidur dan terlelap, apa karena mereka tahu statusku juga ya masih karyawan seperti mereka dan kelakukanku seperti itu, makanya mereka jadi anggap remeh dengan kerjaanku ini.
    Yang ingin aku tanyakan adalah….

    1. Kenapa ya para karyawan itu selalu melakukan kesalahan yg sama padahal mereka tahu aku selalu menegurnya (karena selalu, aku jadi marah)

    2. Mereka tdk menghargaiku padahal aku baik, sangat baik loh ya… aku tdk ceritakan aja apa aja semua apa aja yg telah aku berikan pada mereka..

    3. Aku benar2 sangat menyesal setelah karyawan terbaikku keluar, aku minta maaf berulang2 (lewat SMS/telpn tdk mau di angkat), aku berjanji tdk akan pernah marah2 lagi, mengeluarkan motor tiap pagi, aku iming2in kalau masuk aku kasih 500 ribu, dan tiap bulan aku kasih 100 ribu bonus, udah dating ke kontrakannya dia tetap tdk mau. Jangankan senyum, Sejak aku mengluarkan dua karyawan yg dekat dengannya, terlihat sekali dia sangat membenciku, aku Tanya tdk mau jawab (bersuara), aku ngomong baik2 di jawab dengan ketus, aku sudah filing, bakal tdk lama lagi deh kayaknya, karena aku tdk tahan juga diperlakukan seperti ini. Kami sering bertengkar juga gara2 kalau aku marahin karyawa yg lain dia ikut belain… dari pegalaman ini akhirnya aku menyadari juga…. Sepertinya aku emang harus merubah karakterku… sejengkel apa pun aku, sepertinya aku tdk perlu melontarkan kata2 yg meremehkan (contoh : ngerjain gini aja tdk bisa, tdk beres, dia bisa masa kamu tdk bisa, Oneng, dasar OON dan masih banyk lagi) atau dengan nada yg tdk mengenakkan. Sejak senin, aku sudah tdk pernah marah lagi, lebih enjoy meski kerjaan numpuk (numpuk) banget,dan hampir semua hanya aku yg bisa menyelesaikan. Yang ingin aku tanyakan adalah, apakah kalian pernah dimarahi atasan? Seperti apa? Bagaimana rasanya dimarahin?

    4. Menurut kalian, cara menegur karyawan yg baik itu yg bagaimana?
    Terima kasih bagi yg berkenan member masukan… aku ngetik ini karena tdk bisa tidur, stress nih kerjaan numpuk, dan bingung sikap yg tepat jadi seorang pimpinan itu yg seperti apa sih? Baik di injek, tegas di musuhi. Pusing.
    Last edited by startsmart; 05-10-2012 at 05:14 AM.
    Kita tidak pernah bisa melihat masa depan, tetapi kita bisa menatanya dengan baik sesuai keinginan kita hari ini ( Fitri Purnama Sari )

  2. #2
    ★★★★★ itsreza's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    10,216
    1. Dimulai dari perekrutan, coba lebih hati-hati
    2. Terlalu baik sehingga tidak dihargai.
    3. Oleh atasan pernah ditegur lalu dibimbing, itu memberikan penyadaran.
    Kalau dimarahi, cuma pernah oleh dosen. Sebagai wakil kelas saya pada saat
    itu menerima saja, walau rasanya seperti dipermalukan, marah, dan kecewa.
    4. Ga punya pengalaman punya karyawan.

  3. #3
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    hohoho... baru tau ya susahnya punya karyawan.

    gw udah ngerasain ini sejak pertama kali mulai bisnis, setelah 12 tahun pun masih merasa banyak sekali kesulitan untuk urusan karyawan.

    kemarin liat kan ada demo buruh besar2an di jakarta ? itu para pemilik bisnis besar lebih pusing lagi, mereka bukan cuma ngurus 1-2 orang tapi ribuan, bahkan ada provokator2 yg melarang para karyawan untuk kerja baik2 dan diharuskan ikut demo melawan atasan.

    kalo para pebisnis besar itu mentalnya cengeng, begitu di demo 1 kali besok pindah negara, tapi gak mereka lakukan karena berani bisnis ya berani menghadapi masalah.

    kadang gw juga gak bisa tidur, malem2 gw mikir "duh besok ada masalah apalagi ya?" karena benar2 tiap hari selalu ada masalah, masalah karyawan, masalah perputaran duit, masalah pesaing, masalah customer, masalah suply barang, masalah penjualan dll

    tapi semua kesulitan ini pernah juga membuat gw bersyukur, ceritanya begini...

    pernah ada karyawan kepercayaan gw yg keluar padahal dia sudah tahu banyak rahasia perusahaan.
    dia bekerjasama dengan seorang pemodal, membuat usaha yg sama, menjadi pesaing gw.
    banyak pelanggan yg dibawa lari.
    Saat itu gw ingat, pertama kali gw membangun bisnis, ada banyak sekali kesulitan yg gw alami dan gw selesaikan satu per satu dengan susah payah, gw bertanya2 dalam hati, ini pendatang baru apakah punya mental untuk mengikuti jalan yg pernah gw lalui ?

    apakah dia mampu mengatasi masalah karyawan, masalah kebutuhan modal yg membengkak, masalah penjualan yg seret dan income yg tipis selama berbulan2 dan segudang masalah lainnya.

    ternyata dia gak mampu.

    temen gw pernah ngasi satu istilah, kesulitan bisnis adalah "entry barrier"
    bisnis yg mudah adalah bisnis yg entry barriernya rendah, mudah dijalankan tapi mudah ditiru dan akan mendapat banyak pesaing.
    bisnis yg sulit adalah bisnis yg entry barriernya tinggi, sulit dijalankan tapi sulit ditiru dan jarang mendapat pesaing.

    so... semakin besar kesulitan yg lu hadapi, semakin bersyukurlah karena itu yg akan jadi jaminan keamanan bisnis lu dimasa depan.

