Udah pada nonton kan?
Ok..
pertama buat kawan-kawan yang nobar perantau,
terimakasih telah ikut menyukseskan acara nobar.
![]()
Nah..
Kembali ke review.
Jujur saja, saya tidak terlalu tertarik pada laga-nya. Mungkin karena saya pernah melihat ilmu kawan-kawannya grandpa alip jauh lebih keren di bandingkan yang di Berandal.
Atau mungkin juga karena saya sudah terlalu terpapar banyak informasi..
Atau mungkin juga saya kecewa karena beberapa koreografi Berandal, seperti adegan pertarungan di dalam mobil, terlalu mirip dengan yang saya bayangkan.
Saya malah lebih menikmati adegan laga di warehouse, mungkin karena bersih dan variasinya lebih banyak.
Tapi dari sisi drama.
Saya malah suka dengan dramanya.
Buat saya, adegan paling menakutkan itu justru adegan di karaoke. Apalagi saya pertama kali menonton di versi yang tak disensor. Saya agak menyesalkan kebijakan LSF yang meminta penyensoran kata-kata makian sehingga malah di versi yang tayang untuk umum, gregetnya malah kurang.
Untuk sensor2 lain seperti kekerasan atau adegan *sensor*, saya malah gak keberatan. Jujur kalian tidak kehilangan apapun, kecuali kalau kalian pervert.
Saya juga suka karakter ISTI muncul di film ini.
Padahal karakter ISTI ini sangat jago, di mana dia gak perlu menggunakan parangnya untuk mengalahkan orang. Parangnya hanya untuk membunuh sesuai pesanan.
Dan begitu bertemu istrinya.. ihik ihikdia begitu pasrah dimaki-maki.
Tapi tokoh utama film ini, bukanlah Rama/Yudha,
melainkan Ucok.
Adegan eksekusi hadiahnya.. mmmmm......
betapa santainya dia menikmati hadiah-hadiah yang dipersembahkan kepadanya.
![kopimaya [dot] kom - Secangkir Kehangatan di Dunia Maya - Powered by vBulletin](images/misc/vbulletin4_logo.png)





dia begitu pasrah dimaki-maki.
Reply With Quote