setauku tergantung kadar autisnya seseorang bun.
biasa terapi memang tujuannya untuk membantu penderita autis menjalani hidup sedekat normal mungkin, dan se-mandiri mungkin. tapi keautisan orang bisa berbeda2 beratnya. semakin ringan ya semakin keliatan normal.
saya ga tau apakah autis itu brarti imaginative. kurasa tidak harus. penderita autisme tuh bermasalah dengan komunikasi dan cara interaksi. sehingga sala satu cara terapi ya memperkenalkan medium laen sebagai outlet mereka, baik lewat musik, lukis, ato apa aja. setiap pasien mempunyai cara ato medium outlet yang berbeda2, tidak harus sama. apa mungkin karena itu autis jadi diidentikkan dengan kreatifitas? ga tau. itu pertama kali saya denger stereotipe ini.
aslan: savant tidak harus jago hafalan aja. kemampuan mereka bisa berbeda2. ada yang jago hafalan, ada yang jago musik, ada yang jago matematik, ada yang jago lukis, dll. dan 'talenta' mereka ini bener2 natural, tanpa perlu dilatih.
tidak bisa disamakan dengan katakan seseorang yang mati2an latihan kemampuan menghafal. saya pun bisa mengatakan orang2 jaman dulu lebih jago menghafal nomor telpon. skarang? dengan keberadaan hape2 ato media komunikasi elektronik, keperluan menghafal nomor tidak diperlukan lagi, maka manusia tidak terlatih untuk menghafal nomor panjang. sama seperti orang2 yang kebiasaan memakai kalkulator ya akan lambat melakukan hitungan luar kepala (alias secara mental), karena tidak terlatih.
![kopimaya [dot] kom - Secangkir Kehangatan di Dunia Maya - Powered by vBulletin](images/misc/vbulletin4_logo.png)





Reply With Quote