  4. #4
    pelanggan setia Yuki's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    Buitenzorg
    Posts
    6,366
    pertama kali TS harus bisa menyadari posisi TS dalam bisnis tsb sebagai apa? Sebagai bos? Sebagai karyawan yg sama juga dengan yg lainnya? Jika sebagai karyawan maka berlakulah sebagai karyawan, jangan berlaku sebagai bos, jika ingin menasihati, nasihatilah dalam posisi sebagai sesama karyawan

    masalah memang pasti ada, jika ada karyawan yg tidak bisa memenuhi harapan, anda harusnya berdiskusi dengan bos, apakah karyawan tsb harus dipertahankan atau tidak

    ok, sepertinya anda itu karyawan senior, coba saya ingin tahu dulu "hirarki" dalam pekerjaan anda ini, bisa digambarkan secara detil dulu?

    Apa berbentuk pemimpin, lalu anda karyawan senior dan karyawan-karyawan yg lain? Berarti karyawan seniornya hanya anda ya?
    CURE SUNSHINE WA KAKKOSUGIRU.

  5. #5
    Chief Cook etca's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    aarde
    Posts
    11,168
    memiliki karyawan, memiliki anak buah, memiliki partner kerja, memobilisasi massa,
    semua yang berkaitan dengan orang lain kan ga mudah.

  6. #6
    pelanggan setia Ronggolawe's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    5,137
    Quote Originally Posted by Yuki View Post
    pertama kali TS harus bisa menyadari posisi TS dalam bisnis tsb sebagai apa? Sebagai bos? Sebagai karyawan yg sama juga dengan yg lainnya? Jika sebagai karyawan maka berlakulah sebagai karyawan, jangan berlaku sebagai bos, jika ingin menasihati, nasihatilah dalam posisi sebagai sesama karyawan

    masalah memang pasti ada, jika ada karyawan yg tidak bisa memenuhi harapan, anda harusnya berdiskusi dengan bos, apakah karyawan tsb harus dipertahankan atau tidak

    ok, sepertinya anda itu karyawan senior, coba saya ingin tahu dulu "hirarki" dalam pekerjaan anda ini, bisa digambarkan secara detil dulu?

    Apa berbentuk pemimpin, lalu anda karyawan senior dan karyawan-karyawan yg lain? Berarti karyawan seniornya hanya anda ya?
    TS itu Direktur Utama, tapi bukan Pemilik.

  7. #7
    Chief Cook GiKu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    10,315
    ^
    Yuki

    CEO juga karyawan, direktur juga karyawan, manager juga karyawan
    tapi mereka mewakili pemilik bisnis karena diberi kewenangan untuk menjalankan bisnisnya

  8. #8
    Chief Barista cha_n's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    11,544
    suamiku sering bilang, karyawan itu aset, jadi harus diperlakukan dengan sebaik2nya, dimanusiakan, beri hak nya sesuai kewajibannya.

    satu hal yang sangat aku perhatikan, apapun alasannya, baik lagi marah besar sekalipun, suami ga pernah berkata kasar sama karyawannya.
    manusia itu tempatnya salah, sama juga dengan karyawan, kalau salah ya diberi tahu, berkali2 salah selama bukan kesengajaan itu sangat mungkin dan pada banyak kasus harus dimaklumi, tapi juga harus diingatkan.
    cara mengingatkannya jg harus diperhatikan. jangan memarahi/mengingatkan dia di depan teman2nya, itu sama saja kita ingin mempermalukan dia.
    padahal tujuan kita kan supaya dia sadar kesalahannya, dan tidak mengulangi. kalau sampai dipermalukan, siapapun tidak akan suka.
    fokus sama tujuan dari kita memarahi, bukan untuk meluapkan emosi, bukan untuk mempermalukan, tapi untuk mengingatkan dan memperbaiki kinerja.
    kalau dia sangat pintar dan ga mudah salah, yakinlah, dia ga bakal jadi karyawan, tapi sudah jadi bos
    untuk warnet, kita punya karyawan yang sudah ikut lebih dari 5 tahun, pernah ditanya suami "kok masih betah?"
    "mas orangnya sabar, padahal sama saya. ga pernah dapat bos seperti itu"
    karyawan ini tadinya supir angkot, diajari dari 0 sampai sekarang. bolak balik kita tawari sekolah lagi (dia lulusan smp, kita mau bayarin buat paket c) sayangnya dia ga mau... padahal kalau punya ijazah paket c tuh lumayan banget buat dia.

    untuk karyawan lain sifatnya lepas, karena pas ada proyek baru ikut.
    di situ juga aku lihat, walau dia bosnya tapi ga malu2 berbaur dengan para tukang/kenek-nya.
    kadang aku suka ngomong "yah, sekali-kali berwibawa gitu lho, karena kadang anak buah ngeremehin, walau ya kalau yang sudah matang wataknya ngga sih (para tukang biasanya udah pada dewasa), tapi kenek2 gitu kadang jadi ngeyel"
    tapi dari situ dia malah bisa berbaur, ga jarang anak buahnya curhat soal masalahnya.

    tipe kepemimpinan orang bisa beda2, ada mungkin yang pendekatannya berbeda, tapi harus ingat, karyawan itu manusia, dia juga punya perasaan, dan mereka itu adalah aset yang sangat penting, jadi perlakukan dengan sebaiknya. tanpa mereka usaha kita juga ga ada apa2nya.
    ...bersama kesusahan ada kemudahan...

    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n

    My Little Journey to India

  9. #9
    pelanggan tetap Serenade's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    943
    Dapet karyawan yg kompeten dan pny integritas emang rejeki besar buat bos. Kata adik aku, yg gini ini perlakukan dg baik.

    Nah, kalo karyawan yg pny ciri yg rusak, lebih baik elu tunjukin siapa bos dan siapa yg karyawan, n "gw ga butuh lo".

    Gw pny cerita tentang seseorang yg menyesal karena kebodohan dia ngelunjak sama bosnya.
    Ceritanya dia dulu teknisi komputer di salah satu toko komputer ttp krn terpengaruh sama yg laen dia ngerjain bosnya. Akhirnya krn seluruh karyawan jadi teracuni, si bos melakukan tindakan ekstrim ... pecat semua karyawan. Tapi diem" setelah sekian waktu, si bos mulai manggil org" yg ga bersalah yg kena pecat dan mereka dipekerjakan dg gaji yg lebih mantep.
    Sekarang dia ... setelah bekerja di rumah makan ... sekarang nganggur n pny utang di mana".

  10. #10
    nih karyawan baru, usia 40 tahunan, belum seminggu masuk udah mulai keluar brengseknya, istirahat jam 11.45 sampai 1/2 belum juga datang, padahal rumahnya cuma semeter dari sini, padahal kemarin dia yg minta kerja, bukan aku yg nawarin...
    Kita tidak pernah bisa melihat masa depan, tetapi kita bisa menatanya dengan baik sesuai keinginan kita hari ini ( Fitri Purnama Sari )

  11. #11
    Chief Cook etca's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    aarde
    Posts
    11,168
    mungkin karena menang di umur yah, makanya semena2

  12. #12
    Chief Cook GiKu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    10,315
    kenapa cari yg tua ?

  13. #13
    Quote Originally Posted by itsreza View Post
    1. Dimulai dari perekrutan, coba lebih hati-hati
    2. Terlalu baik sehingga tidak dihargai.
    3. Oleh atasan pernah ditegur lalu dibimbing, itu memberikan penyadaran.
    Kalau dimarahi, cuma pernah oleh dosen. Sebagai wakil kelas saya pada saat
    itu menerima saja, walau rasanya seperti dipermalukan, marah, dan kecewa.
    4. Ga punya pengalaman punya karyawan.
    yup, aku sih berusaha cari yg dekat sekitar sini dan hampir semua dekat dengan yg disini karena dekat rumah selain ongkos tdk bnyak juga berharap tdk sering telat, lucunya justru bnyk yg sering telat, padahal rumahnya dekat2 semua... kan pernah tegurin, kalau masuk sekolah jam 7 pagi, apakah kalian berangkat sekolah jam 7 pagi?

    thanks atas masukannya... tetap aku lebih jeli terutama karuyawan cowok, karayawan cowok itu yg model2 bengat dapat dilihat dari tampang dan sorot matanya... dan stylenya..

    ---------- Post Merged at 05:45 PM ----------

    Quote Originally Posted by AsLan View Post
    hohoho... baru tau ya susahnya punya karyawan.

    gw udah ngerasain ini sejak pertama kali mulai bisnis, setelah 12 tahun pun masih merasa banyak sekali kesulitan untuk urusan karyawan.

    kemarin liat kan ada demo buruh besar2an di jakarta ? itu para pemilik bisnis besar lebih pusing lagi, mereka bukan cuma ngurus 1-2 orang tapi ribuan, bahkan ada provokator2 yg melarang para karyawan untuk kerja baik2 dan diharuskan ikut demo melawan atasan.

    kalo para pebisnis besar itu mentalnya cengeng, begitu di demo 1 kali besok pindah negara, tapi gak mereka lakukan karena berani bisnis ya berani menghadapi masalah.

    kadang gw juga gak bisa tidur, malem2 gw mikir "duh besok ada masalah apalagi ya?" karena benar2 tiap hari selalu ada masalah, masalah karyawan, masalah perputaran duit, masalah pesaing, masalah customer, masalah suply barang, masalah penjualan dll
    yup, baru kali ini sih aku punya bawahan sampai 5 orang, dan sebelum kejadian karyawan terbaikkku itu keluar, aku belum menyadari juga kesalahan utamaku yaitu tdk mudah menunjukkan kekesalan atau kemarahan pada karyawan yg salah (tdk becus) kerja, seharusnya aku harus lebih kalem dan persuasif meski jatuhnya mau tdk mau harus merubah sebagian besar karakterku dan tentu saja aku harus mau memahami bahwa tdk semua orang punya kecerdasan yg sama denganku. buatku sih gampang, tapi belum tentu buat yg lain, kalau ada karyawan yg secerdas diriku, udah pasti tdk akan mau kerja beginian... jenis pekerjaan disiini emang untuk orang2 yg punya kecerdasan yg pas2an.. karena kerjanya tdk perlu banyak mikir, hanya mengejerkana seperti contoh yg ada.....

    entar aku lanjutin... ada kerjaan yg mau aku ambil dulu,
    Kita tidak pernah bisa melihat masa depan, tetapi kita bisa menatanya dengan baik sesuai keinginan kita hari ini ( Fitri Purnama Sari )

  14. #14
    Quote Originally Posted by AsLan View Post
    hohoho... baru tau ya susahnya punya karyawan.

    gw udah ngerasain ini sejak pertama kali mulai bisnis, setelah 12 tahun pun masih merasa banyak sekali kesulitan untuk urusan karyawan.

    kemarin liat kan ada demo buruh besar2an di jakarta ? itu para pemilik bisnis besar lebih pusing lagi, mereka bukan cuma ngurus 1-2 orang tapi ribuan, bahkan ada provokator2 yg melarang para karyawan untuk kerja baik2 dan diharuskan ikut demo melawan atasan.

    kalo para pebisnis besar itu mentalnya cengeng, begitu di demo 1 kali besok pindah negara, tapi gak mereka lakukan karena berani bisnis ya berani menghadapi masalah.

    kadang gw juga gak bisa tidur, malem2 gw mikir "duh besok ada masalah apalagi ya?" karena benar2 tiap hari selalu ada masalah, masalah karyawan, masalah perputaran duit, masalah pesaing, masalah customer, masalah suply barang, masalah penjualan dll

    tapi semua kesulitan ini pernah juga membuat gw bersyukur, ceritanya begini...

    pernah ada karyawan kepercayaan gw yg keluar padahal dia sudah tahu banyak rahasia perusahaan.
    dia bekerjasama dengan seorang pemodal, membuat usaha yg sama, menjadi pesaing gw.
    banyak pelanggan yg dibawa lari.
    Saat itu gw ingat, pertama kali gw membangun bisnis, ada banyak sekali kesulitan yg gw alami dan gw selesaikan satu per satu dengan susah payah, gw bertanya2 dalam hati, ini pendatang baru apakah punya mental untuk mengikuti jalan yg pernah gw lalui ?

    apakah dia mampu mengatasi masalah karyawan, masalah kebutuhan modal yg membengkak, masalah penjualan yg seret dan income yg tipis selama berbulan2 dan segudang masalah lainnya.

    ternyata dia gak mampu.

    temen gw pernah ngasi satu istilah, kesulitan bisnis adalah "entry barrier"
    bisnis yg mudah adalah bisnis yg entry barriernya rendah, mudah dijalankan tapi mudah ditiru dan akan mendapat banyak pesaing.
    bisnis yg sulit adalah bisnis yg entry barriernya tinggi, sulit dijalankan tapi sulit ditiru dan jarang mendapat pesaing.

    so... semakin besar kesulitan yg lu hadapi, semakin bersyukurlah karena itu yg akan jadi jaminan keamanan bisnis lu dimasa depan.
    melanjutkan yg kemarin..

    kamu benar Lan, kemarin aku hampir kerjasama dengan seorang mahasisiwi buka jenis usaha yg sama dengan ini, tapi aku tdk mau ninggalain usaha yg ini karena emang konsepku adlaah mengcopy pastekan konsepnya. AKu udah beli 4 printer laser, menyuruh anak banten segera balik lagi ke sini karena mau aku didik jadi pengelola, bisnis beginian para karyawan harus di latih setidaknya 1-3 bulan, tdk bisa main buka gitu aja.. karena serius hendak ikut invest.. eh ternyata tdk jadi... eh beberapa bulan kemudian ia buka sendiri dan lucunya bukanya tepat di sebelahku... tapi di dalam gang, wajar aja dia bisa buka dengan jenis yg sama, wong proposalnya lengkap dan detail aku buat... cuma hal2 teknis kan tdk mungkin aku jabarin secara detail... aku ketawa aja.. kalau mampu bertahan 6 bulan, hebat dia... benar aja.. tdk sampai 2 bulan tutup dan pindah tempat... yg agak jauh dari tempatku (100 meter) tetapi ya tetap aja aku tdk yakin mampu bertahan... aku jadi kasihan aja.. perkiraanku modal yg sudah tertanam itu sekitar 20-35 jutaan....

    yg paling aku khawatirkan adlaah mantan karyawanku kerja di tempat para pesaingku.. ya jelas ini bisa jadi masalah, karena di bandingkan para pesaing... tempatkulah yg lebih paling lengkap... ada pesaing yg kuat di fotocopy dan penjilitan, ada yg kuat di pengeprinant, ada juga kuat yg di service hardware (Aku malas ngurusin hardware, duitnya tdk seberapa, pusingnya lumayan, lagi pula tdk kepegang juga)..

    persaingan disini juga tdk sehat, dan aku lihat dimana2 jg begitu.. main banting2 harga... gila aja dalam hatiku... emang mereka makan pakai apa? pasir... masa ngeprint 150-200 perak bahkan disebelahku 250 perak... kasihan karyawanya kagak kawin2... dan emang kenyataan gitu, rata2 karyawan yg kerja dibisnis ginian biasanya banyak yg bujang2 lapok. xixixi...

    Meski persaingan tdk sehat, aku punya kekuatan tersendiri, hargaku tetap 500 perak, kecuali print warna dan photo, tetapi tetap aja ramai dan masuknya stabil... karena ditempatku emang lebih lengkap, lebih ahli, lebih cepat dan lebih luas tempatnya... tmpat lain.. tdk ada yg terkoneksi internet.. dan kapasitas daya tampung mahasiswanya terbatas... nah karena aku hampir menang segalanya kecuali untuk urusan jilid dan copy... mahasiswa dan umum tetap memilih di tempatku.. untuk apa murah kalau harus ngantri berlama2...

    ada lagi perbedaanku dengan para pesaing.. aku terus update informasi dan melakukan hal2 baru, untuk meningkatkan level. karena karyawan kami hanya 10 jam kerja, untuk mengimbangi para pesaing, maka harus di temukan trik untuk mempercepat setiap produksi... makanya aku lagi pusing gimana caranya agar penjilitan hard cover dan finisihing undangan bisa diselesaikan secepat2nya... kalau para pesaing yg lain, banyak yg dari dulu ya gitu2 aja pengetahuannya.. ya malas cari tahu.. makanya kalau di tempat lain tdk bisa, di tempatku kebanyakan bisa aku kerjakan... kecuali edit dokument, aku selalu nolak walau duitnya gede....

    ya.. bulan kemarin.. target 90% tercapai... tetapi itu karena ada karyawan terbaikku... tidak tahu bulan ini.. aku udah mulai banyak mengalami kerugian... disini.. kalau rugi.. banyak aku tanggung sendiiri.. nah, kalau untung baru deh berbagai dengan bosku... resikolah...

    ---------- Post Merged at 08:39 PM ----------

    Quote Originally Posted by Yuki View Post
    pertama kali TS harus bisa menyadari posisi TS dalam bisnis tsb sebagai apa? Sebagai bos? Sebagai karyawan yg sama juga dengan yg lainnya? Jika sebagai karyawan maka berlakulah sebagai karyawan, jangan berlaku sebagai bos, jika ingin menasihati, nasihatilah dalam posisi sebagai sesama karyawan

    masalah memang pasti ada, jika ada karyawan yg tidak bisa memenuhi harapan, anda harusnya berdiskusi dengan bos, apakah karyawan tsb harus dipertahankan atau tidak

    ok, sepertinya anda itu karyawan senior, coba saya ingin tahu dulu "hirarki" dalam pekerjaan anda ini, bisa digambarkan secara detil dulu?

    Apa berbentuk pemimpin, lalu anda karyawan senior dan karyawan-karyawan yg lain? Berarti karyawan seniornya hanya anda ya?
    kalau dengan bosku.. aku ya sebagai karyawan dan rekan bisnis... sahamnya masih jauh 90 : 10

    tapi kalau dengan karyawan.. ya aku boslah, wong chipnya ada di kepalaku...

    ---------- Post Merged at 08:41 PM ----------

    Quote Originally Posted by etca View Post
    memiliki karyawan, memiliki anak buah, memiliki partner kerja, memobilisasi massa,
    semua yang berkaitan dengan orang lain kan ga mudah.
    yup, aku sudah menemukan kelemahan utamaku...

    AKU TIDAK SABARAN DAN BELUM MAMPU MENGATASI DENGAN TABIAT DAN KARAKTER ORANG LAIN
    Kita tidak pernah bisa melihat masa depan, tetapi kita bisa menatanya dengan baik sesuai keinginan kita hari ini ( Fitri Purnama Sari )

  15. #15
    Quote Originally Posted by cha_n View Post
    suamiku sering bilang, karyawan itu aset, jadi harus diperlakukan dengan sebaik2nya, dimanusiakan, beri hak nya sesuai kewajibannya.

    satu hal yang sangat aku perhatikan, apapun alasannya, baik lagi marah besar sekalipun, suami ga pernah berkata kasar sama karyawannya.
    manusia itu tempatnya salah, sama juga dengan karyawan, kalau salah ya diberi tahu, berkali2 salah selama bukan kesengajaan itu sangat mungkin dan pada banyak kasus harus dimaklumi, tapi juga harus diingatkan.
    cara mengingatkannya jg harus diperhatikan. jangan memarahi/mengingatkan dia di depan teman2nya, itu sama saja kita ingin mempermalukan dia.
    padahal tujuan kita kan supaya dia sadar kesalahannya, dan tidak mengulangi. kalau sampai dipermalukan, siapapun tidak akan suka.
    fokus sama tujuan dari kita memarahi, bukan untuk meluapkan emosi, bukan untuk mempermalukan, tapi untuk mengingatkan dan memperbaiki kinerja.
    kalau dia sangat pintar dan ga mudah salah, yakinlah, dia ga bakal jadi karyawan, tapi sudah jadi bos
    untuk warnet, kita punya karyawan yang sudah ikut lebih dari 5 tahun, pernah ditanya suami "kok masih betah?"
    "mas orangnya sabar, padahal sama saya. ga pernah dapat bos seperti itu"
    karyawan ini tadinya supir angkot, diajari dari 0 sampai sekarang. bolak balik kita tawari sekolah lagi (dia lulusan smp, kita mau bayarin buat paket c) sayangnya dia ga mau... padahal kalau punya ijazah paket c tuh lumayan banget buat dia.

    untuk karyawan lain sifatnya lepas, karena pas ada proyek baru ikut.
    di situ juga aku lihat, walau dia bosnya tapi ga malu2 berbaur dengan para tukang/kenek-nya.
    kadang aku suka ngomong "yah, sekali-kali berwibawa gitu lho, karena kadang anak buah ngeremehin, walau ya kalau yang sudah matang wataknya ngga sih (para tukang biasanya udah pada dewasa), tapi kenek2 gitu kadang jadi ngeyel"
    tapi dari situ dia malah bisa berbaur, ga jarang anak buahnya curhat soal masalahnya.

    tipe kepemimpinan orang bisa beda2, ada mungkin yang pendekatannya berbeda, tapi harus ingat, karyawan itu manusia, dia juga punya perasaan, dan mereka itu adalah aset yang sangat penting, jadi perlakukan dengan sebaiknya. tanpa mereka usaha kita juga ga ada apa2nya.
    aku itu sangat baik dengan karyawanku.. mereka tahu aku sering gunakan duit pribadi untuk mereka.. kalau makanan dan duit.. tdk pelitlah aku..

    bagiku.. Bisnis itu adalah Manajemen Pembagian Keuntungan... kalau tdk bijak membagi keuntungan dengan orang yg bekerja dengan kita.. ya akan banyak masalah2 yg muncul dan salah satunya adalah kebangkrutan...

    aku tdk mau seperti kebanyakan bos2 di tempat lain... bisa nambah rumah, tempat usaha, tanah, tabungan, mobil, bahkan nambah istri.. tetapi sementara karyawan.. terus membujang karena penghasilannya sedikit.. aku berusaha meningkatkan upah mereka.. makanya aku sering kasih tips kalau pemasukan bagus, ini tanpa sepengatahun bosku bahkan aku banyak gunakan uang pribadiku... tdk maslaah bagiku aku jadi dapat sedikit, yg penting aku bisa membuktikan apa yg selama ini aku yakini...

    sikapku juga biasa aja..
    hanya saja.. aku emang agak rewel, karena hampir semua kerjaan sering aku komentari.. ya.. aku punya standar kerja... salah satu penyebab pelangganku terus bertambah karena kualitas kerjaku bagus... nah.. kalau kerja mereka tdk bagus.. ya aku tegur, hanya saja aku tdk pandai bagaimana cara menegur yg baik..

    Sebenarnya masalah mulai muncul ketika aku menambah karyawan perempuan, karena karyawan terbaikku itu perempuan sendiri, akhirnya tarik lagi 1 karyawan perempuan dengan harapan ada temannya.. dan ini mempertaruhkan pendaptanku.. level sekian 10%, sekian 8%, sekian 7% dan sekian 5%, kalau tdk memuaskan.. boleh di keluarkan (putus kerjasama)...

    Tetapi maslaah justru muncul ketika karyawan bertambah... karayawan yg baru.. tdk mau cepat belajar.. inisiatifnya lemah... aku kan tdk sbaran.. ya aku omelin lah.. nah, suasana kerja mulai tdk enak.. aplaagi karyawan yg laki2 mulai ngulah... aku tdk yakin dengan kejujurannya.. pola hidupnya kurang bagus.. percuma rumah sjeengkal, punya istri, tinggal dengan mertua makan kok masih di warung... kalau kerja di pertamina sih aku tdk heran.. lah, kerja di tempat ini.. ya harus prihatin.. jajannya kuat.. pernah ngaku beli snack yg enak hanya 5.000, murah amat dalam hatiku.. suatu ketika aku lihta di indomaret.. aku mau beli.. eh harganya 7000 ribuan... buset.. berarti dia bohong padaku... ngapain juga bohong soal harga...

    Sebenarnya sleian gaji pokok, mereka sering dapat tips baik dariku, lemburan, atau dari para pelanggan yg merasa puas dengan kerja mereka...

    tapi begitulah... kesalahanku adalah tdk sabraan dan tdk tahu cara memanaget maslaah yg ada.. ya ada aku hanya menggunakan emosiku... jadinya ya suasana kerja jadi tdk nyaman... sampai akhirnya karyawan terbaikku itu keluar... aku sudah minta maaaf berulang2 tetapi tetap tdk mau balik dia...

    ada hikmahnya juga sih.. sejak dia keluar, aku benar menyesali kebodohanku.. dan aku mulai belajar untuk tdk melakukan keslahaan yg sama... udah seminggu ini, nyaris tdk ada marah2...

    tapi sukurlah.. aku dapat karyawan cukup bagus.. baru lulusan SMP, ia punya insting yg baik dalam bekerja.. 2 minggu pertama masih gagok dia.. tetapi karena sering aku kasih penjelasan setiap kerjaan yg aku suruh.. insting kerjanya mulai keluar.. tadi aku ajak2 jalan2 ke kota.. senang banget dia... mau aku jaga baik2... dan aku merencankan akan menurunkan keamanan usaha ini padanya, termasuk menunggu temanku dari medan juga, aku tarik ke jakarta, dulu dia juniorku, waktu aku jualan kertas di sekolah, dia jadi agenku.. dia jujur dan kalem anaknya, makanya aku yakin dengannya, aku bayarin ongkosnya separuh jika sampai jakarta.. senin ini ia berangkat...

    ---------- Post Merged at 09:10 PM ----------

    Quote Originally Posted by Serenade View Post
    Dapet karyawan yg kompeten dan pny integritas emang rejeki besar buat bos. Kata adik aku, yg gini ini perlakukan dg baik.

    Nah, kalo karyawan yg pny ciri yg rusak, lebih baik elu tunjukin siapa bos dan siapa yg karyawan, n "gw ga butuh lo".

    Gw pny cerita tentang seseorang yg menyesal karena kebodohan dia ngelunjak sama bosnya.
    Ceritanya dia dulu teknisi komputer di salah satu toko komputer ttp krn terpengaruh sama yg laen dia ngerjain bosnya. Akhirnya krn seluruh karyawan jadi teracuni, si bos melakukan tindakan ekstrim ... pecat semua karyawan. Tapi diem" setelah sekian waktu, si bos mulai manggil org" yg ga bersalah yg kena pecat dan mereka dipekerjakan dg gaji yg lebih mantep.
    Sekarang dia ... setelah bekerja di rumah makan ... sekarang nganggur n pny utang di mana".
    yup..
    karyawan yg jadi biang kerok maslaah itu sebenarnya udah menampilkan tabiat jeleknya sejak awal masuk.. baru 2 hari berani membentakku... gila bener... tetapi aku sabar ajalah.. ya.. ABG baru gede.. maklumi ajalah.. masih labil dan manja.. tetapi dampaknya besar juga.. dia tdk bisa kerja seperti yg aku harapkan... karena aku tdk sabaran ya jadi sering kena marah.. aku pernah marah besar pagi gara2 perempuan ini udah ngeyel... kalau tdk dapat mengendalikan diri.. udah aku taburin itu ID2 kard... aku pernah lempar2 undangan yg rusak karena si karyawan tdk mengikuti contoh yg sudah aku beri... dan tentu saja kalau aku marah tak terkendali ya aku nyerang secara fisik... tetapi selama hampir 10 tahun di jakarta, aku tdk pernah kontak fisik disini meski aku seperti ini orangnya... aku selalu berpikir tdk ada untungnya kontak fisik.. tetapi kalau aku diserang secara fisik, aku tdk akan pernah merasa berdosa jika sampai membunuh orang yg menyerangku..

    ---------- Post Merged at 09:12 PM ----------

    Quote Originally Posted by etca View Post
    mungkin karena menang di umur yah, makanya semena2
    ya, mereka sering salah mengartikan toleransi yg aku berikan... ada karyawan yg aku kasih toleransi masuk jam 11 siang karena bernagkat kerjanya harus di sesuaikan dengan istrinya yg perawat dengan 3 waktu shift.. tetapi tetap aja... tdk betah... ya weslah...

    ---------- Post Merged at 09:13 PM ----------

    Quote Originally Posted by GiKu View Post
    kenapa cari yg tua ?
    tetangga.... dia minta kerja... dan aku butuh pekerja... masa sih di tolak.. lagi pula ia org yg cukup taat bergaam dan ada basic ITnya.. jadi ya terima ajalah.. dan ada bagus juga sih... kepergian karyawan terbaikkku ckup bisa tertutupi oleh basic komputernya... ya.. aku sih ngomong baik2 aja.. anggap aja latihan menjadi bos dan manajer yg baik..
    Kita tidak pernah bisa melihat masa depan, tetapi kita bisa menatanya dengan baik sesuai keinginan kita hari ini ( Fitri Purnama Sari )

  16. #16
    Chief Barista cha_n's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    11,544
    ngaku jadi bos baik tapi suka mempermalukan karyawan ?
    coba diluruskan lagi definisi baik itu apa.

    manusia itu punya perasaan, kalau dipermalukan, hati sudah benar2 terluka, walau diimingi uang, siapapun tidak akan sudi. emang bisa kebaikan dibeli pakai uang?
    dari pada menekankan soal uang, mending ciptakan suasana kerja yang nyaman dan kondusif.
    buat SOP yang jelas, pastikan reward and punishment pada tiap jenis masalah/kejadian yang mungkin timbul.
    kerja pakai otak, jangan pakai emosi.

    oh iya, pembagiannya kecil amat ya, yang pontang panting kerja siapa cuman dapat 10%.
    pengalaman ku kerja sama ama orang macam ini, yang kerja bisa dapat 50% dari keuntungan bersih, kalau modal sudah BEP
    ...bersama kesusahan ada kemudahan...

    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n

    My Little Journey to India

  17. #17
    Quote Originally Posted by cha_n View Post
    ngaku jadi bos baik tapi suka mempermalukan karyawan ?
    coba diluruskan lagi definisi baik itu apa.

    manusia itu punya perasaan, kalau dipermalukan, hati sudah benar2 terluka, walau diimingi uang, siapapun tidak akan sudi. emang bisa kebaikan dibeli pakai uang?
    dari pada menekankan soal uang, mending ciptakan suasana kerja yang nyaman dan kondusif.
    buat SOP yang jelas, pastikan reward and punishment pada tiap jenis masalah/kejadian yang mungkin timbul.
    kerja pakai otak, jangan pakai emosi.

    oh iya, pembagiannya kecil amat ya, yang pontang panting kerja siapa cuman dapat 10%.
    pengalaman ku kerja sama ama orang macam ini, yang kerja bisa dapat 50% dari keuntungan bersih, kalau modal sudah BEP
    ya.. sepertinya aku sudah menemukan letak masalahnya.. yaitu cara menegurku yg terlalu kasar..

    sebagai solusinya.. tdk perlu marah-marah jika karaywan melakkan kesalahan, aku akan menegur dengan cara yg santun, jika masih melakukan keslaahan yg sama dan tidak ada niat untuk berubah.. ya lebih baik diberhentikan saja....

    SOP aku jelas kok sebenarnya, di awal2 kan mereka bisa menjalaankan SOP yg ada... nah maslaah munculkan ketika mereka melakukan kesalahan yg sama kembali.. itu aja..

    soal pembagian... ya lumayanlah.. 10% itu kan dari pendapatan kotor.. bosku tdk mau beri tahu, berapa biaya yg ia keluarkan sebenarnya, jadi aku perkirakan... aku dapat 20% dari keuntungan bersih.. dan aku rasa ini tdk masalah juga, toh karena yg aku incar saat ini bukan uang, tetapi sebuah pencapaian hasil kerja.. jika sistem bisa berjalan seperti yg ada di kepalaku, dan mencapai seperti yg aku inginkan... maka uang itu akan datang dengan sendiirinya meski aku tidur seharian

    Bosku invest harta, aku invest waktu dan tenagaku... saat ini aku yg memang masih ketergantungan.. belum bisa mandiri sepenuhnya... dan saat ini kami lagi melakukan upaya agar semua kerjaan yg masuk bisa di tampung sebanyak mungkin dan diselesaikan secepat mungkin... ini cara yg paling efektif untuk mengatasi persaingan yg kurang sehat dan meraih bnyak keuntungan dengan modal yang tdk besar..
    Kita tidak pernah bisa melihat masa depan, tetapi kita bisa menatanya dengan baik sesuai keinginan kita hari ini ( Fitri Purnama Sari )

  18. #18
    pelanggan setia Porcelain Doll's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    6,347
    soal menegur itu, memang lebih baik tidak dilakukan di depan yg lain, dan tidak dengan kasar
    cukup diberitahu letak kesalahannya dimana

    pengalaman di kantor yg dulu, g pernah melakukan kesalahan
    yg 1 ditanya dulu kenapa g ngelakuin itu, trus dikasih tau baik2 kalau itu ga seharusnya dilakukan -> efeknya g jadi merasa bersalah sendiri dan jadi aware, plus berterima kasih karena dikasih tau baik2
    yg lain, langsung negur tanpa tedeng aling2...bikin ngerasa ga dihargai dan akhirnya ga menghargai balik orang yg negur
    Popo Nest

  19. #19
    Quote Originally Posted by Porcelain Doll View Post
    soal menegur itu, memang lebih baik tidak dilakukan di depan yg lain, dan tidak dengan kasar
    cukup diberitahu letak kesalahannya dimana

    pengalaman di kantor yg dulu, g pernah melakukan kesalahan
    yg 1 ditanya dulu kenapa g ngelakuin itu, trus dikasih tau baik2 kalau itu ga seharusnya dilakukan -> efeknya g jadi merasa bersalah sendiri dan jadi aware, plus berterima kasih karena dikasih tau baik2
    yg lain, langsung negur tanpa tedeng aling2...bikin ngerasa ga dihargai dan akhirnya ga menghargai balik orang yg negur
    yup.. terima kasih atas masukannya.. akan aku ingat ini baik-baik.. bukan di tegur atau dimarahi, tetapi memberi tahu kesalahan yg sudah dilakukannya.. dan memberitahukan apa dampaknya jika ia melakukan kesalahan yang sama.. jadi bukan teguran, tetapi pemberitahuan atau mengingatkan... mungkin bahasa yang paling pas..
    Kita tidak pernah bisa melihat masa depan, tetapi kita bisa menatanya dengan baik sesuai keinginan kita hari ini ( Fitri Purnama Sari )

  20. #20
    Chief Barista cha_n's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    11,544
    kalau masih salah2 yang keterlaluan, artinya masih ada SOP yang kurang pas.
    tapi lagi2 kubilang sih salah itu wajar, selama bukan sengaja.
    minimalisir dengan SOP yang jelas.
    misal salah cetak karena ketidaktelitian.
    buat SOP untuk menghindariya, misal sebelum naik cetak harus ada paraf customer di setiap halaman contoh cetakan yang akan naik plus paraf atasan tertinggi yang diberi wewenang hari itu.
    semacam itulah (ga harus persis, ini contoh doang. tiap bisnis beda2 kondisinya beda SOP yang cocok)

    dari pada nunjuk orang lain, coba tunjuk diri sendiri dulu. salahku apa sebagai bos, kok anak buah bisa salah mulu?
    kurang sabar mendidik? SOP kurang jelas atau tidak sesuai? force majuer? faktor kesengajaan? dst. nah atasi sesuai masalahnya.

    kalau emang orangnya ga niat kerja, tanya aja. kasih masa percobaan. kalau emang masih ga jelas pecat. tapi dia dipecat juga ga sakit hati. dia tahu dia salah dan layak dipecat
    ...bersama kesusahan ada kemudahan...

    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n

    My Little Journey to India

Page 1 of 4 123 ... LastLast

Tags for this Thread

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •